Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Giorgino Boy Febrian.


__ADS_3

^^HAPPY READING^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kesibukan masih menyertai hari-hari Anaira, pekerjaan nya bertambah banyak dan rutinitasnya pun semakin padat, hal itu tentu saja membuat Ririn dan Rafa selaku orang tua merasa cemas dengan putri bungsu nya yang selalu menyjbukan diri itu.


"Sayang duduk lah, ada satu hal yang ingin Daddy bicarakan padamu." ucap Rafa tegas.


Anaira menurut, dia duduk di samping sang Mommy dengan wajah yang penasaran, tidak biasanya sang Daddy mengajaknya bicara di malam hari.


Rafa melirik dua wanita yang sangat berarti di dalam hidup nya itu, "Daddy sudah memutuskan akan menjodohkan mu dengan pria pilihan Daddy." ucap Rafa mengutarakan keinginan nya.


Deg..


"Now Dad, Ira ngak suka di jodohkan." tolak Anaira.


Ririn menatap suaminya dengan tatapan yang penuh arti, dia tau seperti apa perasaan putrinya sekarang, tapi dia juga sudah setuju dengan semua yang di rencanakan suaminya.


"Dengarkan Daddy Ira, usiamu sudah 23 tahun, Daddy mau kamu menikah secepatnya, dan jika dalam jangka waktu satu tahun ini kamu tidak kunjung membawa kekasih, jangan salahkan Daddy dan Mommy terpaksa akan menjodohkan mu dengan pria pilihan Daddy." kata Rafa lagi dan berhasil membuat Anaira bungkam.


Tanpa menunggu lanjutan nya Anaira berdiri dan menatap penuh kekecewaan pada kedua orang tuanya, "Anaira mengantuk, maaf." ucap Anaira sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kedua orang tuanya yang masih duduk di sofa.


"Sayang.." ucap Ririn merasa kasihan pada putrinya.


Rafa menepuk sofa di sebelahnya, Ririn yang paham langsung pindah dan duduk di samping sang suami, "Ira akan paham, lagi pula ini bukan kejahatan sayang, dia akan berterimakasih pada kita." ucap Rafa.

__ADS_1


"Tapi wajahnya nampak tidak suka tadi, aku takut Ira menolak." ucap Ririn lagi.


Rafa mengelus kepala istrinya penuh sayang, "Jika itu terjadi maka Ira yang akan menyesal, kamu tau kan pria yang akan di jodohkan dengan Ira itu bukan lah pria biasa, dia sempurna untuk Ira." ucap Rafa lagi.


Ririn hanya mengangguk dengan helaan nafas pelan nya, dia tau pria yang akan di jodohkan dengan Anaira adalah pria pilihan nya, selain baik pria itu juga sangat bertanggung jawab dan Ririn yakin putrinya akan bahagia jika bersama pria penyayang seperti pria yang di pilihnya untuk menjadi menantu nya.


Di kamar Ira nampak kesal pada kedua orang tuanya, tak henti-hentinya dia menonjok guling yang ada di pelukan nya, marah kecewa tentu saja dua rasa itu melebur menjadi satu, Ira tidak suka di paksa-paksa dan Ira juga tidak mau di jodohkan.


"Aku ngak mau di jodohkan." guman nya dengan air mata yang masih di sudut matanya.


Anaira mencoba memikirkan cara untuk bisa menghindari perjodohan, dan satu-satu nya cara agar dia tidak masuk kedalam perjodohan itu adalah dengan cara mencari pacar.


"Aku akan meminta kak Kiano mencarikan pacar bayaran untuk ku, aku yakin cara ini akan membuat Mommy Daddy mengalah dengan ambisi nya." ucap Anaira sambil memegang ponselnya, dan saat dia ingin menelpon Kiano Anaira malah manaruh kembali ponselnya.


"Tidak, aku harus cari pacar sendiri.. aku yakin kak Kiano akan kecewa di saat aku memiliki kekasih, ya itu ide bagus." ucap Anaira dengan tatapan yang lurus, dia membayangkan ekspresi seperti apa yang akan di perlihatkan sekertaris nya jika dia memiliki kekasih.


