
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Wajah yang penuh amarah dan gelisah penuh kekhawatiran terpampang jelas di mimik wajah Rafa, iya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh sampai akhirnya Rafa sampai di tempat tujuan nya dengan wajtu yang kurang dari satu jam.
Rafa berjalan dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan, mendobrak pintu dengan satu kali tendangan.
"Dave !! keluar kau !! kembalikan istriku." teriak Rafa menggema.
Hening tak ada jawaban yang membuat amarah Rafa semakin memuncak."Dave sialan !! keluar dan hadapi aku." teriak Rafa lagi.
Prok..prok..prok.. (bukan pak Tarno ya)😂
"Senang bertemu dengan mu lagi Rafasya Ammar Raid, apa kabar mu?." ucap seorang pria yang memakai topeng sambil membuka topeng nya.
Rafa melihat ke arah sumber suara." Jangan basa-basi!! cepat katakan dimana kau menyembunyikan istriku." ucap Rafa dengan sorot mata yang menatap tajam.
Pria bertopeng yang tak lain adalah Dave Ambara Darma salah satu Mafia dan musuh bubuyutan Rafa semasa SMA dan kuliah.
"Ayolah Rafa santai saja kau masih saja emosian seperti dulu, hemm bukan kah kau membenci gadis itu? lalu kenapa kau sekarang malah sebaliknya." pria bernama Dave berkata sambil tersenyum mengejek.
Rafa mengeraskan rahang nya, mendengar perkataan Dave, "jangan urusi kehidupan ku sialan !! kau tau aku akan membunuh mu jika sesuatu telah terjadi pada istri ku." ancam Rafa.
"Itupun jika kau mampu mengalahkan anak buah ku." ucap Dave sambil tertawa. dan tak lama kemudian banyak pria berbaju hitam yang mengurumuni Rafa. "Sudah lama aku tidak menyaksikan kehebatan mu dalam dunia gelap, lawan mereka baru kau bisa mengambil istrimu, tapi sebaiknya kau mundur saja, bukan kah Rafa Ammar Raid hanyalah pria lemah yang masih mengharapkan cinta di masa lalu? hahah." Dave tersenyum mengejek lagi.
Rafa melihat pria yang mengerumuni nya, 7 orang pria tanpa membawa benda tajam membuatnya tersenyum kecut.
Dorr !!
Dorr !!
Brughkkkk..
dengan beberapa gerakan ilmu bela diri dan bantuan pistol berhargakan miliaran rupiah Rafa berhasil melumpuhkan ke 7 pria yang mengerumuni nya tadi sampai lemah tak berdaya.
Dave tersenyum lagi, ini bahkan masih permula." Rafa kau tahu? Nabila gadis kesayangan mu itu sudah tidak V loh." Dave berkata dengan suara yang keras.
Rafa yang mendengarnya langsung mengerutkan dahinya tidak mengerti." Apa maksud mu?." tanya Rafa sambil melirik Dave dengan tatapan tajam.
"Nabila adalah gadis malang yang selalu di jadikan budak pemuas nafsu orang tuanya, hemm kau pacarnya? tapi kau tidak tahu sama sekali tentang kehidupan nya, cihh pacar macam apa kau?." Ucap Dave sambil menghembuskan nafasnya kesal.
Rafa masih diam mencoba mencerna ucapan Dave." Kau tahu aku mencintainya bukan? tapi dengan seenaknya kau malah menembak nya di depan mataku, disaat semua aib Nabila aku simpan rapat-rapat dan seenak jidatnya kau malah mendapatkan perhatian nya." sambung Dave lagi.
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan? Nabila itu gadis baik-baik, dia bukan gadis seperti itu." ucap Rafa menolak semua ucapan Dave tentang mantan kekasihnya.
"lihat ini dan setelah ini kau akan tahu siapa sosok Nabila sebenarnya." Dave memberikan ponsel pada Rafa.
ragu-ragu Rafa pun memutar Vidio itu, dan saat Rafa tau bahwa itu adalah Vidio Nabila dan seorang pria tua yang tidak terlalu jelas terlihat Rafa langsung terduduk lemas, iya tidak menyangka gadis lucu nan manja yang selalu membuat hari-harinya ceria itu ternyata gadis yang murah*n.
"Dari mana kau dapat semua ini?, jangan bilang kau.. Dave !!"ucap Rafa terhenti sambil menatap wajah Dave penuh kemarahan.
"Ya kau benar, aku memang pernah tidur dengan Nabila bahkan sering, kau tau dia itu adalah canduku, tapi setelah kau datang ke kehidupan Nabila dia mulai berubah padaku, dan itu semua adalah karna kau Rafa !! kau yang tamak yang menginginkan 3 gadis sekaligus." ucap Dave lantang.
"Apa maksud mu bicara yang jelas? 3 gadis bahkan aku sangat mencintai Nabila." ucap Rafa.
Dave tertawa hambar mendengar ucapan Rafa." ya kau memang hanya mencintai Nabila tapi ada dua gadis lagi yang menyimpan rasa padamu." Ucap Dave.
Rafa tidak mengerti dengan ucapan Dave hanya menyerhitkan dahinya.
tiba-tiba dari ujung sana Rafa melihat Ririn dan Dian yang sedang berdiri dengan tangan yang terikat." Sayang." Rafa berjalan ingin menghampiri istrinya namun langkahnya terhenti saat Dave menembakan satu peluru kearah nya, beruntung Rafa bisa menghindar dari tembakan itu.
