Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Pria kesepian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari minggu adalah hari yang paling di benci Zex, pria berusia 33 tahun itu benar-benar malas jika harus membicarakan hari libur yang semestinya di penuhi dengan tumpukan pekerjaan, jika majikan nya hari minggu libur karna ingin menghabiskan waktu bersama dengan keluarga kecilnya, lalu bagaimana dengan nya? anak istri? bahkan keluarga pun dia tidak punya.


Untuk masalah percintaan itu adalah kamus yang mustahil untuk Zex, pacaran hanya akan membuatnya menjadi lemah seperti si tuan muda dan Rey yang sekarang sedang di buat bucin dengan pasangan nya masing-masing.


The jomlo alias pria kesepian yang dulunya berjumlah tiga orang pria, kini hanya tingal dirinya seorang setelah kedua teman nya itu melangkah kejenjang pernikahan.


Zex menghela nafasnya merasa kesal berlama-lama duduk dan menonton tv di apertemen nya, dia mengambil sweeter berwarna hitam dan celana santainya di almari lalu memakai nya.


Bersepeda di hari minggu mungkin akan membuat nya sedikit mengeluarkan keringat sekaligus mengusir keboringan nya.


Sepeda lipat itu menjadi pelampiasan nya,


Zex benar-benar melakukan olahraga itu dengan sempurna terlihat dari butiran peluh keringatnya yang bercucuran di wajah nya sampai masuk ke pori-pori nya.


Kini Zex sedang berada di taman kota, dia duduk sambil meminum air putih dingin yang ada di botol kemasan yang dia beli sebelum nya.


Glukk.. glek.. bunyi air yang masuk dan membahasahi tenggorokan nya.


Setelah rasa haus sudah teratasi Zex kembali melakukan kegiatan bersepeda nya.


matanya nampak melihat kesana kesini nampak seperti mencari seseorang.


"Kemana anak itu?, kenapa akhir-akhir ini aku merasa dia menjauhiku." batin Zex sambil menggoes sepedanya.


🌹

__ADS_1


Disisi lain tepatnya di rumah pak Andre nampak Hany sedang berkumpul dengan keluarganya.


para wanita yang duduk di di karpet dengan cemilan yang menambah keseruan acara curhat-curhatan nya.


Sedang kan di sebrang sana nampak Rey dan pak Andre yang sedang bermain catur di temani kue buatan bu Ratna dan secangkir kopi, kini tidak ada lagi percekcokan maupun perdebatan diantara ayah dan anak itu, hubungan keduanya membaik seiring berjalan nya waktu.


"Kue nya enak bu, kapan-kapan ajarin aku ya." ucap Dian yang sedang memakan kue buatan mertuanya.


"Iya boleh, mau kapan belajarnya?." sahut bu Ratna cepat.


Dian melirik suaminya yang sedang sibuk bermain catur dengan ayah mertuanya."Emm nanti kapan-kapan aja bu, sekarang aku lagi pokus buat program. hehe." jawab Dian sedikit malu, Dian dan Rey memang membatasi aktivitas di luarnya meski mereka bukan pengantin baru lagi karna pernikahan mereka sudah masuk ke bulan ke lima tapi Dian dan Rey benar-benar masih sangat aktif membuat kehangatan malam nya.


Bu Ratna tersenyum jelas dia paham dengan maksud dari ucapan menantunya itu."Tidak apa, lain kali juga masih bisa." ucap bu Ratna.


"Wah sebentar lagi aku bakalan jadi Aunty dong."Hany yang menyimak ikut menimpali.


"Belum masih calon." sahut Dian lagi membenarkan dia tidak mau memberi harapan yang jauh, tapi di dalam hati dia juga berdoa semoga apa yang di ucapkan Hany dapat terwujud.


"Doain aja, semoga cepet namper." ucap Dian sambil tersenyum.


"Namper?." Hany nampak mengerutkan dahinya merasa asing dengan bahasa yang di ucapkan kakak iparnya.


Dian dan bu Ratna saling melirik lalu keduanya tertawa." Itu bahasa gaul, anak gadis mana paham."ucap Dian diangguki bu Ratna.


Hany mengerucutkan bibirnya karna kesal. bu Ratna dan Dian yang melihat Hany kesal hanya terkekeh.


"Oh iya gimana hubungan kamu? udah ada kemajuan?." tanya Dian, jujur saja dia memang kepo dengan hubungan adik iparnya.


Hany menghembuskan nafas nya pelan lalu mengelengkan kepala, "belum, masih sama kaya dulu. dia nganggap aku adik nya." ucap Hany dengan wajah yang di buat-buat sedih.

__ADS_1


"Padahal kan bu..kak, aku udah nyobain segala cara buat dapetin perhatian nya tapi nihil kayanya selama setahun lebih ini ngak ada perubahan, yang ada dia malah tambah nyebelin." sambung Hany lagi.


"Itu cara jitu yang kelima ngak mempan?." tanya bu Ratna.


Hany kembali mengeleng. "Belum ada kemajuan, cara jitu yang kelima udah beraksi sejak pernikahan kak Rey sama kak Dian tapi sampai sekarang masih gitu-gitu aja ngak ada perubahan." jawab Hany dengan raut wajah sedihnya.


Apa mencintai harus sesakit ini? sesusah ini mendapatkan cinta? setiap jatuh cinta pasti Hany selalu salah orang, dan sekarang apa mungkin dia salah mencintai juga? bukan cinta yang salah mungkin dia yang terlalu banyak berharap pada pria yang jelas-jelas menganggapnya hanya sebagai adik saja.


Dian melihat raut wajah Hany yang memperlihatkan kesedihan ikut prihatin sekaligus mengelus dadanya, karna dulu dia juga sempat menyukai pria yang di sukai Hany tapi beruntungnya Rey datang dan membuka matanya untuk segera sadar dan bangun dari cinta yang salah itu.


"Sudah jangan di sedihin, kalau dia ngak suka sama kamu masih banyak ko pria lain yang pastinya bakalan ngehargai perasaan kamum" ucap Dian memberi pencerahan.


"Tapi menurut ibu kamu jangan pantang menyerah, anggap saja itu sebuah perjuangan untuk mendapatkan hati nya." bu Ratna menyemangati sang putri bungsu.


Hany melirik dua wanita berbeda generasi itu lalu pandangan nya menerawang. "Cara yang ke 5 ngak bisa, jadi cara yang ke enam pun harus dinkeluarkan." ucap Hany sambil tersenyum.


"Cara apa?." tanya Dian penasaran.


"Emm rahasia, tapi aku yakin cara itu akan berhasil." jawab Hany.


"Semangat !!." ucap bu Ratna dan Dian bersamaan sambil tersenyum.


"Awas saja jika cara ke enam masih gagal untuk meluluhkan nya, cara ke tujuh terpaksa di lakukan." batin Hany bertekad.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Ada Upp lagi, jadi jangan lupa like❤

__ADS_1


Sambil nunggu Upp terbaru jangan lupa mampir ke cerita Author yang udah End ya judulnya."Cinta Gadis Kampung" yakin deh bakal bisa bikin kalian ketawa ketiwi.



__ADS_2