Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Si gembul yang jadi rebutan.


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kesibukan menyertai kehidupan baru nya, Alena dan Arka yang sudah memiliki Babby Bian nampak tengah menjalani rutinitas nya sebagai seorang mama dan papa.


Babby Bian adalah bukti dari cinta mereka, adanya sang putra menambah warna di kehidupan keduanya, meski terkadang keduanya harus rela gadang sepanjang malam hanya untuk menemani sang putra yang suka rewel di malam hari.


"Sayang, pempers nya." kata Alena yang kini tengah memakaikan minyak telon bayi dan bedak bayi di tubuh bayi mungil nya.


Arka yang baru keluar kamar mandi itu langsung bergegas mengambil barang yang pinta sang istri, "Ini sayang, uhh anak papa udah mandi tampan nya." puji Arka sambil memberikan pempers.


"Harus dong kan anak mama Alena ya kan sayang." sahut Alena dengan bangga


"Anak papa Arka juga." kata Arka tidak mau kalah bersaing membicarakan ketampanan sang putra yang dominan mirip dengan nya.


Alena mendelik tak suka, memang segala hal yang di miliki sang putra sangat mirip dengan suaminya, "Tapi aku yang lahirin nya." ucap Alena.


"Iya kita yang buat." kata Arka yang mana membuat Alena terdiam.


"Kita hebat." ucapnya dengan wajah yang menahan senyum, kehamilan Alena yang mendadak memang berpengaruh banyak pada kehidupan nya, dimana Alena dan Arka akhirnya memilih membuang ego masing-masing demi putranya.


tok..tok..tok..


"Sayang kamu yang buka, sekalian bawa Babby Bian jemuran, aku mau mandi dulu." ucap Alena.


Arka mengangguk dengan senyuman nya, "Iya, jangan lama-lama ya, nanti ada hantu loh." Arka menakut-nakuti sang istri, dia tau Alena tidak suka berlama-lama di dalam kamar mandi.


"Ngak papa paling-paling ngintip." sungut Alena sebal, lalu beranjak pergi meninggalkan suami dan bayi tampan nya ke kamar mandi.


Ceklek..


"Tuan ada tuan besar dan nyonya besar di bawah." ucap seorang Asisten rumah tangga.


"Saya akan kebawah, pergilah." kata Arka sambil berjalan keluar kamar dengan Babby Arka yang dalam gendongan nya.

__ADS_1


Arka menuruni tangga dengan sangat hati-hati, sebenarnya kamar mereka ada di bawah, tapi Alena meminta kamar di atas karena menurut Alena kamar di atas lebih indah dan nyaman dari pada kamar yang di bawah.


"Kenapa tidak mengabari ku? Dad..Mom." tanya Arka yang baru datang.


Ririn dan Rafa sontak menoleh, keduanya tersenyum merasa terpaku dengan wajah menggemaskan cucu nya. "Sayang nya Oma, sini Oma gendong." kata Ririn yang langsung mengambil Babby Arka dari gendongan Arka.


Arka hanya menghela nafasnya, sejak ada Babby Bian memang orang tuanya selalu mengabaikan nya.


semuanya terfokus pada sang putra tapi meski begitu Arka senang karna putranya banyak yang menyayangi.


"Alena mana?." tanya Ririn.


"Lagi mandi." jawab Arka singkat.


Ririn masih sibuk memangku sang cucu yang kini berada di pangkuan nya, usia Babby Bian sudah masuk bulan ke 4 dan tentu saja Babby Bian sudah banyak bisa nya, seperti sekarang ini Babby Bian sedang mencoba mengambil rambut sang Oma, tapi Ririn dengan cepat membenarkan rambut nya dan hal itu malah membuat cucu nya tersenyum.


"Aku juga ingin menggendong nya." ucap Rafa yang sedari tadi menahan gemas pada pipi chubby sang cucu.


"Bentar Dad, aku juga masih merindukan cucu ku." tegas Ririn tak mu memberikan cucu gembul nya pada Rafa, seolah boneka babby Arka memang selalu menjadi bahan rebutan orang yang ingin memangku nya.


