
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai dengan acara ngidam Lili yang ala sultan itu, Andrian kembali di buat kelimpungan pasalnya kali ini yang istrinya mau bukan kapal pesiar ataupun naik jet pribadi, kali ini Lili meminta sesuatu yang sulit, benar-benar sulit.
"Sayang aku mau kue putu."
Jleb.. makanan itu di minta Lili, mungkin sederhana dan murah, tapi masalahnya adalah di jaman sekarang penjual kue putu sangat langka, apalagi Lili meminta si penjualnya harus berkumis tebal, dan tak lupa harus di foto kan juga sebagai kenangan.
Andrian harus berkeliling kota mencari makanan itu, bahkan dia meminta ijin bekerja sampai setengah hari karna ingin memenuhi makanan yang di idamkan sang istri.
Sampai magrib Andrian baru menemukan tukang kue putu, dia meminta foto si mamang tukang kue putu nya, tak lupa dia menempelkan solatif ke bagian bawah hidung si mamang tukang kue nya, mengingat si mamang tukang kue tidak memiliki kumis tebal, tapi janggut yang di kepang ke bawah.
"Terimakasih mang." ucap Andrian.
Si mamang mengangguk. "Iya, lain kali nyabut solatif nya pelan-pelan Jang, kan sakit saya nya, tuh bibir jadi Duwet gara-gara Ujang narik nya keras teing." ucap si mamang tukang kue putu, dengan logat Sunda nya.
Andrian nyengir kuda, tadi memang di menyabut solatif nya terlalu keras karna si mamang nya merasa geli, dan alhasil banyak kumis kecil di mamang yang tercabut paksa dan tertempel di solatif hitam.
"Ini buat mamang, sekali lagi makasih ya mang." ucap Andrian memberikan selembar uang pada mamang tukang kue putu, lalu berjalan ke mobil sport nya, dan melajukan mobilnya dengan penuh kecepatan.
Mamang tukang kue putu melihat ke arah Andrian dengan wajah yang heran, apalagi melihat selembar uang dua puluh ribu yang hampir tidak bisa di kenali alias lecet banget.
"Heran padahal mobilnya bagus yang punya nya juga ganteng, tapi huh..uang nya meni leuceuk, ini mah kaya uang kembalian dari tukang sayur." ucap si mamang tukang kue putu sambil memasukan selembar uang dua puluh ribu itu kedalam saku celana nya.
Sedangkan disisi lain Andrian yang baru sampai di halaman rumah baru nya nampak senang, senyuman nya mengembang sempurna di wajah nya.
"Sayang.. I'm coming." ucap Andrian sambil berjalan.
Dia masuk ke rumah nya, namun tak menemukan sang istri, hingga dari arah dapur Andrian mendengar suara orang makan.
__ADS_1
"Sayang, ini pesanan mu, aku udah bawain loh." ucap Andrian sambil tersenyum, melangkahkan kaki nya ke meja makan.
Lili yang sedang memakan ikan langsung tersenyum. "Kue putu?." tanya Lili sambil memakan ikan nya.
Andrian mengangguk sambil menaruh kantung kresek berisi kue putu itu di meja, "Iya, aku juga bawain fotonya Lo." ucap Andrian dengan bangga nya.
"Oh." sahut Lili pelan, lalu kembali memakan ikan nya.
"Kamu makan ikan apa? kaya yang enak gitu, minta dong."Andrian menyomot ikan yang da di piring sang istri, dan Lili tidak memperdulikan nya, dia tetap makan dengan khitmat.
Suapan pertama Andrian merasa tidak asing dengan warna ikan nya, sampai Andrian merasakan rasa yang aneh, lalu entah kenapa dia ingin melihat ke akuarium nya.
Dengan gerakan cepat Andrian langsung berlari ke ruang tamu, dan matanya melotot saat tidak menemukan ikan arwana nya.
"Sayang, ikan nya mana." ucap Andrian dengan wajah menahan sedih.
