
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Menjelang hari persalinan nya Alena benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, dimana dia bisa merasakan kasih sayang tanpa batas dari orang terdekat nya.
Bukan hanya dari suami dan mertua nya, tapi teman-teman mertuanya pun takalah antusias menyemangati nya, meyakinkan Alena jika semuanya akan baik-baik saja, dan yang paling terpenting adalah Alena mendapatkan banyak hadiah.
Memang ya kalo calon cucu sultan belum lahir pun sudah di hadiahi banyak barang, apalagi kalau lahir nanti, Alena yakin jika putra nya sudah besar nanti putra nya akan menjadi pria yang sangat beruntung karna terlahir dari keluarga yang baik, dan yang paling terpenting kaya raya.
"Mau puding coklat lagi dong." pinta Alena dengan manja.
Perutnya yang buncit di tambah kaki nya yang menjadi bengkak, membuat Alena sedikit kesusahan berjalan, tapi beruntung nya dia memiliki suami yang siap siaga 24 jam menjaga nya.
"Ini, tapi abis ini berhenti dulu makan nya, jangan terlalu banyak makan nanti perut kamu kembung." ucap Arka menasehati karna Alena sudah menghabiskan banyak puding dan beberapa cemilan lain nya, meski cemilan itu cemilan sehat tapi tetap saja Arka khawatir dengan istrinya yang makan banyak terus.
Alena melirik tak suka pada Arka, "Bukan kembung lagi, tapi udah bunting." sungut nya dengan nada kesal. "Ini bukan aku loh yang minta tapi ade bayi nya yang minta, salahin aja putra kamu yang gembul." sambung nya lagi dengan bibir yang mengerucut.
Tak mau mengaku, gengsi nya terlalu tinggi padahal jika itu fakta pun siapa yang berani melarang dan marah?, jika ada yang melarang pun sudah pasti akan mendapatkan amukan dari Mommy Daddy nya, yang memang selalu memanjakan mantu kesayangan nya.
"Iya deh boleh, tapi jangan banyak-banyak." ucap Arka dengan helaan nafas, mood istrinya terlalu sulit di tebak, dan sebisa mungkin Arka harus menjaga mood istrinya agar tidak terkena amarah sang Mommy.
Ya Ririn selalu marah pada Arka jika Alena ngambek, bahkan Alena tak sungkan-sungkan tidur bersama Mommy Daddy nya yang mana membuat Arka cemburu, karna sudah lama sekali Arka tidak tidur bersama Mommy Daddy nya.
Percayalah sekejam-kejam nya seorang anak pasti akan bisa luluh jika di hadap kan dengan orang tuanya, begitu juga dengan Arka yang masih ingin merasakan kehangatan suasana keluarga, karna semenjak dia kuliah Arka sangat sulit untuk berbagi kisah hidupnya dengan sang Mommy ataupun Daddy nya.
"Arka tas ini jangan lupa di beli ya." ucap Alena mengingatkan.
"Iya, apapun yang kamu mau aku beliin." jawab Arka seraya mengusap perut istrinya yang buncit.
Alena tersenyum senang, dia sudah mendapatkan hadiah mobil sport warna kuning dari sang mertua baik hati nya, dan mendapatkan beberapa barang brend lain nya dari teman-teman sang mertua.
__ADS_1
Dan khusus untuk hadiah dari suaminya, Alena meminta memilih sendiri barang nya, dan Arka tentu saja memberikan wewenang itu untuk sang istri, apalagi Alena adalah wanita yang akan melahirkan keturunan nya.
"Arka sepertinya sekarang aku mau makan es kelapa, tolong belikan ya." pinta Alena dengan wajah yang menuntut tidak menerima penolakan.
"Iya nanti di beliin." sahut Arka masih mengelus perut istrinya.
Alena menatap tajam pada Arka yang nampak sibuk mengelus perut nya, "Yakin ngak mau di beliin sekarang?." ucap Alena lagi, dengan tangan yang memegang ponselnya.
Dengan sengaja Alena menekan layar yang bertulisan kontak sang Mommy, dan saat itu juga Arka langsung berdiri sigap, "Iya sayang..iya di beliin sekarang ko." ucap Arka cepat, "Tunggu di sini ya, nanti aku bawain." sambung nya, diangguki cepat oleh Alena.
Saat Arka berjalan langkah nya terhenti kembali, karna Alena memanggil nya lagi.
"Arka nyalakan tv nya." titah nya, "remote nya juga taro disini dong." sambung Alena memerintah Arka dengan seenak nya.
