
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
#Flashblack beberapa jam lalu.
"Apa yang di lakukan hari ini?." tanya Arka pada pria yang duduk di sopa.
"Kuliah." jawab pria itu singkat jelas dan padat membuat Arka yang mendengarnya kesal dengan jawaban singkat itu, lalu memberikan lemparan pulpen tepat dikening nya.
"Hiss..sakit bos." rengek pria itu yang tak lain adalah Andrian.
Arka berdiri lalu berjalan ke arah sopa dan langsung duduk. "Maqsud ku, apa yang dia lakukan di kampus." tanya Arka lagi.
" Nona Alena? Istrimu?." Andrian menggoda Arka yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arka.
"Aku bisa membuat uang mu berkurang jika kau terus mengoceh tidak jelas." ancam Arka yang mendapatkan tatapan tidak terima Andrian.
Andrian menghela nafasnya, dia harus punya cara lain agar si tuan muda itu kembali memberikan pundi-pundi bonus untuknya. "Ahk itu, menurut informasi dari anak buah ku hari ini nona muda pergi ke kampus lalu belajar, dan ____" ucap Andrian menggantung, dia menimbang apa perlu dia mengatakan kejujuran? tapi jika dia berbohong maka dia sendiri yang akan rugi karna tidak mendapatkan bonus.
"Dan apa?." tanya Arka sedikit penasaran.
"Emm bertemu sepupunya." jawab Andrian.
"Damar?. " tanya Arka lagi yang di angguki cepat oleh Andrian.
"Dia memiliki adik bukan?." tanya Arka lagi.
Andrian mengangguk lagi. "Ya, adiknya perempuan, dia seorang model." jawab Andrian lagi.
dia sengaja tidak mengatakan perihal masalah Alena di kampus yang bermasalah, jika Arka tau bisa marah besar pria itu, mengingat Arka bukan lah pria yang bisa di tebak apa maunya, dan apa yang dia inginkan dari pernikahan lelucon itu.
Tapi Andrian juga kasihan pada Alena yang harus bernasib malang dengan menikahi Arka, dari kecil bersama Arka jelas dia tau banyak tentang Arka dan semua sikap Arka yang sangat kejam, Arka menyakiti bukan dengan fisik melainkan dengan ucapan nya yang sangat pedas dan Andrian yakin jika Arka mengetahui kebenaran itu bisa saja Arka menjadi bringas dan tidak bisa terkendali.
__ADS_1
"Kau yakin hanya itu?." tanya Arka lagi, dan dengan cepat di angguki Andrian.
"Ya, hanya itu." jawab Andrian dan mendapat tatapan tajam dari Arka.
"Pembohong, gajih mu menurun 30%." ucap Arka sambil berjalan dengan wajah kesal nya.
"Gawat, aku harus kabur." batin Andrian.
Andrian tak terima jika uang nya berkurang, tapi dia juga tidak mau mendapatkan dampak buruk yang tak lain adalah amarah Arka, maka dari itu Andrian cepat-cepat keluar dari ruangan Arka yang sudah memancarkan aura mencekam itu, kabur menyelamatkan dirinya sebelum macan gila itu mengamuk.
Tidak mendapati Andrian di ruangan nya membuat Arka kesal dan lansung merapatkan giginya, dia tau apa yang terjadi dengan Alena di kampus, dan Arka mengetahui semu berita itu dari sumber terpercaya tidak seperti Andrian yang melakukan segala hal hanya semata demi bonus.
"Dia pikir dia siapa bisa bersikap seenaknya." ucap Arka nampak kesal. "Gadis itu sudah melampaui batas nya, aku sudah memperingatinya tapi dia tidak mendengarkan ku." sambung Arka sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan nya, dan melangkah kan kaki jenjang nya ke area parkiran.
Sebelumnya Arka mendapatkan sebuah rekaman vidio dari tangan kanan nya yang memperlihat kan Alena yang sedang makan bersama seorang pria dan berujung menjadi hinaan para gadis yang tiba-tiba datang dan menampar pipi Alena, dan yang membuat Arka semakin kesal adalah melihat Alena yang nampak dekat dengan pria itu, seolah melupakan status nya yang sudah bersuami.
#Flashblack Off.
