Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
PROMOSI !! (I LOVE YOU BOSS)


__ADS_3

Yu mampir di cerita baru, judul nya.


I Love You Boss.



Di tengah malam yang sunyi Rara terbangun dari mimpi buruknya, dia mengambil segelas air dan langsung meminum nya sampai habis tak tersisa.


Mimpi buruknya kembali menghantuinya, membuat tidurnya terusik dan tidak nyaman.


masa lalu nya yang sangat menyedihkan seolah enggan melepaskan nya, Rara kembali terbayang-bayang lagi masa kecilnya.


Saat itu usianya masih sembilan tahun, Rara kecil bersekolah dengan berjalan kaki, lain halnya dengan Celina yang pergi dan pulangnya di antarkan sang Mama.


Pernah sekali Rara meminta ikut berangkat dengan sang Mama dan kakak nya, tapi jawaban dari Mama nya membuat Rara hanya bisa menangis.


"Mama Rara mau ikut Mama." kata Rara yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya.


Mama Intan menatap tak suka pada Rara, lalu memegang tangan Celina, "Ayo sayang masuk, biarin aja anak sialan itu jalan kaki." kata Mama Intan, malah masuk kedalam mobilnya.


Rara tidak berhenti meminta pergi ke sekolah bersama Mama nya, dia terus mengedor-gedor kaca mobil berharap Mama nya akan berbaik hati untuk mengajaknya berangkat bersama.


"Mama, Mama." panggil Rara.


Mama Intan menatap Rara dengan penuh kebencian nya, setiap melihat Rara dia selalu terbayang wajah-wajah pria berengsek yang memperk*sa nya dulu.


"Jangan panggil aku Mama, karena aku tidak pernah memiliki anak yang memiliki wajah jelek sepertimu." marah Mama Intan sambil menutup kaca mobilnya dan mulai mengemudikan mobilnya ke jalanan.


Pulang sekolahnya Rara yang sedang berjalan dengan kaki kecilnya memilih untuk berhenti di bangku taman, berniat ingin melepaskan rasa lelah nya karena sudah berjalan cukup jauh, tapi segerombolan teman-teman sekolahnya tiba-tiba datang dengan menatapnya penuh maksud.


"Hey anak har*m, ngapain kamu duduk di bangku itu, anak yang tidak punya bapak seperti mu tidak pantas duduk di bangku itu, dasar anak har*m." teriak salah salah teman sekelas Rara.


"Aku bukan anak har*m, pergi kalian jangan menggangguku." sahut Rara berteriak marah.


Namun para anak-anak kecil berseragam sekolahan itu malah semakin mengolok-olok Rara dengan sebutan anak Har*m membuat Rara menutup telinga nya.

__ADS_1


Hahaha...


"Kalau bukan anak har*m lalu mana Papa mu? kenapa dia tidak pernah mengantarkan mu? kenapa orang tua mu tidak pernah mengantarkan kamu pergi ke sekolah, itu semua karena kamu anak har*m, ngak punya bapak..haha." salah satu anak itu kembali memanasi teman-teman nya untuk ikut membully Rara.


"Tidak..!! tidak..!! aku punya Papa, aku punya Mama." teriak Rara sambil berlari, namun saat berlari Rara tidak fokus sampai salah satu kaki nya tersandung, membuatnya terjatuh ke jalanan aspal.


Brukkk..


Awww..!!


Rara meringis sakit saat merasakan sakit di kaki kanan nya, di lihat nya darah mengalir di kaki nya, sebisa mungkin Rara berdiri dan berjalan cepat, dia tidak mau di terus mendengarkan hinaan teman-teman nya yang mengatai nya sebagai anak har*m.


Sesampainya di rumah Rara berjalan dengan langkah yang pincang, tapi belum juga selangkah Rara berjalan Celina yang duduk di sopa yang ada di ruang tv langsung berteriak.


"Mama..!! Mama..!!." teriak Celina.


"Ada apa sayang, ko teriak-teriak kenapa?." tanya Mama Intan lembut.


Celina menunjuk tangan nya ke arah Rara, dan seketika itu juga Mama Intan melotot, melihat lantainya yang terkena ceceran darah Rara.


