
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam Rafa yang sudah melihat istrinya tertidur langsung berganti pakaian dan tak lama iya keluar dari kamar dengan pelan-pelan, menuruni tangga dan sesampainya di bawah Rafa langsung berjalan ke arah pintu utama.
Sesampainya di luar Rafa langsung berjalan ke arah bagasi menyalakan salah satu mobilnya dan dengan cepat menyalakan mobil yang di tumpanginya, malam ini Rafa akan membuat perhitungan dengan orang yang menyakiti istrinya, Rafa menancap Gas pedal dengan kecepatan di atas rata-rata amarahnya sudah tidak bisa terbendung lagi.
tidak butuh waktu lama mobil yang di tumpangi Rafa sampai di mansion nya, Rafa keluar dari mobil nya lalu berjalan ke arah gudang yang ada di belakang mansion.
Rafa tersenyum melihat wanita yang sedang terikat. iya memegang dagu wanita itu lalu menampar wanita yang kepalanya di tutupi kain itu dengan bertubi-tubi.
" Hey sialan !! siapa kau? lepaskan aku !! aku tidak punya masalah dengan mu." Teriak Wanita itu meminta di lepaskan.
" Jangan harap !! kau tau apa kesalahan mu, aku sudah berbaik hati untuk tidak membunuh mu dari dulu, tapi sekarang aku tidak akan mengulangi kesalahan ku !! .
Plakkkk... " tamparan ini adalah balasan karna telah memperbudak istriku."
Plakkkk... " ini untuk rasa sakit hati istriku,"
Plakkkk.. " ini untuk semua kebusukan mu dan kejahatan mu." Ucap Rafa yang terus memberikan tamparan tapat di bagian wajah wanita yang duduk di kursi dengan posisi tangan dan tubuh yang sama terikat.
Wanita yang tak lain adalah bu Arini terus meringis dan saat itu juga iya sadar bahwa pria yang di depan nya adalah Rafasya Ammar Raid, Jlebbb.. Bu Arini tiba-tiba ketakutan apalagi iya sudah tau seperti apa sifat Rafa sebenarnya yang terkenal pria tampa mengenal ampun.
__ADS_1
#Flashblack beberapa saat lalu.
Rey yang di perintahkan oleh majikan nya untuk memantau pergerakan Ben yang tak lain pria yang mereka jadikan alat untuk mengungkap semua yang terjadi 10 tahun itu tiba-tiba masuk kedalam sebuah Rumah yang tidak terlalu besar, dan seperti biasnya pergerakan Ben tidak pernah terlewatkan oleh Rey yang selalu mengawasi semua gerak gerik Ben dari mulai pria itu sadar dari komanya sampai sekarang.
pada saat yang sama pula Rafa sang Boss menelpon Rey untuk mencari keberadaan Dessy dan Bu Arini, entah itu kebetulan tiba-tiba saja Rey mendengar suara Ben dan Dessy yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu dan saat itu pula Rey menyuruh anak buahnya untuk mengepung tempat itu.
Sebelelum nya Rey sudah memasang beberapa alat penyedap di tubuh Ben, bahkan GPS pun tak laput di taruhnya, gila memang gila tapi itulah yang harus iya lakukan agar tidak kecolongan lagi lebih tepatnya demi kelancaran masa depan nya.
Rey yang sudah ada di luar pagar tepatnya di samping mobil Ben mendar semua obrolan sepasang kekasih yang berujung adegan 18+ itu, iya mendengar semua desahan Dessy dan Ben, dan saat itu juga iya menutup telinganya karna merasa jijik.
selang beberapa saat setelah selesai dengan aktivitasnya Ben dan Dessy akan pergi keluar, dan Rey yang sudah tau rencana busuk Dessy dan Ben hanya tersenyum menyerigai lalu menyuruh sebagian anak buahnya untuk mengikuti Ben, sedangkan sisanya membantunya untuk membawa bu Arini ke Mansion.
Brukkkk...
Bu Arini yang sedang melakukan aktivitas yang sama seperti Dessy tepat di sebelah ranjang yang di tempati pak Danu di huat kaget karna melihat banyak pria berbadan besar yang mengepungnya.