Tetap tersenyum meski sedikit kesal sering di lakukan Arka, apalah daya nya tidak mampu menolak setiap perintah istrinya, bahkan saat kandungan Alena yang ke 6 bulan Arka harus merelakan rambutnya yang keren di cukur sadis oleh istrinya, jalan tikus katanya, rambut nya yang malang di penuhi dengan geratan jalan aneh yang Alena sebut dengan jalan tikus.
"Tapi kaya nya ngak jadi ahk, matiin lagi aku mau nonton drakor aja, bosen nonton si ulet gembul mulu, kasian yang merah nya selalu sial ngak kaya si kuning yang selalu enak makan banyak." ucap Alena mulai rese.
Arka keluar dari area rumah nya dengan mengendarai salah satu mobil sport nya, berkeliling di jalanan mencari gerai yang menjual es kelapa.
Hampir 20 menit Arka hanya berkeliling saja, tempat yang biasnya menjual es kelapa mendadak tutup, dan alhasil Arka harus kembali mencari gerai lain yang menjual es kelapa.
"Kenapa tidak ada yang menjual es kelapa? apakah mereka tidak butuh uang sehingga mereka seenaknya menutup usahanya." dengkusan mulai di ucapkan Arka, kesal karna tak kunjung mendapatkan minuman yang di inginkan istrinya.
Arka memberhentikan mobilnya tepat di sebuah parkiran Alfamart, berniat ingin membeli minum karna rasa haus nya sudah tak tertahan lagi.
Saat sedang mengambil air Arka berpaspasan dengan nenek-nenek dimana nenek-nenek itu terus menatapnya dengan pandangan aneh.
"Cu, nenek boleh minta tolong ngak?." ucap nenek itu.
Arka yang sedang membuka tutup botol minuman nya mengangguk, "Boleh nek." jawab nya, ya meski Arka kejam tapi dia masih memiliki hati nurani, dan siapapun pasti akan begitu, apalagi yang meminta pertolongan nya adalah nenek-nenek.
__ADS_1
"Cucu nenek udah meninggal, nenek tinggal sama suami nenek berdua, dan kami merindukan cucu kami." ucap nenek itu sambil memperlihatkan wajah sedih nya.
Arka masih mendengarkan ucapan nenek itu, sampai sang nenek meminta Arka untuk membalas lambaian tangan nya jika sang nenek melambaikan tangan, dengan alasan nenek itu ingin merasakan bagaimana rasanya di beri lambaian senyuman oleh cucu nya.
Dan benar saja saat Arka sedang meminum minuman itu sang nenek melambiakan tangan nya, dan Arka membalas lambaian tangan itu dengan lambaian lagi di tambah senyuman nya.
Nenek itu pergi dengan senyuman nya, "Kasian nenek itu, pasti dia kesepian." batin Arka iba.
Dan saat Arka membayar minuman nya dia kaget karna nominal yang harus dia bayar sampai ratusan ribu, sedangkan Arka hanya membeli satu minuman mineral saja.
"Maaf mbak mungkin mbak nya salah, saya hanya beli minum ini saja." ucap Arka.
"Iya mas saya tau, tapi tadi nenek mas nya bilang kalau semua tagihan nya mas yang bayar, kan mas cucu nya si nenek." jelas mbak kasir yang membuat Arka melotot.
Tak mau berdebat akhirnya Arka memilih membayar, meski dia sedikit kesal karna bisa-bisa nya dia tertipu dengan wajah menyedihkan si nenek, padahal jika si nenek nya meminta dengan baik-baik Arka tentu akan membantu nya, uang nya memang tidak seberapa hanya saja Arka takut si nenek akan kembali berulah pada orang lain.
Arka keluar dari Alfamart, dan saat hendak masuk mobil Arka melihat sebuah gerobak es kelapa ijo di sebrang jalan, dan saat itu pula Arka langsung tersenyum senang.
"Akhirnya aku menemukan nya." ucap Arka dengan senyuman nya, istrinya sudah menunggu dan Arka tidak mau menbuat istrinya lebih lama lagi menunggu.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Btw cerita si nenek penipu itu lagi viral di tempat aku loh, jadi peringatan ya buat kakak semuanya kalo lagi belanja di garai apa aja jangan mau di ajak ngobrol sama orang yang ngak di kenal, apalagi pake lambaian segala.
Banyak yang udah jadi korban dan kebanyakan pelakunya adalah ibu-ibu dan nenek-nenek yang berpura-pura keinget anak nya atau mereka bakalan bilang kalau wajah si korban mirip sama anak/cucu nya.
Sedikit himbauan, penipuan pagi merajarela😢
Jangan lupa jejak ❤
__ADS_1