Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Dimalam penuh haru.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ririn membelai wajah tampan yang terlelap disampingnya, berat untuknya membayangkan sesuatu yang akan menimpa dirinya, takdir tidak ada yang tau tapi Ririn rela jika harus bertukar nyawa dengan buah hati nya, dia tahu kondisinya yang sangat lemah, tidak ada pilihan lain ini semua sudah takdir ilahi dan dia hanya bisa menerima semua kenyaan pahit ini, entah baik atau buruk takdir yang akan menimpa nya tapi Ririn ikhlas jika dia harus berbagi kehidupan dengan buah hatinya.


Rasa cinta dan sayang nya akan selalu ada meskipun dia pergi sekalipun, Ririn benar-benar mencintai pria itu, tak pernah terbayangkan jika dia harus mengecewakan pria yang menjadi cinta kedua setelah ayahnya itu, sungguh dia tak punya keberanian untuk sekalipun mengecewakan Rafa.


"Maaf mas aku mungkin egois tapi aku hanya mau kamu bahagia, aku tau kamu sangat menginginkan anak kita." gumam Ririn sambil membelai wajah lelah suaminya.


Dia mendekap tubuh kekar suaminya mencoba meraskan kehangatan yang mengalir kedalam darah yang mengalir di tubuhnya, detak jantung Rafa yang tak beraturan menandakan jika pria itu tidak nyenyak tidurnya atau gelisah.


Tangan mungils nya terulur untuk mengusap kepala suaminya mencoba memberikan kenyamanan agar suaminya bisa tidur dengan nyenyak, namun saat Ririn sedang mengusap kepala suaminya dia merasakan sesuatu yang ganjal di perut suaminya.


"Apa ini." guman Ririn sambil mencoba menyibakan selimut lalu membuka sedikit baju yang di kenakan suaminya.


Deg..


Ririn terdiam tubuhnya bergetar, perban? darah? pikiran buruk mulai menerpa dan berdatangan ke kepalanya, apa Rafa pergi ke kota Xxxxx untuk bertempur? suaminya berkata jika dia pergi karna urusan kantor bukan? lalu ini darah apa? perutnya? Ririn merasa di bohongi.

__ADS_1


Air mata mulai berjatuhan dari mata lentiknya, Ririn menangis dalam diam merasakan rasa sesak yang sangat menyiksa sampai relung batin nya, sungguh melihat keadaan suaminya yang seperti ini sangat menampar hatinya.


Dimana Rafa sangat khawatir padanya sedangkan kondisi suaminya saja sedang mengalami sakit yang cukup parah, di lihat dari perban yang menempel di perut suaminya itu menandakan jika Rafa habis tertembak, dan suaminya bisa-bisanya menyembunyikan perihal rasa sakit yang di rasakan nya saat ini darinya.


"Sayang, kamu ngak tidur?." tanya Rafa sambil megusap kepala istrinya lembut.


Ririn mengeleng."aku ngak ngantuk, mas ini apa?." tanya Ririn sambil memegang perut suaminya.


Deg.. Rafa terdiam, dia tidak berniat menyembunyikan perihal masalah nya di kota Xxxxxx tapi sepertinya dia sekarang akan mendapatkan masalah lagi melihat mata Ririn yang nampak sudah berlinang seperti menahan tangis.


"Kau sakit tapi kau malah menemaniku, hikss.." tangis Ririn mulai terdengar membuat Rafa tidak bisa berkata apa-apa.


"Taukah kamu saat melihatmu di tempat yang penuh kegelapan itu aku merasa jika kamu akan pergi jauh." sambung Ririn lagi, mimpi buruk itulah yang membuat Ririn berada di tempat ini.


"Sayang maafkan aku, aku tau aku salah, tapi aku tidak mau membuatmu khawatir, malam itu aku tertembak oleh bos yang meneror para pekerjaku, tapi lihatlah aku sekarang tidak apa-apa aku ada disini untukmu..untuk anak kita." ucap Rafa tidak jujur sepenuhnya, dia tidak akan memberitahukan bahwa dia juga sempat koma beberapa hari karna jika dia mengatakan itu dia tahu kondisi istrinya pasti akan semakin drof.


"Jangan menangis lagi aku mohon, kau tau air matamu sangat berarti untuk ku, tolong jangan begini sayang." Rafa memeluk Ririn membawa tubuh lemah itu kedalam dekapan nya, mencoba meyakinkan istrinya jika dia baik-baik saja.


"Mas kamu harus berjanji padaku, jika kamu akan selalu hidup untuk ku." ucap Ririn yang masih dalam dekapan Rafa. "Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kamu melakukan hal yang membahayakan nyawamu lagi." sambung Ririn sambil mempeerat pelukan nya, wajahnya sengaja iya taruh di dada suaminya agar dia bisa menghirup aroma harum milik Rafa yang selalu bisa menenangkan pikiran nya.

__ADS_1


Rafa mengecup pucuk kepala istrinya penuh kasih sayang." Aku janji, ini yang terakhir." ucap Rafa sambil kembali mendekap tubuh istrinya.


Keduanya tertidur dengan posisi yang saling berpelukan beruntung ranjang pasien yang di tempati mereka cukup besar jadi Rafa dan Ririn bisa tidur di ranjang yang sama.



Ririn Anatasya.



Rafasya Ammar Raid.


___________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Upp nanti malam lanjutan nya, jadi sabar ya๐Ÿ™‚Author bukan penulis lama Author masih belajar merangkai kata jadi harap di maklum y kalo tulisan Author agak aneh atau ngak rapih.


Author nulis nya ngak pake alur, ini pyur sesuai haluan setiap harinya, jadi Author harap kakak Readers bisa mengerti kalau Author ngak bisa Upp banyak-banyak karna Author harus ngehalu dulu buat bikin tulisan sepanjang ini.

__ADS_1


__ADS_2