Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Bentakan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pernikahan putra sulung dari pasangan Rafasya Ammar Raid sang CEO dari perusahaan proverty terbesar dan istrinya Ririn Anatasya putri bungsu dari pemilik perusahaan CP. Grups, telah selesai dengan lancar tanpa hambatan apapun, menyisakan sebuah kabar berita yang akan menjadi tranding topik di setiap kabar berita mau media eletronik ataupun media cetak.


Zex Rey beserta istri-istrinya sudah pulang, meski sudah di tawari menginap tapi mereka tetap kekeh pulang, sedangkan Kelle wanita itu entah kemana sejak acara dansa dia menghilang bak di telan bumi dan Rafa tidak sama sekali mengkhawatirkan nya, tapi istrinya Ririn yang terus menanyakan Kelle yang membuat Rafa mau tak mau harus menyuruh anak buah nya untuk mencari Kelle dan memastikan wanita 29 tahun itu dalam keadaan baik-baik saja.


"Ira mana?." tanya Rafa tidak melihat putri bungsunya di kamar nya.


Ririn yang sedang membersihkan make up melirik pada suaminya yang nampak kebingungan karna tidak mendapati putri bungsunya di kamarnya. "Ira tidak jadi tidur disini, dia memilih pulang karna ada yang ketingalan di rumah katanya." sahut Ririn.


"Siapa yang mengantarnya pulang?." tanya Rafa, dia harus memastikan jika putrinya akan aman dan selamat.


"Supir." sahut Ririn lagi, yang mana membuat Rafa bisa menarik nafasnya lega, setidaknya dia tidak perlu khawatir lagi, mengingat orang yang dia pekerjakan sebagai supirnya itu bukanlah orang sembarangan, melainkan seorang pembalap handal dan yang paling terpenting adalah supirnya memiliki ilmu bela diri jadi Rafa tidak takut jika membiarkan putrinya memakai jasa supir yang sudah dia pekerjakan dengan gajih yang cukup tinggi itu.


"Bagaimana dengan Kelle?." tanya Ririn.


"Dia bersama Andrian, sudah dalam perjalanan pulang." jawab Rafa sambil merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.


Ririn tersenyum lalu berjalan mendekati sang suami tercintanya. "Mau di pijat?." tanya Ririn menawari.


Rafa mengelengkan kepalanya. "Tidak, kamu juga pasti lelah." sahut Rafa menolak. "Kemarilah dan peluk aku." sambung Rafa sambil merentangkan tangan nya.


Ririn menurut dia masuk kedalam pelukan suaminya, menyembunyikan kepalanya di dada bidang suaminya, yang di balas dengan kecupan di kening nya oleh Rafa.


"Kita sudah tua." ucap Rafa sambil mengusap kepala sang istri.


Ririn mengelengkan kepala, "Bukan kita tapi kamu saja, aku tidak." sahut Ririn yang menolak di sebut tua, yang mana membuat Rafa terkekeh.

__ADS_1


"Iya hanya aku, jika aku tau gadis kecil ku ini adalah jodoh sekaligus obat semua kebencian ku mungkin aku akan menikahimu saat usia yang ke 20 tahun." ucap Rafa yang kini mempererat pelukan nya.


Ririn tersenyum di balik dada bidang sang suami. "Jika kamu menikahiku di saat usiamu yang 20 tahun maka kamu akan dianggap prodovil sayang, usiaku baru 11 tahun." ucap Ririn.


"Kamu meledek usiaku?." Rafa menangkap kedua pipi istrinya, membuat Ririn replek menatap suaminya.


Pandangan keduanya bertemu dengan netra mata yang teduh. "Tidak meledek, hanya mengingatkan." ucap Ririn sambil tersenyum. "Tapi meski usia kita berbeda, aku tetap mencintaimu, suamiku." sambung Ririn lagi sambil mencium pipi Rafa.


"Aku juga, bahkan sangat-sangat mencinatimu, istriku." ucap Rafa sambil membalas mencium pipi istrinya.


Kaduanya terdiam untuk sesaat lalu tersenyum, "Terimakasih untuk 28 tahun ini." ucap Rafa dan Ririn bersamaan lalu keduanya saling memeluk satu sama lain, berharap cerita kehidupan nya akan selamanya bahagia meski terkadang cobaan selalu datang tanpa permisi.


