
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Rafa dan Ririn kini sedang makan siang bersama di raungan kerja Rafa sesuai dengan janjinya, betuntung juga hari ini Ririn hanya mengikuti satu kelas yang membuatnya bisa pulang lebih awal dari biasanya.
Keduanya makan dengan khitmat dan sesekali Rafa dan Ririn bercanda gurau sambil saling menyuap-nyuapi tanpa menghiraukan di sekitarnya yang memperlihatkan Zex dan Dian yang sedang makan tanpa mengeluarkan suara.
Risih dan tidak nyaman itu lah yang di rasakan dua jomlo itu, tapi Rafa dan Ririn seolah tak menghiraukan wajah Dian yang mulai terlihat tidak karuan dan wajah Zex yang memperlihatkan ketidak sukaan.
"sayang habis makan kita kerumah sakit ya." Ucap Rafa sambil meminum Air yang di sodorkan sang istri.
Ririn menyerhitkan dahinya, " mau ngapain? emang siapa yang sakit?." Tanya Ririn.
"wanita gila itu melahirkan dan Daddy meminta aku dan kamu datang." Ucap Rafa.
"Oh ya? kapan? apa jenis kelamin bayi nya?,"Tanya Ririn bertubi-tubi dan Ririn terlihat sangat antusias membuat Rafa heran.
"Bayinya perempuan, dan sayang kenpa kamu sebahagia itu?." Tanya Rafa heran.
"Oh ya ampun perempua? benarkah?, Kalau ibu melahirkan itu tandanya kamu jadi kakak dong dan aku juga jadi punya adik." Ucap Ririn dengan wajah ceria nya di tambah senyuman manisnya yang membuat Rafa yang melihat nya merasa tidak rela karna Ririn terlihat akan menyayangi bayi yang jelas-jelas bukan adik kandungnya.
"Kamu kenapa manyun gitu mas?."Ririn heran.
"tidak apa," Jawab Rafa cepat.
Ririn masih heran tapi iya memilih untuk mengabaikan nya saja,"Ayo mas berangkat sekarang yuk, udah ngak sabar pengen cepet lihat Babby cantiknya."Ucap Ririn sambil mengajak suaminya berdiri.
Rafa memghembuskan nafas nya kasar, iya pikir setelah perlakuan Alira beberapa bulan Lalu istrinya akan membenci ibu tirinya tapi ternyata semua yang iya bayangkan salah besar, Ririn malah terlihat sangat gembira dan antusias mendengar kabar yang menurut Rafa sangat berbanding dengan apa yang iya rasakan.
"kalian berdua ikut," Ucap Rafa pada Zex dan Dian yang membuat Dian yang sedang minum air mineral nya di buat kaget sampai menyemburkan air yang ada di dalam mulutnya ke jas yang di pakai Zex, lalu Rafa pun keluar ruangan nya dengan mengandeng tangan sang istri menuju lift.
"Mati aku." batin Dian nampak ketakutan.
__ADS_1
"sial gadis ini selalu saja ceroboh." batin Zex terlihat kesal.
" m..maaf tuan saya tidak senagaja." Ucap Dian sambil mengambilk tisue untuk mengelap air yang sudah menembus basah ke dalam jas.
Zex tak menjawab permintaan maaf dari Dian, pria kaku nan dingin itu memilih pergi keluar ruangan nya tanpa menoleh sedikitpun pada gadis yang selalu bersikap ceroboh di depan nya itu.
"Orang minta maaf ngak di dengerin, hiss dasar bruang kutub." batin Dian sambil menahan rasa kesalnya karna selalu di abaikan oleh Zex.
40 menit kemudian, mobil yang di tumpangi satu pasangan suami istri dan dua manusia jomlo itu sampai di area parkiran Rumah sakit Xxxxxxxxx, Rumah sakit yang terkenal dengan Rumah sakit ter-elite yang memiliki fasilitas yang cukup merogoh kocek yang lumayan pantastis.
"Ruangan nya ada di atas tuan," Ucap Zex yang mengerti dengan tatapan majikan nya.
mereka memasuki Lift bersamaan menuju lantai tempat dimana Alira di rawat.
sesampainya di depan pintu ruangan nya Rafa nampak sangat sulit terlihat dari wajahnya yang seperti sedang bergelut dengan pikiran nya sendiri.
Ceklek...
pintu terbuka, " Assalamualaikum Dad," Ucap Ririn sambil tersenyum manis yang membuat Rafa tak rela melihat istrinya yang terlihat antusias itu.
Pak Renan yang kebetulan ssdang duduk di sofa mengadahkan pandangan ke arah gadis bertubuh mungils yang tangan nya di cekal oleh putra nya.
"Apakah Rafa membuatmu susah? apa dia memarahimu?." Tanya pak Renan pada Ririn.
