
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Beberapa bulan berlalu.
Pernikahan Arka dan Alena sudah bahagia dengan dua buah hatinya, Bian Ammar Raid dan Arfansya Ammar Raid.
begitupun dengan pernikahan Kiano dan Anaira yang sudah di memiliki satu bayi mungil cantik yang di beri nama Kinara Nasya Pariska.
Dan sekarang tinggallah Andrian yang masih stay menduda, sebenarnya Andrian berniat melepaskan masa duda nya itu, tapi semuanya harus sirna karena adanya sosok orang ketiga.
Setelah acara berlibur nya satu Minggu ke Swiss bersama, sosok Nana yang telah mencuri hatinya malah pergi tanpa sepatah kata, membuat Andrian sangat kecewa karena menaruh hati pada orang yang salah.
Kepergian Nana ke luar negri tentu saja membuat Andrian curiga apalagi setelah ada pria yang mengaku-ngaku sebagai calon suaminya Nana, membuat Andrian semakin menyesal karena telah menyimpan perasaan lebih ada Nana.
"Jangan di lihat terus pak, nanti kopinya keburu dingin." Amanda yang sedari tadi melihat rekan nya menatap kopi mulai bosan.
Tak mendengarkan sahutan dari rekan kerjanya membuat Amanda lebih memilih untuk pergi, lagi pula makanan nya sudah habis.
Andrian duduk di meja pantry, sebelumnya dia menyuruh Amanda untuk membuatkan kopi untuk nya tapi setelah Kopi tersaji dia menjadi tidak berselera dan malah bengong.
"Kenapa aku selalu memikirkan dia, bodoh seharusnya aku melupakan nya, bisa saja dia sekarang sudah bahagia dengan kebahagiaan nya sendiri." ucap Andrian sambil mengusap wajahnya kasar.
Semakin dia ingin melupakan sosok Nana semakin besar juga rasa rindunya, hatinya sudah jatuh pada sosok Nana dan sepertinya akan sangat sulit untuk nya melupakan sosok Nana.
Nana telah pergi selama tiga bulan lebih, tanpa pamit membuat Andrian merasa jika dia di campakkan setelah memberikan cintanya.
semula Andrian ingin melamar Nana, menjadikan Nana sebagai istrinya, tapi kepergian Nana yang mendedak membuat Andrian hanya bisa melepaskan.
"Tuan, berkas yang anda minta sudah saya taruh di meja kerja." ucap Amanda menghentikan langkah Andrian.
Andrian mengangguk, lalu melihat ke arah Amanda. "Buatkan saya kopi." kata Andrian dingin.
Hah?.
Kopi lagi?
"Tapi tadi bukan nya sudah?, saya sudah membuatkan kopi tadi." kata Amanda bingung.
Andrian melirik Amanda lagi dengan tatapan dingin nya. "Saya bilang buatkan saya kopi lagi." kata Andrian lebih dingin membuat Amanda takut, dan langsung mengangguk.
Setelah mengatakan itu Andrian masuk ke dalam ruangan kerja nya, ternyata rasanya cinta di tolak sangatlah sakit, dan lebih naasnya lagi ini adalah kedua kali nya Andrian di tolak oleh wanita, tentunya setelah Kelle cinta pertamanya.
Sedangkan di ruang pantry nampak Amanda yang sedang membuatkan kopi dengan wajah yang di tekuk.
__ADS_1
"Sudah nyuruh marah-marah lagi." sungut Amanda sebal.
"Lagian tuan Rian kenapa sih, beberapa bulan ini dia kaya orang gila aja, kerjaan nya marah-marah terus." lanjut Amanda masih mendumel.
Setelah Kopi buatan nya selesai Amanda membawa kopi nya dengan jalan yang sangat hati-hati seolah apa yang di bawanya itu adalah barang berharga saja.
Tok..tok..tok..
"Masuk..!! "
Amanda membuka klop pintu nya, dia berjalan masuk kedalam ruangan yang seperti ruangan orang mati itu, tidak ada hawa segar yang ada hawa panas yang mencekam.
"Tuan, ini kopi nya." ucap Amanda, menaruh kopi itu di meja.
"Hemmm.."
Andrian mengangguk.
"Tuan, apa anda tidak apa?." tanya Amanda khawatir.
