
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kakak." teriak Anaira sambil berlari, membuat Arka mengelengkan kepalanya, usia adiknya yang sudah memasuki 22 tahun masih tetap sama seperti dulu, berisik dan manja.
"Pelankan suara cempreng mu Ira, telinga ku hampir rusak." sahut Arka sambil memeluk adik kesayangan satu-satunya itu.
Keduanya berpelukan meluapkan rasa rindu satu sama lain, tidak bertemu 5 bulan jelas membuat kedua adik kakak itu larut akan kerinduan, "Sudah kakak mau mandi." ucap Arka sambil melepaskan pelukan nya.
"Ihk kakak, Ira kan masih kangen, pengen ngobrol sama kakak." sungut Anaira tidak terima karna kakak nya yang biasanya memanjakan nya itu kini malah bersikap seolah mereka bukan adik kakak.
"Iya, tapi kakak dan istri kakak mau mandi dulu, nanti setelah makan malam kita bisa berkumpul bersama." ucap Arka.
Anaira mendengkus kesal, lalu dia melirik gadis yang ia yakini usianya masih di bawah usianya itu. "Ini calon istri kakak? ehh maksud nya istri kakak?." tanya Anaira sambil melihat Alena dari atas sampai bawah. "Cantik." batin Anaira.
"Iya, dia kakak iparmu." ucap Arka.
"Hy kakak ipar, aku Anaira adik cantik nya kak Arka, dan siapa nama mu kakak ipar?." tanya Anaira yang memang belum tau siapa nama istri dari kakak nya.
Alena tersenyum. "Salam kenal Anaira, aku Alena Monica." sahut Alena sambil tersenyum.
"Woah nama yang bagus untuk gadis secantik kakak ipar." puji Anaira sambil tersenyum manja.
Alena terkekeh, "Terimakasih, tapi kamu jauh lebih cantik dariku , dan stel pashion mu sangat bagus, nanti ajari aku ya." ucap Alena berucap tanpa keraguan.
Sekali lagi Anaira terpukau dengan sosok kakak iparnya, ternyata tidak seperti yang dia bayangkan, gadis yang menjadi kakak iparnya itu nampak sangat cantik dan Anaira menyukai stell pashion yang di pakai Alena yang terkesan sederhana dan simple. "Gaya kakak ipar lebih bagus, nanti kapan-kapan kita harus belanja bersama sepertinya." ucap Anaira diangguki cepat oleh Alena.
__ADS_1
"Tentu, itu harus." sahut Alena sambil tersenyum, dia sedikit tau tentang Anaira yang notabe nya adalah adik iparnya, gadis cantik berkulit putih bak susu itu sangat menyukai pashion, bahkan Anaira memiliki selera pashion yang jauh lebih tinggi di bandingkan dengan nya mengingat Anaira kuliah mengambil jurusan pashion di jerman.
Arka hanya mengelengkan kepapa melihat dua gadis cantik di depan nya yang terus membicarakan masalah penampilan, tapi dia juga sedikit bahagia karna adik bungsunya bisa menerima Alena dengan baik, Arka tau Anaira bukan lah gadis yang sulit di dekati, tapi sangat sulit untuk seseorang bisa membuat percakapan selama itu dengan adiknya, mengingat Anaira sangat cerewet dan jika sudah asyik mengobrol suka lupa waktu.
"Sudah, istriku harus mandi dan istirahat." ucap Arka segera menyelesaikan obrolan yang tidak akan ada ujung nya itu.
Anaira menatap sang kakak dengan wajah kesal nya. "Bentar lagi dong kak, Ira kan masih pengen ngobrol sama kakak ipar." sungut Anaira dengan nada merengek.
Arka mengelengkan kepalanya. "Tidak, kasihan kakak iparmu mau istirahat." sahut Arka tegas dengan wajah datarnya.
"Hiss, pelit dasar." cibir Anaira kesal, yang di tanggapi dengan wajah datar sang kakak.
Alena terkekeh melihat tingkah Arka dan Anaira yang seperti tom and jerry. "Nanti kita bisa mengobrol lagi, aku harus mandi dulu, tubuhku lengket." ucap Alena yang membuat Anaira menghela nafasnya.
"Ya udah deh, aku juga bentar lagi mau keluar dulu sama temen, next time ngobrol lagi ya kak." ucap Anaira sambil tersenyum, yang langsung mendapatkan angukan kecil dari Alena.
Setelah drama dengan si bawel Anaira selesai pasangan patsury itu masuk kedalam kamarnya.
