Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Hari Andrian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti biasanya Andrian melakukan rutinitasnya sebagai Asisten dari CEO ternama yang juga adalah teman dekat nya, dan banyak perubahan dari Andrian dimana kini pria yang menyandang Duren (Duda keren) itu terlalu memperhatikan keuangan nya, bahkan dia kini tidak terlalu sewot akan uang bonus.


Huh..


"Apa aku harus mendengar nasihat Bunda?, apa secepat ini?."


Andrian mematung dengan pandangan yang menerawang, pikiran nya berkecamuk karna masih merenungkan banyak hal.


Sebenarnya Andrian tidak berniat untuk menikah lagi, tapi mendengarkan ucapan sang bunda membuat duda keren itu tidak bisa fokus bekerja.


"Jangan berlarut ke dalam kesedihan, Bunda yakin ada kebahagian baru untuk mu, Lily memang tidak hidup tapi dia tetap hidup di hati kita, hatimu..Bunda mohon pikirkan lagi, jemput kebahagian mu."


Dia ingat pesan Lily padanya saat sebelum Lily pergi dari nya, dimana Lily mengatakan jika dia harus hidup untuk nya, menyambung kembali kebahagian yang sempat tertunda.


Arghhh..


Brughkk..


Andrian membanting meja kerja nya, lalu mengusap wajahnya dengan kasar, air matanya kembali jatuh tak tertahankan, jika membicarakan almr istrinya Andrian memang selalu cengeng dan mudah menangis.


"Tu..an?." panggil seorang wanita yang berdiri diambang pintu, tak lupa dengan ekspresi wajah yang penuh kebingungan.


Terkejut Andrian di buatnya, dan sekaligus malu karna pertama kali nya dia menangis dan di pergoki oleh orang lain.


"Sejak kapan kamu disana." tanya Andrian sambil membenarkan rambut nya.


Deg..


Amanda terdiam kikuk, jelas dia sudah dari lama berdiri diambang pintu bahkan dia melihat raut wajah menyedihkan dari wajah Asisten CEO nya.


"Baru saja, maaf tuan ini file yang anda minta." Amanda menaruh cepat map berisi file-file yang di minta Andrian tadi di meja kerja.


"Terimakasih, kamu boleh keluar." ucap Andrian sedikit malu, ini adalah aib dimana dia ketahuan menangis oleh seorang wanita.


"Baik tuan, selamat bekerja." kata Amanda, Buru-buru Amanda keluar dari ruangan Asisten CEO, tidak mau berurusan dengan pria yang mood nya jelek.


Huhh..


Amanda menarik nafasnya panjang saat deru nafasnya tidak teratur, rasanya dia sudah melihat hantu saja, dimana dia merasa tegang.

__ADS_1


Tapi, kenapa Asisten CEO nya menangis? apakah dia sedang putus cinta? atau memiliki hutang banyak? atau tidak mendapatkan bonus?, cukup banyak rumor yang mengatakan betapa matre nya Asisten CEO nya, dan Amanda juga mendengar rumor gila itu.


"Astaga kenapa aku memikirkan dia, lagi pula mau dia menangis karna hutang ke, karna putus cinta ke, karna tidak mendapatkan bonus ke, perduli apa aku padanya." batin Amanda mengoceh.


Arghhh..


"Aku harus bekerja, ayo Amanda bekerja jangan leha-leha hutang mu banyak, setidaknya pikirkan dulu tagihan mu yang segudang itu sebelum ingin memikirkan orang lain." ucap nya sambil mengembungkan pipi nya.


Amanda duduk kembali di meja kerja nya, menatap layar laptop nya lagi dan kembali bekerja.


tapi anehnya dia terus membayangkan Asisten CEO nya, yang membuat Amanda mengetuk kepalanya pelan karna kesal.


"Buang ingatan itu, pikirkan tas mahal mu yang masih harus di bayar tagihan nya, Apertemen mu masih belum lunas." oceh nya lagi.


Hal itu di lihat oleh Bian yang baru keluar dari ruangan nya.


"Apa kau gila? bekerja yang benar, jangan mengoceh terus hutang-hutangmu." kata Bian dingin, lalu berjalan pergi ke arah Lift.


Amanda menutup mulutnya mendengar ucapan bos nya itu, hancur sudah bukan hanya gagal mendapatkan hati CEO tapi dia juga gagal mendapatkan simpati tentang giat kerja nya, hari ini memang hari teraneh nya.


