Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Kepergian Rey dan sisi lemah Hany.


__ADS_3

^^HAPPY READING^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Begitu banyak cara kedekatan yang Rey gunakan untuk mengambil perhatian wanita yang di sukainya, tapi entah kenapa keberentungan memang belum memihak nya, hubungan mereka memang semakin dekat seiringnya waktu berjalan, tapi meski begitu Rey masih ragu untuk melihat kenyataan yang akan dia terima.


hari ini adalah hari terakhir Dian merawat Rey dan entah kenapa pria itu tidak menyuruhnya ke rumah nya melainkan menyuruhnya pergi ke taman yang ada di tengah-tengah kota.


"Kemana sih katanya nyuruh kesini, tapi ko ngak nongol orang nya." ucap Dian yang sudah hampir setengah jam duduk di taman.


Cuaca mulai tidak bersahabat di tambah angin yang semakin besar, suara gemuruh petir mulai terdengar di telinganya, air mulai berjatuhan ke permukaan tanah dan membasahi baju nya tapi meski begitu Dian tetap diam dan duduk di bangku taman.


Dian adalah orang yang bisa memenuhi janjinya maka dari itu wanita berumur 23 tahun itu memilih menunggu dari pada harus pulang kembali, "Apa dia lupa? tapi itu tidak mungkin, aku yakin tuan Rey pasti datang." ucap Dian sambil mengigit bibir tipisnya karna kedinginan.


Seorang pria datang dengan membawa payung, Dian terdiam melihat stelan rapih yang di kenakan pria itu, "Maaf membuat mu menunggu lama." ucap pria itu yang tak lain Rey. "Tapi seharusnya kamu tidak usah menungguku sampai kamu kehujanan seperti ini." sambung Rey lagi sambil memayungi Dian.


Diam mengelngkan kepala." tidak apa tuan, saya sudah terbiasa." ucap Dian.


"Sebenarnya tuan menyuruh saya ketempat ini untuk apa?." tanya Dian sambil berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Rey.


Rey terdiam untuk sesaat menatap bulu mata lentik yang kini sudah basah itu, "Aku akan pergi jauh." ucap Rey lalu menarik nafas dalam-dalam. "Maaf karna telah menganggu mu untuk beberapa bulan ini, terimakasih karna telah membuat aku bisa menjadi manusia normal yang bisa memiliki rasa cinta." sambung Rey lagi seraya tersenyum.


Deg...


Jantung Dian serasa ingin berhenti saat itu juga saat mendengar pria yang selalu muncul di mimpinya menganggu tidur nya maupun dunia nyata nya itu akan pergi jauh meninggalkan nya.


"Kenapa aku merasa sedih saat mendengar nya akan pergi? ada apa dengan perasaan ku." batin Dian.


Melihat Dian yang diam saja tidak menjawab membuat Rey tersenyum kecut, sepertinya keputusan nya untuk pergi jauh itu tidak salah.


Dian menarik nafasnya berat." kapan anda berangkat?." tanya Dia

__ADS_1


"Hari ini." ucap Rey lalu mengambil kotak kecil berwarna merah yang ada di saku celana nya.


"Anggap saja ini sebagai kenang-kenangan dariku untuk mu, aku akan berusaha melupakan mu, maaf jika aku selalu memaksamu untuk mencintaiku, tapi sekarang aku akan melepas mu, aku harap kamu bisa menemukan cinta sejatimu." Sambung Rey lagi sambil memberikan kotak berwarna merah itu pada Dian.


"Aku pergi." ucap Rey seraya membalikan tubuhnya, dia tidak mampu melihat wajah Dian yang menunduk terasa sangat berat untuk nya mengucapkan kata perpisahan pada wanita yang disukainya, Dian adalah satu-satu nya wanita yang bisa meruntuhkan hatinya sekaligus wanita yang tidak bisa dia dapatkan hatinya.


Rey melangkah dengan berat sampai dia berhenti karna mendengar suara Dian. "Sampai kapan?." tanya Dian dengan wajah yang masih menunduk, entah kenapa mendengar kabar pria itu akan pergi membuat Dian tidak bisa berjata-kata dan bibirnya pun serasa kelu.


"Aku tidak tau, mungkin satu dua tahun atau selamanya." ucap Rey sambil melangkahkan kakinya menjauh.


"Aku mencintaimu wanitaku." batin Rey disela-sela langkah kakinya.


Dian melihat Rey yang semakin berjalan menjauh dari tempatnya, matanya tak lelah menatap ke arah pria itu, setelah tubuh tegap itu sudah tak terlihat lagi di pandangan nya Dian terduduk di bangku taman dengan memegangi kotak pemberian Rey.


