
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku bisa jelaskan, tolong jangan marah dulu." ucap Rico.
"Awas, aku bilang awas!, " ucap Kelle sedikit berteriak.
"Tapi kamu jangan marah, aku dan dia hanya masa lalu." ucap Rico lagi.
Rico tidak mendengarkan dia terus mengikuti Kelle sehingga membuat Kelle jengah, kemarahan mulai nampak di wajah cantik nya.
"Bisa diam ngak sih? aku tuh lagi bete sama kamu." wajah kesal di tampilkan oleh wanita yang kini memakai daster.
Rico sang pembuat ulah tak henti-hentinya mengikuti setiap pergerakan Kelle, dia menyesal telah membuat Kelle marah hanya karna ada seorang wanita seksi yang menyapa nya di minimarket.
"Aku minta maaf, dia hanya masa laluku, sungguh aku tidak pernah menjanjikan apapun padanya." ucap Rico dengan wajah yang bersungguh-sungguh.
Kelle masih tidak percaya, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Rico yang menanggapi wanita seksi itu, bahkan tadi Kelle melihat wanita itu memegang dada Rico di tempat umum.
Dan satu hal yang membuat kemarahan nya keluar lagi, wanita itu dengan terang-terangan mengatakan jika Rico menginginkan servisan lebih hot, dan wanita itu dengan tak tau dirinya nya menyuruh Rico ke Apertemen nya.
"Kamu penipu, kata mu kamu akan berubah, mana? mana? apa seperti itu yang namanya berubah?." tanya Kelle dengan wajah yang sama sekali tidak melihat ke arah Rico.
Rico diam, baru saja keduanya bisa berbaikan dan jalan bersama meski hanya membeli kebutuhan bulanan ibu hamil, tapi ternyata dia terlalu jumawa, masa lalu nya kembali datang mendatangi nya seolah tidak bisa melepaskan nya dari dunia perjin*han.
Siang berganti malam, Kelle tidur dengan memunggungi Rico, keduanya memang sudah mulai memutuskan tidur satu ranjang sejak tiga hari yang lalu, tapi meski begitu Kelle tidak sedikitpun memberikan celah untuk Rico bisa menikmati tubuhnya, trauma nya masih ada dan membuat Kelle engan memberikan hak Rico sebagai suami sah nya.
Tak ada suara sedikitpun keduanya hanyut dalam suasana hening yang di ciftakan keduanya, satu pergerakan Kelle membuat Rico yang semula menatap atap menjadi melirik Kelle yang membelakangi nya.
"Kamu cemburu?." kata itu terucap dari bibir tipis Rico yang membuat Kelle seketika melotot.
"Sama sekali tidak." tegas Kelle.
__ADS_1
Mana ada dia cemburu yang Kelle rasakan hanya kesal dan marah, saat melihat Rico dengan mudah nya di pegang-pegang wanita lain, Kelle merasa jika Rico bukanlah pria yang bisa menjaga ucapan nya.
"Lalu kenapa marah?, bukan kah kata kamu aku memang pria seperti itu?." Rico semakin ingin menggoda Kelle.
Kelle tak mendengarkan dia terdiam dengan wajah yang menahan tangis, entah lah akhir-akhir ini dia sering menangis jika berdebat dengan Rico.
Menyadari isakan Kelle dengan gerakan cepat Rico menyibakan selimut yang menutupi tubuh istrinya, dia melihat Kelle yang menekuk kakinya ke sampai ke dada, dan hal itu membuat Rico melotot.
"Jangan seperti ini, bayi kita bisa tertekan." ucap Rico. dia memeluk Kelle dengan erat. "Aku minta maaf, sungguh aku tau aku salah aku minta maaf."sambung Rico sambil memeluk Kelle yang masih menekuk tubuhnya.
Perut Kelle yang mulai membuncit membuat Rico was-was takut bayinya tertekan, mau tak mau Kelle meluruskan kakinya, dia diam seribu bahasa sedangkan Rico masih sibuk memeluknya.
"Maaf." kata Rico lagi, dan kata itu sama sekali tak Kelle hirau kan, Kelle memejamkan matanya berharap rasa kantuk menerpa nya, namun nihil yang dia rasakan terus pergerakan tangan Rico yang kini malah menelusup mengusap perut buncit nya.
