
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kesibukan selalu menyertai hari-harinya, jika siang waktunya bekerja maka lain hal nya dengan malam hari, apalagi hari ini adalah hari sabtu yang berarti malam ini adalah malam minggu, Arka lebih suka menghabiskan malam nya di tempat yang menurutnya bisa mendapatkan ketenangan untuk sesaat.
Ya tempat yang biasa di sebut club malam itu menjadi pelampiasan nya di saat pikiran nya mulai kembali tertuju pada sang mantan kekasih yang sudah lama pergi meninggalkan nya, rasa sedih di tingglakan oleh orang tercinta benar-benar membuat sebagian dari diri Arka hancur.
Di depan keluarga dan orang-orang di sekitarnya mungkin Arka terlihat penuh wibawa dan tegas sama seperti sang Daddy tapi beda hal nya jika Arka sudah sendiri, dia menjadi pribadi yang berbeda itulah kenapa dia menjulukinya sendiri sebagai seorang pria bertopeng, karna semua sifat yang dia tunjukan pada orang terdekatnya tidak berlaku jika dia sudah sendiri.
Brukkk..
Arka yang dalam situasi mabuk itu jatuh tersungkur yang membuat Andrian yang menemani nya menggelengkan kepala. "Ayolah ini baru satu botol, kau payah bos." ucap Andrian sambil meminum alcohol milik nya.
"Kau tau aku selalu pusing jika meminum terlalu banyak." ucap Arka masih bisa berkomunikasi karna pada kenyataan nya dia hanya sedikit pusing karna sebenarnya Arka memang tidak boleh meminum alcohol menginhat dia memiliki Asma sama seperti Mommy nya.
Pada kenyataan nya penyakit itu menurun sampai pada dirinya, beruntung adik nya tidak mengikuti jejak nya jika sampai itu terjadi Arka tidak tau apa yang akan terjadi pada adiknya mengingat sampai sekarang belum ada satupun dokter di dunia ini bisa menyembuhkan penyakit Asma, langka kalau pun ada karna pada dasar nya penyakit itu memang datang mendadak tanpa tau kapan waktunya.
Arka mendudukan dirinya kembali lalu bersandar di sofa dengan mata yang terpejam, tiba-tiba ada tangan yang mengusap tengkuk nya dan merambat menelusup ke dadanya.
dia melirik sekilas melihat pemilik tangan itu.
__ADS_1
" Kau lagi." ucap Arka yang masih bisa mengenali sosok itu karna pengaruh alcohol belum sepenuhnya menguasainya.
"Aku akan menemani mu tuan." ucap seorang wanita berpakaian minim sambil duduk di samping Arka, entah sudah berapa kali dia mencoba untuk merayu Arka si tuan muda yang terkenal sebagai pengunjung terkaya di kotanya itu, tapi nihil usahanya selalu sia-sia dan sekarang dia akan mencoba keberuntungan nya lagi.
"Sudah aku katakan jika aku tidak menyukai gadis mur*h*n seperti kalian, merangkak hanya untuk uang yang tidak seberapa, menjijikan." ucap Arka dengan mata terpejam.
Ya Arka memang sering berkata pedas bahkan bukan hanya pada wanita itu saja, tapi hampir setiap wanita yang mendekatinya dia pasti akan melakukan hal itu, berkata pedas dan seenaknya.
"Andrian usir wanita gila ini, dan katakan pada manager nya kalau aku tidak akan berlangganan di tempat ini jika mereka terus menganggu ketenangan ku." sambung Arka lagi.
Andrian mengangguk lalu mengerakan tangan nya. "Pergilah sebelum tamat riwayat mu habis malam ini, jangan tampakan wajah mu yang menjijikan itu kami memang pria berengsek, tapi kami jelas tau wanita seperti apa yang harus kami miliki." usir Andrian yang membuat wanita itu menghela nafasnya kasar.
"Kau tidak pernah berubah bos." ucap Andrian setelah melihat wanita berpakaian minim itu pergi menjauh.
Arka membuka matanya, "Ya, aku akan berubah jika Kikan kembali hidup." jawab Arka lalu kembali menutup matanya.
" Itu mustahil." jawab Andrian.
"Aku tau, maka dari itu jangan urusi hidupku." sahut Arka tegas.
Andrian menghela nafasnya, melihat Arka yang tidak pernah sedikitpun melupakan adik sepupunya, bohong jika dia tidak sedih, Andrian juga sama merasakan kesedihan saat kehilangan sosok adik yang seceria Kikan, tapi meski begitu Andrian tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan yang tak kunjung usai.
__ADS_1
Jujur saja dia sangat sedih saat melihat adik sepupunya itu bertahan hidup di tengah penyakit yang mengerogoti tubuhnya, wajah ceria, lawakan Kikan saat di rumah sakit masih terngiang-ngiang di kepalanya, bagaimana mungkin Kikan masih bisa tersenyum dan bercanda gurau di detik-detik terakhir hidup nya.
Andrian menjadi saksi bagaimana perjuangan Kikan dari awal sampai di akhir cerita hidup nya, gadis itu selalu membuat orang-orang di sekitarnya tertawa meski dia tau jika kondisi nya tidak mungkin akan sembuh, dia pasrah pada takdir dan yang membuat Andrian bisa melepaskan dan mengiklaskan kepergian adik sepupunya adalah karna permintaan terakhir Kikan.
"Aku tidak mau ada yang menangis di saat aku dimakamkan, Mamih, Papih, dan semuanya terutama kak Kiano dan kak Andrian, aku ngak mau kalian menangisi kepergianku, aku bahagia dengan semua takdir yang di berikan tuhan untuk hidup ku, aku mohon jangan membuat aku merasa bersalah karna telah membuat kalian menangis, aku Kikan Ria anak Mamih Papih yang kuat, dan aku tau kalian juga pasti kuat."
Setelah selesai dengan acara malam nya Arka dan Andrian pun menyuruh supir untuk membawa mereka pulang ke rumah nya, ini bukan kali pertama Arka mabuk-mabukan di malam minggu tapi dia pasti akan melewati malam-malam lainya dengan hal yang serupa, setelah melewati malam panjang nya Arka dan Andrian pun langsung tidur di kamar masing-masing.
Kikan Ria, bidadari mungil yang akan selalu bersemayam di hati setiap orang yang menyayanginya. ❤
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ngak tau kenapa setiap bikin part tentang Kikan aku selalu ingin nangis😭sadd banget gitu kalo di posisi Kikan😪
Jangan lupa like coment and Vote !!
Drama akan di mulai, bersiap lah😅
__ADS_1