
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
3 berlalu kini kehamilan Ririn sudah mengijak bulan ke 5 dan tentu saja banyak hal yang telah di lalui oleh calon ibu muda itu, berbagai ngidam yang aneh-aneh si ibu hamil sudah di lewati oleh calon keluarga kecil itu dan sekarang Rafa sudah mulai bisa lebih sabar menghadapi berbagai rengekan istrinya.
Fase kehamilan memang tidak selalu mudah, berbagai keluhan sering Rafa dengar dari mulut istrinya, sakit ini, lelah dan berbagai keluhan lainya, Rafa bahkan sampai memperkerjakan pengurus ibu hamil di rumah nya untuk membantu setiap proses yang akan di lakukan ibu hamil sebelum melahirkan nanti.
Dari mulai senam ibu hamil, gerakan untuk membuat perut nyaman, berenang, cara pertama untuk memberi asi pada bayi yang baru lahir, cara mengendong, cara membuat bayi tenang, dan banyak lagi yang Ririn pelajari dari pengurusnya.
Hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya, Ririn merengek meminta untuk ikut ke kantor dan Rafa jelas tidak mengijinkan nya mengingat istrinya sangat mudah kelelahan lagi pula istrinya akan merasa bosan jika nanti harus ikut dan menunggu nya bekerja, begitulah pikir Rafa.
"Pokonya mau ikut !! kalau ngak boleh ikut aku ngak ikut senam lagi." ancam Ririn sambil mengerucutkan bibirnya.
Sebelumnya Ririn kemarin sudah menonton flm yang sedang viral di salah satu stasion tv dimana para suami yang bekerja kantoran cinlok (cinta lokasi) dengan sekertarisnya, dan Ririn jelas takut jika hal itu terjadi juga pada suaminya.
"Boleh ya..boleh." menampilkan senyuman terbaiknya yang mana membuat Rafa menghembuskan nafasnya.
"Yasudah, boleh ikut tapi kalo kamu kecapean harus pulang ya." ucap Rafa yang langsung diangguki Ririn cepat.
"Kira-kira sekertarisnya mas Rafa jelek ngak ya? awas aja kalau cantik..apalagi seksi." batin Ririn yang kini sedang berganti pakaian.
Kini Ririn sudah sampai di perusahaan suaminya, Ririn dengan sengaja mengandeng tangan suaminya agar semua orang tau jika pria tampan yang menjadi CEO di perusahan yang iya pijak sekarang itu adalah suaminya, ayah dari si jabang bayi yang berada di dalam perutnya.
Beberapa tatapan aneh dari mata karyawan yang kebanyakan nya wanita membuat Ririn kesal, apalagi tatapan itu tertuju pada suaminya.
"Sayang nanti kamu harus memakai kumis yang tebal, kalau perlu kamu harus memanjangkan bulu jengot mu." bisik Ririn pada telinga Rafa yang membuat Rafa melotot.
"Sayang.. itu berat, aku tidak_____." tolak Rafa, bisa turun peringkat pria tertampan di perusahaan nya jika dia berewokan dan kumisan.
Ririn melirik tajam, kini keduanya sedang berada di dalam Lift." apa perlu aku saja yang menumbuhkan kumis ku?." ucap Ririn menatap kesal suaminya yang tak paham dengan kecemburuan nya melihat suaminya yang banyak di gemari banyak kaum hawa dari kalangan muda dan tua, tanpa menunggu jawaban Ririn berjalan keluar dari lift dan melangkah kan kakinya keruangan Rafa dengan wajah kesal.
__ADS_1
Rafa terdiam." itu mengerikan." gumam Rafa pelan sambil mengejar langkah istrinya yang sudah jauh di depan nya.
.
.
.
.
Tok..tok..
"Masuk." teriak Ririn yang sedang selonjoran di sofa dengan berbagai cemilan yang ada di meja.
ceklek..pintu terbuka.
"Dadd.." Ririn membenarkan posisinya karena melihat mertuanya.
"Apa Daddy menganggumu?." tanya Pak Renan sambil duduk dan melihat beberapa cemilan yang ada di meja.
"Ya Daddy tau, tapi Daddy kesini bukan untuk menemuinya, Daddy ingin bertanya padamu." ucap pak Renan.
Ririn menegrutkan dahinya." bertanya apa Dad?." tanya Ririn.
