Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Kedatangan Kelle.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Menjelang hari pernikahan sang putra sulung nya di rumah besar Rafa dan Ririn sangat ramai, Zex dan Rey beserta istri-istrinya pun takalah ikut meramaikan, membuat rumah besar yang biasanya sunyi itu kembali menghangat karna perkumpulan para pria dan wanita yang menolak di panggil tua.


Para wanita memilih untuk mengobrol di ruang tv yang beralas karpet bulu-bulu, mereka nampak menikmati masa-masa yang jarang mereka lewatkan itu, kesibukan yang di miliki masing-masing membuat tiga wanita yang sudah bersahabat sejak 25 tahun lebih itu menjadi sangat asyik dalam menceritakan hal-hal apa saja yang mereka lakukan setelah putra nya beranjak dewasa.


Pertanyaan kapan menikah pun menjadi bahan gunjang ganjing Hanny dan Dian, karna dia tidak tau menau tentang pernikahan Arka dan Alena, tapi dengan detail Ririn menjelaskan kronologi sang putra yang menikahi Alena, meski cerita Ririn hanya singkat karna dia tidak mau menyebarkan aib sang putra sulung nya.


"Memang benar-benar tuan muda kejam, dulu bapaknya kaya gitu, sekarang anaknya nular pula." Hany berdecak, merasa ikut terhanyut kedalam cerita pernikahan Arka yang di ceritakan sang sahabat.


"Ngak papa sih, yang paling pentingkan sekarang Arka sudah bucin." Dian ikut menimpali, meski sebenarnya Dian belum pernah berada di posisi yang di ceritakan mantan majikan nya itu.


Ririn hanya tersenyum, dia berharap semua yang terjadi padanya di masa lalu dan yang terjadi pada Alena sekarang tidak akan terulang kembali kepada istri cucu nya kelak, cukup sampai Arka saja dan tidak meleber sampai cucu nya nanti, mengikuti jejak kejam suaminya.


"Semoga aja setelah ini Kiano menyusul." ucap Hanny, ia sangat menantikan seorang gadis perempuan, mengingat putri bungsu nya yang bernama Kikan sudah tiada.


Ririn tersenyum. "Iya, semoga saja putra kita akan menikah di tahun yang sama." ucap Ririn bijak, sambil tersenyum.


"Emang Kiano udah punya pacar?." Dian yang sedang membuka kulit kacang pun ikut menimpali.


"Masa iya yang ganteng ngak punya pacar." sahut Hanny sambil memasukan keripik singkong kedalam mulutnya.


Dian dan Ririn saling melirik. "Bapak nya dulu juga gitu." sahut Ririn dan Dian bersamaan.


"Mereka pria-pria berwajah tampan yang aneh, dan dapat jodoh nya juga yang aneh kaya kita." ucap Dian yang langsung diangguki Ririn.


Rafa si tuan muda yang kejam dan dingin menikahi Ririn si gadis yang memiliki sikap baik hati selembut sutra dan juga polos.

__ADS_1


Zex si Asisten sekaligus sekertaris yang memiliki wajah datar dan galak menikahi Hanny si gadis tomboy yang hobby nya balapan dan keras kepala.


Rey mantan Asisten Mafia sadis dan matre menikahi Dian si gadis matre dari kalangan biasa yang memiliki masalah uang uang dan uang.


Hanny terdiam, benar apa kata kakak iparnya jika suaminya termasuk suami kedua sahabatnya juga sama memiliki sikap yang aneh. "Semoga Kiano lain dari yang lain, dia tampan tidak mungkin memiliki sifat karatan seperti jomblo Papih nya." batin Hanny penuh keyakinan.


"Bagaimana dengan Alena? apa dia aneh?." tanya Dian pada Ririn.


"Tidak, dia sangat baik dan manis." puji Ririn pada menantunya, Ririn memang belum tau sifat menantunya seperti apa, mungkin jika Ririn tau dia akan sedikit ragu mengatakan sikap Alena yang ambisius dan keras kepala.


Dian dan Hanny mengangguk. "Semoga menantuku juga seperti itu, baik, anggun, dan yang paling penting dia harus gadis manja." ucap Hanny, dia menginginkan sosok menantu idaman yang sama seperti almr putri bungsunya, manja dan ceria.


"Kalo aku ngak anggun juga ngak papa yang penting hemat." ucap Dian sambil memasukan kacang yang sudah di buka cangkang kulitnya ke dalam mulutnya. "Idaman bukan?." sambung Dian bertanya.


