
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Arka tidak bisa menganalisir seperti apa perasaan nya pada Alena, yang jelas melihat Alena yang terbaring seperti membuat Arka tidak tega dan merasa iba, Arka tau semua yang Alena rasakan saat ini adalah kesalahan nya, dia yang berperan penting dalam kemalangan yang di alami Alena.
Gerakan tangan Alena membuat Arka yang hampir tertidur karna semalaman begadang itu langsung membuka matanya lebar-lebar, rasa kantuk yang semula menyerang nya kini seolah pergi menghilang entah kemana.
"Kamu sudah sadar, aku akan memanggil dokter." ucap Arka sambil bergegas mencari dokter.
Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Alena, "Nona sudah sadar tuan, untuk saat ini kondisinya baik-baik saja, hanya butuh istirahat yang cukup saja." tutur sang dokter seolah mengetahui tatapan yang di berikan si tuan muda anak dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Arka menghela nafasnya lega, lalu melirik Alena yang menatap nya aneh. "Maaf kamu siapa? kenapa menatap ku seperti itu?." tanya Alena yang membuat kening Arka berkerut lalu menatap sang dokter dengan wajah yang nampak butuh penjelasan.
"Jelaskan padaku, kenapa dia tidak mengenaliku." ucap Arka, sambil menatap tajam sang dokter.
Dokter itu kembali memeriksa Alena, lalu dia berdehem sebentar mencoba untuk rileks dan tetap santai, meski pada kenyataan nya dia sedang di landa kegundahan, dimana pasien yang sedang dia periksa adalah menantu dari pemilik rumah sakit. "Tuan nona Alena mengalami Amesia ringan, dia akan melupakan segala sesuatu yang di benci atau pun hal yang ingin dia lupakan." ucap sang dokter dengan wajah yang menahan takut.
Arka yang masih tidak paham tetap memberikan tatapan maut nya pada sqng dokter, membuat dokter itu kembali mendehem lagi. "Begini tuan, emm nona Alena mengalami lupa ingatan." ucap sang dokter lagi.
"Aku tau, tapi apa yang di maksud hal yang paling di benci? maksud mu istriku membenciku hah." wajah kesal mulai di perlihatkan oleh si tuan muda, membuat dokter yang usianya hampir matang itu menelan ludahnya susah payah, dengan keringat yang sudah mulai terkumpul di dahinya.
"Maksud saya, nona Alena sebelumnya mungkin berencena untuk melupakan segala sesuatu yang tidak dia sukai atau nona benci, dan mungkin emm..salah satu nya..em anda tuan." ragu-ragu dokter itu mengatakan nya, berharap jika ucapan nya tidak membuat si tuan muda yang terkenal dingin itu tidak memecatnya, atau bagian terburuk adalah membunuhnya.
Jawaban dokter itu membuat Arka marah, baru saja dia ingin memarahi dokter itu suara Alena memhuat Arka terdiam.
"Maaf, kamu suami aku kan? bisa tolong bantu pegangin aku jalan ngak? aku mau kemar mandi, emm pengen pipis." ucap Alena meminta tolong Arka, sedikit mendengar ucapan Arka dan dokter yang membuat Alena mengira jika Arka adalah suaminya.
Diam nya Arka membuat Alena heran dan beranggapan mungkin perkiraan nya salah. "Bukan suami aku ya? maaf kalo gitu minta suster dong, aku udah ngak kuat." ucap Alena lagi, dengan wajah yang seperti menahan sakit.
"Ahk iya, ayo aku antar." ucap Arka bergegas membantu Alena berjalan, tapi saat hendak masuk kedalam kamar mandi Alena berhenti di depan pintu yang membuat Arka menatap Alena heran.
"Kenapa?." tanya Arka.
__ADS_1
Alena melirik kebelekang dimana dokter sudah tidak ada dan ruangan nya kosong tinggal mereka berdua, "Tunggu disini, aku malu." ucap Alena sambil membuka pintu lalu masuk.
