Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Will you marry me?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pertahanan seorang Andrian runtuh saat dia melihat gadis yang berstatus sebagai tunangan nya itu ternyata banyak di sukai oleh siswa laki-laki di sekolah tunangan nya.


Jika dilihat memang tidak salah jika Lili banyak disukai para siswa laki-laki mengingat wajah Lili yang memang cantik dan imut.


Semula dia hanya menganggap spele dengan hubungan nya, tapi sepertinya Andrian akan mempertimbangkan nya lagi, ia pikir tidak ada salahnya untuk Andrian membuka hatinya untuk Lili, lagi pula seminggu ini Andrian melihat banyak perubahan dari tunangan kecilnya, Lili yang semula manja kini nampak lebih bisa mengontrol diri.


"Kenapa natap aku gitu? ada yang salah ya?." tanya Lili merasa aneh karna di tatap lekat oleh tunangan nya.


Keduanya kini sedang berada di gerai Roti jomblo, di ruangan nya Andrian yang memang sedang duduk di sofa dengan Lili yang di samping nya nampak terus memandang Lili, dari segi pandang nya maupun segi lain nya.


"Tidak ada yang salah, hanya saja___ " ucap Andrian menggantung, dan hal itu tentu saja membuat Lili penasaran.


Andrian menatap netra mata tunangan nya dengan tatapan yang penuh dengan sejuta pertanyaan, dan Lili bisa melihat itu ia melihat kesungguhan di manik tunangan nya itu.


"Apa kamu menyukai pemuda tadi?." tanya Andrian tiba-tiba dan hal itu membuat Lili terdiam, dia tak kuasa menahan tawa nya.


"Jadi kakak cemburu?." tanya Lili dengan kening berkerut dan alis yang terangkat sebelah ke atas.


"Jawab saja, aku tidak membutuhkan lelucon." kata Andrian tegas.


Lili memegang lengan besar Andrian, di tatapnya wajah tampan pria di depan nya, bahkan untuk sehari tidak memikirkan Andrian saja Lili tidak bisa, apalagi harus berpaling dari pria tampan nya, sungguh hal yang sulit untuk seorang Lili.


"Kakak tau? saat aku mengatakan aku mau bertunangan dengan kakak saat itu aku mulai merasakan rasa yang berbeda, aku ngak tau rasa apa itu, yang aku tau hanya satu aku merasakan kenyamanan saat bersama kakak." ucap Lili dengan mata yang masih menatap pria tampan nya.


"Aku menang masih kecil dan terlalu muda untuk dapat merasakan rasanya jatuh cinta, tapi jika boleh jujur rasa yang semula nyaman itu kini berubah menjadi rasa yang harus mendapatkan balasan, yang berarti rasa cinta dan sayang.. dan aku menyukai mu kak, aku mencintaimu." sambung Lili lagi dengan mata yang tidak berpaling sedikitpun dari Andrian.


Mendengar penuturan yang terucap dari bibir tipis Lili hal itu berhasil membuat Andrian bungkam, bagaimana mungkin seorang gadis kecil berusia 17 tahun bisa memiliki perasaan yang sebesar itu, dan Andrian juga bingung dengan perasaan nya sendiri.


sembilan bulan bukan waktu yang singkat untuk keduanya menjalani hubungan tanpa di dasari cinta, Andrian tau apa yang di lakukan nya adalah kesalahan, dia telah memberikan harapan palsu pada Lili dan keluaga nya.


"Lili.." ucap Andrian pelan.

__ADS_1


"Lili tau, jangan katakan sesuatu yang akan membuat Lili pergi, biarkan seperti ini dulu, Lili tidak apa kak." sahut Lili cepat seolah tau apa yang ingin di katakan Andrian Lili si gadis kecil langsung mengatakan ketakutan nya, hatinya akan sakit jika mendengar kebenaran jika pria di depan nya tidak mencintainya.


"Bukan itu." ucap Andrian sambil menatap Lili lekat-lekat, netra keduanya beradu menjadi satu yang memperlihatkan wajah penuh keseriusan.


"Mari menikah." ucap Andrian.


Deg..


Jantung Lili berdebar lima kali lebih cepat dari sebelumnya, dia ingin menanangis, menjerit, dan bertanya apa telinga nya bermasalah? atau ini hanya ilusi? Lili benar-benar tidak percaya.


"Will you marry me." kata Andrian lagi, dan Lili masih menatap netra teduh Andrian dengan wajah yang tak bisa di artikan.


"Kakak serius?." tanya Lili pelan.


Andrian mengangguk, "Usiaku sudah 25 tahun Lili, aku pria dewasa yang sudah memiliki ikatan hubungan dengan mu, dan aku ingin menikahi mu, menjadikan mu sebagai istri dan ibu untuk anak-anak ku." ucap Andrian dengan penuh keseriusan nya.


Boleh kah Lili berteriak kencang? jiwa labil 17 tahun nya membuat Lili tidak bisa berkata-kata selain tangan gemetar panas dingin, dan ingin menjerit layak nya anak kecil yang mendapatkan hadiah dari ciki.


"Lili Anjelica Will you marry me." kata Andrian lagi.


"Aku mau, ya..aku mau." ucap Lili sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih rata nya.


