Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Di pagi hari.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kebahagiaan itu bukan di tunggu tapi di nikmati dan di rasakan, dengan menjalani kehidupan penuh bersyukur kita bisa merasakan kebahagian yang haqiqi itu, terlepas dari semua masalah yang menerpa kehidupan tuhan pasti sudah menyiapkan segala sesuatu nya dengan ending yang indah, percaya padanya dan tidak melakukan hal yang di benci nya, niscaya tuhan akan menyayangi kita sebagai umat nya, meski terkadang kehilapan melanda tapi percayalah Tuhan itu baik, maha pengampun lagi maha penyayang.


"Sayang.. titip Bian, aku mau ____ " ucap Alena tak mampu melanjutkan kata-kata nya, rasa ingin buang air kecil nya benar-benar tidak bisa di tunda-tunda.


Setelah selesai Alena keluar dari kamar mandi dia berjalan ke arah ranjang nya, ternyata suaminya masih tertidur dan mengabaikan perintahnya untuk menjaga putranya yang tidur di sebelah nya.


Matanya menatap aneh pada dua laki-laki berbeda usia itu, kenapa juga semua yang di miliki Bian sama dengan Arka suaminya, bahkan cara mereka tidur pun sama, dan hal itu mengundang kecemburuan tersendiri untuk nya.


"Sayang.. bangun udah siang, kamu harus kerja." ucap Alena sambil membelai pipi Arka, itu adalah cara jitunya untuk membangunkan suami tampan nya.


Tubuh Arka memberi respon dengan mengeliat dan itu menjadi tontonan setiap pagi untuk Alena, dia kembali menempelkan tangan nya di paha suaminya, Alena yakin sekarang tidak ada alasan lagi untuk suaminya tidak bangun, bahkan yang bangun bukan satu tapi hahah Alena senang mengerjai suaminya.


Dengan lengan nakal nya Alena sengaja mengusap paha suaminya, beralih ke dada dan terakhir dia mendaratkan ciuman di bibir suaminya, "Yakin ngak mau bangun." ucapnya dengan nada suara yang menggoda.


Sontak saja hal itu membuat Arka membuka matanya, matanya menangkap sosok pembuat ulah yang sedang tersenyum mengejek nya, dan dia pun merasakan sesuatu yang tidak enak di bawah nya.


"Tangung jawab." ucap Arka sambil menarik lengan sang istri, ada yang ingin di tidurkan lagi dan Arka tidak mau tau akan hal itu, yang dia mau hanya sesuatu di bawahnya tidak menganggu nya.


"No, aku harus mandiin Bian aku juga harus nyiapin baju kerja kamu." tolak Alena sambil mencoba melepaskan dekapan dari suami nya.


Arka tak mendengarkan istrinya, dengan sengaja dia menyentuh paha sang istri dan titik kelemahan istrinya, dan hal itu berhasil membuat Alena mengeliat geli.


Dia menolak tapi tubuhnya tidak bersahabat dengan nya, dengan sengaja lagi Arka menghentikan aksinya dan hal itu membuat Alena menatapnya dengan wajah mengiba.


"Apa?." tanya Arka cetus.


Alena tersenyum. "Lanjutin dong, sayangku yang tampan." ucapnya menahan sesuatu yang masih belum tuntas.


"Tadi katanya ngak mau." kata Arka dengan wajah masam nya.


"Siapa bilang mau ko, ayo lagi tapi jangan lama kamu kan harus kerja cari duit buat aku sama anak kamu. "kata Alena lagi, dia benar-benar sudah tidak bisa menahan gairah nya.


Dan terjadilah sesuatu aksi panas di pagi hari, Alena tidak mengeluarkan suara karna di samping nya ada Babby Bian yang tertidur pulas, Arka adalah candunya dan mana bisa dia menolak ajakan itu.


Eaaak...


Suara tangisan khas bayi berumur 9 itu terdengar di telinga nya membuat Alena menepuk paha nya, "Cepat sayang, anak kita bangun." ucap nya gelisah.


Arka mengangguk, mau tak mau dia menyelesaikan acaranya, dan setelah itu keduanya tersenyum kikuk karena Bian yang membuat mereka menghentikan aksi panasnya kini nampak terlelap lagi.


"Lihat Babby Bian mengerjai kita sayang." ucap Arka tak terima karna melihat putranya yang kembali masuk ke alam mimpi nya.


Alena terkekeh sambil mengusap lembut pipi gembul sang putra, "Uhh anak mama udah bisa isengin mama papa nya ya." kata Alena sambil tersenyum lagi.

__ADS_1


"Lagi yu." ajak Arka.


"Lihat jam." ucap Alena menunjuk jam yang sudah menunjukkan pukul enam lebih.


Hufhh..


Mau tak mau Arka pun beranjak dari kasur nya dan langsung mengambil handuk, Alena yang melihat itu hanya tersenyum.


"Papa kamu emang gitu sayang, nafsu an nanti kalo besar Bian ngak boleh gitu ya, harus semangat kerja cari duit buat anak istri." ucap Alena sambil membenarkan pakaian yang sudah berantakan ulah suaminya tadi.


Seolah paham dengan ucapan Mama nya babby Bian mengeliat dan matanya terbuka membuat Alena tersenyum.


"Selamat pagi putra tampan mama, mau minum asi ya?." ucapnya sambil mengelus pipi bayi gembul nya.


Alena paham dengan gerakan bibir kecil sang putra, dia memberikan asi nya untuk sang putra dan tangan Babby Bian tak bisa diam membuat Alena gemas karna tangan gembul Bian terus mengelus pipi nya.


"Sayang baju nya?." ucap Arka yang sudah mandi.


"Belum di siapin, bentar Bian nya mau nen*n." ucap Alena sambil mengelus kening sang putra penuh sayang.


Tak mau menganggu acara minum asi sang putra, Arka mengambil pakaian nya di almari sendiri, dan hal itu di lihat Alena, kedewasaan diri datang di saat yang pas, kini rutinitasnya di lingkupi dua laki-laki yang sangat di sayang nya.


Drett...


"Ponselnya sayang, Bian mau tidur lagi angkat telpon nya agak jauhan." titah Alena, dia ingin membuatkan sarapan untuk suaminya, maka dari itu Bian harus tidur lagi.


"Hallo, aku sudah menunggu mu di luar, cepat lah hari ini ada meeting dadakan." ucap Andrian di sebrang telpon.


"Disini yang bos nya siapa? tunggu satu jam lagi aku belum sarapan." tegas Arka, sekertaris nya itu memang minta di hajar, nada ucapan nya tidak ada sopan santun nya.


"Aku menunggu di luar, cepat lah." ucap Andrian lagi, dan Arka tak menghiraukan nya dia malah memutuskan sambungan sepihak.


"Kenapa?." tanya Alena mendekati suaminya, dia melihat perubahan wajah suaminya.


"Anak itu mengatakan ada meeting dadakan, dan dia menyuruhku cepat, memang minta di hajar anak itu." ucap Arka kesal.


Alena tersenyum seraya membenarkan tata rambut suaminya agar terlihat lebih sopan dan tentunya tampan.


"Dia melakukan pekerjaan nya, tidak salah sayang," ucap Alena bijak, "Ayo kebawah, aku akan membawakan bekal nasi goreng spesial untuk mu." sambung Alena lagi, dia mengandeng lengan suaminya, tak lupa di tangan nya satu lagi menbawa tas kerja sang suami.


"Bian?." tanya Arka dia tidak mau Alena meninggalkan putranya hanya karna dirinya.


"Ada pengasuh yang akan menjaga nya, aku ingin mengurus suami ku dulu." ucap Alena sambil tersenyum, dan itu berhasil membuat Arka memberikan sebuah kecupan di pipi sang istri.


"Kamu memang istri terbaik, terimakasih untuk segalanya sayang, aku mencintaimu." ucap Arka seraya memeluk istrinya.


Alena hanya diam dan merasakan pelukan penuh kehangatan itu, sedetik kemudian mereka melepaskan pelukan nya, "Awas jat___" ucap Alena menggantung karna Arka sudah terpeleset.

__ADS_1


"Ada yang sakit?." tanya Alena was-was.


Arka mengelengkan kepala nya meski sebenarnya kakinya sedikit sakit. "Tidak apa, hanya terpeleset dikit, ayo." ucap Arka melanjutkan langkah kakinya lagi.


Dan sesampai nya di depan rumah Alena menangkap sosok tidak asing, dia melihat Andrian yang nampak sedang mengobrol dengan seseorang.


"Hy Lili." sapa nya pada gadis yang tengah mengobrol dengan Andrian.


Gadis itu menoleh, "Hy kak, apa kabar nya?." ucap Lili sambil tersenyum, cipika cupiki ala kaum wanita berhasil mereka lakukan.


"Kabar baik, kamu mau ikut kerja?." tanya Alena.


Lili mengangguk, "Kasian tunangan aku kesepian, aku mau bantuin dia kerja." ucap Lili sambil tersenyum.


Alena menoleh Andrian yang nampak cemberut, dia tau sebenarnya Andrian tidak menyukai Lili, tapi menurut Alena justru Lili adalah gadis yang cocok untuk Andrian si matre.


"Sayang aku harus kerja." ucap Arka yang ternyata sudah masuk kedalam mobil, begitupun dengan Andrian yang nampak sudah masuk kedalam mobil.


Alena mengangguk, dia menatap Lili dengan pandangan yang penuh arti.


"Semangat Li, aku yakin kamu bisa runtuhin tuh harta tahta Andrian, jangan lengah Pepet terus." ucap Alena menyemangati gadis 17 tahun yang sedang bucin itu.


Lili tersenyum dan mengangguk, "Ashiap kak, doain ya.. Lili pamit pergi dulu." ucap Lili kembali cipika cupiki dengan Alena, dan hal itu di lihat oleh Arka dan Andrian.


"Kamu menemukan gadis itu dari mana Andrian, dia benar-benar cocok dengan mu." ucap Arka yang tentu saja mendapatkan delikan tajam dari Andrian.


"Tidak usah membohongi perasaan mu, cukup lihat dan rasakan, jangan sampai kau menyesal setelah kepergian nya." kata Arak, pengalaman nya membuat dia memiliki pemikiran sebijak itu.


Andrian tak menghiraukan ucapan Arka, dia menoleh ke samping nya dimana Lili nampak sedang duduk di jok sebelah nya, "Pakai pengaman nya." titah Andrian pada Lili.


"Pasangin dong kak, tangan Lili lagi pegang ponsel." ucap Lili dengan wajah imutnya.


Dengan helaan nafas Andrian memasangkan pengaman untuk Lili, dan hal itu di lihat oleh Arka yang sedang membaca jadwal nya.


"Aku seperti kambing conge." ucap Arka dengan wajah masam, sepanjang perjalanan Arka menonton sikap Lili yang terus mencari perhatian pada Andrian dan dia hanya menahan geli saat melihat wajah tak suka yang di perlihatkan Andrian.


_____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Haredang..hreudang..panas panas..


selalu..selalu..panas dan hareudang..


Joged dulu yuk😁


Jangan lupa jejak!!

__ADS_1


__ADS_2