Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Pinta ibu hamil.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Aku lapar." rengek Alena yang hampir akhir-akhir ini selalu terdengar di telinga Arka.


Jika pagi hari atau siang hari mungkin Arka akan memaklumi, tapi permintaan penuh rengekan itu terjadi saat malam hari yang membuat Arka harus siap bergadang untuk satu bulan kebelakang ini.


"Ingin makan apa?." tanya Arka.


Alena nampak terdiam ia sedang berpikir. "Malam-malem makan mie instan enak." ucap Alena antusias.


Mie instan? makanan apa itu? bahkan Arka tidak tau makanan apa yang di sebutkan oleh Alena, dia tidak pernah memakan makanan yang di sebutkan Alena itu.


"Apa tidak ingin ganti makanan? aku takut bayi kita sakit perut." ucap Arka yang sudah menemukan bungkusan kuning dan hijau, dia melihat bungkusan itu, menurutnya sesuatu yang berbau instan itu tidak lah baik untuk di kosumsi.


"Tidak akan sakit perut, aku sudah biasa memakan nya." sahut Alena. "Cepat buatkan, anak mu yang minta bukan aku." sambung Alena, dia engan mengakui jika sebenarnya Alena yang memang menginginkan makanan berkuah itu.


Arka menghela nafasnya, mau tidak mau dia harus membuatkan nya, mengingat ucapan Mommy nya membuat Arka bergedik ngeri. "Keinginan ibu hamil harus selalu di turuti, kalo kata orang tua jaman dulu sih katanya nanti ileran." kata Ririn yang masih ada di ingatan Arka.


Entah kenapa melihat Arka yang selalu menuruti kemauan nya membuat Alena sedikit bahagia, setidaknya Alena tau jika Arka menyayangi anak yang ada di dalam kandungan nya, meski Alena tau Arka belum mencintainya.


"Ini mie nya, mau pakai nasi?." tanya Arka.


Alena mengelengkan kepalanya, "Engak, tapi kalo masih ada mau lontong yang tadi pagi." pinta Alena.


"Ini." ucap Arka menyodorkan piring berisi lontong yang masih di balut daun pisang.


Alena mengerucutkan bibirnya. "Bukain, terus potongin, anaknya yang minta." ucap Alena sambil mengambil sesondok kuah mie nya lalu mencium aroma harum nya, dan memakan nya.


"Iya, bawel." sahut Arka dengan wajah mengantuknya, ini bahkan bukan di sebut tengah malam lagi tapi bisa di sebut pagi hari karna jam dingding sudah menunjukan pukul 3 pagi, tapi begitulah tingkah ibu hamil yang memang selalu aneh dan berkesan di luar aturan buku, karna pada kenyataan setiap ibu hamil memiliki perbedaan masing-masing saat menjalani fase kehamilan nya, dan itu juga yang Alena rasakan sekarang.


Aroma mie itu nampak mengiurkan apalagi si ibu hamil memakan nya dengan gaya yang seperti orang kelaparan, membuat Arka beberapa kali menelan ludah nya sendiri, dalam pikiran nya dia bertanya seberapa enak makanan instan itu.


"Apa enak?." tanya Arka.

__ADS_1


Alena menoleh. "Sangat enak, apalagi di tambah lontong ini, uuh nikmat." sahut Alena sambil pokus memakan lagi mie nya.


Uhuk..uhuk...


Arka langsung memberikan minum, "Jangan cepat-cepat makan nya, tidak ada yang akan meminta makan mu." ucap Arka sambil mengelap sisa makanan di sudut bibir Alena menggunakan tisue.


Alena tak menghiraukan, meski sejujurnya dia merasa kikuk saat Arka perhatian padanya, entah perasaan apa yang Alena tau hanya dia nyaman dengan Arka yang sekarang, yang lebih perhatian dan bahkan selalu mau melakukan hal konyol sekalipun, dan semua itu hanya untuk membuatnya tertawa.


Setelah selesai makan Arka dan Alena kembali ke kamar nya, mengingat hari ini adalah hari minggu jadk keduanya kembali tidur lagi dan tak butuh waktu lama Arka dan Alena tertidur dengan posisi Arka yang memeluk Alena, dan itu semua adalah permintaan Arka sebagai imbalan jika dia melakukan setiap perintah Alena dengan baik.


Siang harinya Alena bangun karna alrm perutnya, Arka yang sudah dari tadi bangun pun langsung mendekati istrinya, mengusap kepala Alena lalu mengelus perut Alena, "Lapar lagi?." tanya Arka.


Alena mengagguk sambil mengucek matanya. "Jam berapa sekarang?." tanya nya sambil memegang kening nya yang terasa pening karna terlalu lama tidur siang.