Asep alias si perawat bayaran menjadi ketakutan apalagi dengan posisi nya yang sekarang sedang berada di atas tubuh bu Arini baik Asep maupun wanita paruh baya itu keduanya sama-sama tak memakai sehelai benang pun yang mana membuat Rey kembali merasa jijik, " Anak dan ibu sama-sama murahan." Rey jijik dengan kelakuan bu Arini yang menjijikan apalagi kegiatan itu di lakukan di samping pak Danu yang berstatus sebagai suami sah nya.
Tanpa menunggu Keduanya memakai pakaian terlebih dahulu dengan sadis nya Rey menyuruh anak buah nya untuk menyeret bu Arini kedalam mobilnya, sedangkan Asep sendiri pria itu sudah hampir sekarat karna di pukuli habis-habisan oleh anak buah Rey yang badan nya tentu saja lebih besar dari si Asep.
" Ampun.. tolong lepaskan saya tuan, saya hanya di bayar oleh wanita itu." Asep membela diri dengan berlutut di kaki Rey namun pria itu dengan teganya malah menendang wajah Asep sehingga membuat pria itu meringis merasakan sakit di bagian hidung nya.
" Bawa dia ke tempat Alena, rasanya Alena akan menyukainya." perintah Rey pada anak buahnya untuk membawa pria yang sudah terbujur kaku itu ke tempat Alena alias si Hiu cantik yang di pelihara Rafa.
Setelah kepergian semua anak buahnya tingal lah Rey seorang diri pria itu langsung membawa pak Danu ke mobilnya sebelum itu Rey juga mengecek nadi pak Danu dan beruntungnya urat nadi nya masih berdenyut jadi Rey masih bisa bernafas lega.
__ADS_1
Flashblack Off.
Rafa membuka penutup kepala bu Arini, memasang wajah dingin lengkap dengan sorot mata tajam nya, hal itu membuat bu Arini gelagap dan gelisah apalagi melihat pisau yang ada di tangan Rafa.
" Apa urusan mu tuan muda, aku tidak pernah membuat urusan dengan mu bukan lalu kenapa kau mengangguku." Ucap Bu Arini dengan nada yang santai meski sekarang sekujur tubuhnya sedang berkeringat dingin.
" Kau memang tidak menganggu ku, tapi kau menganggu kesehatan istri ku, sudah cukup kau aku biarkan hidup dengan nyaman tapi sekarang kau malah menbuat ulah kembali." Ucap Rafa dengan suara lantangnya.
" Tolong lepaskan aku, aku ini mertuamu, apa ini yang kau lakukan pada mertuamu." Mencoba memelas.
" Cih.. mertua katamu? bahkan kau tak pernah menganggap istri ku anak mu, yang ada kau hanya memperbudaknya dan menjadikan nya pembantu di rumah nya sendiri apa itu yang kau bilang anak?." Rafa semakin mendesak wanit paruh baya itu.
Bu Arini yang kehabisan akal pun langsung tertawa. " Hahahha... benar apa yang kau ucapkan semua adalah kebenaran, aku memang menikahi Danu hanya untuk harta dan menjadikan anaknya sebagai budak, karna aku mempunyai dendam padanya.. tapi kau malah menghalangi jalan ku," Ucap Bu Arini sambil tertawa lalu menatap Rafa dengab tatapan membunuh.
" dasar wanita gila, Rey bawa wanita itu keruang bawah tanah buat dia menyesali perbuatan nya, biarkan dia mati dengan sendirinya." perintah Rafa tegas lalu pergi dari tempat itu, dan langsung menyakakan mesin mobilnya.
Sedangkan bu Arini kini tengah di seret oleh Rey ke penjara bawah tanah. dengan teganya Rey meningalkan wanita paruh baya itu di tempat yang hanya ada sedikit penerangan nya.
Kini bu Arini hanya bisa meratapi nasib nya eyang enatah akan seperti apa, putri semata wayang nya Dessy yang terkenal dengan kebodohan nya itu mungkin tidak akan mencarinya, iya tau sifat anaknya yang tidak suka di repotkan mungkin ini adalah balasan atas semua yang dia lakukan.
______________
🌹🌹🌹🌹
Thanks For Like😚
__ADS_1