
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari-hari berganti pasangan patsuri Lili dan Andrian semakin lengket, apalagi mereka masih menyandang status sebagai pengantin baru, keduanya bahkan memutuskan untuk honeymoon ke luar negri selama satu minggu.
"Sayang bangun." elusan di pipi di berikan Lili pada suaminya.
Andrian mengeliat saat merasakan sentuhan di wajahnya. "Ada apa? masih kurang yang semalam?." Andrian berkata seraya memeluk tubuh sang istri.
Pipi Lili kembali memerah, masih teringat sisa percintaan panas yang mereka lalui tadi malam, Andrian benar-benar tidak pernah lelah mengajaknya bercinta, tadi malam pun Lili bisa lepas dari sergapan macan lapar itu hanya karna Lili mengatakan ngantuk, dan kelemahan Andrian adalah tidak bisa melihat orang yang di sayang nya tersakiti.
"Jangan katakan itu lagi kak, ayo makan..ini sudah jam 8 loh." ucap Lili mencoba melepaskan pelukan suaminya.
"Kenapa? jangan bilang kamu malu?." Andrian melepaskan pelukan nya lalu menatap Lili dengan kening mengkerut dan alis terangkat sebelah ke atas.
"Kakak..ih aku ngambek ya." ucap Lili malu.
Andrian tertawa istri kecilnya benar-benar sangat menggemaskan, ia suka Lili yang ceria, manja, dan imut saat di goda.
Seminggu sudah keduanya menikah dan Andrian melihat banyak hal yang menonjol pada istri kecil nya, Lili bukan gadis yang seperti ia pikirkan selama ini, dulu dia pikir Lili akan merepotkan nya mengingat usia Lili masih terbilang sangat muda untuk menjalin rumah tangga, tapi Andrian salah selama seminggu ini Lili berusaha keras untuk menjadi istri yang baik untuk nya, bahkan Lili bisa menyiapkan keperluan Andrian setiap harinya.
Keduanya makan di kamar inap nya, Andrian bahkan tak berniat mengajak Lili keluar untuk sekedar jalan-jalan, padahal Lili sudah menyiapkan banyak jadwal untuk nya mengunjungi tempat-tempat yang menurut nya patut untuk di singgahi.
"Abis makan keluar yu kak, cari angin.. kata nya taman Everland bagus buat di kunjungi." kata Lili lebih ke rengekan.
"Tapi kita kesini buat Hanymon sayang, bukan liburan." kata Andrian.
Alasan yang sama selama tiga hari ini hanya itu-itu saja, Lili bosan di kamar terus meski terkadang dia juga tak menyangkal jika dia juga merasakan sensasi mau dan mau lagi itu, tapi Seoul Korea adalah tempat kesukaan nya, selain makanan nya yang enak-enak, Seoul Korea juga memiliki banyak tempat wahana permainan yang sangat bagus dan Lili merasa jika dia patut menjajahkan kaki nya ke berbagai tempat di Seoul Korea.
"Iya, apapun yang kamu mau, tapi nanti malam nambah ya." ucap Andrian dengan senyum penuh artinya, dan Lili hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Tapi mau tas baru ya." kata Lili dengan memasang wajah imutnya.
Seketika jiwa hemat bin pelit yang di miliki Andrian merasa bimbang, otak matrenya mengatakan jika tidak boleh buang-buang uang, apalagi harga tas itu tidaklah murah.
Tapi disisi lain hatinya mengatakan belikan saja, Lili baru menjadi istrinya masa iya Andrian tega melihat istrinya ngambek karna keinginan nya tidak di turuti, apalagi kini kebutuhan Andrian ada pada Lili, tubuh Lili adalah candu nya sekarang ini dan mungkin jalan terbaik untuk Andrian hanya satu, yaitu menuruti keinginan istri kecilnya.
"Iya deh, tapi satu ya." kata Andrian.
Lili tersenyum senang, "Sekalian sama baju, sepatu nya ya sayang." kata Lili lagi, jelas Lili tau fashion di Seoul sangatlah bagus, apalagi model-model di Korea kebanyakan nya memakai jasa artist-artist yang kecantikan dan ketampanan nya di atas rata-rata, dan tingkat ke populeran nya yang tingkat atas.
