Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Rafa semakin tak tau diri.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Rafa bangun dari tidurnya karna merasa ada sesuatu yang hilang, dan benar saja pada saat iya melirik ke samping nya Rafa tidak melihat istrinya, tempat tidur Ririn nampak kosong dan iya tak mendengar atau pun merasakan pergerakan sedikitpun saat istrinya turun dari ranjang.


" Kemana dia, kenapa pagi-pagi sudah menghilang." Rafa berjalan kekamar mandi untuk mencuci wajahnya lalu melihat kesemua juru kamar namun iya tak melihat Ririn.


Rafa berjalan ke arah gazebo yang ada di luar kamar nya, iya juga tidak melihat istrinya lalu sorot matanya mengarahkan pada gadis bertubuh mungils yang sedang duduk di bangku taman yang menghadap ke arah bunga yang mekar nan indah.


Rafa dengan cepat menuruni tangga dan setelah sampai di ambang pintu utama Rafa sedikit berlari agar cepat sampai di tempat sang dambatan hati.


" Sedang apa? hem." tanya Rafa yang sudah ada duduk di samping Ririn.


" Eh mas, ngagetin aja.. aku lagi liat bunga-bunga warna-warni, cantik kan." Ucap Ririn sambil menunjuk bunga-bunga yang nampak indah dan bergerak kesana kesini karna dorongan angin.


" Iya cantik, tapi lebih cantikan kamu sayang." Ucap Rafa sambil tersenyum yang berhasil membuat semburat merah mirip tomat di pipi Ririn.


" Gombal." Ucap Ririn sambil mencubit pelan tangan Rafa lalu terkekeh pelan karna cubitan nya ternyata tidak pelan dan mungkin sedikit sakit.


" haha tak apa, ini tidak sakit sungguh.. tapi gombal sama istri sendiri ngak dosakan." Ucao Rafa yang berhasil membuat Ririn kembali terkekeh sambil mengangguk.


" Iya, iya boleh.. oh iya mas gimana apa ayah udah ketemu?." Ririn terlihat mengubah ekspresinya menjadi tegang.

__ADS_1


Rafa mengacak rambut istrinya gemas melihat wajah Ririn yang sudah berubah itu, " Ayah udah ketemu sayang, dia sedang di Rumah Sakit Xxxxxx nanti kita jenguk bareng-bareng ya." Ucap Rafa.


Ririn mengeleng, " Aku maunya sekarang mas, aku sangat khawatir dengan keadaan ayah." Ucap Ririn sedikit memelas.


Rafa tak tega melihat wajah memelas istrinya yang nampak mengemaskan itu, hatinya seolah meluluh melihat gadis kecilnya yang selalu membuat hari-harinya menjadi lebih baik itu, " Iya boleh tapi makan dulu ya, dan satu lagi." Ucap Rafa menggantung.


Ririn nampak penasaran, " Apa?." Ririn tidak sabaran.


" Cium dulu, " Ucap Rafa sambil tersenyum lalu menyodorkan wajahnya tepat di depan wajah sang istri.


Dengan cepat Ririn mencium pipi Rafa namun saat iya ingin berdiri Rafa malah menunjuk bagian-bagian lainya, dan itu terus menerus yang membuat Ririn jengah dan akhirnya mencium semua bagian wajah suaminya, toh sudah halal pikirnya.


Rafa yang di cium semakin tak tau diri dan malah memberikan ciuman mesra di pagi hari, keduanya berciuman di taman yang terbuka tanpa menghiraukan beberapa pelayan yang sedang bekerja di beberapa titik.


ini adalah hari kedua Dian bekerja menjadi asisten dari istri majikan nya, dan sekarang iya di perlihatkan hal yang sangat tak lazim untuk di lihatnya sungguh untuk membayangkan nya saja gadis tomboy yang berstatus jomlo itu tidak bisa apalagi melakukan nya sungguh iya tak akan pernah berpikir sejauh itu, karna baginya kehidupan nya hanya satu yaitu untuk bekerja dan bekerja.


uang bagi Dian adalah segalanya, iya masih memiliki ibu yang harus iya perjuangkan kesembuhan nya, belum lagi tagihan hutang ke warung dan tungakan kosan nya yang menumpuk.


Entah itu sebuah kesialan atau keberuntungan ternyata Zex pun takalah di buat kesal dengan kelakuan majikan nya yang hari ini sudah mengotori mata sucinya.


Zex mendengkus kesal melihat hal itu dengan cepat pria itu memutar balik tubuhnya lalu berjalan ke arah mobilnya, menurutnya lebih baik berdiam di mobil sambil bermain game, dari pada harus menyaksikan pria yang sedang di mabuk cinta.


Ririn melepaskan ciuman yang tak menjeda itu, wajah nya terlihat merah iya baru sadar bahwa tempat nya memadu kasih ternyata adalah tempat umum, dan iya juga tadi sempat melihat pelayan yang seperti salah tingkah berjalan melewatinya.


Hupp..

__ADS_1


Dengan cepat Ririn berlari karna malu, sedangkan Rafa sendiri pria itu nampak acuh melihat beberapa pelayan yang nampak salah tingkah, menurutnya buat apa malu, toh semua pelayan dan pekerja disini dia yang mengajih mereka.


Disisi lain pula Dessy yang baru pulang setelah menghabiskan malamnya berasama Ben di buat kelabakan karna melihat tempat tingal sementaranya yang sudah berantakan, iya berteriak memanggil-manggil ibunya namun hening tak ada jawaban.


Dengan wajah yang ketakutan dan gelisah Dessy menelpon Ben kembali namun naas sepertinya pria itu memblokir nomernya.


Dessy semakin di buat kesal, iya berlari ke arah almari untuk melihat uang dan perhiasan nya yang iya simpan di bawah tumpukan bajunya namun naas tak ada satu pun uang dan perhiasan yang tersiksa.


Arghh...


Erengan Dessy sangat marah, iya tidak memikirkan ibunya yang entah hilang atau pergi kemana, yang iya pikirkan adalah perhiasan dan uang nya yang menghilang.


" Sial ini pasti ada rampok yang mengambil uang dan perhiasan ku, atau jangan-jangan ibu mencuri uangku?."ucap Desi yang menyangka ibunya telah mencuri uangnya.


Kebodohan Dessy dan kepolosan nya yang selalu di butakan cintanya membuat wanita yang usianya sudah 28 tahun itu selalu berpikir sesukanya, iya tidak bisa memikirkan hal-hal yang tidak bisa di jangkau otaknya.


Bahkan untuk saat ini pun ketika uang dan perhiasan nya menghilang bahkan ibunya pun turut menghilang wanita yang sudah terbilang dewasa itu malah memilih pergi dan berbelanja, karena itulah yang selalu iya lakukan jika iya sedang banyak masalah.


belanja adalah salah satu cara untuk membuat pikiran nya tenang dan rileks menurut Dessy.


__________


🌹🌹🌹🌹


Happy reading..

__ADS_1


__ADS_2