Alena menghela nafasnya, dia masih berdiri diambang pintu dengan pikiran nya yang tidak menentu, masih bingung memirkan apa yang akan terjadi padanya jika dia masuk ke kandang macan itu, "Kenapa aku gugup, kalau pun dia meminta itu bukan nya kita sudah melakukan nya seminggu yang lalu? duh.." batin Alena yang sudah berpikir ke arah sana.
Hemphh.. Alena menarik nafas dalam-dalam lalu mengetuk pintu pelan-pelan dan tak lama menjadi sebuah gedoran karna tidak kunjung mendapat jawaban.
"Katanya disuruh kesini, tapi pintunya ngak di buka." gerutu Alena sambil mendengkus kesal, apalagi ini sudah masuk jam 9 malam, dan dia juga sudah mengantuk ingin segera masuk kedalam alam mimpinya.
"Tidak di kunci." teriak Arka dari dalam yang membuat Alena mengelus dadanya pelan sambil bergumam. "sabar, dia memang gila."
Arka yang sedang duduk di tepi ranjang melirik Alena yang sedari tadi berdiri di ambang pintu, "Duduk." perintah Arka dengan wajah dingin nya membuat Alena sedikit ragu dan pada akhirnya menurut.
"Ada apa tuan? kenapa menyuruh ku ke kamar?." tanya Alena tanpa menatap sosok pria yang ada di samping nya.
"Hey siapa yang menyuruhmu membuka suara !!." terdengar suara bentakan yang membuat Alena tersentak kaget sambil menunduk takut.
"Maaf." ucap Alena pelan.
__ADS_1
Arka menghela nafasnya, lalu melihat ke arah Alena lagi, "Mana tangan yang dia pegang." tanya Arka sambil memegang tangan Alena.
Hah?
Alena kembali di buat kaget lagi, dalam hati dia berguman. "Kenapa? apa maksudnya?." Sikap Arka benar-benar tidak bisa di lihat dari segi apapun, hampir tertutup rapat tanpa celah, sehingga susah untuk orang lain menerawang arti dari setiap kata dan prilaku nya itu.
"Kau tuli !!, tangan sebelah mana yang pria itu pegang." kembali bertanya dengan nada tinggi, dengan raut wajah yang nampak memerah terlihat seperti marah besar.
"Apa dia tau aku bertemu dengan kak Rio? tapi kenapa dia harus semarah ini?." batin Alena heran seribu heran.
"Dia teman ku, seniorku." jawab Alena.
"Bodoh, aku tanya tangan yang mana yang dia pegang, cepat katakan." suara nada tinggi itu kembali terdengar di telinga Alena.
"Ini." menunjuk kedua tangan nya, "Dua-duanya di pegang." sambung Alena lagi.
Dan saat Alena mengatakan itu Arka nampak menatapnya tajam. "Benar-benar gadis tidak tau diri." batin Arka, lalu tanpa menunggu aba-aba Arka mengusur tangan Alena ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Arka menyalakan shower dan memeluk tubuh Alena agar tidak berusaha kabur.
"Kamu gila!! lepaskan." Alena memberontak saat merasakan air dingin itu membasahi pakaian nya, tapi naas tenaga nya kalah jauh dengan Arka yang memiliki tubuh kekar.
Arka tidak menjawab semua umpatan yang di ucapkan Alena untuk nya, dan dia malah mengingit bahu Alena sehingga meninggalkan beberapa jejak merah di area bahu dan leher Alena, tak sampai disitu Arka juga sedikit merobek pakaian yang di kenakan Alena tapat di bagian atas nya saja.
"Tuan, tolong lepaskan aku, dingin." isak Alena sambil mencoba memberontak, dia merasakan rasa sakit di gigit Arka di bagian bahunya, di tambah air yang mengalir dari shower itu membuat tubuhnya bergetar karna merasakan dingin yang menyapu seluruh tubuhnya.
"Diam, aku sedang marah." ucap Arka malah memangku Alena, dia membuka baju Alena secara paksa, dan setelah tubuh Alena polos Arka menaruh Alena di bathub yang berisi air hangat, meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi, lalu mengosok tubuh Alena yang polos dengan busa yang tebal, "Ini adalah hukuman untuk orang yang tidak tau diri seperti dirimu." ucap Arka di sela-sela aktivitas menggosok tubuh Alena, terutama di bagian tangan nya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ngak sekejam Daddy nya kan? 🙂
Upp lagi, tapi nunggu banyak yang coment dulu😅
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote !!