Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Tangan yang berguna.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pernikahan yang di selengarakan secara tertutup dan sederhana itu telah usai, tidak ada acara salam menyalami, ucapan selamat dari orang terdekat maupun tamu undangan, pesta dansa dan makanan yang biasanya di hidangkan untuk rasa sukur atas pernikahan yang telah di laksanakan.


Kini status Alena sudah berganti menjadi istri dari seorang Arkasya, acara pernikahan yang dia impikan berakhir dengan kata ijab kabul saja, bukan kah tuan muda itu kaya? kenapa pernikahan mereka di adakan dengan sederhana? pertanyaan itu melayang-layang di pikiran Alena.


Kebaya berwarna putih itu masih melekat di tubuh nya, riasan sederhana yang menambah penampilan nya itu nampak sebagian sudah hilang karna sudah di usap dengan kapas pembersih make up.


Entahlah Alena bingung apa dia harus bahagia dengan status nya saat ini yang sudah menjadi istri dari si tuan muda, atau di harus menangis karna sekarang nasib nya bertambah buruk dari seorang nona muda dari keluarga Arifin Sanjaya kini menjadi istri yang berkedok pembantu dari seorang pengusaha muda yang terkenal akan kekayaan nya.


"Cuci ini sampai bersih." Arka melemparkan beberapa pakaian ke hadapan Alena.


Sebelum Arka membalikan tubuhnya dia kembali berucap. "Jangan pakai mesin cuci, harga baju ku lebih mahal dari harga dirimu." sambung Arka berucap pedas.


Alena menahan kesal nya, mencoba untuk tetap tersenyum meski jujur saja perkataan Arka tadi benar-benar menyayat sampai ke dalam relung hatinya, ucapan Arka tadi seolah mengatakan jika dia benar-benar gadis yang menjijikan, meski pada kenyataan nya itu adalah fakta dan benar.


"Tapi aku tidak bisa mencuci." ucap Alena tanpa keraguan sedikitpun.


Arka yang berniat berjalan meninggalkan Alena membalikan tubuhnya menatap Alena dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Lalu apa gunanaya kamu memiliki tangan jika mencuci baju saja tidak bisa!!, tidak berguna. " ucap Arka dengan wajah sinis dan dingin.


"Karna ayah dan mamah tidak pernah mengajarkan ku bagaimana caranya mencuci." batin Alena.


Faktanya Alena memang tidak pernah bisa melakukan pekerjaan rumah, sedari kecil dia selalu menjadi princes yang serba di layani.


Alena mendongkak mencoba memberanikan dirinya untuk menatap Arka. "Emm, tapi kamu juga punya tangan bukan? kenapa tidak kamu saja yang mencucinya jika tangan mu masih berguna." ucap Alena membalikan perkataan dan sedikit menekan kata MASIH BERGUNA.


"Jaga batasan mu, panggil aku tuan." ucap Arka tegas dengan mata yang menatap tajam pada Alena.

__ADS_1


"Sekarang aku istrimu, mana ada seorang istri memanggil suaminya dengan nama tuan." jawan Alena tanpa keraguan sedikitpun.


Arka benar-benar tidak bisa mengendalikan kemarahan nya, Alena tidak selemah yang dia pikirkan, gadis itu terlalu keras kepala dan susah di tindas, "Baru sehari sudah melunjak? sepertinya besok aku akan mencerai kan mu, biar kau menjadi gelandangan sekalian." ucap Arka sambil membalikan badan nya.


"Tidak, aku tidak mau jadi gelandangan." batin Alena menolak, membayangkan nya saja Alena sudah ngeri apalagi nyata pikirnya.


"Jangan tuan, aku janji akan memanggil mu dengan nama tuan, tapi tolong jangan ceraikan aku, aku akan menjadi pembantumu yang baik tapi tolong jangan ceraikan aku." ucap Alena sambil memeluk Arka erat.


Brukkk..


"Awww !! "


Alena terjatuh karna Arka mendorong nya. "Jangan Mencari kesempatan dalam kesempitan." ucap Arka dingin lalu tanpa memperdulikan Alena yang terduduk di lantai Arka pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun.


"Jahat !!." Teriak Alena kencang yang sama sekali tidak di dengarkan oleh Arka.


Alena menatap cucian itu dengan wajah yang kebingungan, dia benar-benar tidak bisa mencuci pakaian, apalagi memakai tangan, bagaimana dengan nasib kuku cantik nya? dia bahkan belum melakukan tritmen medi pedi setelah sebulan lamanya menjadi Alena gadis miskin.