Andrian menghela nafasnya, sepertinya setelah pulang dari Hanymon dia harus bekerja lebih keras lagi, uang yang sudah dia kumpulkan bisa habis jika Lili senang berbelanja, tapi memanjakan istri adalah hal bagus bukan begitulah kata pepatah.
🌹
Di tempat lain tepatnya di ruangan meeting nampak Anaira yang terpesona dengan cara penyampaian Kiano saat mempresentasikan barang baru yang di produksi perusahaan, tutur kata yang jelas dan tidak berbelit-belit itu membuat Anaira dan yang lain nya bertepuk tangan.
"Bagaimana? sampai disini apa ada yang mau bertanya?." Kiano mengajukan pertanyaan.
Kiano melirik Anaira, "Saya rasa meeting nya sudah selesai nona, apa anda ingin menambahkan sesuatu?." tanya Kiano.
Anaira mengelengkan kepala, lalu berdiri. "Meeting hari ini saya tutup, untuk pertemuan selanjutnya saya harap bisa kembali berjalan dengan baik."Kata Anaira, tak lupa dengan wibawa seorang CEO nya.
Mereka keluar, meninggalkan Anaira dan Kiano yang masih duduk di tempat nya masing-masing.
"Aku ingin berbicara padamu Ira." ucap Kiano tampa embel-embel nona lagi.
"Katakan saja." kata Anaira sambil membereskan map yang ada di depan nya.
Kiano menghela nafasnya pelan lalu menatap Ira yang sibuk membereskan map. "Apa kamu serius ingin bertunangan dengan Bara?." tanya Kiano dengan mata yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari Anaira.
Mendengar ucapan Kiano barusan membuat Ira menyudahi acara membereskan map nya, dia menatap netra yang kini menatapnya, jarak keduanya hanya terhalang satu korsi.
__ADS_1
"Aku dan dia berpacaran, tentu saja hal itu tidak perlu di tanyakan lagi." kata Anaira sedikit gugup.
"Kamu yakin? Ira." tanya Kiano sekali lagi.
Dan saat itulah Anaira menatap Kiano sambil memasang wajah aneh nya, "Kenapa memang nya? aku yakin atau tidak nya bukan kah itu hak ku? dan kakak tidak seharusnya ikut campur dalam masalah pribadiku." kata Anaira mencoba untuk berani.
Setelah satu minggu lama nya Kiano menjauhinya tiba-tiba sekarang pria itu menanyakan masalah perihal pertunangan nya dengan Bara, dan tentu saja hal itu membuat Anaira sedikit kesal, Kiano selalu bersikap seenaknya tanpa memikirkan perasaan nya.
"Bukan begitu Ira, aku hanya ingin memastikan bahwa Bara pria yang pantas untuk mu." kata Kiano lagi.
Anaira menatap netra yang menatapnya itu, "Aku sudah dewasa, dan aku bisa memilih kemana kaki ku harus melangkah, dan peduli apa tentang aku? bukan kah kita hanya teman? sahabat kecil dan kerabat?." Tegas Anaira.
Lagi-lagi Kiano merasa bingung, benar kata Anaira dia bukan siapa-siapa, dia hanya teman, sahabat dan kerabat dekat nya saja.
tapi jauh dari lubuk hatinya Kiano menginginkan hal yang lebih dari kata teman dan sahabat ataupun kerabat.
Melihat Kiano yang diam membuat Anaira tersenyum lalu berdiri, "Aku akan keruangan ku, dua jam lagi kita akan ada acara makan di luar investor jadi jangan lupa bawakan semua kebutuhan pertemuan nya." kata Anaira sambil melangkah pergi meninggalkan Kiano yang terdiam melihat nya pergi.
Selepas kepergian Ira, Kiano mengacak rambutnya kesal, dia heran pada dirinya sendiri kenapa dia selalu bimbang saat berhadapan dengan Ira, sudah jelas jika perasan nya pada Ira masih sama seperti mereka masih di bangku sekolah dulu, tapi kenapa Kiano selalu tidak memiliki keberanian saat mengungkapkan perasaan nya.
"Aku harus membuat Bara menjauhi Ira, dia milik ku." gumam Kiano sambil menatap map di samping nya dengan tatapan yang penuh arti.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Udah mampir ke cerita Bian belum?
yang belum jangan lupa mampir ya😊 pokonya ceritanya lebih hot dari cerita opa dan papa nya, jadi jangan lupa mampir ke cerita ^^Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2^^
__ADS_1
Jangan lupa jejak!!