Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Sang penerus~ End.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Membicarakan masalah weekend adalah satu hal yang paling menyenangkan untuk para wanita yang berstatus seorang ibu rumah tangga, dimana mereka bisa pergi berbelanja sepuasnya menghabiskan uang suaminya setelah enam hari lama nya mereka bekerja keras untuk mengurus suami dan anaknya.


Disebuah pusat perbelanjaan besar yang berada di tengah-tengah kota nampak tiga wanita yang sudah memiliki buntut sedang asyik berbelanja.


mereka tak lain adalah Ririn, Hany, dan Dian yang sedang sibuk belanja kebutuhan anak-anaknya.


Lupakan dulu masalah anak-anak yang sedang dalam masa aktif-aktif nya itu, hari ini adalah hari khusus untuk mereka bertiga bersantai, biarlah para suami menggantikan tugas mereka untuk mengasuh anak-anak, toh hanya sehari kan, lagi pula anak-anak pasti sangat merindukan bermain seharian full dengan para Ayah, Papih, dan Daddy nya bukan?.


"Kak sini baju nya disini bagus nih buat Andrian." ucap Hany yang sedang sibuk memilih pakaian untuk anak nya, dan tak sengaja melihat baju yang menurutnya cocok jika di pakai keponakan nya.


Dian melirik. "lagi hemat Han, lagian sebelah situ mah harga baju nya Omg semua." jawab Dian sambil melihat note harga yang ada di kerah baju yang ada di tangan nya.


Hany menatap jengah pada kakak iparnya yang dari dulu tak pernah berubah. "Udah 7 tahun nikah masih belum kaya juga tuh si hemat?." ucap Hany sambil menggelengkan tak percaya.


dalam hati dia berkata. "Untung si Papih baik ngak hemat bin pelit kaya kak Rey dan istrinya."


"Udah sih, tapi kita ngak boleh buang-buang uang, mubajir." jawab Dian yang sama sekali tak di dengarkan oleh Hany.


"Hemat sama pelit beda tipis ya bun." ucap Hany sambil berjalan ke lorong yang di penuhi dengan pakaian-pakaian dress anak seusia putrinya.


" Udah jangan pada berisik, hari ini aku traktir aja, biar bayarnya sekalian." ucap Ririn menengahi perdebatan yang selalu dia dengar diantara adik dan kakak itu.


"Uh cakep, ini baru nyonya Rafa." ucap Dian sambil tersenyum semangat berbelanja nya kembali memuncak saat mendengar kata gratisan, melihat kakak iparnya yang sibuk mengambil banyak pakaian anak kecil membuat Hany terkekeh lalu kembali memilih pakaian yang menurutnya cocok untuk kedua anaknya.


Ririn tersenyum melihat kedua teman nya yang nampak bersemangat berbelanja, Dian yang hemat untuk masalah keuangan dan Hany yang santai jika menyangkut uang membuat kehidupan Ririn bertambah berwarna karna di kelilingi orang-orang yang memiliki perbedaan masing-masing.


.


.


.


.

__ADS_1


Disisi lain para suami yang sedang menjaga anak-anaknya nampak terlihat pusing melihat setiap adegan yang mereka lihat dari ulah anak-anaknya.


Ketiga pria itu nampak berbarengan menghela nafas nya saat melihat dua anak perempuan berbadan gebdut yang datang menghampiri tempat duduk mereka.


"Daddy, kak Kikan bilang macakan Ira ngak enak hikss." ucap anak perempuan bernama Anaira itu cadel.


Rafa melirik putri nya yang usianya baru mengijak tahun ke empat itu, lalu melirik ke arah anak perempuan yang usianya baru mengijak tahun ke lima itu, "Memang nya apa yang di masak Ira?." tanya Rafa mencoba memahami kondisi yang terjadi.


"Ira macak sayur enak cama cokies Dad, tapi kata kak Kikan macakan Ira ngak enak hikss.." ucap nya sambil menangis.


"Emang macakan nya ngak enak ya Pih, liat aja maca rumput di sebut sayur, itukan makanan sapi mooooow." ucap anak bernama Kikan santai.


"Lagian masa aku halus macan rumput kan aku bukan hewan pih." sambung Kikan lagi yang membuat Rey sang Om tersenyum.


"Benar-benar gen adik ku, bar-bar dan galak." batin Rey yang melihat ke bar-bar an keponakan nya.


"Kak Kikan jahat Dad..hiks."


Rafa dan Zex menghela nafasnya lalu memangku masing-masing putrinya, Anaira yang lemah dan Kikan yang bar-bar.


"Kikan minta maaf, Anaira kan masih kecil jadi ngak boleh ngomong kaya gitu." ucap Zex sambil mengelus rambut pendek putrinya.


"Iya, tapi dua ya pih." ucap Kikan yang diangguki langsung oleh Zex.


