
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Arka aku sesak, geser sedikit." rengek Alena yang entah untuk keberapa kalinya.
"Tidak, kamu akan terluka jika aku tidak memeluk mu." tegas Arka sambil mempererat pelukan nya.
Alena menatap jengah pada suaminya, sejak pulang dari rumah mertuanya Arka benar-benar tidak melepaskan nya sedikitpun, bahkan saat ke kamar mandi pun Arka terus mengetuk pintu yang membuat Alena tidak nyaman jika terus di perlakukan seperti itu.
"Tapi ini di rumah, aku tidak akan terluka." ucap Alena, "Aku mau lapar ingin makan." sambung nya lagi.
Arka melepaskan pelukan nya, dengan gerakan kilat dia berlari ke meja makan untuk mengambil makanan di meja, sebelum mengambil nasi dan beberapa lauk pauk nya Arka terlebih dahulu merasakan rasa makan itu, dia tidak mau membuat istrinya keracunan maka dari itu Arka harus merasai nya dulu.
"Aku tidak mau makanan itu." ucap Alena menolak.
"Lalu kamu mau makan apa?." tanya Arka sambil duduk kembali di ranjang, tepatnya di samping sang istri.
Alena terdiam nampak sedang berpikir, "Aku mau makan makanan yang di buat kan tanteu Dian." ucap Alena bersemangat.
Dan saat itulah Arka batuk, dia menelan ludahnya. "Sayang bisa ganti makanan lain ngak?." bujuk Arka, jelas dia tau seperti apa rasa masakan dari wanita yang menjadi teman Mommy nya itu.
Hambar, dan tidak memiliki bentuk, dua kata itu mewakili penilaian nya, bahkan Arka sampai tidak bisa membedakan mana makanan dan mana sampah saking hancurnya makanan yang di buat kan teman Mommy nya itu.
"Memang nya kenapa?." tanya Alena heran.
"Tidak enak." jawab Arka cepat.
Alena kembali terdiam tapi rasa yang dia makan tadi terasa enak, "Tapi yang aku makan tadi di rumah Mommy enak." ucap Alena lagi.
Sekarang Arka yang terdiam, dia mencoba berpikir dan Arka mengingat satu hal yaitu keluhan Andrian setiap pagi yang selalu mengatakan jika masakan ayahnya lebih enak dari pada masakan bunda nya.
"Ahk itu pasti masakan Om Rey, setahuku tanteu Dian tidak bisa memasak." jelas Arka, membuat Alena mangut-mangut, pantas saja tadi Alena melihat Mommy dan tamteu Hanny yang nampak tertawa meledek saat tanteu Dian mengatakan tentang kelihaian nya dalam masalah dapur, ternyata semua itu hanya omong kosong belaka.
__ADS_1
"Ya udah ngak jadi." ucap Alena. "Yang masak nya Om Rey aja, aku mau makanan yang tadi lagi." sambung dengan mata berbinar.
Arka menghela nafasnya, sekarang dia malah harus berurusan dengan pria matre sama seperti asisten nya, ingin menolak? mana bisa, ngidam nya orang hamil harus di penuhi, dan itu juga akan di lakukan Arka, dia tidak mau jika calon anaknya nanti ileran.
Keduanya pergi ke kediaman Rey dan Dian, meminta Rey untuk memasakan makanan yang sehat untuk si ibu hamil, dan kedatangan Arka jelas di sambut hangat oleh kelurga Parisky yang memang akan melakukan acara bakar-bakaran di malam minggu.
"Ko ada Mommy?." Arka kaget saat melihat Ririn dan Rafa yang nampak sedang sibuk menusukan daging yang sudah di potong kedalam tusuk sate.
Ririn dan Rafa kompak menoleh, "Kita lagi malam mingguan rutin." jawab Ririn. "Alena sini duduk samping Mommy, ngak baik ibu hamil berdiri terus nanti pegel kakinya." sambung Ririn.
Alena mengangguk dan langsung duduk di samping mertuanya, sedangkan Arka duduk di samping sang Daddy.
"Ngidam lagi?." tanya Ririn seraya tersenyum.
"Iya Mom, Aku mau makan makanan yang tadi." jawab Alena semangat.
