
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Ini tidak seperti yang Arka bayangkan, dimana dia melihat Alena yang tidak berdaya dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuh gadis itu.
sudah tiga hari Alena tertidur karna kecelakaan yang membuat Alena tidak sadarkan diri dan mengalami koma akibat benturan keras di kepalanya.
Malam yang panjang itu tidak bisa hilang dari pikiran Arka apalagi melihat Alena yang penuh berlumuran darah di kepalanya, sedikit menyesal karna semua yang terjadi pada Alena mungkin adalah kecelakaan tapi menurut Arka itu adalah kesalahan nya yang mungkin terlalu kejam sehingga membuat Alena lari darinya.
"Sadarlah, aku sudah mengabulkan apa yang kau ingin kan, perusahaan mu sudah menjadi milik mu lagi, bangun lah." ucap Arka sambil mencoba mengajak Alena berbicara, meski pada kenyataan nya Alena tidak membuka matanya.
Perusahaan keluarga Alena yang di renggut oleh Dean Ghani kini sudah berpindah pemilik, Arka benar-benar menepati janji nya, tepat nya setelah kecelakaan mobil yang di tumpangi Alena dan Rio menabrak pembatas jalan, yang mengakibatkan Alen tidak sadarkan diri dan koma di rumah sakit.
Sedangkan Rio pria itu hanya mengalami luka kecil, dan kini Rio telah di bawa keluar negri oleh keluarganya karna ancaman dari Arka yang akan menghancurkan keuangan keluarga itu jika Rio masih tetap mendekati Alena.
Arka menyabotase semua sistem yang ada di perusahaan itu, mudah bagi nya untuk membuat keuangan perusahaan Dean Ghani menurun, Arka juga yang membuat saham perusahaan Dean Ghani anjlok karna sebagiaj pemegang saham di perusahaan Dean Ghani di iming-imingi sejumlah uang oleh Arka, dan jelas mereka mau melalukan itu, bukan karna jumlah uang yang di tawarkan Arka lebih tinggi, tapi jelas mereka tau siapa Arka, dan lahir dari keluarga siapa Arkasya.
Bahkan Arka tak segan-segan untuk meneror keluarga Dean Ghani dengan menggunakan anak buahnya, membuka semua kejahatan Dean Ghani yang membuat Dean Ghani membusuk di penjara karna dia terbukti bersalah atas pembunuhan berencana pada orang tua Alena.
Lidya wanita yang menjadi istri dari Dean Ghani pun takalah menderita nya, dia mengakhiri hidupnya karna tidak sanggup melihat kenyataan jika hartanya sudah hilang dan dia jatuh miskin.
Sedangkan Damar pria itu kini harus menjadi tersangka kedua karna di duga ikut adil dalam pembunuhan om tante nya sendiri, lain halnya dengan Dinar yang kini terlunta-lunta hidup sendiri karna semua anggota keluarganya telah meninggalkan nya sendiri.
__ADS_1
"Bos." ucap Andrian sambil berjalan.
"Ada apa?." jawab Arka dingin, dia masih kesal dengan Andrian karna jika dia tidak menyutuh Andrian memberhentikan mobil yang di tumpangi Alena mungkin kecelakaan itu tidak akan terjadi.
Andrian menghela nafasnya, dia tau dia salah tapi disini dia hanya kerja dan di suruh, jadi jangan salahkan dia karna kecelakaan itu buka kesalahan nya, semua itu piur kecelakaan karna mobil yang di tumpangi Alena dan Rio yang tiba-tiba blenk dan menabrak pembatas jalan.
"Ada kabar buruk." ucap Andrian.
"Katakan." sahut Arka masih dingin.
"Om Rafa dan Tante Ririn sudah tau semuanya, mereka menyuruh bos datang ke rumah besar hari ini." ucap Andrian menyampaikan pesan dari Ririn dan Rafa.
Arka menghela nafasnya, sudah ia duga jika orang tuanya pasti akan mengetahui semua yang dia lakukan. "Katakan pada Mommy Daddy aku sibuk." ucap Arka.