"Lihat Ma, kaki nya berdarah..ihh jorok..!! udah gitu rok nya sobek lagi Ma, buang duit aja si Rara." Celina mulai memanasi Mama Intan.


Awww..!!


"Sakit Ma, sakit hikss..sakit." Isak Rara sambil mencoba melepaskan jeweran di telinga nya.


Namun Mama Intan tak mendengarkan tangisan Rara, dan malah semakin menambah keras jeweran nya, membuat Rara semakin kesakitan.


"Mama sakit, hiks..lepasin Ma, ampun Ma hiks sakit..ampun." Isak Rara meminta di lepaskan.


Celina tersenyum penuh kemenangan, senang rasanya saat melihat Rara tersiksa, Celina banyak tau tentang Rara yang lahir dari para penjahat yang membunuh Papa angkat nya, dan itu yang membuat Celina membenci Rara, yang merusak kebahagiaan keluarga impian nya.


"Kamu harus di hukum, anak nakal sepertimu tidak pantas di beri ampun." kata Mama Intan sambil menjambak rambut Rara lalu dia gusur ke arah gudang.


Dengan kasar Mama Intan membanting Rara ke lantai, membuat Rara meringis merasakan rasa sakit.

__ADS_1


"Celina bawakan roti bekas dan sebotol air mineral yang ada di meja makan ke sini." perintah Mama Intan.


Celina mengangguk dan langsung mengambilkan apa yang di minta sang Mama.


"Ini Ma." ucap Celina memberikan sepotong roti yang sudah kadaluarsa dan air mineral ke tangan Mama nya.


Seolah tak memiliki rasa kasihan Mama Intan melemparkan sepotong roti dan air mineral itu pada Rara.


"Ini akibatnya jika kamu nakal, dasar anak har*m." ucap Mama Intan sambil memegang tangan Celina.


"Ayo sayang kita tinggalkan anak nakal ini sendirian di tempat ini, mending sekarang kamu ganti baju kita shopping ke Mall." sambung Mama Intan sambil tersenyum.


"Aku mau beli tas baru Ma." ucap Celina dengan senyuman mengejek ke arah Rara.


Mama Intan mengangguk, "Boleh dong, apapun yang kamu mau Mama akan belikan, kamu kan anak cantiknya Mama, kesayangan nya Mama." sahut Mama Intan lagi.


Degg...


"Ma." panggil Rara.


Namun Mama Intan malah berjalan keluar dari gudang dan hendak menutup pintu, membuat Rara beranjak berdiri dan ingin mengejar Mama dan kakak nya.


"Mama jangan di tutup, Mama hiks..buka Ma, buka..!!." teriak Rara terlambat, Mamanya sudah menguncinya dari luar.


"Mama..!! hiks takut Ma, hiks Ma buka Ma, takut Ma banyak kecoa, hikss ada tikus Ma takut Ma." Rara Kembali mengedor-gedor-gedor pintunya, membuat Mama Intan yang berada di luar bersama Celina hanya bisa menutup kupingnya mendengar teriakan Rara yang menurutnya sangat menganggu.


"Ayo sayang." ajak Mama Intan sambil berjalan.


Rara menghabiskan malam nya di gudang dengan di temani tikus dan kecoa yang lalu lalang melewati nya, meratapi nasib hidupnya yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua.


Kenangan pahit itu akan selalu terngiang di kepala Rara, menghantuinya di setiap mimpinya, membuat tidur nya tidak nyaman karena selalu mendengarkan teriakan orang-orang yang memanggilnya dengan sebutan anak Har*m.


"Tidak, aku punya Papa..aku yakin aku bukan anak har*m." ucap Rara lirih, tak terasa air matanya jatuh ke pelupuk matanya.


Asam pahit hidupnya membuat Rara selalu tertekan, tidak ada hidup tanpa sedih, kadang Rara berpikir apakah hidupnya hanya untuk mendapatkan kebencian dari Mama nya? atau untuk mendapatkan ketidakadilan dari orang sekitar nya yang menganggap dia sampah jelek yang harus di musnahkan?.

__ADS_1


________


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2