
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rengekan Alena yang menginginkan sesuatu itu terus di dengar Arka, membuat pria yang sebentar lagi menjadi papa itu menghela nafasnya, mau tidak mau dia harus menuruti setiap permintaan istrinya.
"Ya sudah kita pergi." ucap Arka. "Tapi jangan lama-lama cuaca di luar sedang tidak bersahabat." sambung nya lagi.
Alena tersenyum sumrigah mendengar permintaan nya akan di turuti sang suami, karna merasa senang Alena pun mendaratkan
sebuah kecupan singkat di pipi suaminya.
"Ayo, aku sudah tidak sabar Arka." kata Alena bersemangat, dia bahkan langsung berjingkak karna akhirnya dia bisa merasakan rasanya pergi kepasar malam.
Suatu tempat keramaian yang belum pernah Alena kenal dan pijak, bukan cuman Alena saja bahkan Arka sendiri pun belum pernah mengunjungi tempat keramaian itu, bukan karna sibuk tapi Arka memang tidak pernah di kenalkan dengan tempat keramaian itu.
"Sebaiknya kita pulang saja ya, cuaca nya sudah tidak bersahabat." ucap Arka yang sedang mengendarai mobilnya.
Mendengar ucapan Arka seketika Alena mengerucutkan bibirnya kesal, "Ngak mau Arka, aku mau tau seperti apa rasanya naik wahana komedi putar." ucap Alena yang sudah membayangkan akan menaiki wahana komedi putar.
Arka menghela nafasnya, meski hilang ingatan memang sifat keras kepala Alena seolah menempel pada diri istrinya, dan mau tidak mau Arka hanya bisa mengalah.
Saat di tengah-tengah perjalanan Arka melirik Alena yang nampak sedang terdiam dengan pandangan yang melihat kesamping. "Kenapa? apa ada yang menganggu pikiran mu?." tanya Arka.
Alena melirik suaminya, dia mengangkat bahu nya sedikit menandakan jika dia tidak tau. "Aku hanya merasa tidak enak hati, perasaan ku mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi." ucap Alena sambil menatap kejalanan yang mulai gelap.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja, jangan khawatir aku ada di samping mu." ucap Arka yang melihat wajah ketakutan istrinya.
"Aku tau." sahut Alena tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan.
Sama hal nya dengan Alena, Arka juga bisa merasakan perasaan aneh itu, tapi Arka tidak mau berpikir hal yang tidak-tidak, ia tidak mau membuat istrinya semakin kepikiran, dan malah membuat kehamilan istrinya terganggu, mengingat pantangan dari dokter kandungan Alena yang mengatakan jika Alena tidak boleh banyak beban pikiran, mengingat kondisi kandungan Alena yang lemah.
Sesampainya di tempat yang di inginkan Alena keduanya nampak saling berpegangan tangan, Arka melirik sekitar nya yang di penuhi dengan wanita dan pria dari berbagai kalangan tua dan muda, ia merasa asing saat melihat banyaknya jajakan para pedagang yang menggunakan tenda-tenda sebagai tempat berdagang nya.
"Aku mau naik itu." tunjuk Alena pada wahana Kora-kora, membuat Arka seketika melotot tak percaya saat melihat wahana permainan apa yang di tunjuk Alen.
__ADS_1
Bahkan untuk melihatnya saja Arka sudah takut duluan, takut jantungan, bagaimana tidak bahkan para pengunjung nya yang kebanyakan wanita itu nampak ketakutan, dindengar dari suara jeritan histerisnya saja sudah membuat Arka mengelengkan kepala, itu bukan wahana yang patut di coba istrinya.
"Itu tidak di peruntukan untuk ibu hamil, mending kamu naik itu saja." ucap Arka sambil menunjuk wahana Bianglala
Alena melihat Bianglala yang bentuknya seperti sarang burung itu, dia berguman sendiri "Aku jadi burung? bukan nya sarang ya?."
"Kamu mengatakan sesuatu sayang?." tanya Arka serasa mendengar istrinya berbicara.
Dengan cepat Alena mengelengkan kepalanya, "Ahk tidak, aku hanya emm____ mending kita beli tiket masuk nya saja ya Arka." ucapnya gugup, tidak mungkin dia mengatakan jika dia mengatakan burung dan sangkar, bisa jadi mesum suaminya jika Alena mengatakan benda pelesetan itu.
Keduanya berjalan mendekati tenda penjual tiket, saat sedang membeli tiket banyak para pria muda yang bersiul karna melihat Alena yang cantik, dan hal itu membuat Arka geram ingin menghabisi para pria muda yang mencoba menganggu ketenangan nya.
Melihat Arka yang nampak memerah wajahnya dengan tangan yang mengepal membuat Alena berdehem, lalu mengenggam tangan suaminya.
