Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Kakak ayo menikah.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Masih bercerita di Apertemen Zex si pria yang baru mengakui perasaan nya, Hany yang memang sudah terlanjur jatuh hati tentu saja tidak mau jual mahal lagi, ini yang dia inginkan dari dulu bukan? lalu untuk apa dia harus gengsi dengan pura-pura banyak mikir, kesempatan tidak datang dua kali maka dari itu Hany benar-benar tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Kakak aku kenyang." ucap Hany sambil menutup mulutnya rapat-rapat saat Zex memaksa nya untuk menghabiskan nasi yang tersisa sedikit lagi di piring.


Zex menghela nafasnya, tadi Hany memaksanya untuk menyuapinya lalu sekarang apa yang terjadi gadis itu tidak mau menghabiskan nasi nya yang tinggal tiga suap lagi. "cepat buka mulut mu.. ayo aaaa.." ucap Zex yang kesekian kalinya.


Hany mengeleng. "tidak mau, aku kan udah bilang kenyang kakak." tolak Hany lagi.


"Kamu harusnya menghargai nasi ini Hany, kamu tidak tau betapa sulit nya petani mengarap sawah dari mulai mencangkul, menanam, memanen sampai menjadi nasi seenak ini, mereka mengahbiskan waktu seharian berpanas-panasan di sawah dan kau malah tidak menghargai jerih payah mereka." ucap Zex dengan helaan nafasnya.


Sepertinya jiwa anak petani mulai bangkit dalam diri Zex. "Orang tua ku selalu bilang jika kita makan tidak habis, maka nasi yang masih tersisa itu akan menangis dan kecewa." sambung Zex lagi sambil mengambil sesondak


nasi karna melihat mulut Hany yang terbuka.


Hany mengaruk kepalanya yang tidak gatal. "Pantes saja bunda dulu sering marah jika aku dan kak Rey tidak makan habis," ucap Hany sambil menerima suapan dari Zex lalu mengunyah makanan yang masuk kedalam mulut nya itu.


Zex terkekeh. "Tentu saja karna bunda mu tidak mau nasinya terbuang sia-sia." Batin Zex yang nampak gemas dengan kepolosan Hany yang percaya dengan semua ucapan nya.


Setelah selesai makan Hany tak berniat untuk pulang, dia malah sibuk bermain game di ponselnya, tak hanya Hany bahkan Zex pun ikut-ikutan bermain game, keduanya duduk di sofa yang sama dengan Hany yang bersandar di dada bidang Zex.

__ADS_1


Sungguh demi apapun Hany menyukai sensasi ini dimana dia bisa merasakan detak jantung pria yang di sukainya, bergemuruh dengan cepat seolah saling bersauhutan dengan detak jantung milik nya.


"Kak, sejak kapan kakak jatuh cinta padaku?." tanya Hany tiba-tiba yang mana membuat Zex yang sedang bergelut dengan ponselnya langsung mengalihkan pandangan nya.


"Kenapa memang nya?." tanya balik Zex sambil mematikan ponselnya.


Hany mendongkakan wajahnya menjadi melihat ke atas, menatap netra tajam milik sang pujaan hati, "Aku hanya penasaran kak, sejak kapan kakak jatuh cinta padaku." ucap Hany lagi mengulangi pertanyaan nya.


Zex menatap Hany yang menampakan wajah imut padanya, melihat Hany seperti itu sungguh membuat Zex gemas. "Sejak kamu berusia 17 tahun." ucap Zex santai.


Berbeda dengan Hany yang nampak melongo tak percaya dengan mulut terbuka, sungguh demi apapun pengakuan Zex sangat membuat nya terkejut bahkan hampir ingin berteriak. "Bukan nya kakak dulu selalu mengejek ku? mencari masalah dengan ku, dan yang paling aku ingat hanya satu, kakak selalu mengatakan ini dasar bocah." ucap Hany sambil mengerucutkan bibirnya mengingat betapa segitnya permusuhan dia dan Zex dulu.


Zex membenarkan anak rambut Hany yang menurutnya menghalangi wajah cantik Hany. "Itu bentuk perhatian." jawab Zex santai.


Hany mengeleng benar-benar lain dari yang lain, "Dan kenapa kakak baru mengakuinya sekarang? kenapa tidak satu tahun yang lalu?." tanya Hany lagi, jiwa kepo nya masih menguasi dirinya, ingin mencari tau seberapa cintanya Zex padanya.


Mengapa harus menunggu 23 tahun dan membiarkan dirinya jomlo sampai lulus kuliah? dan sekarang apa-apa dengan wajah santai nya Zex menjawab seolah tanpa beban dan tak mengingat berapa banyak perjuangan nya selama satu tahun menjadi gadis yang penuh ambisius untuk memenangkan hati siberuang kutub itu.


Ingin marah? mana bisa melihat wajahnya saja Hany langsung klepek-klepek dan merasa ingin segera menikahi pria yang menjadi sandaran nya sekarang itu.


"Kakak..ayo menikah." ucap Hany tiba-tiba yang mana membuat Zex melongo karna kaget dengan ucapan Hany barusan.


"Kakak aku serius ayo menikah atau aku pergi ke luar negri untuk study S2." Ancaman yang lumayan menakutkan bukan.

__ADS_1


"Apa tidak terlalu cepat? kita bahkan baru saling mengungkapkan perasaan." ucap Zex.


Hany mendudukan tubuhnya, lalu mensejajarkan tubuhnya untuk berhadapan dengan pria yang di cintainya. "Apa yang harus di tunggu lagi, aku cinta kakak dan kakak juga mencintaiku, lalu apa lagi?." ucap Hany.


"Lagi pula kakak sudah tua, usia kakak sudah 34 tahun bukan? aku tidak mau nanti kakak menjadi ayah di usia yang pantas nya di panggil kakek." sambung Hany lagi yang membuat Zex terdiam.


Zex menimang ucapan Hany yang memang semuanya adalah fakta, usianya sudah memasuki 34 dan bukan kemungkinan juga jika dia tidak menikah cepat dia memiliki anak di usia yang sangat matang seperti yang Hany bilahg tadi.


"Jangan banyak berpikir kakak, aku masih muda dan kakak tau bukan aku itu cantik banyak yang akan mengantri jika kakak belum bertindak, selagi janur kuning belum melengkung aku bukan milik siapa-siapa." ucap Hany lagi dengan senyuman kecilnya.


"Ayolah pria kutubku, jangan banyak menunggu aku sudah tidak sabar untuk membuat perhitungan dengan mu setelah menikah nanti." batin Hany.


"Hany menikah itu bukan perkara yang spele, pernikahan itu harus banyak persiapan yang matang." ucap Zex lagi mengingatkan.


" Aku tau kakak, menikah itu menyatukan dua raga, saling melengkapi, dan saling menjaga, kita bisa melakukan itu bukan?." ucap Hany lagi sambil menatap Zex.


Zex tersenyum merasa terhanyut dengan jawaban Hany, lalu tangan nya terulur untuk memegang tangan Hany, "Aku akan menikahimu, secepat nya." ucap Zex sambil mencium kedua tangan Hany yang membuat Hany senang bukan main dan langsujg memeluk tubuh kekar Zex.


"Aaa..ibu sebentar lagi anak mu akan melepaskan masa jomlo + masa lajang nya, demi apa aku senang sekali." batin Hany ingin berteriak.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Ada yang kangen Babby Arka ngak?


Jejak !!


__ADS_2