Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Cinta pertama Alena.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hidup adalah sebuah perjuangan, maka dari itu lewati proses nya dengan ikhlas dan sabar, meski terkadang kata sabar dan ikhlas itu hanya menjadi sebuah kata isyarat saja, lain di mulut lain di hati begitulah realita kehidupan yang sebenarnya.


Sebelum nya Alena memang meminta satu permintaan pada si tuan muda, Alena meminta untuk tidak berhenti kuliah apalagi sebentar lagi dia akan wisuda S1 yang membuat Alena semakin semangat untuk mengejar kelulusan nya.


Arka tidak mempermasalahkan keinginan Alena selagi Alena bisa mengerjakan tugas-tugas yang telah di sepakati mereka berdua sebelum menikah, meski Arka tidak menyukai Alena tapi sekejam-kejam nya Arka tetap saja dia pasti akan mengedepan kan masalah pendidikan, yang menurutnya sangatlah penting.


Kembali ke rutinitas nya sebagai mahasiswi, Alena kembali kuliah lagi setelah satu minggu lamanya dia mengambil cuti.


riuh-riuh terdengar ocehan beberapa teman satu kampus nya yang melihat Alena masuk ke area parkir menggunakan mobil sport milik si tuan muda.


Banyak yang mengatakan jika Alena menjadi simpanan om-om, ada juga yang mengatakan jika Alena menjual diri, dan semua itu sama sekali tidak menjadi penghalang Alena untuk tetap belajar, dia menutup mata dan telinganya untuk sebagian teman nya yang mencomoohkan nya maupun menghina nya.


"Alena." teriak seorang pria yang berdiri tak jauh dari tempat Alena duduk.


"Iya kak, kenapa?." tanya Alena sambil tersenyum pada Rio yang notabe nya adalah senior nya.


Rio berjalan mendekat ke tempat Alena. "Kamu udah makan siang belum? makan bareng yu." ajak Rio.


Alena terdiam, "Emm gimana ya." Alena nampak berpikir sejenak, jujur saja dalam hatinya dia ingin sekali mengiyakan tapi memikirkan ancaman dari si tuan muda membuat Alena sedikit takut. "*Ja*ga batasan mu, ingat siapa kamu, dan status mu sekarang."


"Ayo dong Alena sekali saja, pliss." ucap Rio lagi sedikit merengek, yang membuat Alena tidak tega.


"Cuman makan doang, ngak mungkin ngelanggar aturan." batin Alena menimbang.


Alena menghela nafasnya. "Ya udah, ayo." jawab Alena sambil tersenyum kecil lalu berjalan bersamaan dengan Rio.


Pernah memiliki perasaan lebih saat di ospeck beberapa tahun lalu membuat Alena sedikit grogi saat di tatap aneh oleh Rio, dan hal itu tak luput dari pandangan Rio yang ternyata memang menyukai Alena dari jauh-jauh hari.


Alena makan dengan khitmat, sesekali dia melirik Rio, begitupun sebaliknya Rio juga makan sambil mencuri-curi pandang dari Alena. "Sebenarnya kakak ngajak kamu makan karna kakak ngerasa bersalah, turut berduka cita ya Alena, maaf kakak baru tau tentang meninggal nya ayah dan mamah kamu." ucap Rio sambil menatap Alena.

__ADS_1


Ya Rio memang baru mengetahui kabar berita duka itu karna dia baru pulang dari luar negri mengurus bisnis orang tuanya.


dan saat mengetahui kabar itu Rio benar-benar merasa bersalah karna tidak sempat melayad dan menjadi sandaran untuk gadis yang di sukainya itu.


"Ngak apa-apa kak, makasih sebelumnya karna kakak udah perduli sama aku." ucap Alena.


"Kalau kakak tau yang terjadi dengan ku, apa kakak masih tetap aku masih punya kesempatan untuk memiliki kakak? aku kotor, aku hina, aku gadis tidak punya harga diri." batin Alena ingin sekali menangis mengingat semua yang telah dia lakukan demi ego balas dendam nya.


Rio dapat melihat wajah kekecewaan itu yang membuat dia semakin merasa tambah bersalah karna tidak ada di saat detik-detik kerapuhan Alena.


"Al___ " ucap Rio terhenti.


Brak..