🌹


Kendala saat melahirkan jelas masih teringat di ingatan nya, perjuangan saat melahirkan putra pertamanya sangat membuat Kelle yakin jika hal yang sama juga di rasakan ibunya dulu saat melahirkan nya, meski tak pernah mendapatkan belaian kasih sayang seorang ibu tapi setidaknya Kelle tau jika ibunya pernah mempertaruhkan nyawa nya hanya untuk melahirkan nya.


Bayi laki-laki yang baru menginjak dua bulan itu nampak tampan dengan mata biru nya, Kelle yang blasteran dengan Rico yang juga blasteran membuat bayi mereka nampak sangat tampan.


"Sayang cepat bawakan susu nya, Boy kita sudah kahausan." teriak Kelle.


Mereka memang sengaja tidak membayar jasa pengasuh karna Kelle ingin mengurus bayinya tanpa bantuan siapapun, dan Rico tentu saja setuju karna baginya keinginan Kelle adalah hal yang benar, dan sebagai suami Rico hanya bisa membantu sebisa nya meski terkadang dia harus rela begadang karna bayi Boy yang rewel.

__ADS_1


"Ini, maaf lama." ucap Rico sambil memberikan dot berisikan susu formula.


Kelle menerimanya dan langsung memberikan dot berisikan susu formula itu ke bibir mungil sang putra, alasan memakai susu formula adalah karna ASI-nya tidak keluar, hal itu tentu saja membuat Kelle sedih karna jauh dari lubuk hatinya dia ingin benar-benar bisa menjadi ibu seutuhnya untuk sang putra.


Perlahan mata bayi Boy menutup dan hal itu membuat Riko dan Kelle tersenyum, setidaknya malam ini keduanya tidak perlu begadang, dan bisa istirahat lebih awal.


"Cepat besar Boy, Papi ingin mengajak mu bermain bola." ucap Rico, entahlah kata-kata konyol itu sering keluar dari bibirnya, memiliki anak pertama berjenis kelamin laki-laki tentu saja membuat kesan tersendiri untuk Rico yang memang sejak dulu menginginkan anak laki-laki, apalagi Giorgino Boy Febrian adalah darah daging nya.


Kelle tersenyum saat mendengar ucapan suaminya, dia bahagia karna kedatangan Boy di kehidupan nya jelas telah mengubah hidupnya dan suaminya, jika dulu mereka sering bertengkar karna perbedaan pendapat maka lain halnya dengan sekarang, keduanya lebih sering menghabiskan waktu bersama Boy dari pada harus mempermasalahkan hal yang tidak penting.


Masa lalu keduanya yang memang sama-sama terlahir dari keluarga yang kurang menghargai kehidupan membuat Rico dan Kelle bisa belajar dari kisah hidup keluarganya.


Keduanya ingin menjalin kisah hidup yang jauh lebih baik dari orang tuanya, sebisa mungkin Kelle dan Rico akan mempertahankan rumah tangganya, meski terkadang cobaan dan godaan datang menghampiri membuat Kelle dan Rico lebih dewasa menyikapi segala hal yang mengusik hidup nya.


"Terimakasih telah memberikan ku Boy, kalian berdua adalah hartaku." kata-kata penuh arti cinta itu sering Kelle dengar dari bibir pria bule di samping nya.


Kelle tersenyum lalu menaruh Boy di box bayi, membiarkan sang putra tertidur lelap di dalam box bayi, lalu berjalan ke arah ranjang dan kembali bersandar di dada bidang suaminya.


"Terimakasih juga karna kamu memberikan kasih sayang yang tiada tara padaku dan Boy, kalian berdua adalah hidupku." ucap Kelle, dia tersenyum seraya membelai wajah tampan suaminya.


Keduanya saling menatap netra masing-masing yang memancarkan kedamaian, siapa sangka berawal dari tetanggaan di Apertemen keduanya kini menjadi jodoh, keduanya saling membutuhkan dan hal itu membuat keduanya bisa mengerti posisi masing-masing.


Obat trauma adalah orang yang kehilangan, dan Kelle mendapatkan obat kehilangan nya dari pria yang memiliki trauma kegagalan di keluarga nya.


___________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jejak !!!


__ADS_2