"Tapi bos, Om Rafa bilang dia akan marah jika bos tidak datang." Andrian kembali bersuara, membuat Arka melirik tajam.
"Sudah ku duga, sib nasib lembur terus." batin Andrian mengerutu, jika biasnya dia msnyukai lembur karna akan mendapatkan bonus maka lain hal nya dengan sekarang, dia tidak bersemangat mengingat Arka pasti tidak akan memberinya bonus mengingat apa yang telah Andrian lakukan itu membuat Alena tidak berdaya seperti sekarang.
"Nasib ku memang sial." gerutu Andrian dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
.
Ririn menangis di pelukan suami nya, hati seorang ibu mana yang tidak hancur saat mendengar kabar putranya yang telah membuat ulah, apalagi sampai membunuh, Ririn benar-benar merasa sudah gagal mendidik putranya.
Bayi mungil yang dulunya sering menangis karna kehausan itu tumbuh menjadi pria yang tidak bisa di kenali oleh ibunya sendiri, sedih dan terpukul itulah yang Ririn rasakan, anak yang lahir dari rahim nya itu kini memiliki sifat yang turun dari suaminya, Ririn tidak bisa menyalahkan siapapun, yang dia sesali adalah kenapa dia membiarkan putranya memiliki rumah sendiri dan malah membiarkan Arka hidup di dalam jurang kegelapan yang bisa saja sewaktu-waktu menghancurkan putranya.
"Sudahlah sayang, Arka akan menemui kita, biarkan dia menebus kesalahan nya." ucap Rafa sambil mengusap lembut rambut kepala istrinya.
Ririn mendongkakan kepalanya pada sang suami, "Aku merasa gagal, ini semua salahku seharusnya aku tidak mengijinkan putra kita hidup mandiri, seharusnya kita___ " ucap Ririn tidak bisa meneruskan kata-katanya, dadanya terasa sesak karna semalaman ini dia terus menangisi sang putra.
Rafa menyemprotkan beberapa semprot obat Asma pada sang istri lalu merengkup kedua pipi istrinya. "Sayang dengarkan aku, ini semua bukan salahmu, ini semua adalah takdir, Arka mewarisi semua keburukan ku, semua itu bukan salah mu tapi salah ku yang memulai semuanya dengan kegelepan." ucap Rafa, dia sadar jika semua sifat kejam Arka itu adalah warisan darinya, disini Rafa lah yang berperan penting dalam cerita kehidupan nya yang semula gelap, dan jika ada yang harus di salahkan itu adalah dirinya, karna dia yang memulai semuanya.
"Aku mau bertemu putra kita mas." ucap Ririn yang sudah bisa sedikit tenang.
"Kita akan menemuinya, tapi bukan sekarang." ucap Rafa sambil menatap istrinya lembut.
"Kapan?." tanya Ririn.
"Nanti, setelah Arka sadar atas kesalahan nya, biarkan dia sendiri yang datang pada kita untuk menjelaskan nya, beri dia waktu, aku yakin semua itu pasti ada sebab nya mengapa Arka melakukan hal itu." ucap Rafa.
Ririn menghela nafasnya lalu mengangguk. "Aku harap Arka tidak melakukan itu lagi, kasihan gadis itu malang sekali nasib nya." ucap Ririn merasa kasihan pada gadis yang di nikahi putranya.
__ADS_1
"Aku harap Arka bisa menyayangi gadis itu seperti kamu menyayangi aku mas, aku harap kisah mereka yang di awali gelap itu akan sama seperti kita." sambung Ririn mengatakan harapan nya, dia cukup berdosa pada orang yang telah di bunuh putranya dan sekarang dia harus mengetahui bagaimana nadib gadis yang dinikahi putranya.
"Aku harap juga begitu." ucap Rafa sambil mencium kening istrinya. "Tapi aku tidak yakin, Alena bukan gadis yang bisa di kendalikan sayang, apalagi apa yang di lakukan Arka itu membuat dia tersiksa, dia sama seperti hiu cantik." batin Rafa.