Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Makasih suamiku.


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹


" Dean.!! ." Ucap Ririn yang melihat teman sekelasnya yang sering membully nya sejak di bangku SMP.


" Hy !! Senang bertemu lagi dengan mu cupu, eh kenapa kau terlihat sakit? oh ****.!! aku hampir lupa kau masih penyakitan seperti dulu iya kan?. " Ucap Dean dengan nada yang mencomooh.


Ririn benar-benar sudah kehabisan nafas."Dean tolong aku.!! ambilkan obatku aku mohon Dean." Ucap Ririn memohon dengan tubuh yang sudah di tanah dan bajunya pun sedikit basah karna terciprat air hujan.


" Haha menolong mu? jangan harap Ririn. !! kau tahu aku sangat hobby membully mu rasanya senang sekali melihatmu seperti dulu yang cupu dan cengeng." tertawa mengejek.


lalu pria yang bernama Dean itu berjalan ke arah motor nya yang terparkir di sebrang jalan tanpa memperdulikan Ririn yang terbaring di tanah.


Ririn menarik nafas nya dalam-dalam suara isakan tangisnya mulai keluar dari mulutnya, sesekali terdengar rintihan menahan sakit yang keluar dari mulut Ririn ia terus berusaha menggapai obat yang tidak terlalu jauh itu, namun naas ia malah ambruk dan hampir pingsan.


Tiba-tiba ada tangan kekar yang memangku tubuh mungilnya, Ririn membuka matanya melihat payung lalu melihat siapa yang memangku nya ternyata itu adalah Rafa, " A..aku su..susah bernafas." Ucap Ririn terbata-bata.


Dengan secepat kilat Rafa membawa Ririn masuk kedalam mobilnya, mendudukkan Ririn di jok sebelahnya tak lupa ia menyemprotkan obat Asma yang sudah ia beli sebelumnya karna iia tahu jika istrinya mempunyai riwayat Asma maka dari itu Rafa menyimpan beberapa obat Asma agar di saat keadaan darurat seperti ini dia tidak terlalu cemas.

__ADS_1


Ririn membuka mulutnya lalu Rafa menyemprotkan beberapa isi obat itu kedalam mulut Ririn, setelah lima menit Ririn baru bisa bernafas lega lalu melirik Rafa yang duduk di sebelahnya yang menampakan wajah cemas.


Tanpa aba-aba Ririn memeluk Rafa kehangatan tubuh Rafa seketika membuatnya lupa diri, tubuh mungil nya seakan engan menjauh dari tubuh tegap pria disampingnya.


Rafa yang di peluk hanya diam mencoba merasakan getaran dahsyat yang menjalar ke tubuhnya.


Ekhem..


Suara deheuman si jomblo Zex pun sudah beberapa kali keluar namun Rafa dan Ririn masih betah saling berpelukan.


" kalian benar-benar menganggap saya patung, " Batin Zex nampak kesal melihat majikannya yang masih betah berpelukan.


" Maaf karna terlambat menjemput mu." Ucap Rafa sambil mengelus punggung Ririn lembut.


Rafa tersenyum lalu membawa Ririn kedalam pelukannya lagi sungguh jika ia terlambat tadi mungkin ia akan membenci dirinya sendiri mengingat tadi ia melihat Ririn yang terbaring di tanah dengan hujan yang terus menyirami bajunya sampai basah.


keduanya semakin tak tau diri yang saling memberikan sinyal kehangatan di hadapan pria jomblo yang sedang menyupir.


Hujan di luar masih deras mobil yang di kendarai Zex membelah jalanan yang sepi sampai akhirnya setelah 20 menit menempuh perjalanan mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah yang mewah dan besar.


Rafa keluar dengan memangku Ririn yang ada di pelukan nya, berjalan memasuki rumah dengan terburu, lalu berjalan menaiki tangga. sedangkan Zex keluar dari mobil membawa payung, lalu berjalan ke arah dapur, membuat kopi untuk menyegarkan pikiran nya yang sudah di kotori majikan nya.

__ADS_1


Pria jomblo itu duduk di depan meja dapur sambil menikmati kopinya, menghiraukan tatapan pelayan wanita yang masih jomblo yang melihatnya seperti daging santapan yang lezat.


Di kamar.


Rafa mendudukan tubuh Ririn di sopa tak lupa ia pun mengambil baju ganti untuk nya dan untuk Ririn karna ia takut Ririn masuk angin.


" ayo aku bantu kamu memakai baju, tubuh mu juga harus di olesi minyak angin dulu agar tidak masuk angin. " Ucap Rafa dengan tangan yang sudah bersiap-siap untuk membuka seleting belakang.


Ririn menahan tangan nya," Emm aku bisa sendiri.. lagi pula aku malu." sahut Ririn hendak berjalan namun tangan nya di tahan Rafa.


" Kenapa malu? kau tau kita sudah suami istri, tenanglah aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku janji." Ucap Rafa sambil membuka seleting belakang dan pas terbuka terpampanglah kulit putih mulus Ririn yang membuat Rafa berkali-kali menelan silivanya.


Satu persatu pakaian yang di kenakan Ririn ia buka dengan mata yang di tutup karna Ririn yang memintanya meski ia sebenarnya mengintip sedikit dan hal itu membuatnya semakin frustasi apalagi ia sempat meraba bagian sensitif dan dua gundukan di atas saat memasangkan pakaian dal*m dan Br* ke tubuh Ririn.


"Berbaringlah sebentar lagi akan ada pelayan yang mengantarkan wedang hanget untuk mu, setelah itu kau tidur saja, aku mandi dulu." Ucap rafa sambil membawa pakaian gantinya hendak berjalan ke kamar mandi.


" Makasih suamiku." Cicit Ririn pelan namun masih terdengar di telinga Rafa yang mana membuat pria tampan itu tersenyum senang.


__________


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC😚


__ADS_2