"Jam 12 siang." jawab Arka, "Mau makan apa?." sambung nya bertanya sambil melihat gerak gerik Alena yang nampak masih lemas karna baru bangun tidur.


"Apa saja, asal jangan sayur." sahut Alena.


Arka mengangguk, "Tunggu disini dan mandilah, aku akan membawakan makanan nya kekamar." ucap Arka diangguki Alena.


Saat Arka baru berjalan beberapa langkah Alena membali bersuara. "Arka aku mau ke kamar mandi, kepala sedikit pusing emm__" ucapnya menggantung, "Bisa kah kamu menggendongku?." sambung nya lagi sambil menglus perut nya.


🌹


Cuaca yang panas membuat siapapun pasti ingin berdiam di rumah di temani tv beserta cemilan nya, tapi semua itu tidak di lakukan oleh calon orang tua itu muda itu, Arka mau tak mau harus memutari jalanan yang panas dengan terik matahari itu karna permintaan Alena yang tiba-tiba mengidam ingin di belikan rujak buah.


Jika biasanya orang ngidam ingin rujak pinggir jalan maka lain hal nya dengan Alena, mengingat yang akan lahir dari rahim nya keturunan sultan, jadi Alena pun mengidam ala sultan dimana rujak buah itu harus di beli di resto yang ada di Mall.


Setelah berputar di jalanan yang cukup padat karna hari minggu, Alena dan Arka pun sampai di sebuah pusat pusat perbelanjaan yang ada di tengah-temgah kota nya.


"Aku menunggu disini, ingat jangan pakai nanas sama bengkuang." ucap Alena mengingatkan, ia tau jika wanita yang tengah hamil muda tidak boleh memakan nanas, dan untuk bengkuang entah kenapa Alena tidak menyukai buah berwarna putih itu, bahkan mengatakan namanya saja Alena sudah merasa mual.


"Baiklah, tunggu disini jangan kemana-mana, aku akan kembali." ucap Arka diangguki cepat oleh Alena.


Setelah kepergian Arka kini tingalah Alena sendirian, dia duduk di bangku sambil melihat setiap orang-orang yang melewatinya, dan saat Alena melihat ke samping tiba-tiba ada yang menyapa nya.

__ADS_1


"Astaga kita ketemu lagi, kamu kemana saja? kenapa tidak membalas chat ku?." ucap Dinar yang tiba-tiba datang dengan Zeo Ton kekasih barunya.


Alena berdiri, "Maaf kemarin aku sibuk, suamiku tidak mengijinkan aku kemana-mana karna aku sedang mengandung." sahut Alena merasa tidak enak hati karna melupakan niatnya yang akan berkunjung ke makam orang tuanya.


Dinar terdiam mendengar penuturan Alena, "Astaga dia hamil, sial aku kalah banyak darinya." batin Dinar kesal.


Sedangkan pria disamping nya yang tak lain Zeo Ton nampak tersenyum menyerigai mendengar kabar itu. "Baguslah, akan aku pastikan Rafasya tidak akan melihat cucu pertama nya, karna sebelum itu aku Zeo Ton akan memusnahkan bayi sialan itu." batin Zeo Ton.


"Wah selamat, akhirnya aku akan memiliki keponakan." ucap Dinar sambil pura-pura antusias, meski sebenarnya dia kesal karna dia pun sama sedang mengandung hanya saja Zeo Ton pria yang sekarang menjadi kekasihnya belum tau tentang kehamilan nya itu.


Alena tersenyum sedikit. "Terimakasih, dan dia siapa? apa dia Om ku?." tanya Alena. "Emm maksud ku ayahmu?." sambung nya lagi.


Dinar memegang tangan Zeo Ton, "Astaga dia bukan ayahku, Alena dia calon suamiku, dia tampan bukan?." ucap Dinar dengan percaya dirinya.


"Selera sepupuku ternyata om-om." batin Alena, "Hemm, Alena." ucap Alena menjabat tangan Zeo Ton.


"Panggil saja Zeo, aku kekasih Dinar." ucap Zeo Ton sambil tersenyum.


"Ahk aku akan pergi dulu, lain kali kita akan bertemu lagi." ucap Dinar buru-buru memegang tangan Zeo Ton.


Alena hanya mengangguk, dan tak lama kemudian Arka datang dengan dua kantung kresek, "Ayo pulang." ajak Arka.


"Emm bisa tambah es cream?." pinta Alena.


"Tentu saja, apapun yang kamu mau akan aku berikan." sahut Arka sambil tersenyum.


"Termasuk pergi ke makam orang tuaku?." ucap Alena pelan.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Nyari ide di saat perut kosong benar-benar mumet bigit.😑


Jangan lupa mampir ke cerita Lia yang di tikung Janda ya.😉

__ADS_1



Jangan lupa jejak !!


__ADS_2