
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kini Alena dan Arka sedang berada di salah satu hotel milik Arka yang ada di daerah X, keduanya sedang asyik berduaan menikmati kesenangan nya.
"Sayang sini." Arka menepuk sopa kosong di sebelah nya.
Alena yang baru memakai baju santai karna habis mandi itu berjalan mendekat, tak lupa dengan rambut basah nya yang di tutupi handuk.
"Kenapa?." tanya Alena sambil mendaratkan bokong nya di sopa samping suaminya.
Arka tak menjawab dia malah membawa tubuh ramping sang istri ke pelukan nya, "Kapan kamu mens?." tanya nya sambil memeluk sang istri dari belakang.
Alena terdiam nampak mengingat-ngingat kapan terakhir dia menstruasi, karna sudah beberapa bulan ini Alena memang sudah lepas KB karna permintaan Arka.
"Kaya nya bulan lalu." jawab Alena sedikit bingung..
"Nanti habis pulang dari sini kita cek ya, aku mau periksa kondisi rahim kamu." kata Arka seraya mengusap pelan perut rata sang istri.
"Tapi kalo masih kosong jangan sedih ya, kan ada Bian." ucap Alena, dia tidak mau setelah di periksa nanti suaminya sedih karna belum mendapatkan momongan lagi.
Arka mengangguk. "Tentu saja, Bian sudah cukup, hanya saja aku ingin kita punya malaikat kecil yang cantik, dia akan secantik kamu." sahut Arka lagi, yang berhasil membuat pipi Alena memerah bak tomat.
Semenjak kehadiran Bian memang Arka dan Alena jarang terlihat romantis, keduanya lebih sering disibukan dengan mengurus si gembul Bian yang kini semakin aktif, dengan tingkah nya yang menggemaskan.
Tapi meski demikian Alena tetap bahagia karna adanya Bian menjadi pelengkap rumah tangganya dengan Arka, tak bisa di pungkiri oleh Alena dan Arka jika hadirnya Bian di tengah-tengah mereka membuat cinta keduanya bersatu, dari yang semula saling membenci menjadi saling menyayangi.
"Ya kamu benar sayang, kehadiran Bian di keluarga kecil kita memang sudah cukup, aku juga menginginkan putri kecil." sahut Alena sambil tersenyum.
Arka ikut tersenyum. "Pakai jaket yu." Arka berdiri, membuat Alena replek ikut berdiri.
"Mau kemana?." tanya Alena.
Arka tak menjawab dia mengambil jaket di almari, lalu memakaikan nya pada Alena, sedangkan Alena hanya diam dan melihat apa yang di lakukan sang suami.
Keduanya berjalan keluar dari hotel, dan sesampainya di loby hotel Alena mengerutkan dahinya karna tidak biasanya Arka tidak mengajaknya jalan-jalan memakai mobil sport nya.
__ADS_1
"Kita jalan kaki?." tanya Alena nampak aneh.
Arka mengangguk. "Tentu saja, aku ingin kita menghabiskan waktu berdua, tanpa kemewahan, bagaimana?." Arka mengatakan keinginan nya, sesuatu yang belum dia lakukan bersama sang istri semasa pernikahan nya.
"Aku mau, asal denganmu." sahut Alena sambil tersenyum, siapa yang akan menolak permintaan pria setampan suaminya?, jika ada maka hanya orang yang tidak bisa melihat betapa tampan nya Arka di mata kaum hawa.
Setelah mengatakan itu Alena dan Arka pergi menelusuri jalanan malam yang indah, di bawah bulan yang terang kedua pasangan patsuri itu berjalan beriringan, tak lupa Alena memegang lengan suaminya manja agar tidak seluruh dunia tau kalau pria yang sedang berjalan dengan nya itu adalah milik nya.
"Aku mau sosis sayang." ucap Alena sambil menunjuk sebuah kedai kecil yang menjual berbagai macam makanan, termasuk sosis bakar dan baso bakar.
"Sama Boba juga." sambung nya menambahkan minuman viral yang sangat di sukai di kalangan anak muda jaman now.
Arka menurut, dia membelikan keinginan sang istri, bahkan Arka rela mengantri bersama pengunjung lain nya, karna gerai yang menjual sosis bakar itu sangat penuh dan harus mengantri.
