Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Bahasa Jerman.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Ririn dan Rafa kini harus di buat pusing dengan cucu pertamanya yang kini merengek meminta bertemu dengan Nana, pengasuhnya.


bukan tidak mau mengantarkan tapi Ririn dan Rafa tau jika Nana sedang bersedih atas kepergian orang tuanya, dan Mereka paham akan hal itu.


"Bian Oma ajak main ke Mall mau?." iming Ririn sambil mengusap air mata cucu kesayangan nya.


"No Oma, aku mau Nanny."sahutnya menolak ajakan Oma nya.


"Di grandmedia ada banyak buku baru loh, yakin ngak mau beli buku baru?." Opa Rafa mencoba membujuk rayu cucu nya lagi dengan buku, dia yakin cucunya akan tergiur.


Bian melirik Opa dan Oma nya sebal. "Hör auf, mich mit Spielzeug zu locken, Oma, Opa, ich will nicht. (Berhenti mengiming-imingi ku dengan mainan Oma, Opa , aku tidak mau)." sahut Bian dengan menggunakan bahasa Jerman.


Ririn melirik suaminya meminta jawaban, ya dia tidak mengerti dengan bahasa yang di gunakan cucu nya, berbeda dengan Rafa yang memang lulusan Jerman dan Rafa mengerti apa yang di katakan cucu nya.


Bian memang pandai di usianya yang baru lima tahun bocah itu sudah bisa mempelajari lima empat bahasa diantaranya, Indonesia, Inggris, Jerman, dan Jepang.


"Aber Nanny ist beschäftigt, sie hat ihr eigenes Geschäft und wir können sie nicht stören, liebst du deine Nanny nicht?. (Tapi Nanny sedang sibuk, dia punya urusan sendiri dan kita tidak boleh menganggu nya, bukan kah kau menyayangi Nanny mu?)." Kata Rafa sambil menghentikan mobilnya.


Biarlah mereka berbicara sesukanya, Ririn hanya bisa menghela nafasnya saja jika sudah di hadapkan dua laki berbeda generasi yang sifatnya sebelas dua belas itu, keras kepala dan juga emosian.


Suaminya anak nya ataupun cucunya, ketiga nya sama saja, menyebalkan tapi entah kenapa yang menyebalkan itu sangat menyenangkan dan Ririn menyayangi ketiga nya.


Huh..


Bian menghela nafas nya lalu melirik Oma nya yang nampak tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan nya dan sang Opa.


"Oma aku mau McD." akhirnya Bian memilih makan.


Rafa tersenyum akhirnya cucu nya paham, begitupun dengan Ririn yang langsung mencium gemas pipi cucu nya.

__ADS_1


"Opa mobilnya jalan lagi, aku mau ke McD." sambung Bian lagi membuat Rafa seketika melotot, kenapa sekarang cucu nya malah menyuruh-nyuruh nya.


"Opa!." bukan Bian melainkan Ririn yang memanggil suaminya dengan Opa.


Huh..


Tak mau merusak suasa kembali Rafa kembali mengemudikan mobilnya, setidaknya cucunya tidak merengek lagi untuk bertemu pengasuhnya, tidak apa menjadi supir sehari untuk cucu kesayangan nya.


Sedangkan di tempat lain nampak Anaira yang baru mendengar kabar lahirnya keponakan barunya, dia tidak sangat bersemangat untuk menjenguk keponakan nya.


"Sayang nanti siang kamu anterin aku ke rumah sakit ya, kak Alena melahirkan bayi laki-laki loh, nama nya Arfansya, bagus bukan." ucap Anaira, dia sudah di beritahu oleh kakak nya nama si bayi tampan yang baru lahir.


Hem..


"Sayang." panggil Anaira lagi.


Hem..


"Sayang..!!." teriak Anaira sedikit berteriak.


Menyadari istrinya sedang merajuk Kiano langsung menghentikan pekerjaan nya, dia berjalan untuk duduk di sopa tepat di samping sang istri tercinta.


"Marah?." tanya Kiano polos, membuat Anaira semakin sebal.


"Dasar cwo ngak peka." batin Anaira bersungut-sungut kesal.