"Sudahlah, mereka hanya pria muda yang nakal, lagi pula kamu jauh lebih tampan dan menggoda dari mereka." kata Alena sambip memberikan kecupan di pipu Arka membuat Arka tersenyum bangga karna merasa di jungjung tinggi oleh istrinya.
"Aku memang tampan sayang, tapi mereka menatapmu dengan wajah mesum." ucap Arka masih kesal.
Alena mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya, tanpa aba-aba dia menci*m bibir Arka di depan para pria muda itu membuat Arka seketika mengeratkan pelukan nya dengan tangan nya yang menempel di pingang ramping Alena.
"Udah jomlo harus liat yang ngeres pula, sib nasib jomlo." status pria muda beremesial P.
"Jomlo baru 2 bulan, yu kuy merapat masih ori nih." status pria muda sebut saja namanya Ujang. (wk.)
Alena tersenyum senang saat dia sudah menaiki wahana Bianglala nya, berbeda dengan Arka yang nampak diam terlihat tidak bersemangat.
"Astaga Arka, ini sangat menyenangkan bukan, kita bisa melihat kota dari sini." ucap Alena sambil menatap sekitar nya, dan mata nya menangkap indahnya suasana malam hari di kotanya yang di penuhi lampu remang-remang.
Arka tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya. "Arka kita akan mencoba yang lain nya bukan?." tanya Alena tanpa melihat Arka yang nampak menahan sesuatu, Alena malah sibuk melihat ke bawah dimana banyak para pengunjung yang nampak sibuk berbelanja.
Dia baru tau jika pasar malam bukan hanya untuk menjadi tempat wahana permainan, tapi pasar malam juga bisa di jadikan sebagai reperensi untuk para ibu-ibu maupun anak muda untuk berbelanja ataupun mengenal jajajanan dari yang biasa sampai jajanan yang tradisional.
Setelah puas menaiki wahana Bianglala Alena kembali merengek meminta menaiki wahana Komedi putar. Arka menuruti setiap permintaan istrinya, dan mau tidak mau dia juga harus ikut menaiki wahana yang kebanyakan nya di naiki oleh anak-anak itu.
Melihat senyuman Alena membuat hatinya damai, entah kenapa Arka sangat menyukai senyuman istrinya itu, Alena yang sekarang adalah candunya, wanita yang akan selalu menjadi pengisi hatinya yang lara.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa?." tanya Alena saat sudah turun dari wahana komedi putar.
Arka tidak menjawab, dia malah nampak celungak celinguk seolah mencari sesuatu, hal itu semakin membuat Alena kebingungan.
"Ada apa?." tanya Alena lagi.
Arka melihat istrinya, membuka sedikit bibirnya lalu berkata. "Aastaga saayangg, aku mau muntah." ucapnya dengan suara yang seperti menahan sesuatu, dan hal itu seketika membuat Alena melotot dan langsung melihat kesekeliling nya.
"Ikut aku." ucap Alena membawa lengan suaminya ke tempat yang menurutnya sepi.
Setelah di rasa aman Arka memuntahkan semua isi perutnya, Alena dengan sigap memijat leher suaminya agar Arka merasa enakan setelah muntah, "Maaf membuat mu menjadi sakit." ucapnya pelan.
Arka yang sedang berjongkok langsung berdiri, "Tidak apa, lagi pula hanya muntah sedikit." ucap nya sambil tersenyum meski Arka masih merasakan mual itu.
Sebelum benar-benar pulang Alena kembali merengek untuk membeli sesuatu makanan yang ada di jajakan para penjual kaki lima, "Kamu yakin sayang? itu nampak tidak sehat untuk mu." kata Arka berbisik.
"Ini enak, coba saja." ucap Alena yang tengah memakan telor gulung di tambah saus.
Arka menggelengkan kepalanya, bahkan rasa mualnya baru saja hilang sekarang dia harus melihat istrinya yang memakan telor gulung layaknya orang yang kelaparan.
"Aku juga mau itu Arka." ucap Alena lagi sambil menunjuk gerobak penjual baso tahu siomay.
Mau tak mau Arka kembali memperbolehkan istrinya membeli makan itu, Arka pernah membeli makanan itu, hanya saja itu terjadi saat dia masih SMK dulu dan yang memakan nya juga bukan lah dirinya, melainkan Kikan mantan kekasihnya yang sangat menyukai makanan berbahan dasar ikan dan tahu itu.
"Mereka masih di pasar malam tuan, sepertinya sebentar lagi mereka akan pulang." ucap seorang pria berpakaian serba hitam.
"Bagus, terus ikuti mereka, saya dan yang lain nya akan memasang perangkap. " ucap seseorang yang di panggil tuan.
"Baik tuan." ucap pria itu sambil terus memperhatikan setiap aktivitas yang di lakukan Alena dan Arka.
_____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Aku jadi dag dig dug ser sendiri, takut kalian marah karna............😁
__ADS_1