Tubuh nya yang gembul dengan pipi chubby menjadi alasan semua orang merasa gemas dengan putra sulung Arkasya, apalagi wajah tampan dengan kulit putih nya membuat Babby Bian semakin terlihat tampan.


Rafa hanya bisa menghela nafasnya, istrinya memang selalu tidak mau berbagi jika menyangkut sang cucu, "Arka, ada yang ingin Daddy katakan." ucap Rafa.


"Mommy akan ke depan, kalian berdua mengobrol saja di sini." ucap Ririn seolah paham akan situasi.


Setelah kepergian Ririn bersama Babby Bian Rafa dan Arka duduk saling berhadapan.


"Kembalikan saham perusahaan Rico, masa depan anak Kelle ada padamu." ucap Rafa.


Ya sebenarnya yang membuat saham di perusahaan Rico anjlok adalah ulah Arka, dan Rafa hanya menjadi penonton saja, dia tidak mau ikut campur akan masalah rumah tangga adiknya, hanya saja sebagai kakak Rafa merasa berhak memberikan pencerahan pada adik ipar nya agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Kelle adik nya.


"Tapi dia masih berulah Dad." kata Arka.


Rafa mengangguk, dia tau jika Rico memang mengelabuhi nya, tapi dia yakin Rico akan berubah, bukan kah dulu dirinya juga pernah melakukan kesalahan?, Rafa tidak mau ikut campur lebih jauh dalam masalah adiknya, dia sudah melakukan yang terbaik dengan membuat anak Kelle menjadi memiliki ayah, jika masalah lain nya Rafa angkat tangan, karna sejatinya pernikahan akan bahagia jika masing-masing pasangan bisa saling menghargai satu sama lain.

__ADS_1


"Daddy tau, tapi itu adalah hak nya." kata Rafa. "Semua butuh proses, kita tidak berhak mengambil hak nya, dia memulainya dengan susah payah, kembalikan perusahaan nya dalam keadaan semula, Daddy tidak mau melihat Kelle sakit hati karna suaminya sering pergi ke luar kota, kamu tau maksud Daddy." sambung Rafa.


Arka terdiam, dia marah pada Rico yang bisa-bisa nya menghamili tanteu nya, meski Arka tidak menyukai Kelle tapi jelas Arka masih memiliki rasa sayang untuk Kelle sabagai saudara, sejak kecil hidup dengan Kelle jelas Arka tau separti apa Kelle dan semua sikap nya.


"Aku akan melakukan nya, tapi jika dia kembali melakukan hal menjijikan itu lagi aku tidak akan mengampuni nya." tagas Arka.


"Dan kau pikir Daddy akan diam saja jika hal itu terjadi?." Rafa menggangkat sebelah alis nya. "Berani berbuat berani juga bertanggung jawab, bukan kah begitu?." sambung Rafa dengan senyum devil nya.


Arka mengangguk, "Ya, dan kita juga sudah melakukan itu."


"Sayang..Bian mana?." tanya Alena yang baru selesai mandi, tentu nya dengan rambut basah nya.


Rafa mendehem, dia paham apa yang membuat menantu nya keramas, dan hal itu disadari Arka yang kini menatap horor sang Daddy.


"Kenapa?." tanya Rafa seolah tak tau apa-apa.


"Tidak ada."jawab Arka acuh.


"Sayang Babby Bian sedang di depan bersama Mommy." ucap Arka.


Ririn mengangguk mengerti lalu pamit ingin menyusul bayi gembul nya, dia ingin ikut berjemur dengan sang bayi dan mertuanya.


Sepeninggal nya Alena Arka kembali menatap tajam sang Daddy yang di balas tatapan tajam lagi, "Tidak perlu grogi, Daddy pernah muda." tegas Rafa.


Arka mengangkat sebelah alis nya, "Lalu?." tanya nya dengan wajah yang menahan tawa.


"Buatkan cucu yang banyak, Daddy ingin banyak cucu."titah Rafa yang seketika membuat Arka tidak bisa menahan tawa nya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Biar ngak bosen part Babby Bian sama mama papa nya numpang lewat ya,😊


Jejak !!!!

__ADS_1


__ADS_2