Melihat pengorbanan sang suami Alena tersenyum seraya duduk di bangku yang sudah di siapkan, di tempat itu di kelilingi oleh gerai-gerai kecil dan beberapa gerobak makanan ringan lain nya, di tengah-tengah nya juga di siapkan meja dan kursi untuk tempat duduk.
Alena maupun Arka memang sudah terlahir kaya sejak lahir, dan keduanya belum pernah merasakan sensasi sederhana seperti ini, dimana ada rasa bahagia tersendiri saat melihat pasangan yang perhatian dan mau melakukan apapun demi untuk membuat nya tersenyum.
"Sayang, ayo makan." Arka menaruh makanan dan minuman yang di beli nya tadi di atas meja.
"Makasih sayang." kata Alena seraya tersenyum, lalu memakan sosis nya sambil menatap wajah tampan sang suami.
Rasanya tidak rela berbagi pandangan dengan orang lain, biarlah di kata bucin, tapi Alena memang benar-benar tidak rela suaminya menjadi bahan tontonan orang lain.
Cupp..
Dengan gerakan kilat Alena mengecup pipi sang suami, lalu berbisik.
"Biar semua orang tau, kamu punya aku." bisik nya manja, dan Arka hanya menggelengkan kepalanya, istrinya memang menjadi labil jauh dua kali lipat setelah kelahiran sang putra.
Setelah selesai berkencan ala rakyat biasa, Arka dan Alena memutuskan untuk pulang ke hotel lagi, keduanya nampak sedang berbaring di ranjang yang di penuhi dengan taburan bunga mawar.
"Siapa yang menaruh bunga nya sayang?." tanya Alena pura-pura tidak tau.
"Tentu saja suami tampan mu ini." kenarsisan Arka memang kadang kumat.
Keduanya saling bertatapan penuh cinta, melupakan perihal si gembul Bian yang tengah menginap bersama Oma Opa nya.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Alena langsung menarik tangan suaminya ke ranjang, keduanya saling bertatapan dengan posisi Alena yang ada di atas Arka.
"Aku memaksa." ucap Alena, sambil mengecup kilas bibir tipis suaminya, lalu menggesekkan hidung kecil minimalis nya ke hidung mancung suami nya.
Arka tersenyum. "Dengan senang hati, aku menerima." kata Arka lalu memulai mencumbui sang istri, keduanya larut kedalam gulatan panas nya, menelusuri setiap jengkal tubuh sang istri itu adalah hobby Arka.
Keduanya asyik melakukan adegan panasnya, dan saat Arka ingin membuka pakaian sang istri dia mendengar suara ponselnya yang berdering.
"Sayang, telpon nya." ucap Alena kembali merapihkan rambutnya yang acak-acakan.
Arka mengangguk, dia mengangkat telpon nya.
"Hallo, Mom.. ada apa?." tanya Arka.
Terdengar disana suara yang tangisan kencang Bian di sebrang telpon, membuat Arka seketika terdiam.
lalu tak lama kemudian telpon nya di matikan oleh Arka.
Alena melihat perubahan suaminya, membuat nya bingung dan aneh.
"Sayang ada apa?, mommy bilang apa?." tanya Alena yang sudah mengikat asal rambut nya.
Arka menatap istrinya. "Mommy bilang Bian melemparkan kelinci kesayangan Mommy sampai mati, dan ___ " ucap Arka menggantung, membuat Alena cemas.
"Dan apa?." tanya Alena khawatir.
"Bian jatuh ke atas bangkai kelinci, dia menangis ketakutan." sambung Arka sambil mengusap wajah nya kasar.
Alena menghela nafasnya, dia yakin putranya pasti syok, "Kita harus pulang, aku takut Bian kita ketakutan." ucap Alena khawatir.
Arka mengangguk. "Ya, dia pasti ketakutan." kata Arka mengangguki ucapan sang istri, dia tau seperti apa si gembul, bagimana pun Bian adalah anak-anak yang takut saat berbuat kesalahan.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Part Bian besar udah Upp😅 maaf kalo Bian besar nyebelin banget🤣
__ADS_1
Jangan lupa jejak♥️