Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Memaafkan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tinggal di rumah mewah mungkin adalah dambaan setiap gadis, memiliki gaya fashion yang berubah-ubah sesuai dengan keinginan, pasti semua gadis memimpikan hidup bak putri raja itu.


Dan hal itu tidak untuk Nana, untuk apa hidup dengan kemewahan jika sunyi hampa tidak ada bahu untuk mengadu keluh kesah nya, meski sebenarnya Nana sudah terbiasa hidup sendiri tanpa sosok yang melindungi tapi tetap saja sekarang rasanya beda.


Kepergian Mama nya membuat Nana sangat terpukul, sebulan sudah Nana mengurung dirinya di rumah dan tidak keluar sama sekali.


"Aku harus bangkit, aku tidak boleh seperti ini." gumam Nana sambil menatap kaca di depan nya, menampakan wajahnya yang sudah kusam karena sebulan dia tidak memperhatikan kebersihan nya.


Hari ini Nana akan memulai semuanya dari awal lagi, rencana awalnya adalah untuk membebaskan rasa sakit dan kebencian nya pada Papa nya yang ada di penjara.


"Aku tau kebencian mu pada sosok Papa mu sangatlah dalam, tapi kamu harus ingat jika kamu sekarang hanya punya sosok Papa mu, dan jika kamu tetap egois ingin membenci Papa mu bukan tidak mungkin kamu akan sediiri, keluarga adalah segalanya."


"Bebaskan kebencian mu untuk sosok Papa mu, dengan begitu kamu bisa memulai hidup yang lebih baik dari sebelumnya, kamu hanya memiliki dia sekarang."


Nasihat seorang pria yang kini sering menjadi support untuk nya membuat Nana mengubah pemikiran nya, semula dia ingin Papa nya mendekam di penjara sampai mati, tapi sekarang Nana ingin melepaskan kebencian nya, membiarkan hukum yang memutuskan untuk Papa nya.


tak bisa Nana bayangkan jika dalam keterpurukan nya dia sendirian, jika bukan karena sosok rekan nya saat menjadi Nanny di keluarga kaya raya mungkin saja Nana tidak akan mendapatkan teman sebaik Andrian.


Satu-satunya teman yang bisa membuka jalan pikiran nya, dari yang penuh kebencian menjadi bisa menurunkan egonya sedikit demi sedikit.


Setelah selesai berpakaian rapih Nana langsung melangkahkan kaki nya untuk menuruni satu persatu anak tangga, stelan nya nampak anggun dan juga cantik.


"Apa nona ingin makan sekarang?." tanya bibi pembantu.


Nana menggeleng, "Tidak, bawa saja semua makanan yang bibi masak ke rumah bibi, aku mau keluar dan mungkin pulang nya malam." kata Nana sambil melangkah pergi meninggalkan sosok bibi pembantu nya yang mematung melihat Nana yang mulai kembali bersemangat.


Mobil yang di kendarai Nana membelah jalanan kota yang ramai, butuh waktu dua puluh lima menit untuk Nana ke tempat tujuan nya, dan tak lama kemudian mobil yang di kendarai Nana terparkir tepat di parkiran penjara kota.


Sebelum keluar dari mobilnya Nana menarik nafasnya dalam-dalam, menatap ke arah penjara di depan nya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Kamu bisa, buang semua ego mu bagaimana pun kamu hanya punya Papa." gumam Nana sambil membuang nafasnya secara perlahan.


Nana berjalan masuk ke dalam kantor polisi, dan setelah menunggu beberapa saat Nana bisa melihat sosok Papa nya, sosok yang dulunya berisi kini nampak kurus tak terawat bahkan di dagunya banyak bulu-bulu yang semakin lebat, Papa nya tidak terurus di penjara.


Papa Anton senang bukan kepalang saat melihat anak kesayangan nya yang mau menjenguk nya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, terlalu malu untuknya bertatapan dengan sang putri.

__ADS_1


Keduanya di landa kecanggungan, membuat polisi yang berjaga memilih menunggu di luar, dan saat itulah Nana baru mau menatap sosok Papa nya.


"Pa." panggil Nana pelan.


"Apa kabar sayang?, sudah makan?, kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang?, pengacara bilang kamu sakit, sakit apa? apa sudah di periksa?." cacar Papa Anton terus bertanya.


Degg..


Nana tak mampu membuka mulutnya, sebegitu khawatirnya Papa nya padanya, terlepas dari semua yang di lakukan Papa nya, tapi Papa nya masih tetap menyayangi nya.


