
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Perihal hubungan Zex dan Hany ternyata sudah sampai di telinga si tuan muda, Rafa yang semula merasa hal yang sulit dan mustahil untuk pria kutub seperti Zex bisa jatuh cinta, apalagi Zex jatuh cinta pada Hany?, bahkan untuk membayangkan nya saja tidak bisa mengingat perdebatan segit keduanya sudah tercium sejak dulu.
"Sayang menurut kamu aku ngasih apa ke Zex dan Hany?." tanya Rafa yang sedang duduk di pinggir ranjang nya.
"Emm terserah kamu aja Mas, aku ngikut aja." jawab Ririn yang nampak sedang sibuk melakukan aktivitas rutin di malam hari alias memakai sceancare.
"Pernikahan mereka minggu depan, bagaimana kalau kita beri mereka rumah." Rafa memberikan usulnya.
Ririn yang masih sibuk sceancare an terdiam sebentar lalu melihat ke arah cermin yang memperlihatkan Rafa yang tidak mengenakan baju hanya memakai celana pendek saja.
Glek..
Ririn terhipnotis dengan beberapa roti sobek milik suaminya. Rafa yang sedang melihat istrinya merasa aneh lalu terbesit di pikiran nya untuk melakukan sesuatu mengingat jika malam ini adalah malam jumat.
"Sayang aku nanya ko ngak di jawab." ucap Rafa yang kini tengah memeluk tubuh Ririn.
"Emm mas..aku masih sceancare an, bentar dulu." jawab Ririn sambil menjauhkan tuhuhnya sebelum suaminya benar-benar berbuat lebih jauh lagi.
Rafa mendengkus sebal karna istrinya terkesan menjauhinya. "Sayang ayolah kita membuat adik untuk Arka dia sudah besar bukan." ucap Rafa tetkesan merengek meminta jatah.
Ririn melirik. "Iya tapi bentar dulu aku belum ganti baju." ucap Ririn lagi sambil berjalan keruangan ganti.
Rafa menunggu istrinya sambil memainkan ponsel sampai beberapa menit berlalu Rafa di buat kegerahan sendiri karna menunggu istrinya yang ternyata sangat lama menganti bajunya.
"Sayang..sebenarnya kamu lagi ngap___." ucap Rafa terhenti karna melihat penampilan mencolok dari istrinya.
Sebuah lingerie berwarna merah yang tembus pandang membuat penampakan tubuh Ririn lebih terlihat jelas, apalagi tubuh Ririn yang sekarang tidak sekecil dulu.
" Wah..is megic." gumam Rafa sambil menatap istrinya penuh pengaguman.
__ADS_1
Ririn di buat salah tingkah melihat suaminya yang bereaksi seperti itu, sebenarnya ini adalah pertama kalinya Ririn memakai lingerie dan menurut Ririn jika harus memberikan nilai dia mungkin akan memberikan nilai 6 karna dia tidak terlalu menyukai pakaian yang terbilng seksi.
"Emm ayo." ucap Ririn sambil berjalan menuju ranjang.
Rafa menelan ludahnya kasar berkali-kali saat melihat Ririn yang sekarang benar-benar menggoda iman nya, tanpa berlama-lama Rafa pun mengikuti langkah kaki istrinya dan langsung menyerang istrinya dengan sebuah cium*n yang semakin lama semakin menuntut.
Ririn yang sudah terbiasa dengan aksi suaminya jelas sudah bisa menandingi suaminya, dia membalas setiap aksi suaminya dengan penuh gairah dan hasrat juga tentunya, dimatanya Rafa terlihat lebih tampan apalagi sekarang usia Rafa yang sudah 31 tahun dan semakin pintar mengendalikan malam nya tentunya.
"Aku mulai ya." ucap Rafa sambil mengusap pipi istrinya.
Ririn hanya mengangguk sambil tersenyum dan saat Rafa ingin membuka lingerie yang di pakai Ririn tiba-tiba terdengar suara tangisan yang sangat kencang di balik pintu yang membuat Ririn dan Rafa saling menatap satu sama lain, jelas mereka sangat familier dengan suara tangisan itu.
"Hua.. !! Mommy Daddy." tangisan di balik pintu mulai terdengar sangat kencang.
Dengan cepat Ririn dan Rafa berlari ke tempat yang berbeda, Ririn yang berlari ke ruang ganti untuk mengganti bajunya sedangkan Rafa berlari ke arah pintu untuk membukakan pintu.
ceklek.. pintu terbuka.
