
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sebelum nya Adit memang sudah jauh-jauh hari merencanakan semua nya, dan dia tidak menyangka jika semudah ini dia bisa melancarkan aksinya.
"Sayang, kamu tau aku sangat mencintaimu.. tapi saat itu aku tidak bisa melakukan apapun, orang tuaku menyuruh ku mendekati Salma dan aku tidak punya pilihan lain selain memacari gadis bodoh itu." ucap Adit berbicara sendiri sambil membelai wajah Hany.
"Kau tau sayang aku benar-benar kehilangan akal saat kamu menjauhi ku, dan sekarang aku berada disini untuk mu, aku tau hatimu telah berpaling Han, tapi aku tidak akan membiarkan pria sialan itu merebut mu dari ku, kamu hanya milik ku Hany Angraeni Pariska."sambung Adit lagi sambil tersenyum, nafasnya mulai memburu takala dia membelai bibir tipis berwarna merah alami milik Hany.
"Kamu sangat cantik, aku mencintaimu Han..sangat mencintaimu, mari kita jadikan malam ini menjadi malam yang paling bahagia untuk kita." ucap Adit seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Hany.
Brukkk..
Tiba-tiba pintu yang semula di kunci ambruk seketika karna di tendang oleh sesorang.
"Sialan siapa kau." Teriak Adit murka.
Zex berjalan dengan wajah yang penuh amarah, " Bajingan kau." ucap Zex murka melihat Hany yang nampak terpejam di atas ranjang.
" Apa urusan mu hah !! kenapa menganggu kesenangan ku?." teriak Adit yang marah nya semakin memuncak.
Zex melirik Adit yang jelas-jelas usianya jauh di bawah nya." Tentu saja menjemput kekasih ku." jawab Zex dengan wajah datarnya lalu berjalan ke arah tempat tidur dan memangku Hany.
"Kau.pikir semudah itu mengambil Hany dari ku? kau belum tau siapa aku?." teriak Adit penuh amarah.
Zex memicingkan matanya." Raditya Prayoga anak dari pengusaha kain yang tidak memiliki pendidikan, hobby nya menghamburkan uang dan keluyuran." ucap Zex santai. "Upss dan satu lagi, suka bermain dengan wanita-wanita malam, menjadi simpanan wanita tua, bagaimana apa kurang jelas." sambung Zex lagi.
Ya saat di dalam perjalanan di helikopter tadi Zex memang meminta data Adit dan teman-teman nya dari Rey yang jelas ahlinya dalam bidang mencari data seseorang.
bahkan tak tangung-tangung Rey memberikan semua informasi tentang Adit dengan sedetail-detailnya.
Adit terdiam." Sial darimana dia tau tentang semua itu, aku sudah menyimpan rapat dataku, kenapa dia bisa mengetahui semua data pribadiku." batin Adit yang semakin bertambah kesal marah yang melebur menjadi satu.
"Hey mau di bawa kemana Hany, dia calon istriku..aku tidak akan membiarkan kau membawa dia dariku." Adit bergerak cepat dengan menghalangi jalan Zex.
"Cepat menyingkir atau aku akan mematahkan tangan dan kaki mu." ucap Zex tanpa melepaskan Hany dari pangkuan nya.
"Tidak akan, lebih baik aku mati dari pada aku membiarkanmu membawa calon istriku." ucap Adit naik pitam dan segera menyerang Zex dengan wajah yang penuh amarah.
Brughkk..
__ADS_1
Brughkk..
Brughkk..
"Cari lawan yang sepadan dengan mu, aku kasihan padamu yang masih muda tapi sudah masuk kedalam lubang kegelapan." ucap Zex sambil melangkah pergi meninggalkan Adit yang terbaring tak perdaya dengan wajah yang bonyok karna mendapatkan beberapa pukulan dari Zex.
"Sialan !! aku tidak akan membiarkan dia membawa Hany, jika aku tidak bisa mendapatkan Hany maka pria lain pun tidak bisa." batin Adit sambil meringis merasakan sakit di tangan nya yang bisa di pastikan sudah terkilir akibat pertarungan tadi.
.
.
.
.
Malam berganti menjadi pagi, Hany mengucek matanya saat merasakan ada sinar mentari yang menganggu tidurnya. "Hoam jam berapa ini." ucap Hany sambil menguap lebar.
"Sudah bangun." ucap seseorang yang membuat Hany seketika melirik ke sumber suara.
"Kak Zex." pekik Hany kaget sambil menutup mulutnya, lalu pandangan nya menatap ke tubuhnya dia menyibakan selimut yang di pakainya lalu mengelus dadanya saat dirasa semuanya aman terkendali.
Hany melirik. "Iya tau." ucap Hany cetus.
"Kenapa aku ada disini? bukan nya semalam aku ngantuk terus ketiduran di bangku luar ya?." tanya Hany seingat nya dia memang ketiduran setelah meminum teh manis hangat buatan Adit.