Karna penasaran Dian membuka kotak itu, dia melihat isi nya, "Ini sangat cantik, dia membelikan ku barang semahal ini?." ucap Dian sambil melihat ke gelang cantik yang harganya pasti tidak lah murah mengingat gelang itu mengkilau dan terlihat sangat indah, meski Dian bukan orang kaya tapi Dian juga bukan wanita yang tidak tau akan gaya hidup mengingat di pernah bekerja di salah satu gerai di Mall besar dan dia juga tahu harga barang-barang mahal itu.


Dian memasukan gelang nya lagi ke tempatnya, perlahan air mata nya mulai turun tanpa permisi, entah kenapa Dian merasakan sakit dan rasa sedih yang mendalam setelah kepergian pria itu.


"Bodoh Dian kamu bodoh, kamu tidak mencintainya bukan? kenapa kamu harus serapuh ini." Dian berkata sambil menertawakan kebodohan nya yang bisa-bisanya menangisi kepergian pria yang selama ini menganggu hidup nya itu.


🌹


Disisi lain tepatnya di sebuah halte terlihat Hany dan Zex yang sedang duduk bersampingan sambil melihat ke jalanan yang di basahi air hujan.


Rasa dingin itu membuat Hany mengigil sambil memeluk tubuhnya sendiri, Zex yang melihat itu membuka jas nya lalu memberikan jas itu pada Hany."Pakailah, agar kamu tidak kedinginan." ucap Zex.


Hany melirik."Lalu bagaimana dengan kakak?."tanya Hany engan memakai jas itu, dia bukan wanita yang egois lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain.


"Aku sudah biasa, pakailah nanti kamu bisa demam." ucap Zex lagi.


Hany menggelengkan kepala, "Sama seperti yang kakak ucapkan barusan, kalau aku memakai jas itu lalu bagaimana dengan kakak? apa kakak akan demam juga?."Hany membalikan ucapan Zex yang membuat pria bertubuh tegap itu terdiam.

__ADS_1


Baru kali ini Zex merasa di perhatikan, dia tidak memiliki keluarga dia hanya memiliki dua sahabat yaitu Rafa dan Rey yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri.


"Setelah hujan nya berhenti aku akan mengantarkan kamu pulang." ucap Zex.


"Tidak usah, aku masih ingin mencari kak Rey." sahut Hany.


"Dia sudah besar, dia tidak perlu di cari." ucap Zex. "lagi pula Rey akan marah jika kau mencarinya, biarkan dia sendiri dulu..dia perlu waktu." sambung Zex lagi.


"Ya kakak benar, kak Rey memang butih waktu, sama seperti aku." ucap Hany dengan helaan nafas yang berat.


"Kenapa kau tidak menyukai dia? bukan kah dia ibu mu?." tanya Zex.


Hany melirik." ya ibuku..ibu sambung, aku tidak ingin memiliki ibu tiri seperti Ririn tapi ayahku dia terlalu haus akan wanita." ucap Hany dengan wajah yang nampak sedih.


Begini lah sisi kebalikan dari si tomboy, Hany memang gadis yang aktif dan ceria tapi di balik semua itu dia juga memiliki keterpurukan di balik semua sifat yang iya tunjukan pada orang lain.


Zex benar-benar bisa melihat bagaimana sedihnya si tomboy, dia tahu Hany sejak kecil tapi dia baru kali ini melihat Hany yang nampak sedih seperti itu.


"Tidak semua ibu tiri itu jahat, beri dia kesempatan untuk membuktikan bahwa dia layak menjadi ibu mu." ucap Zex. "Kau tahu bagaimana rasanya tidak memiliki ibu bukan? maka dari itu biarkan dia memperlihatkan kebaikan nya padamu." ucap Zex bijak, dia tahu rasanya tidak memiliki ibu dan Zex tidak mau si tomboy menyia-nyiakan ibu sambung nya itu.


Hany terdiam, "Aku tidak yakin, setiap mendengar kekerasan yang di lakukan ibu tiri Ririn aku selalu ketakutan, maka dari itu aku lebih memilih tinggal dengan kak Rey." ucap Hany dengan suara getir mengingat Ayah nya yang menikah lagi dengan seorang wanita yang usianya tak jauh beda dengan ibunya.


Sebarnya nasib Hany tak jauh beda dengan Ririn hanya saja Hany tidak pernah mengalami penyiksaan seperti Ririn karna Hany memilih untuk tinggal bersama Rey kakak nya, Hany merasa aman jika tingal bersama kakak nya dan sekarang kakak nya malah menghilang entah kemana dan hal itu juga membuatnya sedih karna tidak akan ada lagi sosok yang menjadi penyemangat nya.


"Belajar ikhlas, aku tau ini berat tapi semua sudah takdir." Zex mendekat kan tubuhnya ke tempat Hany duduk.


keduanya duduk sangat berdekatan." Mari pulang, aku akan mengantarkan mu, jangan membuat ibu dan ayahmu cemas." ucap Zex yang hanya di angguki oelh Hany.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote !!


Jejak !!


__ADS_2