Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
perawat gadungan.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹🌹


Dengan telaten Rafa menyuapi Ririn yang masih terbaring di tempat tidur, sesekali Rafa juga membersihkan bibir Ririn dengan tangan nya, hal itu membuat Ririn semakin was-was sekaligus bingung karna menurutnya perubahan Rafa itu sangatlah mendadak dan aneh.


" Sudah habis, ayo minum dulu." Ucap Rafa sambil menyodorkan minum dan Ririn pun langsung meminum air putih yang ada di gelasnya sampai habis karna sangat haus.


Rafa menyimpan mangkuk bekas makan Ririn di nakas lalu kembali duduk di samping Ririn yang membuat Ririn merasa cangung dan tidak nyaman. "emm, bisa ngak jangan ngeliatin aku kaya gitu?." Ririn membuka suaranya karna risih di tatap terus oleh Rafa.


" Maaf." cicit Rafa pelan, Ririn yang mendengar kata maaf menyerhitkan dahinya lalu terpintas di benak nya untuk mengerjai pria yang selalu menindasnya itu. "Tuan bilang apa tadi? saya ngak denger." Ucap Ririn pura-pura tak mendengar.


Rafa menunduk lalu mengulang kalimat nya. "maaf, karna aku kamu menderita seperti ini, " Ucap Rafa menunduk lalu menatap Ririn.


Jarak wajah mereka hanya beberapa Cm saja membuat Ririn mengalihkan penglihatan nya menjadi menatap ke atas.


"Kenapa kamu melihat ke atas." Tanya Rafa heran.


" Itu liat cicak lagi pacaran. " Ucap Ririn asal yang mana malah dianggap serius oleh pria tampan berwajah dingin disampingnya.

__ADS_1


Rafa mendongkak ke atas namun dia tidak melihat satu pun cicak dan iya baru sadar bahwa Ririn mengerjainya, " kenapa aku jadi bodoh begini di depan nya. " Batin Rafa mengerutuki dirinya.


" Aku mau tidur, " Ucap Ririn menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya, di dalam selimut Ririn terus gelisah, takut dan sedikit grogi." Dia makan apa sih, ko tiba-tiba jadi baik gitu." Batin Ririn sambil mencoba menutupi matanya.


Rafa yang masih stay duduk di samping Ririn terus di buat geli melihat tingkah Ririn yang seperti anak kecil "Oh shit !! usia nya baru 19 tahun jadi tak heran jika tingkah nya seperti itu." Batin Rafa sambil terkekeh melihat kaki Ririn yang terus bergerak di bawah selimut.


" Astaga dia masih ada disini. Oh tuhan tolong lah aku." Batin Ririn yang sudah tidak kuat berada di bawah selimut.


Rafa yang mengerti jika gadis kecil itu tidak biasa berdekatan dengan laki-laki langsung berjalan ke arah pintu hendak menuju ruangan bacanya.


"Syukurlah dia sudah pergi, aman." Ucap Ririn sambil mengelus dadanya lega.


Di tempat lain terlihat seprang wanita paruh baya yang sedang merapikan pakaian nya dia tak lain dan tak bukan adalah Bu Arini yang akan pergi keluar negri untuk berkeliling dunia.


Pak Danu menatap istrinya dengan tatapan tak biasa tubuhnya seolah susah di gerakan bahkan hari ini entah kenapa bibirnya kelu seolah bisu dia hanya bisa mengerakan tangan nya sedari pagi dan terbaring lemas di tempat tidurnya.


Bu Arini menghampiri tempat tidur pak Danu lalu menaruh beberapa obat di nakas yang pak danu pikir itu adalah obat dari dokter. "Makanya kalo di suruh minum obat ya minum jangan di buang terus ngabisin duit aja."Oceh bu Arini karna kemarin pak Danu tak mau meminum obat dan malah membuang nya tanpa sepengetahuan nya.


" Kenapa liat-liat mau ikut? haha orang sakit diam aja di rumah, aku ngak lama cuman seminggu kok." Ucap Bu Arini lalu pergi membawa koper nya meninggalkan pak Danu yang terbaring di tempat tidur.


" Asep !!" Teriak bu Arini mengelegar, dan tak lama datanglah pria matang berbaju perawat.

__ADS_1


" Kamu tau apa tugas kamu?." Tanya bu Arini pada pria di depan nya.


Asep mengangguk " Saya tahu bu, " Ucap Asep sambil menunduk. " Bagus, kamu urus si tua bangka itu dan ingat jangan sampai lupa kamu kasih obat dia." Pepatah Bu Arini pada perawat gadungan yang iya pekerjakan untuk merawat suaminya.


Setelah itu Bu Arini pergi bersama Dessy yang sudah sedari tadi menunggunya di luar rumah, sedangkan Asep sang perawat gadungan langsung tersenyum melihat majikan nya pergi.


" Dasar wanita ular.. tapi aku suka haha.. " Ucap Asep sambil tersenyum menyerigai lalu berjalan ke arah kamar majikan nya.


" kamar yang nyaman.. ternyata seperti ini ya rasanya menjadi orang kaya. " Ucap Asep tersenyum senang sambil memegang benda-benda mahal milik Pak Danu seperti jam brend dan asesorise lainya yang harganya sangat mahal.


Pak Danu yang melihat itu mengeraskan rahang nya ingin sekali iya menendang perawat gadungan itu namun apalah daya jangan kan untuk berdiri untuk berbicara saja dia susah.


" Ririn nak.. kamu dimana, ayah merindukan mu." Batin pak Danu merindukan sosok lembut Ririn anak gadis nya yang selalu iya terlantarkan demi ambisi perusahaan nya.


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Ada yang mau visual nya ngak?


TBC😚

__ADS_1


__ADS_2