
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di atas langit rembulan nampak bersinar terang, dingin nya malam di tambah suara deru ombak di tepi pantai tak sedikitpun membuat suasana yang malam yang di tunggu-tunggu itu menjadi terganggu.
Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu nampak saling senyum setelah makan malam yang sangat romantis tadi, pandangan keduanya tak luput dari satu sama lain, saling mengagumi kelebihan masing-masing.
"Sayang." panggil Andrian lembut.
"Emmm." jawab Nana tegang, tiba-tiba Andrian mengulurkan tangan nya.
"Mau ngapain?." tanya Nana pura-pura polos, padahal dalam hati Nana benar-benar sudah siap lahir batin nya.
Dan Andrian hanya membalas nya dengan senyuman, membuat Nana menerima uluran itu, dan keduanya berdiri berhadapan di bawah sinar rembulan.
Andrian memeluk Nana dari belakang, mencium aroma harum tubuh istrinya yang memabukkan.
Nana benar-benar geli, tapi dia mencoba untuk menikmati saat hidung mancung suaminya terus bertahtakan dengan lehernya.
"Kamu tau bukan aku sudah pernah menikah?." tanya nya masih dengan tangan yang di kaitkan di pinggang istrinya.
Nana mengangguk, "Tentu, aku tau." jawab nya pelan menahan geli.
Ciuman itu terus berlanjut dari leher kini turun ke pundak, pakaian Nana yang sedikit terbuka alias seksi membuat Andrian lebih leluasa melakukan aktivitas nya.
"Aku pernah gagal dalam menjadi seorang suami dan ayah dari putriku, ketidakpekaan ku membuatku kehilangan mereka, tapi mulai saat ini aku berjanji tidak akan pernah gagal lagi dalam menjaga istriku, maka dari itu aku minta kamu harus jujur padaku, berterus terang segalanya padaku tanpa terkecuali, kamu bisa berjanji dengan semua itu?."
Andrian pernah merasa tidak berguna saat mengetahui istrinya yang sakit, dan hal itu membuat istri dan putri nya meninggalkannya nya, maka dari itu Andrian meminta Nana untuk selalu terbuka padanya, dia tidak mau kehilangan yang kedua kalinya lagi.
Nana tertegun dengan ucapan suaminya, dan hal itu membuat dia mengingat akan selama tiga bulan ini dia pergi meninggalkan Andrian karena memiliki masalah yang cukup serius.
Tapi sepertinya sekarang bukanlah saat nya untuk mengatakan masalah nya, Nana tidak mau membuat suasana yang romantis ini menjadi hilang karena pengungkapan nya.
"Aku janji." kata Nana sambil mengusap lengan suaminya.
__ADS_1
Dan setelah mengatakan itu Andrian membalikan tubuh istrinya menjadi menghadap nya.
menatap dalam netra hitam yang kini sedang menatapnya.
"Terimakasih, aku mencintaimu." ucap Andrian sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
"Terimakasih kembali, aku juga mencintaimu.. sangat." sahut Nana sambil memejamkan matanya.
Nana pikir dia akan mendapatkan ciuman seperti di film-film, yang berciuman di bawah sinar rembulan, tapi ternyata dia salah Andrian membawa tubuh nya ke pangkuan nya dan membawa nya ke arah kamar yang ada di vila nya.
Dengan hati-hati Andrian membaringkan tubuh Nana ke tempat tidurnya, Nana yang sudah berbaring di atas tempat tidur nampak gugup, membuat Andrian terkekeh.
"Tenang saja, aku memang sudah lama tidak merasakan nya, tapi meski begitu aku tidak akan membuat mu kesakitan, jika kamu tidak mau aku tidak akan memaksa." ucap Andrian mengerti jika Nana masih takut.
Nana berdiri, dia ingat akan ucapan mertuanya yang harus membuatkan minuman untuk suaminya, katanya biar semakin berstamina, jelas Nana tau kalau itu obat kuat yang berupa jamu.
"Minum ini, ayo." Nana mengangkat gelas miliknya, berharap Andrian tidak akan curiga dengan perangkap mertuanya.