Lili melihat ke arah suaminya lalu tersenyum. "Udah di makan, habisnya pengen makan ikan." ucap Lili sambil tersenyum tanpa dosa.
Melihat perubahan wajah suaminya membuat Lili berdecak. "Beli lagi aja, jangan lebai..kamu tadi juga makan ko." ucap Lili membuat Andrian meliriknya.
"Tapi itu ikan kesayangan aku sayang." ucap Andrian masih belum ikhlas.
"Tapi yang makan nya juga kesayangan kamu kan, calon anak kamu, masa gitu aja pelit perhitungan." ucap Lili mulai tak suka dengan sifat perhitungan suaminya.
"Bukan begitu, tapi kan bisa makan ikan lain, kenapa harus ikan kesayangan aku coba." ucap Andrian masih belum mau kalah.
Lili menghela nafasnya, tadi dia juga tidak berniat memakan ikan nya, tapi saat melihat ikan itu diam saja di pojokan membuat Lili lapar, dan alhasil menyuruh bibi pembantu untuk menggoreng kan ikan nya untuk nya.
"Ya udah maaf, nanti beli lagi aja." ucap Lili, sadar akan kesalahan nya, lalu melangkah pergi meninggalkan Andrian yang masih berdiri meratapi nasib ikan kesayangan yang di goreng sang istri.
Lili duduk di depan tv, memakan kue putu sambil menonton acara kartun, seketika tawa nya pecah saat melihat flm si kembar upan dan Ipun yang nampak sedang menangis karna di sebut botak oleh teman nya bernama Fizu.
__ADS_1
Sampai selesai acara kartun nya dan selesai juga acara makan kue putu nya, Lili melihat ponsel nya, dan matanya langsung melotot melihat kepala botak tukang kue putu yang di foto kan suaminya tadi.
"Astaga botak." ucap Lili mengusap perut nya, "Sayang kenapa yang botak, aku kan mau nya yang gondrong." teriak Lili, namun Andrian tak menyahuti.
Lili yang kesal tak di hiraukan berjalan ke arah meja makan, dan dia melihat suaminya yang masih meratapi nasib si ikan.
"Lebai kamu sayang, ayo mandi aku mandiin." ucap Lili menggusur paksa suaminya yang sedang bersedih.
,
Andrian tak melawan, dia menurut saat tangan kecil Lili membukakan baju nya dan pakaian nya yang lain nya.
"Kamu abis darimana sih ko bau gini, mana asem lagi." ucap Lili merasa kebauan.
"Aku habis dari pinggiran kota, cari makanan kamu mau." sahut Andrian, dia tidak menyebutkan jika makanan itu dia dapat di gang sempit, dan tadi juga Andrian mendapatkan sebuah jitakan dari nenek-nenek yang ada di gang sempit itu.
Well apapun demi orang yang di cintai nya, tapi meski begitu Andrian masih tetap belum mengihklaskan ikan nya.
"Selamat jalan ikan." ucap Andrian pelan namun masih terdengar di telinga istrinya.
Dan Lili yang kesal langsung mengosok punggung suaminya dengan keras. "Perhitungan dasar, baru juga ikan, apalagi kalo minta mobil sport baru, huh.." geram Lili lalu pergi mencuci tangan nya yang penuh busa, setelah di rasa bersih Lili dengan kekesalan nya langsung meninggalkan Andrian yang masih berendam di bathub dengan tubuh yang penuh busa.
"Sayang aku belum selesai di mandiin nya." teriak Andrian.
"Mandi aja sendiri, sana minta tulang ikan mandiin kamu." kesal Lili, lalu menutup pintu kamar mandi.
Andrian menghela nafasnya, dan akhirnya dia mandi sendiri, jika Lili sudah marah maka tidak akan ada jatah malam untuk nya, dan itu bukan hanya untuk satu hari tapi selama seminggu, menikah selama 6 bulan dengan Lili jelas Andrian sudah paham sifat istrinya yang jika ngambek sangat susah di bujuk nya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak, ♥️