Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Tantangan di awal.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Nana membuka matanya saat mendapatkan sebuah usapan lembut di pipinya, Andrian yang melakukan nya langsung tersenyum karena telah berhasil membangun sang istri.


"Jam berapa?." tanya Nana sambil menguap.


"Baru jam sepuluh." sahut Andrian.


Dan seketika hal itu membuat Nana melebarkan matanya sempurna, kelelahan setelah aksi panas tadi malam membuat Nana benar-benar ambruk dan sangat lelah.


Mengingat aksi panas semalam membuat pipi nya memerah bak tomat, dia dan Andrian benar-benar telah melakukan nya, menambah cinta keduanya dengan persatuan tubuh yang sudah halal untuk di sentuh.


Andrian tersenyum menyeringai saat melihat pipi istrinya yang memerah, terbesit ide di otak mesum nya untuk membuat istrinya kembali prustasi.


Dengan sengaja Andrian memaju mundurkan tubuhnya, dan hal itu membuat Nana setika menatap suaminya, lalu beralih ke bawah sana.


Dia lupa jika suaminya tidur di atasnya, dan ya sekarang suaminya kembali membuat nya kembali merasakan sensasi itu.


"Sayang." ucap Nana mengeretakan giginya menahan erengan yang keluar dari bibir seksi nya.


"Nikmati saja, aku tidak akan sebringas tadi malam, karena sekarang aku tidak meminum obat kuat lagi." Andrian berucap sambil menambah cepat permainan nya.


Nana terbalak kaget mendengar ucapan suaminya yang ternyata tau akan perihal obat laknat itu, tapi baru saja dia akan kembali berucap Nana tidak tahan saat suaminya kembali menghentak-hentakan miliknya lagi, dan hanya bisa menggigit bibir bawah nya pelan dengan mata terpejam.


Ada kepuasan di hati Andrian saat mengetahui istrinya masih v*rgin, tapi meski begitu Andrian memang bukan tipe yang melihat seseorang dari hal itu saja, menurut nya v*rgin atau tidak itu hanyalah bonus, karena cinta nya tidak di ukur dengan hal berbau ranjang saja.


"Terimakasih." ucap Andrian yang sudah melakukan pelepasan keduanya.


Nana tersenyum, tubuhnya benar-benar ambruk gara-gara permainan suaminya yang sangat hot, benar kata kerabat suaminya saat hari pernikahan nya.


"Jangan kaget ya jika permainan Andrian terlalu hot, wajar saja sudah dua tahun tidak melakukan nya."


"Aku juga terimakasih, kamu sudah mau menerima semua kekurangan ku." ucap Nana, dia menjeda sebentar, lalu melihat ke arah suaminya yang sama-sama ambruk di sampingnya.


"Aku mau jujur sama kamu." ucap Nana sambil menatap lekat pria yang kini telah berhasil menjadi pemilik nya.

__ADS_1


Andrian menatap balik netra hitam milik istrinya.


"Katakan lah kejujuran mu karena itu baik untuk hubungan kita, kau tau jujur lebih indah dari pada menyembunyikan, aku siap mendengarkan semua kejujuran mu." kata Andrian sambil tersenyum.


Nana menarik nafasnya dalam-dalam lalu dia keluarkan secara perlahan.


"Aku menolak perjodohan yang Papa rencanakan dengan sahabat karibnya dulu, dan imbasnya sekarang mereka pasti akan mencari celah untuk mencelakai kita." ucap Nana sambil menunduk.


"Mereka akan balas dendam pada ku karena memutuskan perjanjian sepihak." lanjut Nana.


"Siapa mereka itu?." tanya Andrian.


"Keluarga Santoso, lebih tepatnya Martin Santoso putra punggal dari Om Beni Santoso, mereka sangat nekat apalagi Martin, dia bahkan pernah membunuh istrinya sendiri." jawab Nana.


"Dan hal itu yang membuatmu pergi selama tiga bulan?." tanya Andrian lagi.


Nana mengangguk pelan.