Rafa berjalan membawa tusuk sate yang sudah diisi daging sapi itu ke tempat pemanggangan yang ada di taman samping, lalu berjalan ke arah dapur bersih untuk mencuci tangan nya.
Penampakan yang tidak aneh itu berhasil membuat Rafa tersenyum, dimana Rey yang nampak sedang sibuk bergelut dengan kompor, sedangkan Zex pria itu tengah sibuk dengan pisau dan beberapa sayuran.
"Aku akan meminta imbalan mobil mewah untuk satu piring nya, bagaimana dengan mu?." tanya Rey pada Zex.
Keduanya tidak sadar jika Rafa masih berdiri memperhatikan mereka.
"Aku akan meminta menjadi besan nya mungkin." celetuk Zex yang berhasil membuat Rey mengacungkan jempol nya.
"Bagus aku setuju, cucu kita akan hidup makmur jika memiliki kakek sekaya Rafa, ya meski aku sedikit ngeri jika si kejam mewariskan sifat gilanya." ucap Rey sambil memasak.
Rafa melotot mendengarkan setiap celotehan temanya. "Telingaku masih berfungsi." ucap Rafa yang berhasil membuat Rey dan Zex melirik kearahnya.
"Oh asataga Zex aku lupa mobilmu bocor, sepertinya akan membutuhkan waktu lama untuk di perbaiki." Rey memulai dramanya.
Zex yang tau drama macam apa yang akan di mulai hanya mengangkat bahunya tidak perduli, "Mobilku ada di bagasi, yang rusak mungkin mobilmu." sahut Zex sambil membersihkan sayuran di kucuran air watsafel.
__ADS_1
🌹
Disisi lain tepatnya di bandara Xxxxxx terlihat seorang wanita cantik dan berkelas dengan pakaian yang serba hitam nya, kacamata hitam dengan bibir merah menyala itu nampak terlihat membuat pria yang menjemput nya silau.
Wanita itu langsung memeluk pria yang menjemput nya, "Lama tidak bertemu, kau semakin tampan Zeo." ucap wanita itu sambil memasukan kacamatanya kedalam tas brend nya.
"Tidak usah basa basi, cepatlah masuk aku membutuhkan mu." sahut Zeo Ton membuat wanita itu tersenyum.
"Santai saja, kita akan beramin dulu, lagi pula aku ingin sedikit menikmati suasana baru disini." sahut wanita itu, lalu duduk di jok belakang.
"Kau membuat masalah baru?." tanya Zeo Ton.
Wanita yang tak lain adalah Zamora Ton itu tertawa. "Seperti biasa, aku berhasil membunuh musuh ku, dan sialnya ternyata anaknya seorang polisi, aku harus mengganti semua identitasku lagi." sahut Zamora Ton sambil menyandarkan kepalanya di jok mobil.
Zeo Ton tersenyum. "Kau ingat musuh kita?." tanya nya.
"Tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan wajah bajing*n kapar*t sialan itu." sahut Zemora dengan wajah marahnya.
Jelas Zamora akan selalu mengingat wajah-wajah pria yang membuat hidup nya terlantar tanpa kasih sayang seorang ayah, bahkan ibu nya sendiri menjual nya layaknya barang dagangan, tapi beruntungnya sekarang dia memiliki Zeo Ton yang mau merangkulnya di saat dia sedang kesusahan.
Butuh waktu 5 tahun untuk Zamora berlatih bela diri, dia menjadikan kematian ayah nya sebagai alasan nya untuk tetap semangat melatih tubuhnya, mengingat musuh-musuh nya bukan lah orang-orang yang patut di remehkan, Mafia..ya musuh mereka adalah Mafia, dan sekarang dia juga memiliki pangkat tinggi Black Grils yang berarti wanita kegelapan.
"Mari kita basmi pria-pria keji yang membunuh Paman dan Daddy, mereka harus mati di tangan kita." ucap Zeo Ton.
"Bukan hanya itu, tapi semua keturunan nya pun akan aku bunuh." sahut Zamora Ton sambil tersenyum smirk.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir ke cerita si Lia ya❤
__ADS_1
jangan lupa jejak!!