"Aku kesal, huh." oceh nya sambil mengembungkan pipinya.


Sepulang kerja Andrian kembali pulang ke Apertemen nya, dia mengendarai mobilnya dengan pelan, tatapan nya lurus ke arah jalanan yang nampak sepi.


Saat sedang mengendarai mobilnya Andria melihat ke pinggiran, dia melihat seorang wanita yang di kejar-kejar oleh banyak berandalan.


Andrian membuka pintu mobilnya lalu berjalan mendekati kerumunan itu, dimana dia melihat seorang wanita yang menangis meminta di lepaskan dari kejaran para brandalan itu.


"Lepaskan dia, pengecut." teriak Andrian sambil mendekat.


Para brandalan itu menoleh ke arah Andrian lalu saling melirik satu sama lain, "Kalian hajar pria so jagoan itu." titah pria berbadan buncit dengan tangan dan wajah penuh dengan tato.


"Baik bos." sahut salah satu pria yang telinga nya bolong besar.


Andrian bersiap menerima pukulan lawan nya, tapi yang dia dapat malah pukulan tidak seberapa, membuat nya tersenyum kecut.


"Dasar tidak berguna." seru nya sambil memberikan beberapa pukulan di pria-pria yang mengeroyok nya.


Brugkk..


Brugkk..


Beberapa pria itu terjungkir ke aspal dengan beberapa luka di area wajah lengan dan kaki nya, sedangkan Andrian nampak membenarkan kerah nya yang sedikit kusut.

__ADS_1


Si bos yang tubuhnya penuh dengan tato nampak menahan kesal, dia menatap wanita di samping nya dengan tatapan tajam, lalu mendekati Andrian.


"Awas Lo, urusan kita belum selesai." ucap brandalan itu sambil berjalan pergi, di ikuti oleh brandalan lain nya.


"Pengecut." gumam Andrian sambil mendekati wanita yang sedang menunduk.


"Mereka sudah pergi, jangan keluar malam itu tidak baik untuk wanita sepertimu, setidaknya jika ingin keluar pastikan kamu memiliki kemampuan bela diri." oceh Andrian, lalu membalikan tubuhnya hendak berjalan, namun baru selangkah berjalan langkahnya di hentikan oleh wanita yang di tolong nya tadi.


"Tunggu tuan, terimakasih telah menolong saya, saya berhutang budi pada anda." ucap wanita itu sambil mendekat.


Tunggu dulu, suaranya terasa tidak asing di telinga nya, Andrian seperti mengenali suara itu.


"Kamu." Andrian kaget melihat Pengasuh si tuan muda kecilnya.


Takkalah kagetnya juga dengan Nana, dia juga kaget melihat penolong nya ternyata adalah Asisten dari majikan nya.


Malu, Nana hanya bisa menunduk dan terdiam kikuk, sedangkan Andrian nampak menghela nafasnya kasar.


Dia berjalan ke arah mobilnya, dan saat ingin masuk Andrian menoleh ke belakang, dimana masih terlihat Nana yang masih menunduk malu.


Huhh..


"Cepat masuk atau para brandalan itu akan kembali menganggu mu." kata Andrian dingin lalu masuk ke dalam mobilnya.


Buru-buru Nana masuk kedalam mobil, melupakan rasa malunya, lagi pula Andrian sendiri yang menyuruhnya masuk jadi tidak apa kan?.


"Dari mana kamu? bukan nya seminggu yang lalu kamu ijin pulang?." tanya Andrian, dingin namun terselip ke kepoan.


Nana menoleh kesamping, lalu terdiam untuk sesaat. "Saya baru pulang dari kampung tuan." kata Nana pelan dan sedikit gugup.


Andrian melihat kebohongan di dalam kata-kata yang di ucapkan Nana, "Kenapa tidak menyuruh supir untuk menjemput? dan kenapa sampai larut? apa di terminal tidak ada taksi? angkot? atau ojek?." Andrian bertanya lagi.


Pertanyaan itu membuat Nana kebingungan mencari alasan, tidak mungkin kalau dia mengatakan kebenaranya jika dia kabur dari rumah.


Melihat Nana yang diam saja tak menjawab ucapan nya membuat Andrian mengerutkan kening nya, dia mencium aroma kebohongan lagi.


"Tuan apa saya boleh menumpang di tempat anda? saya mohon tuan hanya satu malam." ucap Nana sambil menatap Andrian dengan wajah penuh harap.


"Tidak." sahut Andrian dingin dan tegas.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak♥️


__ADS_2