"Kondisikan tangan mu, jangan mencari kesempatan." tegas Kelle.
Rico tersenyum, ternyata cara itu berhasil dan bukan nya melepaskan tangan nya dari perut Kelle Rico malah terus mengusap perut Kelle sehingga membuat Kelle menggeliat merasakan rasa geli.
"Geli, lepaskan." ucap Kelle lagi.
"Mau kemana?." tanya Kelle saat mendapati pergerakan dari samping nya.
Rico menolah, "Keluar cari angin." jawab Rico singkat.
Kelle berdiri, dia menghadang jalan Rico, "Jangan pergi." ucap Kelle.
"Kenapa?." tanya Rico.
Kelle tidak menjawab nya, dia hanya diam berharap Rico bisa paham dengan keinginan nya, meski sering berdebat tapi Kelle merasakan rasa aneh jika berjauhan dari Rico, bayinya seolah ingin menempel dengan ayah nya, dan Kelle mau tak mau menuruti keinginan bayi nya.
"Baiklah, aku tidak akan kemana-mana." ucap Rico akhirnya memilih kembali tidur di sebelah Kelle, meski rasanya beda tapi Rico maupun Kelle sama-sama tidur di satu ranjang, hanya saja keduanya tidak memulai perdebatan lagi, keduanya tertidur dalam posisi saling berhadapan.
Pagi menyapa, suara kicauan burung di pohon sudah mulai terdengar, tapi hal itu tak membuat penghuni kemar bangun dari tidur nyenyak nya.
__ADS_1
Perdebatan semalam membuat Kelle dan Rico menjadi nyenyak tidur nya.
Tring...
Suara dering ponsel sejak tadi terdengar dari nakas, dan hal itu membuat Kelle yang mendengar suara bising langsung membuka matanya, hal yang pertama kali dia lihat adalah Rico yang memeluk nya dan hal yang paling membuat Kelle melotot adalah dimana kancing daster nya yang terbuka.
Di curiga akan Rico yang melakukan sesuatu saat di tertidur, dan masalah kancing terbuka ini sering Kelle lihat setelah dia bangun tidur.
"Bangun, ada telpon." ucap Kelle sambil menaruh tangan Rico dengan pelan.
Rico mengucek matanya, segera dia bangkit dari tempat tidur dan langsung mengambil ponselnya, sepuluh panggilan dari sekretarisnya berhasil di lewati, dan matanya kembali melebar sempurna saat mendapati jam di layar ponselnya yang menunjukan pukul delapan lebih.
"Astaga aku kesingan." pekik Rico sambil melemparkan ponselnya asal ke tempat tidur, lalu berlari ke kamar mandi dengan handuk yang di taruh di leher nya.
Kelle menggelengkan kepala nya, ini pertama kalinya dia melihat Rico yang bersikap konyol, dan ternyata rasanya sangat seru, Kelle merasa terhibur.
Karna merasa ikut andil dalam masalah kesiangan bangun suaminya, Kelle pun memilih untuk menyiapkan pakaian untuk Rico.
Dan saat Rico keluar dari kamar mandi ia langsung berjalan dengan handuk yang menutupi separuh dari tubuh nya.
dia tersenyum saat melihat pakaian kerja nya sudah siap di atas tempat tidur.
"Tumben kamu siapin pakaian kerja aku." ucap Rico sambil memakai pakaian nya di depan Kelle.
Dengan secepat kilat Kelle menutup matanya, dia tidak mau melihat tubuh Rico yang terpampang jelas itu, meski sudah menjadi suami istri tapi Kelle merasa engan melihat badan Rico hal itu membuat Kelle teringat akan kelakuan Rico di luaran.
"Cepat pakai bajunya, nanti kamu kesiangan." titah Kelle mencoba menghindari pertanyaan Rico, bukan tanpa sebab Kelle tidak mau membuat Rico geer dengan hal yang di lakukan nya.
Rico hanya tersenyum, dia tau apa yang di lakukan Kelle hanya hal kecil tapi hal itu membuat Rico senang bukan main, setidaknya dia tau jika Kelle sedikit demi sedikit mulai perhatian padanya.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jejak !!!