Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Kilas balik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


#Flashback On.


Bayi Ansela Anjela Parisky, nama bayi mungil yang baru lahir itu, Andrian menatap istrinya yang tertutup kain putih rumah sakit dengan wajah yang sulit di artikan.


"Dokter apa penyebab kematian istriku? kenapa kalian para medis membiarkan dia meninggal." teriak Andrian masih belum terima.


Dokter terdiam, sebelumnya Lili sudah berpesan untuk menyelamatkan bayi nya tapi dokter juga merasa jika ada yang tidak beres dengan bayi cantik itu.


"Maaf tuan kami para medis sudah melakukan yang terbaik, kondisi nona Lili memang sudah melemah saat nona di bawa ke rumah sakit, sebelum nya kami sudah mengusulkan untuk oprasi tapi nona Lili menolak nya tuan." tutur Dokter menjelaskan.


"Kenapa kalian tidak mengatakan nya padaku hah!! kalian tau apa yang kalian lakukan itu telah membuat nyawa istriku melayang." teriak Andrian lagi, sambil mengusap wajah nya kasar.


Dokter menunduk, "Tapi tuan, Nona Lili sendiri yang meminta untuk melahirkan secara normal, saat pemeriksaan di bulan ke tujuh kondisi nona memang nampak sehat, tapi saat pemeriksaan di bulan delapan kondisi nona mulai memburuk, nona memiliki riwayat penyakit jantung tuan." ucap Dokter mengatakan sesuatu yang sudah di sembunyikan sejak lama bersama pasien nya.


Deg...


Jantung? bahkan Andrian tidak mengetahui penyakit yang di derita Lili, yang dia lihat Lili sehat dan ceria, bahkan Lili selalu melakukan segala hal yang di suka nya.


Selama menjadi suaminya Andrian hanya tau jika Lili selalu mengeluh sakit pinggang karna tubuh nya yang kecil sedang berbadan dua.


"Kakak pinggang ku sakit lagi, aku mau mandi, gendong aku."


Begitu manja nya Lili saat ingin di gendong, dan sekarang tidak akan ada lagi yang merengek manja memanggil kakak sayang lagi.


"Andrian." terdengar suara yang familiar di telinganya, membuat Andrian seketika melihat ke sumber suara.


"Bunda." Andrian menatap wanita yang berdiri tak jauh dari tempat nya itu.


Dian berjalan mendekati sang putra, "Maaf kan Bunda telat, kamu kuat bunda tau kamu kuat sayang." ucap Dian memeluk sang putra semata wayang nya.


Andrian merasakan ketenangan saat di peluk wanita yang melahirkan nya itu, "Ini seperti mimpi untuk ku, bunda Lili telah tiada, dia pergi dan meninggalkan ku." ucap Andrian sambil terisak.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian Andrian seperti melihat cahaya di dekat istrinya, membuat Andrian melepaskan pelukan nya, lalu mendekati istrinya.


Di peluk nya jenazah Lili dalam gendongan nya, "Aku tau kamu masih hidup sayang, ayo kita lihat putri cantik kita, aku yakin kamu akan senang melihat buah hati kita." ucap Andrian sambil tersenyum getir.


Dian menutup bibirnya dengan telapak tangan nya, dia tak mampu menyaksikan betapa hancur nya sang putra, dia juga sangat kehilangan karna bagaimana pun Lili bukan hanya menantu nya tapi Lili juga adalah anak nya, gadis yang selama ini dia impikan untuk menjadi putri nya.


"Bunda Lili akan meminta kakak untuk tidak pulang malam lagi, bunda Lili bingung mau ngidam apa lagi kemarin Lili meminta naik kapal pesiar, sekarang Lili bingung."


Kini tidak akan ada rengekan meminta capcay buatan suami nya lagi, Dian benar-benar akan merindukan sikap manja nya Lili padanya.


Plakkk...


"Sadarlah Rian, istrimu sudah tiada." ucap Rey sambil menampar pipi sang putra.


Andrian yang masih memeluk Lili dalam gendongan nya langsung ambruk dengan tubuhnya yang menahan tubuh Lili.


"Maafkan aku Lili, maafkan aku." ucap Andrian sambil menangis, dan tak lama kemudian Andrian merasakan rasa sakit di kepalanya dan pandangan nya pun menjadi buyar.