"Hemmm.."
"Tuan." panggil Amanda lagi.
"Pergi dari ruangan ku..!!." usir Andrian sedikit berteriak, membuat Amanda menghela nafasnya lalu perlahan berjalan ke luar.
"Tuan muda." pekik Amanda kaget.
"Apa yang kamu katakan tadi? siapa yang gila?." tanya Arka, dia mendengar gerutuan Amanda tadi.
Amanda menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kikuk. "Tidak ada tuan, saya hanya sedang mencoba mengingat dialog anak saya." celetuk Amanda asal, lalu menutup mulutnya.
"Maaf tuan, saya permisi." ucap Amanda sambil berjalan cepat ke arah ruangan nya.
Arka mengerutkan dahinya aneh, sejak kapan Amanda punya anak? setahunya Amanda belum menikah, mengingat satu tahun lalu Sekertaris nya itu sempat menjadi musuh istrinya selama beberapa bulan.
"Amanda 24 tahun, tinggi 167 cm, berat badan 49 kg, dan masih jomblo dan belum menikah, awas saja kalau kamu tergoda, dia lebih tinggi dari aku, dia juga lebih kurus dari aku."
Alena sangat pandai mencari tau status calon pelakornya.
dan sekarang bawahan nya itu sudah ingsyaf, apa mungkin dalam satu tahun Amanda sudah menikah dan memiliki anak yang sudah belajar dialog? benar-benar tidak masuk akal.
Arka kembali ke niat awalnya, dia membuka pintu ruangan Andrian dan berapa kagetnya dia melihat Andrian yang sedang tertidur.
"Bangun woy..!!." teriak Bian.
__ADS_1
Tak mendapatkan sahutan lagi, membuat Aria kesal bisa-bisa nya Andrian tidur di jam kerja nya.
"Rian." panggil Arka lagi.
"Andrian..!! " teriak Arka lagi, membuat Andrian kaget dan replek berdiri.
"Kenapa?." tanya nya polos tanpa rasa bersalah.
Arka menggelengkan kepalanya, ada apa dengan Andrian?, apa teman nya itu memiliki masalah sehingga membuat dia tidak fokus.
"Cuci wajahmu, di matamu ada belek nya." ucap Arka kesal, lalu pergi keluar dari ruangan Asisten nya itu.
Setelah kepergian Arka Andrian menghela nafasnya, lalu mengambil ponselnya, mengusap layar kamera, dia melihat wajahnya di layar ponselnya, tapi dia tidak menemukan belek yang di katakan Bos nya tadi.
"Dia mengerjai ku." sungut Andrian kesal.
Tring..
Sebuah notif pesan masuk ke layar ponselnya, membuat Andrian kembali melihat ponselnya.
"Pergilah berlibur, sepertinya kau harus menghabiskan waktu untuk menenangkan diri, aku tau kau masih kecewa dengan perasaan mu yang belum tidak terbalaskan."
Andrian menghela nafasnya, yang dia inginkan bukanlah cuti atau pun berlibur, Andrian hanya butuh waktu untuk mengobati rasa kecewa yang di rasakan nya, bukan hanya satu kali tapi dua kali dia pernah merasa kehilangan.
Malam harinya Andrian masuk kedalam Apertemen nya, yang pertama dia lihat adalah suasana sunyi di Apertemen nya, tapi ada satu yang membuat langkahnya terhenti, dia melihat ada seorang wanita yang tengah duduk di sopa nya.
"Kamu." Andrian kaget melihat Nana yang sedang duduk di sopa nya.
"Hy, apa kabar." ucap Nana sambil tersenyum kikuk.
"Mau apa kamu kesini?." tanya Andrian salah tingkah.
Melangkah mendekat secara perlahan, sampai langkahnya terhenti tepat di depan sosok yang sangat di rindukan nya.
"Aku merindukan mu, aku kangen." ucap Nana sambil memeluk ke tubuh Andrian.
Degg..
"Lepaskan, Nana." ucap Andrian pelan.
Nana menggeleng. "Aku telah datang, aku datang membawa cintamu, maaf untuk waktu itu aku tidak berniat meninggalkan mu, sungguh." ucap Nana sambil memeluk tubuh Andrian erat.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Ada yang mau undangan?.
Jangan lupa jejak, ♥️