Dengan menonton vidio dari Youtube Alena mencoba memulai acara mencuci nya, bermula dari merendam pakaian di air yang sudah di beri deterjen, sampai acara menyikat baju dengan pelan mengunakan sikat, Aww !! kuku cantik nya benar-benar patah, "Maafkan aku kuku cantik, mungkin untuk saat ini kalian akan aku potong dulu." gumam Alena penuh drama.


"Pinggang ku rasanya encok." gerutu Alena sambil mengelus pingang ramping nya.


Kini vidio panduan itu memperlihatkan caranya merendam pakaian yang sudah bersih di air yang sudah di pakaikan pewangi pakaian.


kesal melihat pakaian yang di taruh secara rapih Alena langsung merendam semua pakaian nya tanpa mengitu anjuran dari vidio yang mengatakan jika baju harus di pisah sesuai dengan warna, apalagi jika pakaian yang mudah luntur.


Menunggu 15 menit, itu adalah anjuran terakhir yang Alena dengarkan dari vidio yang di tonton nya. dan saat menjemur nya Alena di buat meram melek saat merasakan panasnya matahari di jam siang hari, sungguh demi apa kulit nya yang selalu iya rapat dari cahaya yang panas itu kini sudah manjadi kusam lagi.


Karna kepanasan Alena menjemir asal, toh yang penting bersih pikir Alena, butuh waktu 2 jam untuk Alena beres mencuci, bukan karna dia lama mencuci tapi Alena yang pakaian nya terlanjur basah akhirnya memutuskan untuk mandi, bukan sembarangan mandi melainkan bermain air di kamar mandi.


"Sekarang tinggal bobo, hoam." Alena menguap, lalu melirik jam di nakas yang memperlihatkan jam 1 siang, Alena sudah terbiasa tidur siang, sedari kecil sang mamah selalu menganjurkan dirinya untuk tidur siang, kerna itu Alena pun meminta kuliah pagi karna jika siang dia pasti akan mengantuk karna kebiasaan tidur siang.

__ADS_1


Alena benar-benar tidur di kamarnya, upps ralat dia tidur di kamar pembantu sesuai perintah dari si tuan muda, tapi meski begitu Alena sedikit senang karna kamar nya tidak sejelek yang dia pikirkan kamar yang hanya bisa menampung kasur berukuran kecil dan satu lomari itu membuat Alena lebih leluasa dan tidak takut lagi, mengingat jika di rumah nya dulu Alena selalu takut tidur sendiri karna kondisi kamar yang terlalu luas dan hal itu selalu membuat dia banyak berhalusinasi yang tidak-tidak.


Sementara itu di dalam kamar nampak Arka yang sedang sibuk menelpon seseorang.


"Lakukan sesuai rencana kita." ucap Arka.


"*Siap bos, jangan lupa transf*eran nya." ucap seseorang di sana, yang tidak asing lagi dan pasti kalian juga hafal, siapa lagi kalau bukan si matre alaihim gambreng yang tak lain Andrian.


" Dan aku bisa membongkar rahasia mu." jawab Arka mengancam.


"Huftt..dasar pengantin baru, btw gimana bos belah duren nya mantap ngak?." Andrian yang ada di sebrang telpon mencoba menggoda Arka.


"Membahas hal itu lagi potong gajih." jawab Arka lagi dingin.


"Sudahlah bos, kau menyebalkan sudah di kasih enak tapi tidak tau diri, mana sekarang aku yang harus susah." Terdengar nada drama dari ucapan Andrian.


"Berhenti bicara lagi, atau aku benar-benar memotong gajih mu selama satu tahun."


"Kau ke______ "


tut..tut..tut.. (bukan bunyi kereta api ya)


Arka menghela nafasnya, berurusan dengan Andrian tidak bisa membuat dia damai, tidak seperti Kiano yang selalu mengalah dan tidak pernah banyak mau nya seperti Andrian, memang gen yang berbeda padahal setau Arka om Rey dan tenteu Hany itu adalah adik kakak, tapi sifat keduanya berbanding balik.


"Sedang apa gadis itu, kenapa bajuku belum di hantarkan." ucap Arka sambil melihat jam yang menunjukan pukul setengah tiga.


_____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Sifat Alena kebalikan sifat Ririn jadi maklum ya, kalo Alena ngak se polos dan sebaik Ririn, karna mereka berdua berbeda.

__ADS_1


Jejak !!


Jangan lupa like coment and vote !!


__ADS_2