Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Masalah Janji.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Disebuah pusat perbelanjaan nampak lah Anaira yang tengah sibuk memulah milih pakaian untuk nya dan kekasihnya, sesekali dia tersenyum dan melihat ke arah pria yang tengah duduk kursi yang disediakan pemilik tempat.


"Bagaimana dengan ini?." tanya Anaira pada Kiano.


"Itu bagus, cocok untuk anda nona." sahut Kiano.


"Kalo ini sama ini serasi ngak?." tanya Anaira lagi.


Kiano melihat pakaian yang di pegang Anaira, jika maslaah fashion Anaira memang ratunya, tapi kenapa juga gadis itu menanyakan masalah yang sama sekali tidak masuk ke dalam daftar pekerjaan nya.


Dia bahkan harus menjadi sosok yang tidak penting diantara pasangan itu, ini adalah akhir pekan tapi Kiano masih harus di sibukan dengan tugas nya menjaga Anaira.


"Pakaian apapun akan cocok dengan anda nona, begitupun dengan Tuan Bara." kata Kiano lagi


Kekasih Anaira bukanlah Kiano melainkan Bara Purnama seorang pengusaha muda berusia 25 tahun, yang tengah menjalankan bisnis dengan perusahaan Anaira beberapa bulan ini.


Hubungan keduanya baru berjalan 3 Minggu belakangan ini, dan Anaira merasa nyaman dengan Bara yang menurutnya sangat penyayang.


"Bara." Anaira berjalan sambil membawakan satu stel pakaian untuk nya dan Bara kekasihnya.


Pria yang di panggil itu berdiri, "Kenapa? apa sudah menemukan pakaian yang cocok?." tanya Bara.


"Sudah, bagaimana? suka?." tanya Anaira sambil memperlihatkan stelan pasangan untuk mereka pakaian di acara bersama rekan bisnis nya Minggu depan.


Bara mengangguk seraya tersenyum, "Bagus, selera fashion mu memang yang terbaik sayang." puji Bara dan hal itu tentu saja membuat Ira tersenyum malu.


"Kamu bisa saja Bar, ayo habis ini kita makan ya." ucap Anaira.


"Apapun mau mu sayang." sahut Bara seraya tersenyum.

__ADS_1


Kiano kembali mengikuti pasangan yang tengah di mabuk cinta itu, sesekali dia mengeluh kesal karna sudah tiga jam Ira seolah tidak bosan memutari Mall, begitupun dengan Bara yang mau saja menurut kemanapun Ira membawa nya.


"Kak aku mau makan, kakak cari tempat makan saja aku dan Bara di sana." ucap Anaira sambil melangkah pergi dengan tangan yang memegang tangan Bara.


Hal itu tentu saja di saksikan Kiano, pria 26 tahun itu terus melihat setiap pergerakan yang di lakukan Ira, dia tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan saat ini, tapi kenapa juga dia merasa kesal melihat Ira memiliki kekasih.


"Ingat Kiano Ira dan kamu selamanya tidak akan bisa bersama, kalian tidak cocok." batin Kiano, dia mencoba menepis perasaan nya untuk Anaira.


Satu jam kini telah berlalu Anaira yang sudah selesai dengan acara makan dan belanja nya lanjut pulang, namun seperti biasa Bara pria itu selalu engan mengantarkan Anaira sehingga Anaira selalu meminta Kiano yang mengantarkan nya pulang.


Sepanjang perjalanan Anaira hanya fokus pada layar ponselnya, berbeda dengan Kiano yang nampak sesekali melirik Ira yang terus tersenyum melihat layar ponselnya.


"Ada apa denganku, kenapa juga aku harus kesal melihat Ira tersenyum pada layar ponsel." batin Kiano sambil mencuri-curi pandang pada kaca depan.


Anaira yang ternyata sadar terus di curi pandang hanya tersenyum, jelas alasan dia tersenyum pada layar ponsel nya adalah karna melihat Kiano yang terus mencuri pandang pada nya.


"Sampai kapan dia akan menyembunyikan perasan nya? ini menyenangkan, aku semakin bersemangat untuk membuat nya cemburu dan mau mengakui perasaan nya." batin Anaira sambil tersenyum lagi.


"Kenapa Ira?." sahut Kiano, ini adalah jam kerja dan Kiano terbiasa memanggil Ira tanpa embel-embel nona karna di saat di luar Ira adalah teman sepermainan nya waktu kecil.


"Menurut kakak Bara itu seperti apa sih." tanya Anaira dengan senyuman nya.


