
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Alena tidak menyangka jika dia menikahi tuan muda sikopet, apa yang di lakukan Arka tadi membuat Alena histeris dan hampir gila karna melihat Arka yang masih bisa santai setelah membunuh pria berbadan buncit tadi.
Setan apa yang merasuki Arka sehingga Arka bisa dengan sadis nya membunuh manusia yang sebenarnya tidak pantas di bunuh dengan keji seperti itu, untuk kali ini Alena benar-benar trauma dan jijik terhadap Arka yang menurutnya sangat kejam dan biadab, bahkan perlakuan pria tadi masih standar di bandingkan dengan sikap Arka yang penuh dengan tanda tanya yang berakhir dengan kata kejam.
"Alena, ayo ikut aku kita pulang." ucap Arka sambil mendekati Alena yang terduduk di sudut kamar sambil memeluk kakinya.
Dia diam seribu bahasa dengan tubuh yang masih bergetar, Alena masih belum bisa melupakan kejadian beberapa saat lalu dimana Arka menembak kepala pria berbadan buncit itu dengan pistol dan sialnya semua yang di lakhkan Arka terekam oleh mata kepala Alena sendiri.
"Alena jangan bertingkah, ayo pulang." Arka memangku Alena dengan paksa, membawa tubuh Alena yang ada di pelukan nya itu berjalan keluar dari bar itu, seharusnya dia memang tidak melakukan hal ini, ya Arka sadar jika hal yang di lakukan nya memang sangat kejam.
Tapi apa yang bisa dia lakukan jika dia melihat Alena yang secara terang-terangan di depan matanya akan di lahap oleh pria buncit itu, apa dia harus diam? bahkan dalam mimpi pun Arka tidak akan pernah sudi berbagi perempuan yang sudah dia rasakan seluruh inci jengkal tubuhnya dengan pria lain.
"Kau kejam." isak Alena sambil menangis, tubuhnya yang bergetar dapat dirasakan oleh Arka yang memang masih memangku tubuh Alena.
"Diam, aku melakukan itu untuk membantu mu, seharusnya kamu bisa menolak, tapi kau lemah." cerocos Arka dengan tidak memakai filter membuat Alena berontak.
"Dia tidak pantas mati Arkasya." ucap Alena menekan nama Arka. "dia tidak pantas mati." sambung Alena lagi sambil terisak dan masih betontak di pangkuan Arka.
Arka menghela nafasnya. "Terserah, tapi dia pantas mendapatkan semua itu, dia mafia yang jadi boronan polosi, bahkan polisi tadi memberikan selamat untuk ku karna aku telah membunuh pria itu." ucap Arka sambil melangkah.
Alena diam tidak menjawab, yang dia tau hanya satu, Arka membereskan semua kekacauan yang telah dia buat dengan sejumlah uang, bahkan polisi tadi pun hampir tidak bersuara di depan Arka.
__ADS_1
"Apa dia tuhan? kenapa semua orang takut padanya." gumam Alena bertanya-tanya.
Arka yang mendengar ucapan Alena membuka suaranya lagi. "Kau tidak perlu tau siapa aku, dan bagaimana aku bisa menjadi pusat perhatian, yang kau harus tau sekarang hanya satu diam dan jangan bertingkah, atau aku akan membuat mu menjadi gelandangan seperti yang kau takutkan." ucap Arka kembali mengatakan ancaman andalan nya.
"Kamu pikir aku takut? dengarkan aku tuan muda Arkasya yang terhormat, aku Alena Monica lebih memilih hidup melarat di bandingkan hidup bergelimang harta dengan pria yang tidak memiliki hati seperti mu, aku lebih memilih menjadi gelandangan yang tidak memiliki apa-apa di bandingkan harus menjadi istri dari pria gila, pembunuh sepertimu." ingin sekali Alena mengatakan kata-kata itu, tapi apalah dayanya, dia takut jika dia mengatakan hal itu Arka malah membunuhnya.
Sesampaiya di rumah Alena tidak pergi ke kamar atas, dia memilih pergi ke kamar pembantu, tempat yang menjadi saksi dimana sebulan ini dia menyendiri dengan air mata yang selalu mengalir setiap malam nya.