"Huaaa.."
"Tidak apa, pergilah biar Arka bersama ku." ucap Rafa sambil mengambil alih menggendong Arka.
Setelah pelayan pergi Rafa masuk kedalam kamarnya dengan Arka yang ada di gendongan nya.
"Kenapa menangis sayang?." tanya Ririn yang baru keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang memekai piyama nya.
"Ata ngak mau tidul baleng pengacuh, ata mau tidul baleng Mom and Dad." ucap anak berusia dua tahun setengah itu yang memang sudah mulai bisa berbicara meski sedikit cadel dengan klosa kata yang kadang susah di pahami.
Ririn dan Rafa saling melirik seolah sedang menimang, yang membuat bayi 2 tahun setengah itu melirik kedua orang tuanya. "Boleh kan, Ata janji ngak akan pipis Mom, boleh ya Dad." pinta Arka lagi.
"Tentu saja boleh sayang, ayo anak Mommy tidurnya di peluk sama Mommy." ucap Ririn sambil merentangkan tangan nya yang langsung mendapatkan pelukan dari bayi gembulnya.
__ADS_1
"Uuhh anak Mommy makin gembul makin pinter tambah ganteng lagi." Ririn memeluk Arka sambil menciumi pipi gembul sang putra.
Wajah nya memang imut dan menggemaskan tapi siapa sangka jika Arka adalah anak yang tidak bisa di tebak apa maunya, "Mommy tau ngak, sebenarnya Ata tadi nangis kalna apa?." Arka mulai bercerita yang langsung mendapatkan tanggapan dari sang Mommy.
"Memang nya kenapa sayang?." tanya Ririn sambil mengusap kepala Arka dengan lembut.
"Ata ngak cuka sama pengacuh nya, dia cuka bacain buku dengeng anak kecil." ucap Arka sambil mulai menguap.
Ririn yang melihat Arka menguap langsung tersenyum dan langsung memberi kode pada suaminya untuk diam karna Ririn tau jika Arka sangat tidak suka jika Daddy nya menempel pada Mommy nya, entahlah yang jelas Arka sangat posesif pada Ririn yang mana membuat Rafa memilih untuk memisahkan tempat tidurnya dengan sang putra, selain agar Arka mandiri dan terbiasa itu juga adalah sebagian dari rencananya agar putranya tidak mengagalkan acara membuat adik baru untuk Arka.
"Ko Arka ngak suka? padahal kan dongeng bagus untuk anak-anak." ucap Ririn lagi tak lupa tangan nya masih sibuk mengelus kepala putranya.
"Ata ngak cuka aja, mulutnya bau mom, telus ata juga ngak cuka dongeng anak kecil, ata tuh cuka nya cama flm yang di tonton Daddy." ucap Arka masih dengan nada bicaranya yang cadel.
Mendengar penururan putranya Ririn sontak melirik tajam suaminya, sedangkan Rafa yang di lirik mengangkat bahunya tidak tahu. "aku ngak pernah ngajakin Arka nonton sayang sumpah." ucap Rafa sambil melihat istrinya yang nampak marah.
Bagimana tidak marah jelas Ririn tau apa yang suka di tonton suaminya, sebuah flm action yang mengandung banyak darah dan Ririn tidak mau putra nya yang tampan nan menggemaskan harus ikut-ikutan masuk kedalam dunia aneh suaminya.
"Aku kan udah bilang jangan nonton kalo ada Arka. " ucap Ririn nampak kesal. "Semua kaset aku bakar, dan satu lagi ngak ada lanjutan malam panas, aku kesel sama kamu. " ucap Ririn tegas, yang mambuat Rafa membulatkan matanya.
"Sayang.." ucap Rafa merengek.
"Diam atau satu bulan puasa."
Dan saat itulah Rafa hanya bisa pasrah dan memilih keluar kamar untuk mengambil minuman dingin agar tubuhnya yang panas bisa kembali sejuk lagi.
sedangkan Arka si pembuat masalah kini nampak sudah tidur di pelukan sang Mommy dengan tangan Ririn yang terus mengelus kepalanya.
"Semoga Arka tidak mengambil gen Daddy nya." gumam Ririn sambil terus mengelus kepala putranya.
_____________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Hay Author akan mengundang kakak readers semuanya untuk datang ke pernikahan nya abang Zex dan Hany yang akan di langsungkan besok.
jangan sampai lupa like coment and vote ya 😅 karna kisah Arka dan anak-anak dari si kejam lain nya akan menetap disini.