Anaira yang sedang di gendongan sang Daddy menangis di dada sang Daddy yang di balas dengan elusan di rambut panjang nya. "Sudah jangan nangis nanti cantik nya hilang kalo nangis terus." ucap Rafa menggoda putrinya.


"Kakak minta maaf, makanan Ira enak ko cuman keasinan sedikit." ucap Kikan yang akhirnya mau mengalah, dengan embel-embel dua es cream rasa strobery yang akan di berikan sang papih.


Setelah kedua anak perempuan itu berbaikan dan kembali kerutinitas mereka yaitu acara masak-memasak kini ketiga pria itu di buat pusing lagi dengan pertengkaran ketiga anak laki-laki yang saling melempar tatapan tajam itu.


"Kenapa lagi, dan pakaian kalian kenapa kaya gitu?." tanya Rafa dengan wajah menahan kesal karna melihat rambut putranya Arka yang usianya paling tua yaitu 9 tahun nampak acak-acakan.


"Mereka duluan Dad." jawab Arka sambil menunjuk dua anak kecil yang usianya jauh di bawah nya.


Rey melirik putra sulung nya yang nampak menatapnya dengan wajah yang polos. " Kak Arka pelit Yah, masa Andrian mau pinjam bola ngak di kasih." Jawab Andrian yang usianya baru mengijak tahun ke enam.


Tanpa mendengar pertanyaan sang Papih Kiano kembaran Kikan menjawab dengan penuh ketenangan, bahkan tatapan dari sang Papih yang tajam pun tak dia hiraukan. " Aku sama kak Andrian kempesin bola kak Arka, abisnya pelit sih." ucap Kiano santai sambil melirik sinis pada Arka yang menatap nya tajam.

__ADS_1


"Pokok nya ganti." ucap Arka dengan wajah kesal nya.


Kiano dan Andrian melirik satu sama lain lalu menatap santai pada Arka yang usianya jauh di atasnya itu. "Ngak ada gantinya, kita anak kecil mana ada pegang uang. " sahut dua anak laki-laki itu bersamaan yang membuat Arka melotot dengan wajah yang sudah memerah.


"Kalian ya____." ucap Arka terhenti karna tangan Daddy nya menahan nya. "Sudah lah, nanti bisa beli lagi..mendingan sekarang kalian mandi saja, bentar lagi Mommy pulang." ucap Rafa sambil menatap putra sulung nya.


Arka menghela nafasnya. " Iya Dad." ucap Arka pasrah sambil berjalan dengan langkah yang tidak semangat.


Sedangkan Kiano dan Andrian yang melihat Arka tak bisa berkutip langsung tertawa bersamaan lalu saling adu tos. "Kasian kak Arka, di suruh mandi..haha. " ucap Andrian sambil tertawa.


"Haha iya kak, kalah dia sama anak kecil." sahut Kiano menimpali tak lupa dengan tawanya.


"Kalian juga." ucap Zex dan Rey bersamaan yang membuat dua anak laki-laki itu memasang wajah memelesnya.


"Tidak ada penolakan, cepat mandi atau tidak ada uang jajan." ucap Rey yang tidak diangguki oleh Zex karna terlalu berlebihan.


"Hiks Ayah." ucap Andrian sambil berjalan dengan menangis.


"Papih." Kiano memasang wajah polos nya.


"Kamu juga mandi." ucap Zex yang membuat anak kembar nya memasang wajah galak nya, "Awas aja nanti aduin Mamih biar tau rasa." ucap Kiano sambil berjalan menghentak-hentakan kakinya karna kesal.


Setelah kepergian putra putri nya yang mandi, Rafa, Zex dan Rey saling melirik ketiga nya terdiam dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


"Arka galak dan tajam sama seperti aku, sedangkan Anaira dia lemah dan cengeng seperti Ririn." batin Rafa.


"Kiano yang galak dan jahil sama seperti Hany. dan Kikan yang bar-bar juga sama seperti Hany, kenapa tidak ada yang mengikuti jejak ku?." batin Zex.


"Andrian yang so polos tapi memiliki sikap cengeng dan dramatis, mirip dengan siapa anak itu, jika hemat nya mungkin masuk kedalam gen ku, tapi sikap so polosnya itu? apa aku salah taktik saat membuat nya dulu?." batin Rey.


___________


T~A~M~A~T


Lanjut Season 2 nya kak๐Ÿ˜‰ tenang aja masih di sini kok, cuman ceritanya akan lebih menceritakan tentang kisah hidup generasi putra putri pemeran di Season 1๐Ÿ˜Š


jadi jangan lupa masukan kedalam daftar favorite karna Season 2 nya akan lebih menantang lagi untuk menguras air mata๐Ÿ˜…

__ADS_1


Seperti judul nya yang memakai kata KEJAM jadi ngak Apdol kalo Season 2 nya ngak sama kaya judul nya๐Ÿ˜…


Upp besok sekarang Author bobo cantik dulu ya๐Ÿ˜


__ADS_2