"Tidak Dad, mas Rafa menjagaku setulus hati, dia juga memberikan kebahagian setiap harinya untuk ku." Ucap Ririn sambil tersenyum lalu melirik suaminya yang masih memperlihatkan wajah dingin nya.
"Syukurlah, Rafa apakabar mu nak? kenapa kau tak pernah membawa manantuku berkunjung kerumah." Tanya Pak Renan sambil hendak memeluk putra sulungnya.
" Aku sibuk." Ucap Rafa dingin sambil duduk di sofa yang membuat Pak Renan tersenyum kecut melihat anak nya yang sama sekali tidak ada kata perubahan nya.
"em..Dad apakah aku boleh melihat adik ku? dimana dia? kenapa aku tak melihatnya." Ririn nampak mencari-cari Box bayi yang biasanya di taruh di samping sang ibu yang melahirkan nya.Tapi Ririn tidak melihat bayi itu dan itu membuatnya heran karna yaang iya lihat hanyalah ibu tiri suaminya saja yang masih berbaring dengan mata terpejam.
Pak Renan tersenyum." Ibu mertuamu masih lemas, dia masih butuh istirahat maka dari itu ibu mertumu meminta bayi nya di pindahkan keruangan sebelah." Ucap Pak Renan sedikit berbohong.
Sebenarnya alasan bayi mungils itu tak seruangan dengan Alira itu karna Alira berteriak-teriak meminta bayinya untuk diam, Alira tidak tahan dengan suara tangisan bayi yang menurutnya sangat mengesalkan apalagi bayinya tak sesuai harapan nya.
__ADS_1
sejujurnya Alira menginginkan bayi laki-laki tapi takdir membuatnya malah harus melahirkan bayi perempuan yang membuatnya kesal dan marah karna penantian nya selama 5 tahun menjalin cinta dengan pria tua tak menhasilka apapun.
"Apa aku boleh melihatnya?." Tanya Ririn ragu.
" tentu saja boleh, " Ucap pak Renan sambil keluar ruangan di ikuti Ririn Rafa dan dua Asisten jomlo nya.
"Wah dia sangat cantik, lihatlah Mas dia sangat manis." Ucap Ririn nampak terhipnotis melihat bayi yang mengeliat kecil itu, wajah nya bibirnya dengan kulit putih mulusnya membuat Ririn terdiam dan merasa menginginkan kehadiran seorang anak.
Rafa hanya diam dan memilih duduk di sofa bersama Dian dan Zex.
" Sepertinya Dia menginginkan Asi Dad, lihatlah dia bangun." Ucap Ririn sambil tersenyum karna melihat bayi mungils itu mengeliat dan seperti hendak menangis.
"Daddy akan memberikan nya susu formula," Ucap Pak Renan mengambil susu formula yang sudah tersedia di dekat box bayi nya.
" Bukan kah sebaiknya bayi yang baru lahir di beri Asi ibunya? kenapa Daddy memberikan nya susu formula?." Tanya Ririn heran.
"ibu mertuamu menolak memberinya Asi, dia tidak mau penampilan nya menjadi jelek setelah memberikan Asi." Ucap Pak Renan yang membuat Ririn tercengang bagaimana mumgkin seorang ibu lebih memilih penampilan dari pada putrinya sendiri? sungguh Ririn merasa kasihan pada bayi cantik yang masih mengeliat di dalam box bayi itu.
"Cih sudah jala*g masih saja tak tau malu." Batin Rafa nampak sangat kesal karna mendengar sikap Alira pada bayi yang baru di lahirkan nya itu.
Eakkk..eakkk.... (anggap aja suara bayi).
"Bayinya menangis, em..Boleh kah aku menggendongnya Dad?." Pinta Ririn ragu-ragu.
" Tentu boleh." jawab pak Renan sambil tersenyum.
Perlahan tapi pasti bayi mungils itu sedang meminum susu formula di gendongan Ririn, dengan wajah yang tersenyum manis Ririn menatap bayi mungils itu penuh kasih sayang hal itu tak luput dari pandangan mata semua orang yang ada di dalam ruangan VIP itu, mereka terpukau dengan kelembutam Ririn yang bisa seketika membuat Bayi mungils itu terdiam dan tertidur kembali di pelukan Ririn.
Rafa tersenyum melihat istri kecilnya yang lembut penuh kasih sayang itu, seketika iya pun merasa menginginkan kehadiran seorang bayi di kehidupan nya, dan sudah pasti hidupnya akan lebih sempurna jika anak yang akan menjadi bukti tanda cinta nya bersama istri tercintanya.
"andai Alira seperti mu nak, mungkin aku akan bahagia." Batin pak Renan.
"Tuan muda sangat beruntung karna bisa menikahi gadis yang memiliki paras luar dan dalam sama cantiknya." batin Dian dan Zex.
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
^^Happy Reading^^