
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kabar lahirnya penerus keluarga Rafasya sampai di telinga keluarga Rey parisky dan Nichol Zexandar, mereka ikut senang dengan kebahagian yang sedang di rasakan pasangan Arka dan Alena.
Hari ini mereka akan bersiap untuk ke rumah sakit, sebelum mereka pergi Rey dan Zex meminta istri mereka masing-masing untuk membeli sesuatu sebagai buah tangan untuk Alena yang baru saja melahirkan bayi nya pagi tadi.
"Beli apa Han?." tanya Dian yang sedang memilih beberapa makanan yang ada di jejeran di depan nya.
Hanny yang sibuk memulah milih makanan itu menoleh, "Mungkin kue dan beberapa buah." sahut Hanny, lalu dia melihat gerai pakaian bayi yang ada di ujung sebrang, "Katanya putra Alena cwo ya, sekalian beli baju yu kak." sambung Hanny sambil berjalan ke arah sebrang.
Dan Dian hanya melihat apa yang di lakukan Hanny dengan kepala yang menggeleng, adik ipar nya itu memang sangat hobby akan berbelanja, bahkan Dian tidak bisa menghitung pengeluaran adik ipar nya itu perbulan nya mengingat Hanny sangat lah boros.
Sambil menunggu Hanny yang sibuk belanja Dian duduk di bangku yang di sediakan di gerai yang di pijak nya, duduk sendiri sambil memainkan ponselnya, untuk Maslaah buah tangan Dian sudah menyiapkan roti Matre dan beberapa cake coklat yang di sukai Alena.
"Aww.. " pekik seorang gadis remaja terjatuh tepat di depan Dian.
Karna merasa kasihan Dian pun beranjak dari duduknya dan membantu gadis remaja itu berdiri, "Aduh sayang..kaki nya lecet." ucap Dian yang melihat kaki remaja cantik yang di tolong nya sedikit lecet.
"Hua..sakit tan.." ucap gadis itu sambil meringis.
Dian meniup kaki si gadis remaja itu dengan sayang, pernah memiliki harapan untuk mempunyai anak gadis tidak kesampaian membuat Dian merasa sangat dekat dengan remaja itu.
"Tidak apa, lain kali hati-hati ya cantik." ucap Dian yang kini ikut duduk di samping gadis remaja itu.
"Berapa usia nya de?." tanya Dian.
"18 tahun tan." sahut gadis remaja itu sambil tersenyum kemudian beranjak berdiri, "Lili pamit dulu ya Tan, makasih udah bantuin niup kaki Lili, tapi bunda Lili pasti udah nunggu." ucap gadis itu lagi sambil tersenyum.
Dian mengangguk, "Hati-hati, lain kali kalo ketemu lagi tante traktir ya sayang." kata Dian basa-basi sambil tersenyum, dan langsung di jawab dengan senyuman oleh si remaja cantik itu.
Setelah kepergian gadis remaja itu Dian menghela nafasnya, dia menginginkan anak perempuan, tapi Dian yang usianya sudah kepala 5 itu tidak mungkin bisa hamil lagi.
"Aku harus menjodohkan Andrian dengan anak teman-teman ku, setahuku diantara ibu-ibu arisan komplek ada dua ibu-ibu yang punya anak gadis cantik." guman Dian dalam hati.
__ADS_1
Tekad nya untuk memiliki anak gadis sepertinya akan terwujud, Dian sangat yakin jika Andrian putra semata wayang nya itu akan menerima perjodohan nya, apalagi Dian tau jika Andrian adalah anak yang penurut.
"Yu kak." ucap Hanny membuat Dian sang kakak ipar terkejut bukan main.
"Astaga Hanny, kamu belanja apaan sampai sebanyak itu." tanya Dian dengan mata melebar sempurna melihat banyak nya kantung belanjaan adik iparnya.
Hanny hanya tersenyum lalu mengangkat bahunya ke atas, "Tidak apa, itung-itung nabung." ucap nya sambil terkekeh, jelas Hanny melakukan hal ini bukan semata-mata karna memberi hadiah, tapi karna dia ingin mmenabung, kata orang jika kita memberikan sesuatu barang pada orang akan di gantikan lagi jauh lebih berkali-lipat.
Dan Hanny tau jika apa yang di lakukan nya sekarang akan mendapatkan balasan banyak hadiah dari Rafasya, mengingat Ririn dan Rafa sangatlah baik dan Hanny yakin jika istri Kiano melahirkan nanti akan mendapatkan jauh lebih banyak lagi hadiah nya.
