
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Ririn masih ada di dalam suasana yang tidak bisa di bilang baik-baik saja, kejadian tadi di area kampus membuat nya keget sekaligus trauma, dimana mobil melaju cepat hingga menabrak seorang gadis yang membuatnya semakin merasa bersalah pasal nya tadi iya yang akan tertabrak tapi entah kenapa gadis itu datang secara tiba-tiba dan malah mengantikan nya untuk menjadi korban tabrak lari itu.
"Apa yang terjadi padanya sekarang? aku sangat merasa bersalah."Ucap Ririn sedih serta mengakhawatirkan si gadis baik hati yang menolong nya tadi.
Iya malah pergi bersama Dian dan meninggalkan si gadis yang nampak pingsan dengan beberapa pria yang nampak ingin mengepakuasi si gadis tadi.
Rafa yang baru pulang langsung masuk kedalam kamar melihat kondisi istrinya yang nampak sedang merenung di sofa dengan wajah yang entah memandang ke arah mana.
"Kamu kenapa sayang? ada yang menganggu pikiran mu?."Tanya Rafa sambil mengelus rambut panjang sang istri.
Ririn melirik dan replek langsung memeluk Rafa dengan erat, inilah yang iya perlukan sebuah pelukan yang bisa menenangkan nya dari pikiran yang terus menerus hinggap di otaknya.
__ADS_1
Rafa membalas pelukan Ririn dengan tangan yang mengusap pelan punggung sang istri, detak jantung yang tak beraturan Ririn membuat Rafa bisa menyimpulkan bahwa istrinya dangat tek-tekan dengan kejadian tadi.
"Tenanglah sayang, aku ada disini untukmu."Ucap Rafa sambil mendongkakan wajah sang istri.
Ragu-ragu Ririn menatap wajah suaminya, tatapan tajam dan sorot mata pekat itulah yang iya tangkap, bohong jika iya tidak mengagumi ketampanan suaminya yang nyatanya memiliki wajah tampan seperti K-pop Idol.
"Aku takut."Lirih Ririn dengan suara yang masih terdengar gemetar.
"Aku akan menjaga mu, maaf tadi aku telat."Ucap Rafa sambil menatap wajah cantik dengan bulu mata lentik milik sang istri.
Lagi-lagi dan lagi Ririn kehabisan bernafas saat detik-detik panas itu yang membuat Rafa terkekeh lalu melepaskan tautan bibir nya itu.
"Aku mau, apa boleh?." Tanya Rafa, sebenarnya tidak ada larangan jika iya langsung membantai istrinya sekalipun, tapi mengingat kejadian tadi Rafa takut istrinya akan menolak maka dari itu iya bertanya lebih dahulu agar istrinya tidak merasa sedih meskipun iya tahu bukan kesedihan melainkan kenikmatan yang akan di rasakan istrinya.
Ririn nampak berpikir, iya sudah jarang bermain seperti ini dengan suaminya, dan iya tidak munafik jika sudah sekali merasakan nya iya pun pasti menginginkan sensasi itu lagi.
"Emm..boleh."Cicit Ririn sangat pelan tapi masih terdengar ditelinga Rafa.
__ADS_1
Tanpa banyak waktu Rafa langsung menyerang sang istri dengan sebuah cium*n yang meninggalkan beberapa jejak di bagian-bagian paovorite nya.
Setelah dirasa istrinya sudah terlihat mengeliat menunggu aksi nya yang lebih panas Rafa langsung tersenyum dan berniat menggoda sang istri.
"Sepertinya aku tidak jadi."Ucap Rafa dengan tubuh yang bangkit dari kungkungan tubuh istrinya.
Ririn terbalak bagaimana mungkin suaminya meninggalkan nya saat saat iya sedang merasakan panas yang menyengat ini. "Tidak akan kubiarkan."Ucap Ririn yang merubah posisi nya menjadi di atas suaminya.
Rafa tersenyum senang melihat istrinya yang mulai nakal, "Kau nakal sayang, tapi aku suka."Ucap Rafa sambil memangut bibir istrinya, dan aksi panas keduanya pun di mulai dengan Ririn yang memimpin diatas.
______________
🌹🌹🌹🌹🌹
Sloww Update ya kakak🙂
jangan lupa jejak nya😉biar Outhor Update terus😂
__ADS_1