"Aku menyelesaikan proyek bersama Martin, dia berjanji tidak akan melanjutkan semua ambisi nya untuk menikahi ku karena aku sudah mengatakan jika aku sudah mencintai pria lain, tapi dia mengingkari janji nya dan membuat ku tertahan selama tiga bulan di luar negri." Nana menjelaskan nya dengan panjang kali lebar, dia tidak mau menyembunyikan segala nya lagi dari suaminya.


Andrian melihat aura wajah istrinya yang nampak ketakutan, nyatanya setangguh apapun wanita pasti dia akan memperlihatkan sisi rapuh di hadapan pria yang di cintai nya.


"Jangan takut, aku akan menjaga mu, aku tidak akan membiarkan mereka merusak kebahagiaan kita." ucap Andrian sambil mencium kening sang istri.


Nana tersenyum mendengarnya, "Terimakasih, aku mencintaimu." ucap Nana mempereratkan pelukannya.


"Aku juga mencintaimu." jawab Andrian ikut mempereratkan pelukannya, namun sedetik kemudian keduanya saling menatap satu sama lain.


"Sayang itu kamu." Nana mengerucutkan bibirnya sebal saat merasakan gesekan di perutnya.


Andrian terkekeh. "Si Jon sudah kenyang, tenang saja dia sudah mendapatkan banyak vitamin nya, jadi si Jon tidak akan kembali ke sarang nya." kata Andrian sambil menyengir kuda.


Nana hanya menghela nafasnya pelan, tidak mau melakukan nya lagi karena milk nya benar-benar sudah lecet dan sakit, bayangkan saja tadi malam suaminya benar-benar merenggut sari manis nya berjam-jam.


l


🌹

__ADS_1


Di tempat lain nampak Alena yang sedang sibuk dengan rutinitas nya sebagai ibu dari dua anak laki-laki nya.


Apalagi sekarang Babby Arfan sudah mulai bisa merangkak kemana-mana membuat Alena semakin ekstra menjaga putra nya.


"Sayang bangun yu." ucap Alena mengusap pipi suaminya.


"Ganteng nya Mama, bangun yu sholeh." lanjut Alena sambil mengusap pipi putra nya.


Arka dan Bian nampak tertidur dengan posisi yang sama, yaitu posisi ke samping dengan tangan yang di tindih pipi, tapi hal itu malah membuat keduanya nampak sangat menggemaskan.


"Sayang."Panggil Alena lagi.


Baik Arka maupun Bian keduanya masih sama-sama terpejam matanya, membuat Alena hanya bisa menggelengkan kepalanya, suami dan putra nya memang sama-sama memiliki penyakit susah untuk di bangunkan.


Dengan sengaja Alena membukakan gorden nya membuat dua laki-laki berbeda generasi itu langsung mengeliat secara bersamaan.


"Satu menit lagi." kata Arka dan Bian serempak.


"Ngak ada satu menit lagi, cepat bangun ini sudah siang." tegas Alena sambil bersidekap dada, membuat Arka dan Bian kompak membuka mata nya, dengan wajah yang sama-sam masam tentunya.


"Hari ini hari libur Mam." ucap Bian masih mengantuk.


Arka mengangguk setuju "Lagi pula aku tidak akan ke kantor hari ini." kata Arka sambil melirik putranya.


Dan keduanya sama-sama menguap, membuat Alena hanya bisa menghela nafas nya sebal, "Ngak ada acara tidur lagi, buruan bangun dan langsung mandi." tegas Alena lalu berjalan ke arah tempat tidur bayi nya, dan nampak lah Babby Arfan yang sedang memainkan mainan nya.


"Uuh anak Mama yang tampan udah bangun." ucap Alena langsung menggendong tubuh gembul putra nya.


"Kita mandi ya sayang, jangan kaya Papa dan kakak mu yang malas, mereka memang malas." lanjut Alena menatap sinis kedua laki-laki berbeda generasi yang sedang memasang wajah sebal nya.


Alena masuk ke kamar mandi dengan Babby Arfan yang ada di gendongan nya, dan hal itu membuat Papa dan anak itu saling menatap satu sama lain.


"Ayo son, kita tidak boleh kalah dari si gembul." ucap Arka sambil beranjak berdiri.


Dan Bian hanya ikut berdiri, dan meloncat ke lantai tanpa berbicara karena jika kesal Bian hanya diam.


__________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2