"Daddy akan pergi ke Swiss disana Daddy punya Villa, Daddy ingin menghabiskan sisa umur Daddy di tempat yang tenang, Swiss adalah tempat impian Daddy dan bagaimana menurutmu tentang anak itu?." pak Renan berkata lalu bertanya.
Ririn mengerti ke arah mana mertuanya ingin berbicara." Dia bukan anak mu kan Dad? tapi menurutku itu tidak penting terlepas dari kelakuan ibunya pada kita aku tahu kau masih punya hati." ucap Ririn.
Pak Renan terdiam dia memang tidak berniat untuk membuang anak nya Alira yang sekarang sudah mulai bisa berjalan meski masih sering jatuh lagi, " Daddy menyangi anak itu, tapi jika mengingat apa yang di lakukan ibunya Daddy merasa bimbang." ucap Pak Renan jujur.
"Anak adalah titipan Dad, dia tidak bersalah..menurutku dia bisa menjadi penyemangat Daddy di tempat impian Daddy, aku harap dia tumbuh tidak seperti ibunya." ucap Ririn bijak.
__ADS_1
Pak Renan termenung sebentar benar apa kata menantunya jika terlepas dari semua yang di lakukan mantan istrinya anak kecil itu tidak tahu apa-apa tapi harus menangung kebencian nya, "Baiklah Daddy akan membawanya pergi bersama Daddy." ucap Pak Renan akhirnya memilih untuk membawa anak nya untuk ikit bersamanya.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan nampaklah Rafa dan Zex yang masuk kedalam ruangan itu, Zex yang melihat aura keseriusan dari mata penghini ruangan sang tuan muda langsung pergi dari tempat itu, iya tidak mau ikut campur ke dalam masalah pribadi si tuan muda dan pak Renan.
Rafa terdiam dia masih kesal dengan Daddy nya, setelah apa yang baru terungkap beberapa bulan lalu Rafa masih belum bisa memaafkan Daddy nya karna terlepas dari semua yang terjadi Daddy nya juga bersalah karna telah menikah dengan wanita ular.
"Rafa Daddy akan pergi ke Swiss." ucap Pak Renan.
"Dan membawa anak wanita gila itu?." Rafa berkata dengan wajah yang sedikit kesal.
"Ya, dia tidak memiliki siapun terkecuali Daddy, semua harta Daddy sudah di serahkan atas nama mu, Daddy janji anak ini tidak akan mendapatkan apapun terkecuali Villa dan restoran yang ada di Swiss." tutur pak Renan.
Rafa melihat wajah pria tua yang menjadi Daddy nya itu, " itu memang sudah hak ku, aku anak Mommy dan sudah sepantasnya aku yang mendapatkan semua harta warisan peninggalan Mommy." ucap Rafa.
Pak Renan menghela nafasnya putra sulung nya memang keras dan susah untuk di taklukan." Daddy akan berangkat minggu depan, jika kalian ada waktu main lah ke Swiss dan bawa cucu Daddy karna Daddy akan merindukan nya." ucap pak Renan lalu melirik Rafa yang masih berwajah masam.
"Daddy tahu Daddy banyak salah padamu Rafa, tapi biarkan Daddy hidup tenang tanpa memiliki rasa bersalah." sambung pak Renan lagi.
Rafa menghela nafasnya berat Daddy nya memang salah tapi dia juga jelas sangat menyayangi pria tua itu meski banyak sekali kekecewaan yang iya dapat tapi tetap rasa sayang nya jauh lebih besar.
"Aku memaafkan mu Dad, jangan lupakan bahwa kau masih memiliki aku, putramu dan Ririn menantumu." ucap Rafa akhirnya mencoba untuk melupakan rasa kesal nya pada Daddy nya, di balik sikap marah nya masih tersimpan rasa kasih sayang nya untuk pria tua itu.
Acara berpelukan pun menjadi moment terakhir dari ayah dan anak itu sebelum kepergian pak Renan yang pergi ke Swiss.
Ririn tersenyum melihat suaminya yang nampak sudah bisa melupakan hal yang sudah terjadi." Aku ikutan, aku juga ingin di peluk kalian." ucap Ririn yang langsung berhambur kedalam pelukan dua pria yang sangat iya sayangi itu.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote !!
__ADS_1
Btw ada yang penasaran sama Zex vs Hany? ngak? atau malah dukung Dian sama Zex?.
Jejak !!