"Apa yang kau ingat?." tanya Zex.
Hany mengeleng. "Tidak tau, aku hanya ingat aku sedang melihat bintang di atas langit, dan tiba-tiba radit datang membawa... astaga Adit !! jangan bilang dia." ucap Hany sambil menyibakan selimutnya lagi, lalu mengerakan kakinya.
Zex yang melihat itu terkekeh kecil namun dengan segala kedataran nya dia berhasil kembali menyembunyikan nya. "Tenanglah, dia tidak berbuat apa-apa hanya saja ______" ucap Zex menggantung yang mana membuat Hany semakin penasaran.
"Hanya saja apa?." tanya Hany penasaran.
Zex mengangkat alisnya lalu mendekat. "Tadi malam di helikopter kau mengigau memanggil namaku lalu kau menci*m ku terus tadi kau bilang kau men_____" ucap Zex terhenti.
"Stop !! " ucap Hany. "Jangan katakan itu, aku sudah berubah pikiran." ucap Hany sambil memalingkan wajah nya.
"What !!. " Zex menatap Hany tak percaya, lalu pria yang sudah rapih dengan stelan santai nya itu berjalan mendekat ke arah tempat tidur dan duduk semakin merapat ke tempat Hany duduk, yang membuat Hany mundur sampai kepalanya kepentok ranjang.
" Kakak mau apa? Jangan mendekat." ucap Hany sambil memalingkan wajah nya.
__ADS_1
Zex tersenyum. "Bukan kah ini yang kau mau? kenapa sekarang kau takut?." ucap Zex santai sambil memegang pipi Hany yang seketika membuat Hany merinding dengan tubuh nya yang seolah kaku untuk di gerakan.
"Kakak !! aku bisa melaporkan kelakuan kakak pada kak Rey." ancam Hany yang mulai terdesak, yang mana membuat Zex semakin bersemangat menggoda Hany.
Zex mendekatkan wajah nya ke wajah Hany, lalu menatap wajah Hany secara dekat. Deg.. jantung Hany serasa mau copot, tak hanya Hany jantung Zex pun takalah berdetak kencang nya sama hal nya dengan Hany.
"Biarlah Rey marah, paling ujung-ujung nya di nikahin." ucap Zex seraya mengesekan hidung mancung nya ke hidung minimalis Hany.
Hany memejamkan matanya lalu bangkit dari tempat tidur. "Kak pliss jangan buat aku kembaki berharap terlalu jauh, aku sudah berniat melupakan mu." ucap Hany tanpa melihat ke arah Zex.
"Kau yakin?." tanya Zex.
Hany mengangguk. "Ya yakin." jawab Hany cepat. "Meski hatiku berkata tidak." batin Hany.
Zex menghela nafasnya, "Baiklah kalau begitu tatap aku dan katakan jika kamu tidak mencintai ku." ucap Zex.
Hany ragu untuk menatap Zex tapi dia mencoba memberanikan dirinya, saat melihat mata Zex entah kenapa bibir Hany menjadi kelu dan matanya malah mengeluarkan cairan bening yang mengalir tanpa permisi.
"Kenapa menangis? ayo katakan !! katakan jika kamu tidak mencintaiku." ucap Zex sekali lagi.
Hany mengusap air matanya, lalu menatap Zex dengan wajah yang tidak bisa di artikan. "Aku.. aku.. mencintamu kak, hikss maaf." ucap Hany sambil menangis.
Zex tersenyum lalu berjalan mendekati Hany,
membawa Hany kedalam pelukan nya, "Aku juga mencintaimu." bisik Zex di telinga Hany.
"Kakak bilang apa? barusan coba katakan satu kali lagi." ucap Hany ingin mendengar lebih jelas meski sebenarnya dia sudah mendengar ucapan Zex tadi.
"Kau bau, cepatlah mandi." bisik Zex yang mana membuat Hany melotot lalu menginjak kaki Zex yang membuat pria itu meringis kesakitan.
"Syukurin, suruh siapa bilang aku bau." ucap Hany sambil menjulurkan lidahnya lalu tertawa, hal itu membuat Zex teringat akan Hany kecil yang selalu marah padanya dan menginjak kakinya, "Gadis kecil ku." batin Zex sambil tersenyum.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ada yang nunggu undangan pernikahan ngak? atau nunggu nasib Adit yang bikin ngeri?
Btw ini udah jam 02 pagi ya, aku belum tidur karna masih nulis part ini, untuk kakak readers maaf ya kalo Upp nya kadang 2 kadang 3 kadang juga 1 soalnya aku nulisnya nunggu haluan dulu ngak pakai ide alur yang di tulis di buku, jadi maafin kalo Upp nya ngak bisa banyak-banyak.
jangan lupa jejak !!
__ADS_1