
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Setelah menghabiskan waktu 20 menit di kamar mandi Rafa keluar dengan pakaian santainya, pria itu berjalan ke arah tempat tidur di lihatnya Ririn yang sudah tertidur lelap, tangan nya terulur memegang pipi chabby Ririn lalu iya mendaratkan kecupan singkat di dahi Ririn.
" Good sleep my honey.. maaf karna membuatmu menunggu lama. " Ucap Rafa sambil menatap wajah cantik Ririn.
Drettt..
Suara ponsel nya yang ada di nakas membuatnya mengalihkan pandangan ke arah ponsel yang berbunyi, Karna tak mau menganggu tidur Ririn akhirnya Rafa pun memutuskan untuk pergi keluar kamar.
" Hallo.. kenapa kau menganggu tidur istriku.!! Apakau mau mati Hah.!! " Ucap Rafa pada seseorang di sebrang telpon dengan wajah yang nampak kesal.
" Ma..maaf tuan, saya hanya mau memberitahukan sesuatu pada anda, ini menyangkut kejadian 10 tahun lalu," Ucap seseorang di sebrang telpon.
" Cepat katakan saja, aku tidak punya banyak waktu." Ucap Rafa dengan nada datarnya.
" orang nya sudah mau mengakui, tapi dia membantah kalau dia adalah orang suruhan." Tutur seseorang disebrang telpon.
" Ancam dia jika dia tidak mau mengaku berikan pelajaran kecil untuknya, aku akan segera kesana malam ini, " Ucap Rafa sambil memutuskan sepihak.
Rafa masuk kembali ke kamar nya iya mengganti pakaian nya dengan pakaian yang sering iya kenakan saat menjadi seorang mafia, menutup pintu kamar dan berjalan menuruni tangga dengan langkah cepat, rasa penasaran dan keingin tahuan terus menjerus ke dalam pikiran nya.
Mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, membelah jalanan malam yang dingin sesekali terlintas di benak nya semua kenangan kebersamaan nya dengan Nabila, gadis lugu yang selalu membuat hari-harinya indah dan menyenangkan.
__ADS_1
"Aku berjanji Bil, aku akan mencari dalang yang menjadi otak pembunuhan mu.. doakan aku." Ucap Rafa sambil melajukan mobilnya.
Setelah 45 menit mobil Rafa sampai di mansion Rafa langsung keluar dan berjalan ke arah anak buahnya yang sedang berkumpul di area belakang mansion.
" Bagaimana apakah dia sudah mengaku? " Tanya Rafa pada Rey Asisten nya di dunia gelap.
" Belum tuan, sepertinya kita harus melakukan cara licik untuk menjebak siapa dalang dari pembunuhan itu. " Ucap Rey.
Rafa memgerutkan dahinya tak paham. " apa Maksud mu? jangan bertele-tele cepat katakan. "Ucap Rafa yang tak suka membuang waktunya untuk sesuatu hal yang tidak penting.
" kita harus melepaskan pria itu, agar rencana kita berhasil. " Ucap Rey. " Apa kau sudah gila.!! bagaimana kalau dia mengincar adik Cyrilla yang sekarang menjadi istriku. " Ucap Rafa terlihat kesal dengan ide Asisten nya.
Rey menarik nafas nya dalam-dalam lalu mengatakan semua rencana yang sudah iya siapkan matang itu, Rafa nampak menimbang-nimbang mendengar semua ucapan Rey, " Baiklah.. tapi jika itu membahayakan istriku nyawamu yang akan melayang." Ucap Rafa sambil berjalan ke arah gudang yang ada di ruang bawah tanah.
Rey yang melihat Rafa pergi mengelus dadanya pelan, "jika berhasil aku akan kaya, hehe." Batin Rey yang selalu mau uang meski pekerjaan nya ekstrim seperti ini.
Rafa masuk dengan langkah tegap berjalan menuju seseorang yang kepalanya di tutup dengan karung bekas.
" Senang bertemu dengan mu Ben," Ucap Rafa sambil membuka karung yang menutupi kepala Pria yang iya pangil dengan nama Ben.
" Ra..Rafa mau apa kamu.. tolong lepaskan aku. " Ucap pria bernama Ben itu terlihat ketakutan apalagi melihat ekspresi Rafayang terlihat seperti joker.
" melepaskan mu? emm bagaimana ya? 10 tahun tak bertemu rasanya aku merindukan teman baik ku, " Ucap Rafa dengan menaikan sudut alisnya.
" Rafa apa yang kamu inginkan? aku tidak pernah mempunyai masalah dengan mu tapi kenapa kamu membuat usaha ku hancur dan satu lagi kau membuat tubuhku tak berdaya seperti ini. "Ucap Ben sambil mengerak-gerakan tubuhnya yang di lilit besi.
Rafa tersenyum kecut, " Kau tau apa yang aku inginkan Ben, jangan berpura-pura. " Ucap Rafa sambil membelakangi Ben.
__ADS_1
" Aku tak tau apa-apa tentang terbunuhnya Cyrilla.. aku hanya di suruh untuk menjadi saksi dimana kau membunuh Cyrilla dengan pistol mu. " Ucap Ben mengelak.
" Cih.. bagaimana dengan Nabila.!! kau tau apa yang terjadi dengan nya sebelumnya kan? aku tau kau di suruh pacar mu itu kan?." Ucap Rafa nampak terlihat marah.
" Tidak aku tidak tahu.. aku hanya di suruh menjadi saksi kematian Cyrilla dan selebihnya aku tak tau. " Ucap Ben mengelak.
Rafa memghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan ke arah Ben.
" Baiklah kau akan ku bebaskan, tapi setelah kakimu patah. " Ucap Rafa yang langsung menghajar Ben habis-habisan lalu iya menginjak menendang kaki Ben dengan tragisnya yang membuat Ben meringis kesakitan dan akhirnya pingsan.
"Beresekan dia.. kerjakan semua rencana mu dengan mulus, " Ucap rafa sambil menepuk pundak Rey sang Asisten yang langsung di angguki Rey.
Rafa pun kembali kedalam mobilnya mengusap wajahnya kasar setelah keberanianya terkumpul untuk menyusut siapa dalang pembunuhan Nabila iya harus di buat teringat lagi atas kecerobohan nya yang memegang pistol dan tak sengaja menembak Cyrilla yang posisinya sedang memeluk mayat Nabila.
" Ririn tidak boleh tau semua ini, Aku harus pulang. "Ucap Rafa sambil menancap gas kandalnya lalu mobilnya pun melaju denagn cepat kembali membelah jalanan.
Sesampainya di rumah Rafa langsung berjalan cepat ke arah kamarnya pria tampan itu masih terlihat tegang dan banyak ketakutan yang menghantuinya tapi semuanya sirna seketika kala melihat wajah cantik Ririn yang sedang tertidur dengan damai, Rafa merebahkan tubuhnya ikut berbaring di samping istrinya.
Tiba-tiba Ririn mengeliat dan entah kebetulan gadis itu memeluk Rafa dengan erat seperti guling, "Aku mencintaimu." Ucap Ririn mengigau di dalam tidurnya yang membuat Rafa tersenyum meski iya tak tau siapa yang ada di dalam mimpi istrinya tapi mendengar kata Cinta hatinya langsung berbunga-bunga meski iya tahu Ririn mengucapkan kata itu hanya dalam mimpi.
Rafa menengelamkan wajahnya di bagian dada Ririn mencari ketenangan yang haqiqi namun naas bukan nya haqiqi iya malah menegang merasakan gesekan tubuh Ririn yang terus mengeliat seperti menahan sesuatu.
" Sabar junior.. nanti aku akan memberikanmu kenyaman, tapi bukan sekarang." Batin Rafa sambil mencoba menetralkan jiwa lelakinya yang sudah mengebu bergairah.
setelah beberapa menit bergelut dengan hawa nafsu akhirnya pria itu terlelap dengan sendiri nya terdengar suara dengkuran kecil yang menandakan bahwa tidur nya sangat nyenyak.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC😚