Dan benar saja Andrian meminumnya langsung sampai habis, dan hal itu membuat Nana tersenyum karena amanah mertuanya bisa terlaksana, akhirnya Nana pun ikut menghabiskan minuman milik nya.
Hawa panas sketika menyerang Andrian, sebenarnya Andrian tau akan perangkap yang di lakukan istrinya, Andrian yakin seratus persen jika Bunda nya telah mengotori otak polos istrinya.
"Aku siap." ucap Nana sambil tersenyum menggoda.
Glekk..
Andrian tak menunggu waktu lama, dia langsung merangkak ke atas tubuh istrinya, dan
berhasil mengungkung sang istri.
Perlahan ciuman itu Andrian berikan pada Nana, membuat Nana terbawa akan suasa yang semakin memanas, Nana mengalungkan tangan nya ke leher suaminya, dan kembali mengikuti alurnya, membalas ciuman suaminya yang semakin beringas.
Dari bibir turun ke bawah, Andrian melepaskan pengait bra yang di pakai sang istri dengan cepat, dan terpampang lah sesuatu yang sangat kaum pria sukai, tidak terlalu besar tapi pas untuk di genggaman tangan nya.
Nana memejamkan matanya saat bibir suaminya semakin liar ke area si kembar, mencoba untuk tidak bersuara karena rasa geli bercampur nikmat itu.
__ADS_1
Anehnya saat Andrian berhenti bermain dengan si kembar Nana malah langsung kepo, tangan nya replek memegang dada suaminya seolah tidak rela suaminya berhenti bermain, hal itu membuat Andrian semakin lupa diri dan langsung membuka semua pakaian nya.
Nana yang ingin membuka CD nya di tahan oleh Andrian, dan Nana melotot saat melihat sesuatu milik suaminya.
"Apa pengaruh obat nya sedahsyat itu, jika iya Bunda berarti telah menipu ku." batin Nana.
"Apa muat?." celetuk Nana saat Andrian sedang membuka CD nya.
Bukan nya menjawab Andrian malah langsung memasukan miliknya ke milik istrinya, dan hal itu membuat Nana mangap, sampai mengeretakan giginya nya supaya tidak bersuara.
Ritme pelan, tapi sakitnya benar-benar tidak bisa di ungkapkan, Nana hanya bisa memegang ujung seprey kuat-kuat saat terus mendapatkan hentakan-hentakan yang ada di bawah sana, rasanya seperti di tikam oleh benda tempu.
Dan kedua nya melakukan nya dengan waktu yang cukup lama, dingin nya malam seolah tidak menjadi penghalang untuk dua anak manusia yang sedang bertautan kasih itu.
Seprey putih menjadi saksi bisu persatuan cinta keduanya, dan kini terbebas dari status sebelumnya yang seorang gadis dan duda.
"Kapan akan berhenti, aku lelah." ucap Nana, jam sudah menunjukan pukul satu pagi, dan itu berarti keduanya sudah bercinta selama 3 jam lebih.
Andrian yang masih belum sadar kembali melakukan nya, dan itu membuat Nana sangat tersiksa, demi apa dia tidak akan pernah lagi memberikan suaminya minuman yang di campur obat kuat.
"Sayang..ahk..aku ngantuk." ucap Nana pelan, hampir tidak terdengar.
Dia menjerit-jerit sepanjang malam, tapi Nana tidak bisa bohong jika rasanya itu sangat nikmat, meski dia merasakan rasa nyeri jika ritme yang di lakukan suaminya terlalu cepat.
Dan persatuan keduanya itu berhenti tepat di jam setengah tiga, Andrian yang lemas langsung ambruk di atas tubuh istrinya, begitu pun dengan Nana yang sudah tidak memiliki tenaga hanya bisa membiarkan posisi keduanya yang masih menyatu, Nana memejamkan matanya masuk ke alam mimpinya yang indah.
Di pojokan sana terlihat sekolebatan putih yang melihat ke arah ranjang, dan tak lama sekolebatan putih itu menghilang bersamaan dengan terbitnya mentari pagi.
"Semoga bahagia."
___________
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini aku sedih banget, hikss😭😭
__ADS_1
Level turun dari 10 jadi level 7😪
Jangan lupa jejak, ♥️