"Heh cwe gatel !! lo tau kan Rio itu pacar gue, dasar cwe ngak punya harga diri bisa nya cuman rayu pacar orang aja." sebuah gebrakan meja di tambah suara teriakan mengema di telinga Alena.


"Maaf kak, aku ngak ngerti maksud kakak, aku sama kak Rio cuman teman ngak lebih." ucap Alena menyangkal semua rasa yang dia miliki, lagi pula Alena memang tidak terlalu berharap mengingat status nya sekarang yang sudah bersuami.


"Jaga bicaramu, kita bukan pacar lagi, kita sudah putus." Rio mrnyangkal jika dia masih punya hubungan dengan gadis itu.


"Rio aku masih sayang sama kamu." ucap gadis itu sambil memprlihatkan wajah sedih nya.


Rio tersenyum kecut. "Sayang tapi selingkuh, ayo Alena kita pergi." ucap Rio sambil memegang tangan Alena yang mana membuat gadis itu tidak terima dan merapatkan giginya menahan kesal.


Plakkk !!!


Awwww..


Alena meringis sambil memegangi pipi nya yang terkena tamparan, dia berdiri lalu melotot pada gadis bertubuh bahenol yang ada di depan nya, yang tak lain adalah Marissa Aprillia, senior sekaligus mantan pacar Rio.


Byurrr !!


Dengan wajah kesal nya Alena menyiramkan air jus yang di minum nya ke baju Marisa, "Balasan mu." ucap Alena menatap dingin Marisa.

__ADS_1


"Kurang ajar, dasar pela*c*r." teriak Marisa tidak terima di siram air minum sisa Alena sambil ingin melayangkan tamparan lagi pada Alena namun tangan nya di pegang Rio.


"Aku bilang sudah, kamu pulang Marisa dia ngak salah, Alena tidak tau apa-apa tentang masalah putusnya hubungan kita." ucap Rio sambil melepaskan tangan nya dari tangan Marisa.


"Tapi Rio.. kamu tau kan keluarga kita udah setuju dengan hubungan kita." ucap Marisa sambil menunduk.


"Drama banget nih cwe bikin mood makan ngak selera." batin Alena muak, melihat pertengkaran di depan nya, sebenarnya dia marah karna pipinya masih terasa sakit dan mungkin berbekas tapi Alena tahan, dia tidak mau orang menganggap nya lemah.


"Aku bisa menjelaskan nya, hubungan kita tidak di landasi cinta, baik aku maupun kamu kita berdua tidak saling mencintai." ucap Rio. "Kalian berdua bawa Marisa pulang." sambung Rio menunjuk dua wanita yang tak lain adalah teman Marisa.


"Kamu jahat Rio." ucap Marisa drama sambil berlari meninggalkan Rio dan Alena yang nampak santai makan.


"Kamu tinggal dimana sekarang? kakak antar pulang ya." Rio kembali membuka suaranya.


Alena mengelengkan kepala, "Ngak usah kak, aku bisa pulang sendiri." tolak Alena. "Lagian aku juga bawa mobil ko, kakak susulin aja kak Marisa kasian nanti dia marah." sambung Alena lagi.


"Tapi aku sudah putus dari Marisa, dia mengkhianatiku dan lagi pula aku tidak menyukainya." ucap Rio sambil menatap Alena penuh arti.


Seolah tau dengan tatapan Rio padanya yang menuju ke arah serius Alena berdehem, mencoba untuk rileks, jujur saja Rio adalah pria pertama yang dia sukai, dan dia juga tau diri dengan statusnya yang sudah bukan gadis lagi alias sudah tidak perawan dan sudah bersuami.


"Maaf kak, aku pulang dulu, makanan nya kakak yang bayarin ya." ucap Alena sambil berdiri lalu buru-buru pergi meninggalkan Rio yang mematung melihat kepergian Alena.


"Secepat itu kamu berubah Alena? padahal aku baru saja mau mengutarakan isi hatiku." batin Rio sambil menghela nafas.


"Maaf kak Rio, aku ngak pantes buat kakak yang terlalu sempurna, kakak orang baik ngak sepantesnya dapat gadis kotor kaya aku." batin Alena sambil berjalan pergi menuju area parkir.


_________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Mulai drama๐Ÿ˜…


Jangan lupa like coment and vote !!

__ADS_1


__ADS_2