Kiano terdiam, dia jelas tau siapa Bara, seorang pengusaha muda yang terkenal dengan banyak wanitanya, dan hal itu juga yang membuat Kiano di tugaskan untuk mengikuti kemanapun Ira dan Bara pergi.


Amanat dari Rafa dan Arka yang menitipkan Ira padanya membuat Kiano merasa harus bertanggung jawab dengan segala hal yang terjadi pada Ira, dan sebisa mungkin Kiano akan melakukan tugasnya dengan baik.


"Menurutmu?." tanya balik Kiano, dia tidak terbiasa menilai seseorang dari segi sudut pandang nya saja, meski Kiano adalah pria yang sangat cermat dalam masalah pekerjaan tapi dia tidak pandai mencampuri urusan asmara orang lain.


"Tentu saja dia baik, tampan dan.. ahk aku menyukai semuanya..dia sempurna." kata Ira dengan senyum yang penuh arti nya.


Dan tentu saja mendengar penuturan Ira barusan membuat Kiano merasa kepanasan, Ira si gadis kecil yang selalu meminta nya memakan makanan yang di masak nya sewaktu kecil kini tengah menuji seorang pria.


"Ayolah kak, mengaku saja jika kamu memang cemburu." Batin Anaira tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Bara itu____ " ucap Anaira terpotong.


"Jangan mengajak ku bicara lagi Ira, aku sedang menyupir dan butuh keseriusan." Kata Kiano dan hal itu tentu saja membuat Ira semakin senang.


"Tapi kan bisa mengobrol sambil menyupir, kenapa aku seperti melihat orang yang kebakaran jenggot." ucap Anaira enteng.


"Tidak ada yang kebakaran jengot, siapa yang punya jenggot, aku sedang fokus menyupir jika kamu mau selamat diam dan tidur lah jangan berisik." tegas Kiano lagi.


Merasa lelah dan ada benar nya juga yang di katakan Kiano, Anaira pun tertidur dengan posisi duduk nya, dan Kiano yang melihat itu langsung menepikan mobilnya, dia membenarkan posisi Ira agar lebih nyaman, dan setelah dirasa cukup nyaman Kiano pun kembali mengemudikan mobilnya.


Sepanjang perjalanan dia memikirkan ucapan Ira padanya, gadis itu selalu mengatakan jika masa lalu biar lah berlalu, yang sudah usai biarkan hilang dengan gantinya cerita baru, dan sekarang apa yang harus dia ungkap lagi?.


Tak bisa bohong Kiano juga menyukai Anaira, tapi rasa sukanya terhalang garis keras, Kiano adalah sosok kakak yang sangat menyayangi adiknya dan janji nya dulu pada kembaran nya adalah membiarkan kembaran nya bahagia dengan orang yang di cinta nya sedangkan dirinya memilih mengubur semua rasanya.


Kikan yang meminta janji itu sudah tidak, tapi berat untuk Kiano untuk melupakan janji itu, dimana adik kesayangan nya meminta untuk menjauhi Ira.


"Kakak Kikan mencintai kak Arka, Kikan mencintainya." ucap Kikan dengan tangis nya, dia mengetahui jika kakak kembaran nya sama-sama mencintai adik dari pria yang di sukai nya, dan Kikan tidak mau kehilangan Arka pada masa itu.


Kakak mana yang bisa menolak keinginan adiknya dengan tegasnya Kiano mengatakan . "Kakak tidak menyukai Ira, dia hanya kakak anggap sebagai adik dan selamanya begitu, kakak janji." kata Kiano kala itu.


Tapi apakah sekarang janji nya masih ada? sedangkan yang memintanya sudah lama tiada, Kiano bimbang dengan keadaan yang membuatnya merasakan rasa aneh itu, perasaan nya pada Ira sudah lama terkubur, dan kenapa sekarang Kiano kembali merasakan rasa itu? cemburu, ya dia cemburu dengan Ira.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jadi Kiano itu serba salah, memang benar Kikan udah tiada dan ngak seharusnya Kiano memikirkan perasaan Kikan yang udah tenang di alam sana, tapi janji adalah hutang, meski yang membuat nya sudah tiada pun janji tetap janji dan harus di bayar dengan janji.


Menurut kalian jodoh Ira bakalan yang mana?


Btw bunga Lili sama Andrian nikah di part selanjutnya, jangan lupakan MP nya🤣 bakalan banyak ocehan Lili dan Andrian yang akan ngocok perut lo😅


Jangan lupa jejak !! Author akan UPP setelah coment lebih 30🥱

__ADS_1


__ADS_2