Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Pasangan tengik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sebulan setelah acara lamaran di depan keluarga nya Kiano dan Anaira memutuskan menikah, tepatnya adalah tadi jam sembilan siang Kiano dengan lantang dan satu tarikan nafasnya mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, keluarga dan saksi lain nya.


Kini siang menjadi malam, acara yang di nanti pun datang dimana acara repsesi pernikahan yang bertemakan gold room dimana hampir semua dekor nya memakai warna putih bercampur gold, bahkan tak hanya itu untuk bisa masuk kedalam gedung pun para tamu undangan harus memperlihatkan bukti undangan berupa emas batangan sebesar 50 gram yang sudah di desain khusus memakai nama si pengantin yang menikah.


Gedung yang ada di hotel milik Rafasya itu khusus di bangun untuk acara besar keluarga Rafasya, dan Anaira beruntung bisa menikah di gedung paling mewah itu apalagi semua gocek dan biaya pernikahan nya di tanggung sang Daddy.


"Terimakasih Dad." ucap Anaira sambil mencium pipi sang Daddy, cinta pertamanya sebelum mengenal cinta suaminya.


Rafa tersenyum bahagia melihat putri bungsu nya yang sudah menikah, kini beban pikiran nya sudah berkurang karna setidaknya dia tidak perlu khawatir lagi dengan putri nya yang selalu keluar rumah dan bekerja.


"Anak Daddy sudah menikah, sudha bukan gadis kecil nya Daddy pagi, Daddy menyayangimu putri kecil." ucap Rafa sambil mencium kening sang putri bungsu.


Kini tatapan Anaira beralih pada wanita cantik yang banyak berjasa dalam kehidupan nya, wanita yang telah melahirkan nya dan senantiasa tak mengenal lelah merawat nya sedari kecil hingga sebesar ini.


"Mom..Terimakasih." ucap Anaira sambil memeluk tubuh langsing sang Mommy.


Ririn membalas pelukan sang putri bungsu, tanpa terasa air mata yang sudah dia tahan selama ijab kabul berlangsung tadi siang harus tumpah saat detik-detik dia melepaskan sang putri tercinta nya.


Bayi mungil yang sering merengek meminta Asi kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang periang, Ririn bangga pada putrinya yang sangat pintar dan bisa menjadi wanita penuh wibawa, tidak seperti dirinya yang hanya lulusan SMA.


"Berbahagialah sayang, Mommy akan selalu mendoakan kebahagian untuk mu, putri kecil Mommy." ucap Ririn seraya tersenyum.


Jari lentik Anaira terangkat untuk menghapus cairan bening yang ada di wajah sang Mommy. "Mommy jangan nangis, Ira akan tetap menjadi putri kecil kalian, Ira akan tetap tinggal di rumah menemani Mommy dan Daddy." ucap Anaira sambil tersenyum.


Ririn mengelengkan kepalanya. "Ini air mata kebahagian sayang." kata Ririn. "Setelah menikah kamu harus mengikuti kemana pun suamimu pergi Ira, pintu rumah Mommy dan Daddy akan selalu terbuka untuk mu Ira." sambung Ririn memberi pengertian.


Acara semakin meriah apalagi banyak tamu undangan dari kalangan artis dan para rekan kerja Ira, Kiano maupun teman Daddy nya ikut memeriahkan acara pernikahan Ira dan Kiano.


Tak hanya Ririn saja yang bahagia, Hanny dan Zex pun takalah bahagia bisa menyaksikan Kiano putra sulung nya menikah dengan gadis pilihan nya, tidak ada kebahagian lain selain melihat senyuman dari putranya yang sempat hilang selama tujuh tahun itu, kini nampak menghiasi wajah tampan sang putra sulung.


"Sayang, aku yakin Kikan disana pasti bahagia karna kakak nya sudah menikahi gadis yang di pilih nya." ucap Hanny, tak terasa air mata nya menetes mengingat permintaan terakhir sang putri bungsu di masa lalu.