"Rian, sayang.. kamu kenapa nak." Dian mendekati Andrian yang pingsan dengan posisi yang masih memeluk tubuh Lili.


"Maaf Tuan, Nyonya, putri yang di lahirkan nona Lili telah meninggal dunia." ucap dokter memberikan kabar duka lagi.


Deg..


Kali ini Rey yang emosi dia langsung memegang kerah baju si dokter, sedangkan Diam nampak kaget dan menangis histeris.


"Jangan main-main kalian, apa kalian tau kami sedang berduka dan sekarang kalian memberikan kabar buruk lagi, hah!! mau kalian ada sebenarnya apa hah." teriak Rey emosi.


Dokter menunduk takut, apalagi melihat tatapan tajam dari Rey, "Putri yang nona Lili lahirkan tiba-tiba meninggal karna jantung nya melemah tuan." tutur Dokter dengan wajah ketakutan.


Rey melepaskan kerah baju itu, lalu mendekati Dian yang terkulai lemah tak berdaya di lantai. "Sayang bangunlah, jangan begini." ucap Rey mengusap pelan pipi sang istri.


Dian terisak. "Cucu kita.. hiks..menantu kita..hikss mereka telah pergi sayang, aku kehilangan dua gadis cantik, aku kehilangan mereka sayang." lirih Dian sambil menangis sesegukan.


Tuhan seperti sedang menguji kesabasaran keluarga nya, kenapa di saat Rey memiliki anak gadis dan cucu tuhan malah mengambil nya kembali, seolah mempermainkan perasaan nya.

__ADS_1


Dian yang tak kuat dengan fakta yang di terima nya sekarang langsung pingsan, membuat Rey ikut terisak.


"Kenapa cobaan nya sangat berat sekali, ya tuhan kenapa engkau mengambil kedua gadis yang sangat kami sayangi." lirih Rey sambil menghapus air mata nya.


Ini adalah kedua kali nya Rey menangis setelah dulu dimana ensiden cinta sejati Rafa dan Ririn yang koma bersamaan, dan sekarang Rey menangisi kepergian menantu dan cucu nya.


Rey membawa istrinya ke ruangan yang ada di sebelah ruangan Andrian, dokter mengatakan jika Dian hanya syok saja, Rey duduk sambil mengusap kepala istri nya dengan penuh kasih sayang.


"Kak." Hanny berjalan mendekat.


Rey mengadahkan pandangan nya ke sumber suara, dan di lihat nya adik kesayangan nampak berlinang air mata.


"Kakak akan mengurus jenazah nya Lili dan Ansela, tolong tunggu kakak ipar mu." ucap Rey mencoba untuk tidak rapuh, meski pada kenyataan nya dia juga merasakan rasa sedih dan sakit itu.


Bukan nya menjawab Hanny malah memeluk tubuh sang kakak, "Aku ikut berduka cita kak, maaf aku terlambat." ucap Hanny sambil terisak.


Dan saat itulah tangis Rey pecah di pelukan adik nya, Hanny adalah adik kesayangan nya yang tau seperti apa hati Rey, dan Hanny tau kakak nya sedang lemah saat ini.


#Flashback Off.


Seminggu setelah meninggal nya Lili dan Ansel, Andrian benar-benar terlihat tidak seperti orang yang memiliki kehidupan, bahkan pria 27 tahun itu tidak bekerja selama beberapa hari, waktunya dia habiskan di kamar nya, kamar yang penuh kenangan nya dengan Lili.


Kepergian yang mendadak itu masih membekas di hatinya Andrian, dimana dia merasa menjadi seorang suami yang tidak berguna karna tidak mengetahui penyakit yang di derita istri nya semasa hidup nya.


"Lili.. kenapa sulit untuk ku melupakan mu, kata penuh rengekan manja itu masih terngiang di telinga ku, aku merindukan mu Lili." gumam Andrian sambil melihat sekeliling kamar nya.


Tak ada satu pun yang beda, bahkan bantal guling dan seprai yang ada di ranjang nya masih sama seperti sebelum dia mengantar Lili ke rumah sakit, jika di tanya alasan nya kenapa, jelas semua itu karna Andrian masih ingin merasakan hangat nya pelukan istri nya, dia masih merasa jika istrinya masih berada di kamar nya dan setiap hari ikut tidur bersama nya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Udah Flashback tapi tetap aja ngak rela? ada yang sama ngak?


Jangan lupa Vote !

__ADS_1


__ADS_2