"Tidur di kamar atas." ucap Arka menghentikan langkah Alena yang beberapa langkah lagi sampai di gagang pintu.
Alena membalikan tubuhnya, dia masih takut untuk menatap Arka yang sekarang sudah menjadi setan pembunuh itu. "Tidak, aku tidak mau." tolak Alena, dia masih takut dengan Arka.
Arka yang masih geram tidak mendengarkan ucapan yang berisi penolakan dari Alena, dia tetap membawa paksa Alena untuk tidur di kamar atas bersamanya.
"Aku bilang tidak mau ya tidak mau." ucap Alena sambil mencoba melepaskan tangan nya dari gengaman Arka yang menurutnya sangat kasar.
"Hey kau mau kemana, kembali.!! " teriak Arka yang masih meringis karna gigitan Alena sedikit menancap dan meninggalkan bekas gigitan gigi kecil di tangan nya.
Alena berlari keluar rumah tanpa menghiraukan teriakan Arka, sampai di depan gerbang dia mematung, sial dia lupa dengan kode gerbang dengan otak cangih nya Alena mencoba satu persatu kode yang menurutnya bisa di jadikan kode.
Dan yes berhasil Alena membuka gerbang itu dengan kode yang sedikit aneh, yaitu tanggal pernikahan nya, masa bodoh, Alena tidak mau memikirkan perihal itu yang paling terpenting untuk nya sekarang adalah kabur dari Arka si pria yang kejam.
"Aku harus kemana? aku bingung ya tuhan." ucap Alena sambil terus berlari tanpa tujuan, dia tidak mungkin pulang kerumah nya yang sudah tidak berpenghuni apalagi Arka pasti bisa dengan mudah menemukan nya jika dia tinggal di rumah nya, Alena juga tidak mungkin pulang lagi ke rumah Arka mengingat kejadian beberapa jam lalu membuat Alena takut jika dia juga mungkin akan bernasib sama dengan pria berbadan buncit tadi jika pulang lagi kerumah Arka.
Tiba-tiba sebuah mobil menepi di hadapan Alena membuat Alena was-was dan sedikit mundur dan saat dia melihat Alena ingin berlari memutar arah Alena mendengar suara yang tidak asing.
__ADS_1
"Alena." teriak pria itu sambil tersenyum.
"Kak Rio." pekik Alena kaget, tidak menyangka akan bertemu dengan Rio di jalanan sesepi ini, Alena berjalan menghampiri Rio yang menatapnya dengan tatapan yang sangat manis menurutnya.
"Kamu ngapain disini? ini sudah malam Alena tidak baik seorang wanita malam-malam di tempat sepi begini." ucap Rio.
Alena terdiam bingung menjawab apa, dia masih sedikit was-was jika Arka kembali menemukan nya. "Kak aku boleh ikut kakak ngak? bawa aku lari kak, tolong aku." ucap Alena memohon sambil menatap Rio dengan wajah memelas.
Rio mengangguk cepat. "Masuk lah, nanti kamu harus cerita, apa yang membuat kamu jadi begini." ucap Rio yang langsung diangguki cepat oleh Alena.
"Aku akan cerita, tapi kakak harus janji bawa aku pergi jauh." ucap Alena.
Rio terdiam sebentar, merasa aneh dengan sikap Alena yang nampak ketakutan. "Baiklah, kakak janji." jawab Rio akhirnya, lalu keduanya pun masuk kedalam mobil dan tak lama kemudain mobil itu berjalan melewati jalanan malam yang sepi.
Tak jauh dari tempat itu nampak Arka yang mengeraskan rahangnya melihat Alena yang di bawa pergi oleh seorang pria yang tadi siang menjadi pahlawan kesiangan untuk Alena.
"Hentikan mobil itu dan bawa pulang istriku." isi pesan yang di kirimkan Arka pada anak Asisten nya.
"Wah lembur, bonus menanti." balasan dari pria yang selalu mencintai uang yang tak lain adalah Andrian si matre alaihim gambreng.
"Dia pikir dia bisa lari dariku, tidak akan pernah." ucap Arka dengan wajah menahan amarahnya.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak, dan jangan lupa juga mampir ke karya Author yang lain nya.