"Ma..Pa, jika Kikan tiada nanti tolong jodohkan kak Kiano dengan Ira, mereka saling menyukai, tolong katakan pada mereka permintaan maaf Kikan karna telah egois dengan lebih mementingkan diri sendiri, Kikan akan mendaakan mereka di atas sana, Ma..Pa..Kikan menyayangi mereka."


Semula Zex dan Hanny tidak bisa melanjutkan permintaan putri bungsu nya, mereka sadar diri siapa mereka sampai menginginkan berbesanan dengan seorang Rafasya yang memiliki banyak perusahaan.


Zex yang hanya seorang Asisten dan Sekertaris sedangkan Hanny sendiri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan uang suami untuk kebutuhan nya sehari-hari.

__ADS_1


Tapi takdir berkata lain, satu bulan setelah meninggalnya Kikan, Rafasya dan Ririn datang ke kediaman Parisky dan meminta untuk berbesanan dengan seorang Nichol Zexandar, Rafa menginginkan Kiano untuk menjadi menantu nya, tentu saja Hanny dan Zex menerima nya keinginan sang sultan, bukan karna Rafasya yang kaya tapi karna amanah dari putri nya.


"Iya sayang, Kikan akan bahagia di sana." ucap Zex mengangguki ucapan istri tercinta nya.


Hanny memeluk suaminya dan Zex membalas pelukan sang istri, "Bagaimana kalau besok kita berjiarah lagi kerumah putri kita, aku merindukan nya." usul Hanny, padahal baru tiga hari yang lalu Hanny Zex dan Kiano mengunjungi makam si bungsu.


"Kita akan mengunjungi nya."kata Zex sambil melepaskan pelukan nya, keduanya pun bergabung dengan tamu undangan lain nya.


Kiano menatap istrinya dengan wajah yang penuh kekaguman, make up yang tidak terlalu tebal dengan gaun yang di desain cantik buatan tangan sang istri sendiri membuat Anaira semakin terlihat cantik di mata Kiano.


"Kamu kenapa kak?." tanya Anaira sedikit gugup, di tatap intens oleh suami nya jelas saja membuat Anaira sedikit salah tingkah.


"Kamu cantik, sayang." bisik Kiano tepat di telinga Anaira, membuat pipi Anaira seketika memerah karna Kiano selalu memuji nya.


Tidak ada lagi muka tembok, yang ada pria penuh kharisma yang selalu memuji nya tanpa henti, dan Anaira menikmati setiap pujian dari sang suami tercinta nya.


"Terimakasih Baba." ucap Anaira sambil terkekeh.


What Baba?.


Melihat Kiano yang nampak bingung Anaira langsung terkekeh. "Baba untuk panggilan sayang kita, aku Bubu, dan kamu Baba." ucap Anaira sambil tersenyum malu-malu.


Saking gemasnya Kiano sampai tidak sadar jika sekarang dia sedang berada di tengah-tengah para tamu undangan, dan ya reaksi orang-orang yang melihat aksi nekat Kiano mengecup pipi Anaira membuat para tamu undangan berteriak histeris.


Cium..cium..cium..


Teriak para tamu undangan, membuat Anaira dan Kiano saling bertatapan muka.


"Apa boleh?." tanya Kiano.


Anaira melirik ke samping di mana keluarga nya nampak tersenyum karna melihat pipi nya yang memerah bak tomat, "Boleh," ucap Anaira seraya tersenyum.


Dan terjadilah adegan di mana membuat semua tamu berteriak histeris lagi, sedangkan Anaira hanya bisa bersembunyi di balik pelukan sang suami tercinta nya, sedikit malu dan gugup.


"Aku titipkan adik ku, jaga dia kau tau maksud ku bukan Kiano." kata Arka yang sedang menggendong si gembul Arka.


Kiano mengangguk. "Aku akan menjaga nya, tanpa di minta sekalipun." kata Kiano tegas.