Tapi begitulah kehidupan di dunia, tidak ada cerita hidup yang sempurna, tidak ada bahagia tanpa sebuah rintangan, karna sejatinya kebahagian adalah suatu hal yang sederhana dan mampu di rasakan oleh siapapun orang yang mau bersykur, dan Rafa sangat bersyukur atas semua kebahagian yang dia dapatkan dalam cerita kehidupan nya yang penuh lika liku itu.


Dikamar lain Arka dan Alena yang merasa lelah memilih untuk menginap di hotel VVIP yang ada di hotel yang sama tempat acara pernikahan nya tadi, hanya saja kamar yang di tempati mereka ada di lantai paling atas, dan untuk kelantai itupun harus memakai Lift khusus mengingat tempat itu adalah ruangan yang di desain khusus untuk pemilik hotel, dan Arka selaku putra dari sang pemilik hotel jelas saja bisa dengan mudah menggunakan ruangan itu.


Arka yang sedang duduk di ranjang dengan tangan yang sibuk bergelut dengan ponselnya melirik. "Kemarilah." ucap Arka menepuk ranjang disampingnya.


Alena menurut dan duduk, kemudian di susul Arka yang membukakan sleting nya, "Terimakasih." ucap Alena sambil beranjak berdiri lalu membuka pakaian nya dan menyisakan daleman nya saja, sedangkan Arka hanya melirik sekilas lalu kembali pokus pada ponselnya.


Sedikit heran dengan ekspresi Arka yang sama sekali tidak tergoda dengan nya, Alena mengerutkan dahinya. "Ada apa dengan dia? tumben tidak menyerang." batin Alena merasa heran.


Tidak memperdulikan Arka yang nampak sibuk kembali dengan ponselnya, Alena memilih masuk ke kamar mandi, dan tak lama kemudian setelah selesai dengan acara menyegarkan tubuhnya Alena kembali di buat heran karna tidak menemukan Arka di kamarnya.


"Kemana dia?." ucap Alena sambil berjalan ke arah ranjang.


Alena duduk sebentar dengan pikiran yang melayang kemana-mana, sampai dia menangkap sosok yang tak asing ada di bangku luar yang ada di gazebo depan kamarnya.


"Sedang apa dia sana, kenapa tidak tidur inikan sudah larut." ucap Alena sambil berjalan mendekati pintu yang terhubung dengan gazebo tempat Arka duduk.

__ADS_1


Berjalan dengan langkah pelan, Alenq penasaran hal apa yang membuat Arka nampak terlihat pokus dengan ponsel, sampai akhirnya Alena berdiri tepat di belakang Arka, dia sedikit mengintip namun dia kembali heran karna layar ponselnya mati.


"Aku merindukan mu sayang." ucap Arka sambil menatap bulan yang nampak terang benderang di atas langit malam.


"Kamu tidak salah merindukan aku? bukan nya aku ada disini?." jawab Alena heran, yang mana membuat Arka kaget dan sontak langsung melirik ke belakang.


"Alena, sejak kapan kamu di sini?." tanya Arka dengan wajah yang cemas.


Alena mengerutkan dahinya. "Bukan nya kamu sudah tau aku ada di belakang mu ya?." jawab Alena dengan wajah heran nya.


"Aku bertanya sejak kapan kamu di sini, jangan mengalihkan pembicaraan." sahut Arka lagi dengan suara keras yang membuat Alena mundur sedikit karna nada ucapan Arka sangat tinggi.


"Barusan, 3 menit yang lalu." ucap Alena sambil berjalan mundur lalu pergi begitu saja, entah kenapa ada rasa sesak di hatinya saat di bentak oleh Arka.


Melihat Alena yang pergi begitu saja membuat Arka menghela nafasnya, dia sendiri bingung dengan dirinya, disatu sisi Arka mencoba untuk menerima Alena di kehidupan nya, tapi disisi lain hatinya masih memikiki satu nama wanita, meski gadis yang selalu ada di hatinya itu sudah tiada tapi Arka benar-benar tidak bisa melupakan Kikan cinta pertamanya.


Arka masuk kedalam kamar, dia berjalan ke arah ranjang, di lihatnya Alena yang sudah tertidur dengan posisi membelakangi nya, hal itu membuat Arka terdiam merasa bersalah karna telah membentak Alena tadi, tapi egonya terlalu tinggi untuk meminta maaf, yang membuat Arka hanya mampu diam.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Semoga puasanya lancar❤


Jangan lupa mampir ke cerita Lia ya💕



Tinggalkan jejak ❤

__ADS_1


__ADS_2