Nana langsung memeluk tubuh sang Papa dengan Isak nya, dia tidak mampu memendam rasa yang bergejolak di tubuhnya, rasa sedih, sakit, benci, dan ingin marah, semuanya menjadi satu.


"Maafkan Papa sayang, maafkan Papa." ucap Papa Anton sambil terisak.


"Aku..hik..sudah memaafkan Papa hiks." sahut Nana sambil terisak.


Tiba-tiba polisi datang dan melihat drama anak dan ayah yang sedang menangis.


"Tuan Anton waktunya tinggal lima menit lagi." ucap polisi, lalu kembali keluar ruangan yang penuh haru itu.


Papa Anton melepaskan pelukan nya, dia mengusap wajah putri kesayangan nya dengan penuh sayang.


"Aku sudah memaafkan Papa." ucap Nana pelan.


"Papa menyesal nak, Papa pantas mendapatkan kebencian mu, Pa ____." Papa Anton tak melanjutkan lagi ucapan nya karena Nana kembali bersuara.


"Jangan mengatakan itu lagi Pa, itu semua sudah terjadi, sekarang yang aku punya hanya Papa, aku mau kita kembali seperti dulu lagi, aku mau Papa ku yang dulu, tidak cengeng seperti ini." kata Nana sambil tersenyum.


Degg..


Papa Anton benar-benar merasa bahagia dan lega mendengar kata maaf dari putri nya.


"Terimakasih sayang, Papa janji akan menjadi Papa yang jauh lebih baik lagi untuk mu." ucap Papa Anton mengusap pipi Putri nya.


Nana tersenyum. "Aku menunggu itu, Papa harus semangat aku yakin Papa bisa melewati semua ini." kata Nana lagi.


"Nona Nana waktu berkunjung anda sudah habis, Tuan Anton harus segara masuk kedalam sel lagi." ucap polisi lagi.


Rasanya lega, benar kata Andrian untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik cara pertama nya adalah melepaskan semua kebencian nya, dan itu membuat hatinya lebih tenang.

__ADS_1


Papa Anton kembali masuk kedalam sel penjara, begitupun dengan Nana yang langsung meninggalkan kantor polisi dengan seutas senyum di wajahnya.


Nana kembali mengendarai mobilnya ke suatu tempat yang sudah dia janjikan dengan sosok pria yang kini selalu ada untuk nya, dia akan mentraktir pria itu karena kebaikan pria itu membuat Nana bisa Kembali bersemangat melewati cobaan di hidup nya.


"Aku sudah sampai." isi pesan yang Nana kirimkan.


Padahal kenyataan nya Nana masih dalam perjalanan, dia tersenyum saat membayangkan sosok Andrian yang akan mencari-carinya di tempat yang dia janjikan.


"Bermain sedikit sepertinya menyenangkan." gumam Nana sambil terkekeh pelan.


Dan tak lama kemudian mobil yang di kendarai Nana sampai di parkiran sebuah Restoran, dengan langkah yang cepat Nana berjalan ke arah restoran dengan nuansa alam itu.


"Kemana dia." gumam Nana tak melihat sosok yang akan di temui nya.


Darr..


Brukkkk..


Awww..


"Hahahah..!! " tawa Andrian pecah melihat Nana yang kaget dan terjatuh.


Berbeda dengan Nana yang memanyunkan bibirnya sebal. "Bantuin, dasar ya." sungut Nana kesal.


"Maaf, sakit ngak?." tanya Andrian lalu mengulurkan tangannya dan langsung di terima Nana.


"Udah tau sakit, pake nanya lagi." gerutu Nana semakin sebal.


"Makanya jangan suka bohong, itu balasan untuk mu, siapa suruh bilang udah sampe ehk taunya masih di jalan." oceh Andrian kesal, dia sudah menunggu Nana hampir dua puluh menit.


Kini giliran Nana yang tertawa, dia lupa jika dia telah mengerjai Andrian, tapi lihatlah sekarang Andrian si galak bin dingin kini bisa tertawa lebar menertawakan nya saat jatuh, apa predikat galak dan dingin kini sudah hilang dari pria yang menyandang duda itu?.


"Ayo pesan makanan, kamu boleh pesan apapun yang kamu mau, tenang aku traktir." ucap Nana kini telah mengubah panggilan nya jadi aku kamu, di selangi tawa nya.


"Sombong." sungut Andrian sambil duduk.


Tapi dalam hati dia senang melihat Nana yang kembali tertawa.


____________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2