"Aku tau itu, maka dari itu gantikan posisi adik ku menjadi CEO, aku tidak mau adik ku kelelahan bekerja." bisik Arka, lalu beralih memeluk adik bungsu nya, membjrakan Kiano yang terdiam mendengarkan permintaan Arka.


"Apa aku bisa?." batin Kiano.

__ADS_1


"Mbul, ko muka nya ngak cemong?." tanya Anaira heran, mengingat beberapa bulan yang lalu tepat nya di pernikahan Andrian dan Lili dia melihat keponakan nya yang cemong karna memakan banyak coklat di kolong meja.


"Ndak ahk, Ian ngak au emong kata Mama kotol tau aunty, Ian kan Ateng ndak oleh mam coklat agii." ucap si gembul, yang memang sudah pandai berbicara.


Mendengar penuturan sang keponakan membuat Anaira menahan tawa nya, merasa gemas dengan tingkah Bian yang semakin lucu menurut nya.


"Bian sana pergi ke Opa Oma, Papa mau bicara sama Aunty." ucap Arka di angguki Bian yang langsung berlari dengan perut besar dan kaki besar nya yang langsung berlari melewati para pelayan yang jalan kesana kemari, dan ada yang sampai jatuh juga karna terpeleset dan kaget, sedangkan si gembul si biang masalah malah nampak tertawa di gendongan sang Opa dengan di suapi puding dan cake oleh Oma nya.


"Kamu sudah besar Ira, kakak harap kamu bahagia." ucap Arka menatap gadis yang dua puluh tahun lalu selalu meminta nya memakan makanan dari dedaunan liar itu.


"Terimakasih kak." ucap Anaira sambil tersenyum.


Alena yang sedari tadi diam karna ingin melihat keakraban kakak beradik itu ikut terhanyut kedalam suasana haru, dia bahagia bis masuk kedalam keluarga istimewa ini.


"Aku harap kamu akan cepat hamil, biar Bian punya adek." ucap Alena sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Kiano dan Anaira yang tengah saling melirik.


Dan saat Kiano ingin berkata dia membungkam mulutnya saat ada pasangan penomenal yang datang menghampiri keduanya.


"Selamat bro, akhirnya kalian menikah." Andrian datang dengan Lili yang sedang hamil muda.


"Makasih, mana hadiah nya?." Kiano bermain politik, kali ini dia tidak akan kalah bermain dengan kakak sepupu nya itu.


"Lili sedang hamil 2 bulan, ayolah om tante beri keponakan kalian hadiah." Andrian malah balik meminta hadiah membuat sebuah gebukan berhasil di layangkan di lengan nya oleh Lili.


"Hahha..suami aku memang begitu, hadiah nya ada di mobil, nanti di kasihkan ke penjaga ya, ahk iya selamat atas pernikahan kalian, semoga bahagia sampai kakek nenek." ucap Lili sambil tersenyum, tak lupa tangan nya terus mengusap perut nya yang masih rata.


Andrian mendekatkan wajah nya ke telinga sepupu nya. "Jangan lupa cara ke 8 9 11 itu menantang." bisik Andrian di telinga Kiano, membuat Kiano melotot pada sepupunya.


Sedangkan Lili yang semula ingin pergi karna di tarik sang suami untuk menjauh melepaskan tangan Andrian, lalu mendekati si pengantin wanita.


"Jangan takut malam pertama kak, itu menyenangkan..hehe aku aja baru belasan kali langsung tokcer kak.hihi." bisik Lili di telinga Anaira yang mana membuat Anaira melotot tak percaya, bagaimana mungkin Lili si gadis 18 tahun bisa lebih lantang dalam hal begituan di bandingkan dengan dirinya.


Melihat perubahan wajah istrinya membuat Kiano yakin jika pasangan tengik itu telah mencuci otak polos sang istri. "Jangan pikirkan ucapan si pasnagan tengik, mereka tengik." kata Kiano sambil menutup bibir istrinya yang sedikit terbuka dengan tangan nya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa mampir ke cerita Bian dan Lisa ya♥️ udah Upp 12 epsd ya😊


__ADS_1


__ADS_2