Ririn dan Hanny saling melirik seketika kengerian merajalera di tubuhnya. "Iya menantu idaman, tapi musibah punya mertua yang pelit bin hemat alaihim gambreng." batin Ririn dan Hanny.


Jika para wanita sedang membicarakan masalah jodoh, maka lain hal nya dengan para pria yang membicarakan masalah bisnis, ketiga pria yang usianya sudah kepala 5 itu nampak kompak duduk melingkar dengan wajah yang sama datarnya, tapi di bumbui dengan sedikit candaan yang membuat wajah datar itu sedikit melengkung sudut bibirnya.


"Oh tidak, Andrian akan lebih dulu, biarlah Zex yang terakhir bukan kah dia selalu menjadi yang terakhir." Rey yang sedang meleguk kopinya ikut menimpali.


Zex berdecak. "Lihat saja nanti, Kiano dulu atau putramu tuan sadis yang pelit nya minta ampun." sahut Zex dengan wajah datarnya.


Rafa tertawa. "Ralat Zex, tuan sadis yang mata duitan, tapi hemat pengeluaran." ucap Rafa mebambahkan.


"Hey aku mengumpulkan pundi-pundi uang untuk cucuku kelak, jadi aku bukan pelit atau pun hemat tapi menabung." ucap Rey membenarkan, meski 80% ucapan kedua sahabatnya memang benar adanya dan fakta.


"Terserah." sahut Rafa dan Zex bersamaan, yang membuat Rey menatap kedua teman nya dengan wajah kesalnya.


Tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik dengan koper yang di bawa oleh pelayan, "Hy kak, apa kabar." ucap wanita cantik yang memakai kacamata seraya tersenyum.

__ADS_1


Ketiga pria matang itu sontak melihat kearah sumber suara, "Benar-benar titisan Alira." batin ketiga pria yang duduk melingkar itu, melihat dari segi bentuk tubuh wajah dan warna kulit yang sama seperti Alira.


"Masuk lah, kakak iparmu ada di dalam." ucap Rafa, dia masih engan untuk berdekatan dengan adik tirinya.


Kelle mengangguk, "Baiklah." ucap Kelle seraya tersenyum, dia sudah terbiasa dengan sifat sang kakak yang tidak pernah bersikap selayaknya adik dan kakak padanya.


"Lihat siapa yang datang, cantik sekali." Dian yang pertama melihat Kelle langsung terhipnotis dengan wajah cantik natural gadis yang memakai kacamata itu, kulit putih dan rambut yang di uraikan terkesan sederhana tapi sopan dan elegan.


Ririn dan Hanny sontak melirik ke arah yang di tunjuk Dian, Ririn beranjak berdiri dan berjalan mendekati sang adik ipar. "Astaga kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik Kelle." puji Ririn sambil memeluk sang adik ipar.


Kelle tersenyum sudah 5 tahun dia tidak bertemu dengan bidadari baik hati di depan nya, ya Ririn adalah bidadari itu, Kelle selalu merasakan kasih sayang yang luar biasa dari sang kakak ipar yang membuat Kelle selalu merindukan Ririn snag kakak ipar.


"Kakak terlalu memuji, aku merindukan kakak ipar." ucap Kelle, "Apa kabar kakak, maaf tidak mengunjungi kakak beberapa tahun ini, restoran di swiss banyak mengalami masalah akhir-akhir ini jadi aku sangat sulit untuk berkunjung kesini." sambung Kelle.


"Seperti yang kamu lihat, kabar kakak baik." ucap Ririn. "Tidak apa kakak paham, kamu pasti cape ayo duduk." ucap Ririn sambil membawa tubuh sang adik untuk ikut duduk bergabung dengan kumpulan sahabat-sababatnya.


Setelah sang Daddy yang tak lain pak Renan yang meninggal 7 tahun lalu Kelle memang hidup sendiri di swiss, dia bahkan tidak memiliki sanak saudara di negara luar itu, hanya Rafa dan Ririn lah satu-satunya keluarganya.


Hanny yang memang tidak terlalu menyukai Kelle hanya diam dan melirik sinis, dia masih kesal dengan kelakuan ibunya Kelle yang dulu nya selalu berbuat jahat pada sahabatnya.



Kelle Syarell Andini, wanita yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil, memiliki sifat yang teguh dan tidak mudah menyerah.



Ini pashion Kelle kalo hari biasa.


_____________

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Btw visual Kelle itu mantan nya abang Lee menho๐Ÿ˜… abang Zex apa kamu teringat masa lalu?๐Ÿ˜†


__ADS_2