"Jangan mengintip." ucap Alena lagi yang membuat Arka mengangkat sebelah alisnya lalu mengelengkan kepalanya.
"Sudah?." tanya Arka yang melihat Alena keluar kamar mandi.
"Iya, bantu aku jalan lagi ya." pinta Alena diangguki Arka cepat.
Alena kembali merebahkan tubunya di atas ranjang pasien di bantu dengan Arka, dia melihat sekeliling nya lalu menatap langit-langit atap dengan wajah yang kebingungan.
"Kenapa?." tanya Arka lagi.
"Tidak, apa aku boleh tanya sesuatu?." tanya Alena diangguki Arka.
"Katakan saja." sahut Arka cepat.
"Kapan kita bertemu? dan kapan kita menikah? aku rasa ini terlalu cepat, aku masih muda, kenapa aku menikah dengan mu?." berbagai pertanyan berhasil di layangkan Alena yang membuat Arka pusing karna Alena banyak bertanya.
Alena mengangguk." Oke. kapan kita menikah? dan kapan kita bertemu pertama kali." Alena kembali bertanya.
"Sama saja, itu bukan satu-satu namanya." gerutu Arka dalam hati.
Arka menarik nafasnya pelan. "Kita menikah satu bulan lalu." jawab Arka apa adanya.
"Oh pengantin baru, kamu tidak menjawab pertanyaan pertama, jadi kapan kita bertemu?." tanya Alena lagi.
"Satu bulan lalu." jawab Arka lagi.
"What !! serius? aku menikah dengan mu hanya dalam satu pertemuan, Omg." Alena menutup bibirnya yang hampir menganga karna mendengar pakta dari Arka. "Siapa yang mengajak menikah duluan?." sambung Alena kembali bertanya.
"Menurutmu?." Arka membalikan pertanyaan nya.
Alena terdiam lalu dengan percaya dirinya dia berkata. "Oh astaga, aku di lamar dalam waktu satu kali pertemuan, dan memutuskan menikah, ini gila, ini gila." ucap Alena dengan ekspresi yang menurut Arka aneh.
__ADS_1
"Kamu pasti terpesona dengan kecantikan ku saat pertama kali kita bertemu kan, ayo mengaku saja, berapa usiamu? 25? 27? 30? kamu terlihat tampan dan masih muda, bahkan aku melihatmu seperti usia 23 tahun." ucap Alena yang membuat Arka melongo.
"Apa seperti ini sifat aslinya? kenapa dia terlihat seperti Kikan jika gaya bicaranya seperti ini." batin Arka sambil melihat Alena yang menatapnya.
"Apakah kamu sariawan? kenapa tidak menjawab?." tanya Alena.
"Hah? tidak. "
"Oh astaga kenapa pipimu menggemaskan sekali?." Alena berucap sambil mencubit pipi Arka.
"Jangan sembarangan pegang." ucap Arka menepis tangan Alena yang terus mencubitnya.
Alena mengerucutkan bibirnya lalu berkata. "Awas saja, jika aku sembuh kamu tidak akan aku kasih makan, puasa yang lama." ucap Alena sambil menunjukan wajah kesal nya membuat Arka melongo tak percaya.
"Bahkan selama kita menikah aku belum menyentuhmu lagi, gadis aneh." batin Arka.
_____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Karna menyambut bulan suci Rhamadhan jadi Author mau ubah si kejam jadi baik, tapi ngak baik-baik amat sih, cuman agak di kurangin aja galaknya.
Author sengaja bikin part perubahan biar jalan ceritanya ngak ketebak, karna Author mau kalian puas dan tertangtang untuk semakin mendalami cerita Arka dan Alena.
Dan kalo masalah Alena yang lupa ingatan nanti akan di ceritakan dimana Alena mengingat semuanya lagi.
Jangan lupa jejak nya ya😉
Mampir juga kecerita receh Author yang lain ya😣
Salam sayang❤
__ADS_1