🌹
Di tempat lain tepat nya di Apertemen Kelle nampak sedang menangis sambil mengemasi pakaian nya, hidup nya hancur setelah melihat dua garis biru yang ada di alat tes kehamilan.
Sedih dan kecewa dua kata itu melebur menjadi satu, Kelle bingung dengan musibah yang menimpanya berlebih lagi dia tidak tau siapa yang menghamili nya.
"Anak siapa yang ada di perut ku ini, kenapa aku merasa kalau aku tidak pernah berhubungan dengan siapa pun." ucap nya sambil menangis, air matanya terus luruh tanpa permisi.
Terlalu takut untuk nya pergi ke rumah sakit, kenyataan nya senakal-nakal nya Kelle dia tidak pernah tidur dengan siapapun dan saat ini takdir mengatakan jika dia hamil.
Kelle tidak sepenuhnya mengingat kejadian apa saja yang dia lakukan dengan pria yang membawa nya malam itu, yang Kelle ingat hanya dimana dia terbangun di sebuah hotel mewah dengan pakaian yang berbeda.
Keputusan nya sudah bulat Kelle bukan wanita kejam dia ingin membesarkan anak nya di negara nya, dan Kelle akan pergi ke Swiss tempat dimana dia tumbuh menjadi wanita yang mandiri, meski rasa bencinya pada pria yang menghamilinya itu masih ada tapi Kelle akan melupakan kejadian buruk itu, terlalu sakit untuk nya mengingat bajingan yang merenggut mahkota nya itu.
Tring..
Bell berbunyi, Kelle menghapus air matanya, berjalan dengan malas ke arah pintu.
Ceklek..
Seorang pria muda nampak tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi putih nya, tapi hal itu sama sekali tidak membuat mood Kelle yang sedang hancur menjadi berubah.
"Mau apa kamu bocah.'' tanya nya dengan cetus.
Andrian hanya tersenyum dan sama sekali tidak mempermasalahkan sikap Tante pujaan hatinya yang selalu bersikap jutek padanya, "Alena melahirkan, ayo kita menjenguk bersama." ajak Andrian dengan wajah imut nya.
__ADS_1
Kelle menatap Andrian dengan tak suka, "Maaf, aku akan pulang ke Swiss dan mungkin akan kembali dalam beberapa tahun mendatang, katakan permintaan maaf ku pada Keluarga kak Rafa, aku benar-benar harus pergi." ucap Kelle sambil membalikan tubuhnya.
Andrian menahan tangan Kelle, dia menarik Kelle kedalam pelukan nya lalu memegang pipi Kelle, Andrian melihat wajah Kelle yang sembab membuat nya bertanya hal apa yang membuat Tante dambatan hatinya itu menangis.
"Kenapa kamu menangis?." tanya Andrian.
"Itu bukan urusan mu." kata Kelle dengan wajah jutek nya.
"Kamu kenapa, katakan padaku siapa yang menyakiti mu!!, " tanya Andrian lagi.
Kelle menepis tangan Andrian lalu mundur sedikit kebelakang. "Pergi dan jangan urusi kehidupan ku lagi, dengar ini Andrian Parisky.. aku tidak mencintaimu.. aku tidak pernah memiliki sedikitpun rasa padamu." ucap Kelle dengan wajah kesal nya, sungguh Kelle sangat merasa kesal dengan Andrian yang tidak pernah lelah menganggu nya.
Andrian terdiam, di sudah biasa di tolak seperti ini, bahkan Andrian juga pernah di siram pakai air botol minerall karna sering menganggu Kelle di Apertemen.
"Aku tanya kamu kenapa!!" ucap Andrian lagi, tegas dan keras.
Kelle tak menjawab dia hanya menatap Andrian dengan wajah kesal nya, "Aku hamil.. kamu puas!!" teriak nya dengan wajah menahan tangis.
Dan saat itulah Andrian langsung mendekat, berniat memeluk Kelle namun Kelle malah berjalan mundur kebelakang, "Kamu hamil? siapa yang menghamili mu?." tanya Andrian sambil berjalan mendekat lagi.
"Bukan urusan mu." teriak Kelle.
"Itu urusan ku, karna aku mencintaimu." tegas Andrian.
"Tapi aku tidak mencintaimu."
"Aku tidak perduli." teriak Andrian sambil memeluk Kelle. "Menikahlah dengan ku, aku bersedia menjadi ayah untuk anak mu." sambung nya di sela-sela pelukan nya.
Dan saat itulah Kelle terdiam mencoba mencerna ucapan yang keluar dari pria muda yang kini sedang memeluk nya dengan erat itu.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ada yang tau Kelle hamil anak siapa?
__ADS_1