Kiano menarik nafasnya pelan lalu memegang kedua tangan istrinya, di tempelkan nya di pipi nya satu-satu.


"Maafin aku ya, aku janji ngak akan nyuekin kamu lagi." kata Kiano lembut.


Lumer hati Anaira di buatnya, tapi sebisa mungkin Anaira masih tetap menampilkan wajah kesal nya.


"Janji aja terus, dari kemarin sibuk terus, padahal kan aku udah bilang kalau aku ngak mau kamu cape." cacar Anaira mengutarakan semua unek-unek nya.

__ADS_1


"Bukan gitu sayang, tapi aku kan harus bertanggung jawab di perusahaan ini, aku ngak bisa lepas andil begitu saja dalam pekerjaan, kamu juga paham bukan ini semua demi kamu, dan bayi kita." kata Kiano lembut, lalu tangan nya terulur untuk memegang perut buncit wanita yang kini sedang mengandung benih nya.


Anaira tersenyum merasa geli saat tangan lembut suaminya menyentuh perut buncitnya, mood nya memang terkadang membuatnya menjadi mudah kesal tapi beruntung dia memiliki sosok suami yang idaman seperti Kiano, tidak neko-neko dan juga penuh kelembutan.


"Coba cium gih, bayi nya minta di cium tuh." Anaira tertawa sambil mengatakan itu.


Dengan senang hati Kiano melakukan nya, mencium perut buncit istrinya, lalu menggesekan kepalanya tepat di perut istrinya membuat Anaira merasakan sensasi yang sangat menggelikan.


Haha..


Tawa Anaira pecah karena Kiano terus menggesekan kepalanya ke perut nya.


melihat istrinya yang tertawa memiliki kesan bahagia tersendiri untuk Kiano, tidak apa istri nya manja yang penting istrinya bahagia dan sehat.


Jika pria lain risih di terus di buntuti istrinya ke mana pun pergi maka lain halnya dengan Kiano, dia merasa beruntung saat Anaira posesif padanya, menurut Kiano posesif nya wanita menandakan sayang.


Meski kebanyakan orang merasa jika tingkah ibu hamil yang manja dan posesif itu terlalu berlebihan, tapi semua itu tidak berlaku untuk Kiano yang senang karena istrinya selalu ada di samping nya untuk mensupport nya.


"Sudah jam sebelas lebih ayo makan, habis makan kita tengokin calon sepupunya Babby K." kata Anaira, dia dan suami sudah menyiapkan nama yang cantik untuk calon bayi nya yang ternyata berjenis kelamin perempuan.


"Yakin ngak cape?." tanya Kiano, istrinya sedari pagi menemani nya bekerja, tapi anehnya wajah nya tetap ceria dan tidak merasakan suntuk padahal Kiano sedari pagi fokus bekerja.


Anaira mengambil sesuap nasi ingin menyuapi suaminya, "Ngak dong, masa nemenin suami setampan kamu cape, yang ada aku harus berjaga-jaga takutnya kamu di karungin ABG tua." kata Anaira sambil tertawa.


"Emang nya aku beras apa di karungin." sungut Kiano sebal, dan menerima suapan dari sang istri.


Keduanya makan sambil suap-suapan, tidak ada hari tanpa makan bersama mandi bersama, biarlah orang berkata jika mereka lebai, tapi percayalah semua nya bermulai dari perhatian, dan jika rasa perhatian itu sudah menghilang maka bukan berarti jika pasangan mulai bosan bukan?.


Anaira selalu membaca artikel tentang hubungan suami istri yang baik, dan saling perhatian bisa menjaga awetnya rumah tangga, meski tidak semua cara yang di tulis di artikel itu benar.


Karen kunci rumah tangga adalah saling percaya dan saling menjaga, perhatian penting begitupun dengan saling support, tapi jika memiliki suami yang risihan tidak suka hal kecil mungkin apa yang di lakukan Anaira adalah terkesan mengekang, percayalah setiap pasangan memiliki cerita cinta berbeda-beda, dan inilah kisah cinta Anaira dan Kiano yang berbeda dari orang lain.


___________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2