
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kehormatan nya kini sudah di rengut oleh orang yang sama sekali tidak berhak mengambil nya, Alena menangis di bawah guyuran shower, dia membiarkan tubuhnya yang kotor kedinginan.
Merasa bodoh karna sebuah ambisi yang membuat mata hatinya buta, kini dia bukan gadis virgin lagi tapi seorang gadis yang merelakan keperwanan nya hanya untuk sebuah balas dendam.
Rasa penyesalan itu ada dan terus menerus masuk kedalam pikiran nya meski Alena sudah berusaha keras untuk melupakan kejadian beberapa jam lalu, "Bodoh Alena, kamu bodoh !! kenapa menangis? bukan kah ini mau mu? ini caramu untuk balas dendam? lalu apa yang kamu tangisi?. " Alena mulai beragumen sendiri sambil menangis di bawah guyuran shower.
Setelah di rasa sudah cukup lama, dan tubuhnya mulai kedinginan Alena mengambil kimono dan handuk kecil untuk menutup kepalanya yang basah, dia menatap pantulan wajah nya di cermin yang ada di kamar mandi, bekas tanda merah yang bertebaran itu mengingatkan nya lagi akan kejadian beberapa jam yang lalu.
Dadanya serasa sesak, tapi apa yang bisa di perbuat? nasi sudah menjadi bubur, dan sejarang adalah waktunya dia menangih janji pria yang telah mengambil kesucian nya.
"Alena kamu kuat, jangan menangis lagi !! ini demi ayah dan mamah, ingat misi mu." batin Alena sambil menarik nafasnya, mencoba untuk tegar meski pada kenyataan nya hatinya sedang sangat hancur.
Alena berjalan dengan langkah yang sangat pelan karna jujur saja seluruh tubuhnya serasa remuk dan sangat sakit, apalagi di daerah pangkal pahanya yang selalu terasa ngilu saat di pakai melangkah.
Di sofa nampak Arka yang sedang sibuk dengan ponselnya, dan saat melihat Alena yang keluar dari kamar mandi Arka beranjak daro duduknya lalu melemparkan paper bag berisi berukuran sedang ke arah Alena.
"Pakai itu, baju mu yang tadi sudah aku buang." ucap Arka dingin tanpa ekspresi.
"Sabar Alena tahan, jangan terbawa emosi." mencoba untuk bersikap biasa saja seolah tak pernah terjadi apapun.
__ADS_1
Alena tak menjawab dia langsung mengambil paper bag itu dan langsung membawanya kembali ke kamar mandi, " woah..Baju nya bagus dan cantik." Alena tersenyum saat melihat baju dress berwarna putih yang sedang di pakainya, jelas dia hafal betul berapa harga dress cantik itu, mengingat dia adalah salah satu penggemar desainer terkenal itu.
Setelah selesai memakai pakaian lengkap dan riasan sederhana Alena kembali ke kamar yang ada di ruangan situan muda, ragu-ragu Alena duduk di atas tempat tidur sambil memegang tas nya.
"Dress yang cantik, tapi sayang nya yang memakai nya tidak secantik dress nya." batin Arka yang melihat Alena, bagi Arka Alena sama saja dengan gadis di luaran sana lain nya, yang selalu menghalalkan segala cara hanya untuk ambisi semata, dan Arka tidak menyukai itu.
"Tanda tangani ini." ucap Arka kembali melemparkan sebuah map berwarna kuning kecoklatan, Alena mengangguk lalu membaca isi dari map yang ada di tangan nya itu.
Matanya melotot saat membaca poin pertama kedua ketiga dan seterusnya, poin yang berisi tentang berbagai aturan menjadi istri dari si tuan muda.
"Apaan ini, dia pikir aku babu nya apa, masa iya tidur nya di kamar pembantu, terus harus beresin rumah, mana bisa aku." gerutuan mulai di ucapkan dalam hatinya.
"Cepat !! aku tidak suka menunggu." Arka kembali membuka suaranya.
Alena melirik Arka yang sedang melihatnya dengan tatapan datar, "Tuan, kenapa disini banyak poin yang menyudutkan aku? seolah-olah aku ini adalah calon pembantu, bukan calon istrimu." ragu-ragu Alena membuka suaranya, meski jujur saja tatapan Arka benar-benar membuat Alena takut sekaligus ngeri.
Sungguh demi apa Alena benar-benar kesal dengan pria di depan nya? kehormatan nya? semua yang telah dia lakukan nya berarti hanya sia-sia, jika dia masih menjadi gadis yang menyedihkan.
"Pernikahan kontrak ini tidak sah, saya merasa terbebani dengan semua isi kontrak di sini." sahut Alena tanpa ragu, dia harus mendapatkan hak nya, dia tidak mau setelah menikah hidupnya bertambah menderita.
Arka menatap rendah pada gadis 21 tahun di hadapan nya, "bodoh kamu sendiri yang menghantarkan dirimu kekandang harimau, sekarang minta di lepaskan jangan harap."
"Jika tidak mau aku tidak memaksa, lagi pula kamu bukan tife ku, rambut mu, fashion mu, tidak masuk kedalam daftar wanita yang aku cari, pergilah dan ambil ini." Arka melemparkan satu cek berisi 500 juta yang mendarat tepat di kaki Alena.
__ADS_1
"Huft..baiklah tuan muda yang terhormat saya bersedia menjadi istri yang berstatus pembantu." ucap Alena akhir menyetujui dan langsung menandatangani isi perjanjian.
"Aku tidak perduli dengan keadaan sekarang, yang paling penting aku bisa membalaskan dendam kematian ayah dan mamah." batin Alena.
"Kapan kita menikah?." tanya Alena, jujur saja meski dia memulai drama dengan niatan balas dendam tapi tetap saja Alena tidak mau memiliki status yang tidak pasti, mengingat dia tidak tau kedepan nya akan seperti apa nasib nya.
"Besok." jawab Arka singkat.
"Woah, aku akan menjadi princes, aku tidak sabar." batin Alena.
"Kenapa mendadak, kita belum feting baju pengantin tuan." ucap Alena menanyakan keanehan yang ada di pikiran nya.
Arka melirik. "Siapa bilang, aku sudah membelikan kebaya yang pas untuk mu, dan satu hal lagi jangan bermimpi pernikahan kita akan di selengarakan secara mewah, karna itu semua tidak akan pernah terjadi, pernikahan kita akan diadakan secara tertutup di rumah ku." jawab Arka penuh penekananan di setiap katanya yang membuat Alena mengerucutkan bibirnya.
"padahal aku pernah bermimpi untuk menikah dengan gaya princess di negri dongeng, tapi apalah daya, aku tidak bisa mengutarakan kekecewaan ku." batin Alena merasa sedih karna pernikahan yang sempat dia bayangkan akan berjalan dengan indah itu ternyata hNya angan belaka dan hanya mimpu semata.
"Iya tuan." jawab Alena yang lain di mulut lain di hati, sambil mencoba tersenyum terpaksa.
"Gadis bodoh jelas-jelas aku melihat wajah kekecewaan di wajah nya, tapi dia masih sempat tersenyum bodoh seperti itu, benar-benar tidak tau malu, ambisius." batin Arka.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jika Ririn dulu lemah sekarang Alena lebih tangguh meski Alena terlalu menghalalkan segala cara hanya untuk ambisi balas dendam nya.
Jangan lupa jejak like coment and vote !!