Kata mandi yang biasanya menyegarkan itu membuat Alena merinding, pasalnya selama 4 hari ini kata mandi itu hanyalah kata bualan alias modus yang menguntungkan untuk Arka tapi tidak untuk Alena, setiap kali dia mandi bersama dengan Arka pasti ujung-ujung nya Arka akan menang banyak sedangkan dirinya harus merasakan rasa lelah dengan tubuh yang serasa ringsek.
"Ayo mandi bareng." ucap Arka yang sudah membuka pakaian nya dan hanya menyisakan boxer saja.
"Tidak mau, pasti itu hanya modus." sungut Alena menolak ajakan yang akan menguntungkan si pengajak.
"Hanya mandi." ucap Arka sambil tersenyum.
Alena menimbang sampai akhirnya dia menganggukan kepala. "Baiklah, tapi jika mandi itu hanya alasan anu anu, anu mu aku tendang." ucap Alena mengancam, yang di balas dengan angukan kecil dari Arka.
__ADS_1
Dan benar saja mereka menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi, Arka selalu bisa membuat Alena yang tersudutkan dimana Arka membuat Alena yang memintanya, gaya mengelabuhi licik ala Arka selalu saja membuat Alena lemah, apalagi Arka tau kelemahan Alena.
Malam tiba Alena yang merasa kelelahan tidak mengikuti acara makan malam, dia memilih tidur karna tubuhnya benar-benar lelah, setelah melakukan aksi panas di kamar mandi bersama Arka, sedangkan Arka yang memimpin aneh nya pria itu malah sehat dan nampak segar, tidak seperti Alena yang tiga L (Lelah, letih, lesu).
"Arka, Alena mana? kenapa tidak ikut makan?." tanya Ririn yang tidak melihat menantunya.
"Ada diatas, lagi ngak enak badan katanya." ucap Arka sambil makan.
"Kamu ngak sakitin istri kamu lagi kan?." tanya Ririn was-was bagaimana pun Ririn tau sikap Arka yang memang tidak mudah di tebak dan terkadang suka bertindak seenaknya.
Arka menatap sang Mommy dengan wajah kesalnya, kenapa dia selalu di sudutkan jika sesuatu terjadi pada Alena, "Alena hanya kecapean Mom." ucap Arka.
"Kecapean apa?." tanya Ririn semakin penasaran, sedangkan Rafa sang kepala keluarga hanya menyimak percakapan anak istrinya, sebagai seorang kepala keluarga jelas Rafa sangat menjungjung tinggi wibawanya sebagai seorang suami dan seorang Daddy dari dua putra putrinya.
Arka terdiam, tidak mungkin dia mengatakan jika Alena kecapean karna telah bercinta panas dengan nya di kamar mandi, "Pemotretan." jawab Arka singkat. "Semoga Mommy percaya." batin Arka berharap kebohongan nya di percayai sang Mommy, tidak apa berbohong masalah seperti ini, karna menurut Arka hubungan intim suami istri adalah privasi nya.
"Tapi bukan nya kalian pulang masih siang ya?, dan pemotretan hanya 2 jam." ucap Ririn yang membuat Arka terbalak sebegitu tahunya sang Mommy tentang jadwal pemotretan nya.
"Aku___ " ucap Arka terhenti karna suara cempreng mulai terdengar di telinganya.
"Mommy.. Daddy.. Ira pulang." suara cempreng khas si putri bungsu mulai terdengar ke ruang makan, yang membuat Rafa, Arka, dan Ririn replek melirik kesumber suara.
"Mulai lagi." ucap Ririn Rafa, dan Arka bersamaan saat melihat Anaira berjalan dengan gaya modelnya, di tangan nya terlihat memegang tas limited edicion merek H, tapi yang membuat Rafa Ririn dan Arka kompak menepuk jidatnya adalah saat melihat beberapa pelayan yang berjalan di bekalang Anaira membawa paper bag berisi belanjaan si nona muda.
"Mom..Dad, Kak biasa saja muka nya, emm tenang saja hari ini banyak diskon, Daddy kaya Mommy juga, kakak juga, emm kita kaya." ucap Anaira sambil duduk di meja makan, lalu tanpa melihat tatapan dari orang yang duduk di sekeliling nya, Anaira malah ikut bergabung makan malam bersama keluarga tercintanya.
___________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Banyak kerjaan maaf ya baru Upp, dunia nyata ku terlalu keras jadi jangan lupa kasih like dan coment nya, biar aku semakin semangat ngehalu nya.