"Hahha kau benar-benar bodoh Rafa sia-sia selama 10 tahun kau membrnci orang yang salah, kau tau siapa yang membunuh Nabila?." tanya Dave.
Rafa mengelengkan kepala dia memang tidak tau apa-apa yang Rafa tau hanya dia melihat Cia yang sedang memeluk tubuh Nabila yang penuh dengan darah, dan Rafa pun mengira jika pembunuhnya adalah Cyrilla.
Dave menghela nafas nya."Malam itu aku mengajak Nabila bertemu, kita menghabiskan malam indah berdua sampai akhirnya malam yang penuh kebahagian itu berubah menjadi benci, kau tahu? dia memutuskan untuk menjauhiku karena dia memilih kau Rafa, karna aku kesal dan marah akhirnya aku membunuhnya." ucap Dave berkata tanpa penyesalan sedikitpun.
Rafa melotot tak percaya bagimana mungkin Dave bisa membunuh gadis yang di cintai nya dengan sangat tragis." Kau gila !! jika kau mencintainya lalu kenapa kau membunuhnya !!." Rafa betbicara sedikit berteriak.
"Aku memang mencintainya, tapi aku tidak mau dia dimiliki orang lain, jika aku tidak bisa memilikinya maka orang lain pun tidak bisa." ucap Dave.
"Sialan kau Dave!! jadi semua ini adalah ulah mu hah!! kau membunuh Nabila dan Cia? gadis yang tak tau apa-apa." Rafa tak habis pikir dengan apa yang telah di lakukan Dave.
"Cia merekam segala hal yang aku dan Nabila lakukan dimalam itu, dan dia juga melihat aku menembak mati Nabila." ucap Dave.
"Jadi kau yang membunuh kakaku !!." bukan Rafa melainkan Ririn yang berteriak dengan tangan yang sudah terlepas dari tali.
"Bukan aku tapi kakak tirimu, selain menyukai Nabila aku juga menyukai Cia, dia gadis yang baik hati dan polos." ucap Dave berkata apa adanya.
Ririn menoleh ke belakang dimana Dessy terlihat sedang tersenyum kearah nya dengan pistol yang siap di tekan ke arah nya."Kau pembunuh!!! "ucap Ririn menatap Dessy dengan wajah marah nya.
"Hey kecilkan suara mu gadis bodoh bersiaplah untuk kehilangan nyawamu karna aku akan membunuh mu." ucap Dessy sambil tersenyum devil.
Dorr !!
satu tembakan melayang Ririn terdiam tak merasakan apapun sampai dia sadar jika bukan dia yang tertembak melainkan Dian yang kini sudah terbaring tak berdaya di tanah dengan darah yang terus keluar dari perutnya.
__ADS_1
"Kak, kanapa kakak melakukan hal ini." Ririn memeluk Dian membaringkan kepala Dian di pangkuan nya.
"Tidak apa nona, ini hanya luka kecil. uhukk.." Dian berbatuk dengan tangan yang sibuk menahan rasa perih di perut nya yang terus mengeluarkan darah segar.
Dessy memanfaatkan situasi ini untuk cepat-cepat melarikan dirinya, apalagi dia melihat Rafa yang sedang menembaki satu persatu anak buah Dave dengan ganasnya, "Aku harus kabur sebelum tuan muda kejam itu membunuhku." batin Dessy.
lain hal nya dengan Rafa yang sibuk menghajar anak buah Dave.
Dorr !!
Dorr !!
Dorr !!
Rafa terseyum kecut melihat anak buah Dave yang sudah terpakar tak berdaya di tanah." Kini giliran mu Dave !! aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan damai." Ucap Rafa dengan wajah penuh amarahnya.
Dorr !! "ini untuk kebejatan mu." Rafa menembak tepat di kaki Dave.
Dorr !! "ini untuk cinta dan obsesimu yang salah." menembak di perut.
Dorr !! " dan ini untuk Nabila dan Cyrilla." menembak tepat di kepala.
"Nabila aku datang." batin Dave yang ternyata memang sudah lama menginginkan hal ini.
Setelah menuntaskan urusan nya dengan Dave, Rafa berjalan ke arah istrinya, "Sayang kamu tidak apa? apa mereka menyakitimu?." tanya Rafa sambil memeluk Ririn dari belakang.
Ririn mengelengkan kepala, " aku tidak apa-apa, tapi kak Dian terluka karna menyelamatkan aku dari tembakan kak Dessy." ucap Ririn sambil melihat Dian yang meringis terus.
tiba-tiba rombongan Rey dan Zex datang dengan beberapa Bodyguart nya." Maaf tuan muda kami terlambat." ucap Zex.
"Tidak apa, kalian bereskan saja mayat-mayat ini, dan untuk Dave makam kan dia dengan layak." ucap Rafa.
"Baik tuan." ucap Zex mengangguk.
"Ayo kita kerumah sakit, aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa sayang, " ucap Rafa sambil memangku Ririn sedangkan Dian gadis itu di pangku oleh Rey, sebenarnya Dian menolak jelas dia menginginkan di pangku oleh Zex tapi Rey memaksa jadi mau tak mau Dian pun hanya bisa pasrah.
"Sepertinya tadi terjadi sesuatu, kenapa Dave bisa semudah ini di kalahkan, aku.tau tuan muda itu sangat ahli dengan bela diri dan pengunaan senjata tapi Dave? jelas dia juga memiliki banyak anak buah. Aneh." batin Zex.
Tring.. (bukan suara tongkat ajaib ya).
"Cari Dessy dan Alira mereka pasti belum pergi jauh melarikan diri nya." isi pesan dari Rafa.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!