Andrian memegang pipi nya yang terasa nyeri, dia lupa jika Lili adalah gadis kecil yang selalu bertingkah sesukanya, tapi meski begitu Andrian juga heran kenapa Lili bisa memutuskan menikah muda dengan nya.


"Kamu yakin? pernikahan bukan ajang coba-coba Lili." ucap Andrian.


"Lili tau, lalu apa kakak yakin mau menikah dengan ku?." tanya balik Lili.


"Aku sudah dewasa, dan hubungan kita sudah lama." jawab Andrian.


Lili tersenyum, "Itu bukan keseriusan kak, dewasa tidak menjamin sebuah kesiapan dalam hal menuju pernikahan, kakak tau usiaku berapa? 17 tahun dan aku memutuskan menikah dengan kakak karna aku tau jika menikah aku akan bisa lebih dekat dengan kakak, tentunya dengan status yang halal bukan yang masih haram." tegas Lili.


Lagi-lagi Andrian di buat bungkam dengan kata-kata yang terucap dari bibir mungil Lili, dia hanya gadis kecil tapi kenapa Andrian berasa ingin mengajak nikah seorang gadis dewasa yang penuh kesiapan?.


Dan apakah Lili tau dengan apa yang di ucapkan nya?, jawaban nya Lili tau dengan semua konsekuensi komitmen dan keputusan yang diambil nya.

__ADS_1


"Aku serius Lili, pernikahan bukan ajang coba-coba, kamu masih kecil dan masih sekolah kenapa mau menikah muda dengan ku?." tanya Andrian lagi, dia ingin tau sejauh mana gadis kecil nya bisa menjawab keseriusan nya.


"Usia tidak menjamin nya, lagi pula banyak di luaran sana yang menikah muda, dan seharusnya pertanyaan itu bukan di pertanyakan padaku, tapi tanyakan pada diri kakak sendiri kenapa mau menikahi gadis 17 tahun seperti ku." ucap Lili yang lagi-lagi membuat Andrian bungkam.


Lama keduanya saling terdiam dan larut kedalam pikiran masing-masing, Andrian yang semakin terpesona dengan cara pandang pemikiran Lili, dan Lili yang merasa tidak yakin dengan keseriusan yang Andrian bicarakan dengan nya, kenapa tidak yakin? tentu saja Karna menurut nya Andrian terlalu naif untuk mengakui sebuah fakta jika pria itu ingin memiliki nya.


"Kenapa diam?." tanya Lili.


Andrian berdehem, lalu menarik nafasnya pelan. "Aku ingin menikahi mu Lili, dan jika kamu menanyakan alasan ku menikahi mu apa aku harus menjawab karna masalah perjodohan kita?, tentu itu tidak mungkin karna bagiku pernikahan adalah suatu hal yang sakral dan aku hanya ingin menikah satu kali." tegas Andrian.


"Kenyamanan, kebiasaan kita yang selalu menghabiskan waktu berdua tentu saja membuat kesan tersendiri untuk ku, seiring berjalan nya waktu mungkin rasa itu telah hadir di hatiku, dan kamu benar aku terlalu naif untuk mengatakan segalanya, aku mencintaimu." sambung Andrian lagi.


Lili menghamburkan tubuh kecil nya kepelukan pria di depan nya, dan Andrian pun takalah membalas pelukan itu, keduanya masih berpelukan sampai Andrian menatap Lili dan dia menempelkan bibir nya di bibir Lili, awalnya Lili kaget dengan apa yang di lakukan Andrian tapi sedetik kemudian dia paham karna sering menonton flm drakor di ponselnya.


Tautan pelan pun keduanya lakukan, gerakan malu-malu karna ini adalah ciuman pertama keduanya, Andrian yang memang polos pada dasar nya menjadi nampak berbeda saat bibir keduanya saling beradu, tak hanya Andrian saja Lili pun kini nampak kehabisan nafas karna ritme tautan yang Andrian lakukan sangat membuat nya kewalahan.


Dan di tempat lain Dian dan Rey nampak saling berpandangan, keduanya menonton di Cctv yang ada di ruangan yang memperlihatkan anak dan calon mantunya, seolah menonton flm drakor keduanya ikut terhanyut dalam suasana Vidio yang ada di layar tablet nya.


"Lili the best ya yah, kata-katanya sangat menyentuh bikin bunda mau mewek." ucap Dian yang masih betah bersandar di dada bidang sang suami.


Rey hanya menggangguk setuju, calon mantunya memang masih kecil, tapi siap yang tau jika pemikiran gadis kecil itu lebih dewasa ketimbang pemikiran putranya.


"Jika Andrian menikah maka cucu kita akan segera datang yah." ucap Dian dengan semangat nya.


"Dan Zex akan kalah telak dengan kita." ucap Rey menyahuti.


keduanya tertawa penuh maksud.


_____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Menikah ngak Mandang umur, kemarin ada yang komen gitu, dan komenan itu membuat Author tergerak untuk bikin nikah muda Lili dan Andrian, biar semuanya Happy Ending sesuai dengan keinginan Readers♥️


Jangan lupa jejak ,🥱

__ADS_1


__ADS_2